Indah baru kali ini mengalami hal yang buruk. Benar sangat buruk. Ia merasa bahwa hari ini khusus kesialannya. Bikin kesal dan sakit hati.
Woke sebelum masuk cerita, kenalin. Indah Lestari, kalau Sahabatnya bilang Indah, puput, dan Intari. Tapi yang paling sering dipanggil itu Puput. Jadi kita pakai Puput saja ya.
Puput siswi yang saat ini baru aja kehilangan kunci motornya. Sialkan, tapi itulah dia. Kalau engak ceroboh bukan Indah Lestari Namanya.
Sahabatnya kadang suka ngomel tapi juga sering ngebantu. Dan hari ini disinilah mereka, diparkiran.
Ada 7 orang yang mencari kunci secara berpisah hanya untuk sebuah kunci motor. Dan yang cari 7 orang. Woke mempercepat waktu.
Namun belum sempat mencari 1 jam. Puput sudah menemukannya.
"Bree..ini aku udah ketemu" ucapnya sambil mengangkat tinggi-tinggi kunci motornya untuk memberitahukan bahwa ia telah menemukannya.
Dan 6 Sahabatnya itu pun menghela nafas dengan tenang. Masalahnya kalau hilang ya sayang. Kan rumah jauh dari tempat sekolah, nanti pulang jalan kaki ya satu minggu engak bakal turun tuh. Dengan alasan "Pak sakit pak, kemarin abis jalan sampai rumah langsung kecapeaan"
Alasan yang menarik.
Jadi karena itulah mereka membantu mencarinya. Tapi bukan ini kesialan utamanya.
Ini waktu masih pagi, dan sudah kehilangan kunci. Sekarang mereka kini memasuki kedalam area sekolah.
Dimana saat ini, sekolah tengah mengadakan lomba-lomba untuk HUT sekolah yang akan datang.
Nah jadi tentu tidak belajar bukan. Dan Puput adalah anak yang suka kesimpelan. Jadi dia hanya datang dengan baju olahraga, dan kunci serta uang untuk jajan. Tas jangan berharap dikeadaan ini ia membawanya. Paling tas hanya ia taruh didalam jok motornya. Selesai bukan.
Sebenarnya ada sih Sang Kakak yang menurutnya cocok ditiru, tapi tetap saja jiwa kesimpelannya masih tinggi jadi kalau sama sang Kakaknya itu tak memungkinkan untuk bisa ia ikuti. sang Kakak disini mengaruh ke Sahabatnya.
Mereka bertujuh melangkah memasuki area yang penuh dengan gazebonya.
Ya mereka memilih untuk menongkrong digazebo dari pada dikelas. Karena mereka ingin melihat perlombaan yang diadakan dilapangan utama.
Setelah memilih tepat duduk tentu saja mereka merusuh dulu, karena lomba belum dimulai. Jadi masing-masing ada yang bercerita. Ada yang berfoto-foto. Dan ada yang main hp atau bermain game.
Sampai kesialan Puput yang sesungguhnya datang.
Saat mic atau pembaca acara membuka lomba. Langsung 7 orang itu bergegas melihat kedalam lapangan dari kejauhan dan salah satu cara melihatnya adalah menaiki kursi Gazebo.
Dan Puput adalah Siswi yang suka menantang nyali. Jadi ia langsung menaiki Gazebo kala ada opening dari peserta dalam perlombaan.
Dengan langkah cepat ia naik. Tapi sayang keadaannya tak mendukung dirinya, hingga keseimbangannya hilang kendali. Sampai membuatnya yang ingin berdiri kedepan malah condong kedepan dan berakhir dengan jatuh kebawah.
Woke jatuh kebawah kalau sendirian engak papa, tapi ini jatuh menimpa tubuh Cowok,mungkin seangkatannya. Karena mereka sekarang kelas 12. Jadi bisa diketahui bahwa cowok itu seangkatan.
Namun bukannya merasa terselamatkan. Puput malah terdorong oleh Pria itu. Mungkin kaget karena tiba-tiba gadis entah dari mana menimpanya dan membuatnya tersendung dinding. Dan Puput berakhir dengan jatuh ditubuhnya. Untungnya tidak di dinding.
Pria itu mendorong terlalu kuat. Dan berakhir dengan Puput yang tersentak kebelakang dengan duduk disemen.
Pria tadi lari karena merasa malu atau mungkin merasa marah.
Puput sudah berteriak minta maaf tapi sayang tak dihiraukan.
6 Sahabatnya langsung berbicara dan menolongnya.
"Put kau engak Papa kan?"
