Bab 1
Suara alarm menggema di kamar seorang laki-laki, tetapi tidak membuat dia terbangun dari mimpinya. Padahal, jam sudah menunjukkan 06:45 WIB.
Brak!
"PUTRA!" Teriak wanita paruh baya, yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi. Tetapi suara itu tak membuat dia bangun.
Plak!
"Anj-" ucapnya terpotong karena wanita paruh baya itu menatapnya tajam, "hehe, Bunda." Ucap laki-laki itu, siapa lagi kalau bukan Putra. Dia sambil mengusap bokong sexynya, karena tabokan sang Bunda tercinta tidak main-main.
"Kamu liat! Sekarang udah jam berapa hah?" Ketus Desti sambil berkecak pinggang, Bunda dari Putra.
"Abang tau kok, santai Bund. Kayak di Pantai," jawab Putra dengan suara serak khas bangun tidur, malah terdengar sexy. walaupun tampilannya berantakan, tapi tidak menutupi ketampanannya.
Plak!
"Astaghfirullah Bund, lama-lama Abang bisa anemia. Kalau sering ditepok nih jidat, " ringis Putra sambil mengusap keningnya, yang mendapatkan kecupan manis dari tangan Desti, Desti hanya mendengus.
"Siap-siap sekarang! Ata-"
"Iya, iya. Bunda sayang," potong Putra, dan bergegas ke kamar mandi.
Desti hanya menggelengkan kepalanya, entah dia ngidam apa saat mengandung Putra. Sifatnya tidak jauh dengan sang suami, jadi tidak heran kalau tingkah anaknya selalu bikin ngelus dada.
***
"Good morning all," sapa Putra, dan ikut bergabung sarapan pagi.
"Good morning too," jawab Desti, "baby boy." Lanjut Alvin, ayah dari Putra, dengan nada mengejek.
"Ab-"
"Sst, tidak boleh bertengkar saat di meja makan!" potong Desti dengan tegas, Alvin mendengar itu semakin mengejek Putra.
Putra yang melihat itu hanya berdecih, dan menatap sinis sang Ayah. Putra pun melanjutkan sarapannya sambil menyeringai, Alvin melihat itu, tiba-tiba dia merasakan perasaan yang tidak enak.
"Abang pamit ya Bunda, Ayah! Assalamu'alaikum," pamit Putra sambil mencium pipi Desti, dan bergegas berangkat ke Sekolah.
"Wa'alaikumussalaam," jawab mereka bersamaan, Alvin pun merasa lega ketika melihat anaknya pergi.
"Oh iya Bund," ucap Alvin, dan memutarkan tubuhnya ke arah Desti, Alvin melihat itu deg deg an, "semalam Ayah cerita, katanya di depan rumah kita ada janda sexy." Lanjutnya sambil lari ke luar rumah, Alvin mendengar itu melotot tak percaya.
"Bo-bohong Bund, ngadi-ngadi tuh anak." Jawab Alvin gelagapan, ketika melihat tatapan tajam sang istri.
"Oh, bohong." Jawab Desti santai, Alvin yang melihat raut wajah sang istri tidak marah merasa lega.
"Malam ini, tidur di kamar lain ya." Ucap Desti, "jangan lupa cuci piring, setelah sarapan!” lanjutnya dan naik ke kamar.
Brak!
'Sial, awas aja kamu anak solimi!' batin Alvin kesal.
***
Brum
Cit
Decitan ban motor dengan aspal, disusul dengan 4 motor lainnya di parkiran sekolah Bina Bangsa. Siapa lagi kalau bukan geng Dark, dengan tampilan mereka yang badboy.
Tegar Putra Setiawan, yang sering disapa Putra. Dengan rambut yang tidak disisir rapih, baju seragam yang dikeluarkan, dan kancing baju atas yang tidak dikancingkan memperlihatkan kaos dalamnya.
Dia memiliki kulit putih dengan tinggi badan 174 cm, tatapannya yang tajam dan dihiasi bulu mata yang lentik, hidung mancung. Tak lupa dengan bibir tipisnya yang ke pink an, yang membuat iri kaum hawa. Karena dia bukan perokok.
Benar kata pepatah, jangan pernah memandang seseorang dari sampulnya. Dengan tampilan Putra yang terlihat sangar, membuat mereka harus berpikir dua kali agar tidak mencari masalah dengannya.
