Cleo Alia Mubarak gadis berumur 15 tahun , memiliki sikap dingin, pembuatan onar,keras kepala, seluruh sikapnya melenceng ke arah negatif,
Disebuah ruang tamu, terdengar suara keributan dan beberapa makian
"Ayahhh Cleo gak mau tinggal di pesantren, pokoknya Cleo gak mau." Teriak Cleo lantang.
"Cleo...mau tidak mau kamu harus tinggal di pesantren." Tegas ayah pada Cleo yang terus saja menentang keputusan nya.
"Ayah udah kehabisan cara untuk membuat sikap kamu berubah." Ucap frustasi ayah lalu memijit pelipisnya.
"Gak...gak mau... pokoknya Cleo gak mau tinggal di pesantren,titik." Bantah Cleo lagi,gadis tersebut mengengam erat tangannya sendiri, menahan emosinya supaya tidak meledak disana.
"Huhhh."
"Hari pada ayah anterin Cleo ke pesantren,lebih baik Cleo keluar aja dari rumah." Ucap tegas Cleo, tanpa berpikir panjang Cleo langsung pergi menuju kamarnya dilantai atas.
Cleo berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya, sesampainya dikamar,Cleo langsung mengambil ransel hitamnya dan membukanya,gadis itu mengemasi seluruh bajunya
"Ck tidak tahan denganku lagi,ini juga turunan dari nya,dia saja yang tidak becuh menjadi ayah,dan sekarang memaksaku untuk tinggal di pesantren." Cepikik Cleo lalu mengambil beberapa baju lagi.
Setelah selesai mengemasi baju-bajunya,Cleo pun keluar dari kamarnya dengan wajah datar nya itu,gadis itu berjalan melewati ruang tamu dimana ayahnya berada.
"Selangkah lagi kamu keluar...." Ucap ayah memperingatkan.lalu Cleo berhenti dan menoleh pada sang ayah.
"Apa lagi." Ucap Cleo tanpa sopan pada sang ayah.
"CLEO." Geram ayah lalu bangkit dari duduknya.
"Kamu....kamu gak ingat yah apa yang mama bilang sama kamu,pesan mama dulu hah." Bentak ayah yang sudah tak tahan pada sikap Cleo.cleo tersentak,gadis itu mengigit bibir bawahnya menahan air mata yang hampir saja jatuh dari matanya itu.
"Huhhhhhh."
"Cleo masih ingat sama pesan mama dulu t-tapi ayah,apa ayah masih ingat sama peringatan Cleo waktu itu hah,apa ayah masih ingat hah." Ucap emosi Cleo,tanpa disadari oleh Cleo air matanya mengalir membasahi pipi mulusnya itu.
"Cleo udah bilang sama ayah sembelum mamah meningal,apa ayah masih ingat HAH." Teriak Langtang Cleo.
Ayah terdiam tanpa menjawab sepatah katapun.
"Ayah menikah lagi....ayah udah lupa sama janji ayah sama Cleo..." Ucap Cleo sambil sesegukan.
"Tapi ayah menikah lagi demi kebaikan kamu Cleo." Lirih ayah
"Hah-hah-hah demi kebaikan Cleo...ck." tertawa garing Cleo lalu tersenyum miring.
"Gak ada yang namanya demi kebaikan Cleo, bilang aja ayah memang gak cinta lagi mama Cleo, gara-gara wanita murahan itu." Maki Cleo pada sang ayah.
"Udahlah,Cleo males tiap hari debat sama ayah." Ucap malas Cleo lalu berjalan menuju pintu utama.
Ayah Cleo memberi kode kepada anak buahnya,dan anak buahnya pun mengerti dan
'brukkkkm'
Mereka memukul tekuk leher Cleo dan membuat gadis itu pun pingsan.
"Udah bos." Ucap salah satu anak buah yang sedang mengendong tubuh mungil Cleo.
"Ayok kita langsung pergi kesana saja." Ucap ayah Cleo lalu jalan duluan dan diikuti anak buahnya yang mengendong Cleo.
("Maafin ayah Cleo,ayah terpaksa melakukan ini,ayah beneran gak sanggup lagi sama sikap kamu,sekali lagi maafin ayah.") Batin ayah Cleo.
Ayah Cleo berserta anak buahnya yang mengendong Cleo pun masuk ke dalam mobil tersebut.
"Ayoh berangkat." Perintah ayah Cleo dan mendapatkan anggukan dari anak buahnya tersebut.
Mobil hitam tersebut pun langsung melanju meninggalkan kediaman mewah tersebut.
*
*
*
*
Setelah sekitar dua jam berlalu,mobil milik ayah Cleo pun berhenti disebuah perumahan disekitar pergunungan itu.yah itu ada pesantren Darul Alfa Al Islami.
"Kita sudah sampai Tuan."
"Yah,cepat bawa nona Cleo turun." Pintah ayah Cleo pada anak buah, dan mendapatkan anggukan kepala dari mereka.