"Eh angkat dia dulu..astaga put...."
"Sini duduk dulu"
"Nantang nyali ni bree"
"Sudah ayuk..Put kita keuks"
Puput yang mendengar UKS langsung berdiri dan menghampiri orang yang ngomong. Dan yang berbicara adalah Amel. Sahabat yang bisa dibilang lebih akrab dengannya sebelum Mala.
"Eh jangan...aku engak papa, ah malu weee...aku bener-bener malu tahu gak sih"
"Kenapa malu?" Kali ini yang ngomong Mala. Sifat keibuannya setelah Amel tidak bisa dibilang remeh. Mereka bisa aja tuh bawa Puput langsung kerumah sakit kalau perlu.
"Eh Mal, jangan ya....aku malu weee"Ucap Indah lagi.
Sungguh ia memang malu. Dan saat ini para adik kelas dan yang lain memperhatikannya. Sahabatnya tentu saja melindunginya. Sampai tiba-tiba ada yang menyadari sesuatu.
"PUT..itu tetesan apa?" Tanya Sang Paling tua dari mereka.
Dan langsung seketika. Puput menyentuh tengkuknya. Membuat Sahabatnya mengerutkan kening.
"Biar ku cek" ucap Mala dan benar tanpa basa basi ia pun mengeceknya. Hingga matanya terbelak melihat hal yang menakutkan didepannya.
Sebuah luka yang sangat panjang mungkin dari telinga sampai ketengkuknya. Untungnya tidak dalam. Dan Mala langsung menutupnya dengan tangannya.
"Teteh* dan yang lain, cepat minta para Anak PMR untuk membawakan tandu, Cepat!!!" Karena teriakan itu perintah. Seketika itu juga para Sahabatnya langsung bergegas mencari anak PMR. (*Teteh= panggilan mereka untuk yang paling tua)
Karena tak perlu dijelaskan lagi. Darah sudah menetes bahkan baju olahraga Puput sudah separuhnya diisi oleh warna merah. Cantik bukan. Ya tapi menakutkan.
Setelah memanggilnya. Agak lama sih, tapi untungnya ada yang datang. Mala menyuruh Amel untuk menutupi luka itu dan ia menjelaskan kesalah satu PMR.
Setelah menjelaskannya. Mereka tak bisa membawa Puput dengan tandu, yang berakhir dengan Puput berjalan mundur sambil dilindungi secara langsung.
Darah terus mengalir bahkan menetes dan acara seketika berhenti. Tidak bisa dilanjutkan karena mereka perlu diskusi besar.
Sampai keputusan pun berakhir dengan Puput akan dibawa kepuskesmas atau langsung kerumah sakit. Dan 6 sahabatnya ingin membantu tapi dihentikan oleh seorang Pria.
"Maaf"ucapnya dadakkan membuat semua terdiam.
"Ini salahku, seharusnya aku tidak mendorongnya. Tapi aku kaget dan refleks mendorong tubuhnya. Tolong izinkan aku menolongnya" ucapnya.
Mala yang sudah meluap Emosi tentu tak terima. Karena menurutnya tak ada kata maaf jika Puput sampai terluka. Namun kepala panas itu harus didinginkan dengan baik. Jadi pada akhirnya Pria itu pun mengendong Puput dengan Kepala diletakkan diceletuk leher Pria itu.
Semua yang melihatnya hanya memandang kasihan beda denģan Mala dan Amel yang kini masih mengitimidasi.
"Kembalilah ketempat kalian, kami akan membawanya berobat"ucap sang guru.
Dan berakhirlah mereka yang pergi dengan punggung menjauh.
Puput sebenarnya sadar. Tapi tak bisa berbicara karena sekarang rasa sakitnya mulai terasa dan ditambah malunya.
Malu benar, saat ini ia malu karena pria itu mampu mengendongnya sampai pakiran mobil.
"Tangannya engak temor tuh, kan tubuhku tinggi dan pasti berat badanku juga sangat berat..ku harap tangannya tidak terkapar" benaknya.
Setelah Puput didudukkan didalam mobil. Puput masih harus menerima kejutan lain. Yaitu masih dituntun untuk dipeluk secara dadakkan dan membuat kepalanya menunduk lagi. Karena takut luka itu makin melebar jika ia tak menunduk.
Jadi Puput hanya mengikuti, karena menurutnya, Pria didepannya ini hanya ingin membantu karena merasa bersalah.
Bahkan Puput masih mendengar gumangan maafnya. Ah puput merasa bersalah besar. Jika kesialannya tidak terjadi maka dirinya dan Pria yang memeluknya tidak akan merasakan seperti ini.