Tetapi, tampilannya sangat jauh dengan tingkahnya. Dia yang paling bobrok diantara sahabatnya, walaupun sifatnya petakilan yang selalu buat darting, tidak menutup kemungkinan dia adalah seorang leader dari gengnya. Berarti, pangkatnya tidak main² bukan?
Safaraz Rasendria, yang sering disapa Faraz. Dia wakil leader dari geng Dark, tampilannya tidak beda jauh dengan Putra, begitu pun dengan sifatnya.
Dengan tinggi badan 174 cm, dengan tatapannya tak kalah tajam dengan Putra. Dengan wajah tampannya itu, dia tidak menyia²kannya. Siapa yang tak kenal dengan dia? Safaraz sang penakluk wanita, seorang playboy di SMA Bina Bangsa.
Tidak menutup kemungkinan, kaum hawa yang terus berlomba-lomba untuk menjadikannya kekasih walaupun itu 1 hari. Bagi mereka, itu suatu kebanggaan bisa menjadi pacar dari sang wakil leader.
Dug!
“Bukan temen gue!” celetuk Faraz, ketika melihat Ray yang tersandung dengan kakinya.
Raymon Prasetyo, sering disapa Ray. Dengan wajah babyface nya, tidak disangka dia Raja gosip, tidak pernah ketinggalan berita-berita yang tersebar di sekolah. Dengan berbicara yang selalu menyelekit, dan emosian.
Dia memiliki tinggi paling pendek diantara sahabatnya, 168 cm. Kulit putih, dengan mata sifit dan bulu mata yang lentik, menjadi daya tarik sendiri karena membuat orang yang berpapasan dengannya selalu gemas dengan wajah yang imut itu.
“Ah lu, giliran kek gini aja ngga ngakuin temen,” sinis Ray, “sst, jangan berteman kawan, hahahaha.” Ucap Putra dengan tawa yang menggelegar, dan berjalan mendahului mereka. Kyko yang melihat itu, hanya mengedikkan bahunya dan menyusul Putra.
Kyko Prayuda, dia orang cuek dengan sekitarnya. Tetapi, dia peka yang paling peka diantara sahabatnya. Kyko, dia yang terdepan ketika sahabatnya terkena masalah. Walaupun dengan sifat cueknya itu, dia yang paling royal dengan sahabatnya.
Dengan tinggi 173 cm, memiliki warna kulit sawo matang, hidung mancung, bibir tipis. Dengan mata tajamnya, membuat orang takut dekat dengannya. Dia tidak dekat dengan perempuan manapun, selain Ibu dan Kakak perempuannya. Menurutnya, berurusan dengan perempuan itu merepotkan.
Faraz dan Landie pun menyusul mereka, dan meninggalkan Ray di parkiran. Ray yang melihat itu kesal, dan menyusul mereka.
“Woi, parah banget lu pada ninggalin gue!” seru Ray.
Landie Alfarizy, laki-laki dengan postur tubuh paling tinggi diantara sahabatnya. Dia memiliki tinggi 178 cm, dia orang yang cukup pendiam tapi mesum. Landie sering terpergok oleh sahabatnya sedang menonton film blue, tapi tidak membuat dia kapok. Malah dia yang suka mengajak sahabatnya itu, untuk menonton bersama.
Dengan warna kulit yang tidak beda jauh dengan Kyko, dia memiliki tahi lalat di hidung mancung nya. Terkadang membuat orang gemas untuk mencubitnya, tetapi tidak ada yang berani melakukan itu. Kecuali Ray, dengan sifatnya itu tidak menutup kemungkinan. Karena dengan tingkah jahil Ray yang membuat Landie jengah, dan mengabaikan itu.
Mereka berjalan dengan santai di koridor kelas, mereka 1 kelas, di kelas IPS 1. Mereka tidak memperdulikan bel yang sudah berbunyi sedari tadi. Putra dengan gaya cool nya, Faraz yang selalu melambaikan tangan setiap berpapasan dengan perempuan. Ray dengan gaya angkuhnya, sesekali mengorek-mengorek harta karun di pagi hari di lubang hidungnya. Kyko yang cuek dengan sekitarnya, Landie? Dia cukup prihatin dengan tingkah sahabatnya itu.