Karena menurutnya Pria didepannya pasti merasa bersalah.
Tibalah disalah satu puskesmas yang ada karena dekat dengan sekolah.
Puput masih harus digendong lagi sampai kedalam. Dan anehnya Puput terdiam dalam pikiran karena entah kenapa Pria ini mulai berdegup tak karuan. Membuatnya juga ikut berdegup mendengarnya. Kan jadi kayak aneh kalau begini. Tapi mereka masing-masing memasang muka tebal dan tak menghiraukan degupan jantung mereka.
Setelah selesai semuanya. Puput dibawa kesalah satu ruangan dan disuruh berbaring telungkup. Jadi ia pun menuruti.
Kesiapan dokter secepat kilat. Dan kini mulailah proses jahit menjahit. Karena lebih baik dijahit dari pada dileser. Apa lagi Kepala Puput masih dibilang muda jadi biar lebih kuat diberi jahitan.
Sebenarnya cukup Puput didalam. Tapi jarum suntik itu lebih menakutkan menurutnya. Jadi lengan Pria yang mengendongnya ia genggam dengan erat agar bisa menyalurkan ketakutannya. Bodoamat ama tuh cowok jika risih ya maaf lagian Dia takut.
Tapi tak disangka Puput malah mendapat balasan yaitu tangannya digenggam oleh Pria tadi dan memberikan tepukkan kecil sebagai penyemangat.
Puput merasakan tenang saat tepukkan halus itu diberikan. Ah rasa takutnya langsung terhempas dan seketika itu juga bagian kepala hingga tengkuknya mati rasa.
Walau begitu ia masih bisa merasakan, jarum jahitan melewati kulit kepalanya.
Jahitan setiap jahitan diberikan. Sampai sudah 38 jahitan diberikan dan berakhirlah dengan diberikan perban dibagian kepalanya. Jadi leher dan jidatnya diberi perban. Sudah tampak seperti zombe hahaha.
Setelah itu Puput disuruh untuk duduk. Dan ia pun menuruti, tapi hal lucu terjadi lagi. Pria yang masih bergumang maaf pun duduk disampingnya bahkan mengelus lembut kepala dengan lembut membuat Puput ingin tertidur.
Benar saja, tak berapa lama matanya pun tertidur dan kepalanya disendungkan dileher pria tadi.
"Maaf"ucap pria yang entah namanya siapa.
Setelah segala urusan terselesaikan. Puput pun dibawa pulang dengan cara digendong ala bridal oleh pria yang mendorongnya.
Setibanya disekolah. Orang tua Puput menjemput dirinya. Dan tentu saja tak semudah itu. Ya karena orang tua Puput tak semudah itu menerima maaf.
Hingga Puput pun terbangun mendengar teriakkan ayahnya yang ingin memukul Pria yang mendorongnya.
Melihat itu, Puput langsung menghalangi ayahnya yang ingin memukul pria yang telah mendorong dirinya hingga terluka.
"Ayah...jangan...dia tak bersalah. Yang bersalah itu aku...aku yang mendapat kesialan hingga dia juga ikut kena" ucap Puput yang langsung memeluk Ayahnya. Ayahnya yang ingin memukul langsung membalas pelukkan putrinya.
Sejujurnya Puput tahu kalau ia digendong dari rumah sakit sampai kesekolah. Dan ia juga tahu perlakuan lembut dari pria yang entah siapa namanya.
Namun meski begitu, tetap saja iya merasa bersalah atas perbuatannya sendiri. Dan ia yang salah bukan pria itu. Jadi ia perlu mendinginkan kepala ayahnya agar tak melakukan kesalahan.
"Tidak...aku yang salah...aku sekali lagi minta maaf...aku juga berjanji akan menjaganya sampai sembuh dan akan ku pertangung jawabkan sampai ia benar-benar sehat kembali" ucapnya seperti janji. Dan ayah Puput pun menyetujui. Sehingga dengan perjanjian itu pun. Maka semua yang terjadi kini hanya sisa masa penyembuhan
Setelah masa kesialan itu, entah apa lagi yang akan didapatkan. Puput hanya berharap kesialannya tak berakhir seperti ini. Setidaknya berilah ia sebuah keberuntungan yang luar biasa.
Tapi semua yang terjadi, dan tak ada yang tahu akhirnya apa. Tak ada yang tahu seperti apa. Yang pasti saat ini semua yang terjadi menjadi kenangan bagi Puput sendiri.
_Selesai_