"AKHIR ADA UNTUK AWAL ADA."
Hai namaku Cherry
ini tentang seseorang yang aku kagumi diam-diam entah, mengapa walaupun nyebelin dia akan tetap jadi toko utama di ceritaku
"kak Rain"
mungkin bagimu cerita ini sudah klasik tapi bagiku tidak karena dia kak Rain dia punya sesuatu yang berbeda dalam dirinya
(ノ≧∇≦)ノ ミ ┻━┻
Hari Senin, upacara bendera di laksanakan , pada saat itu Kak Rain menjadi pemimpin upacara bendera hari ini, mengetahui hal itu aku tidak ketinggalan berdiri di bagian barisan paling depan , melihatnya saja di depan sana rasanya aku tak bisa berhenti untuk tidak tersenyum.
kak Rain, seseorang yang aku temui kampung halaman kakekku sewaktu liburan
kak Rain itu orangnya biasa biasa saja, tidak seganteng yang kalian bayangkan, dan orangnya tidak dingin seperti yang kalian pikirkan, padahal namanya rain
Dia orangnya hangat dan ramah tapi ke semua orang, tapi ada satu hal yang membuatku memutuskan untuk menyukainya
Kak Rain , seperti namanya hujan , hujan tidak punya alasan untuk turun seperti diriku aku tak punya alasan untuk tidak menyukainya
(ノ≧∇≦)ノ ミ ┻━┻
Di hari berikutnya , aku melihat dia di koridor duduk bersama temannya , rasanya aku ingin putar balik untuk lewat jalan yang lain saja tapi itu jalan yang paling dekat ke kelasku , kalaupun ingin putar balik itu jaraknya ke kelas sangat jauh
" gimana nih putar balik cari jalan yang lain atau enggak."batinku
"ehe..."
saat aku mendengar suara ,aku mengangkat padangan ku ke depan dia juga melihat ke sini, tatapan kami bertemu , aku langsung memutuskan Padangan itu
"ya udahlah terobos aja udah ketangkap basah juga."
aku dengan segenap kepercayaan diri yang ku punya aku memberanikan diri lewat di depannya
(ノ≧∇≦)ノ ミ ┻━┻
Hai aku Rain
Sewaktu liburan sekolah aku bertemu mochi, seperti kue mochi ya , emang iya . Karena dia sangat ceroboh dan aneh anaknya , kenapa aku memberikan nama mochi karena dia itu mempunyai tumbuh bisa di bilang pendek untuk seusianya dan badan yang berisi tapi dia lucu,sungguh. melihatnya saja rasanya aku ingin selalu tersenyum . hingga sekarang aku belum mengenalnya namanya saja aku tak tau
waktu itu aku hanya melihatnya di villa temanku yang kebetulan kakek si Monchi yang menjaga villa itu dan mengurusnya, waktu itu dia hanya berdiri di bawah pohon Pinus , menunggu kakeknya memberikan kami kunci villa yang di titipkan kepadanya
saat itu, aku memperhatikan dia , sambil menunggu teman ku berbincang sebentar dengan kakek gadis itu, ku lihat dia bermain dengan biji Pinus melemparnya ke atas den Menangkapnya kembali , tapi tiba-tiba biji pohon Pinus jatuh di kepalanya ku lihat dia mengelus kepalanya yang sakit sambil menggerutu dan marah dengan pohon Pinus itu yang mana mungkin bisa mendengar kekesalannya , aku tersenyum saja melihatnya
"Dasar cewek aneh ,"pikirku
"rain kuy lah masuk ." kata temanku Adimas
Mungkin besok dan seterusnya ada hal menyenangkan yang terjadi
***
Tapi gak semua hal berjalan baik
Pagi itu sepulang sekolah ku lihat kak Rain bersama dengan Kak Bella teman satu organisasi paskibra . ku lihat dia merangkulnya .
entah mengapa tanpa disengaja tatapan kita bertemu , entah mengapa ku lihat kak Rain menbuang muka dan itu membuat menjadi sedih dan bertanya - tanya , kenapa ?
"sebenarnya , ada apa dengan kak Rain." ucap ku dalam hati
kembali aku melanjutkan langkah kakiku ke parkiran sekolah
"lama banget si Cherry , udah lumutan nih gue nungguin lo."ucap mentari kesal
"hehehe maaf, sabar kek , orang sabar di sayang Dia ."
"alah , sabar-sabar , capek gue sabar Mulu."
"sebenarnya lu dari mana si lama benget.?"
"gak ke mana-mana di sini aja."
"heh , atau Lo dari toilet gitu."
"enggak yaelah, kuylah jalan."
"au ah , bodoh amatlah."
selama perjalanan pulang , aku selalu bertanya- tanya kak rain kenapa , itu membuat ku pusing sendiri .
***
"Rain!!" panggil Bella
melihat rain yang tak berhenti berjalan Bella pun mengejar dan menahan rain yang sepertinya terburu-buru untuk berjalan
"berhenti dulu Rain."tahan Bella
rain pun terpaksa berhenti dan melihat ke Bella
"kenapa."
"pulang bareng yuk rain."
"Gak."
"kenapa, padahal kamu juga gak bareng siapa-siapa kan."
"gak"
"yaudah pulang bareng yuk."
"gak"
"aku gak bawah mobil hari ini."
"bukan urusan gue."
"teman-teman aku yang lain udah pada pulang, terus aku juga gak gak bisa naik taksi." paksa Bella
"terus"
"kalau lo gak mau pulang bareng gue , gue bakalan teriak."
"yaudah teriak aja."
"Ha, kamu memang gak sependuli itu ya rain, oke gue bakalan teriak."
"Aku hab...."
sebelum bella berteriak lebih kencang dan itu memalukan sekali dan rain tidak suka jadi pusat perhatian, daripada bikin kesal lagi dengan sangat terpaksa rain menyetujuinya
"diam, kalau mau ikut gak usah banyak tingkah."
mendengar hal itu Bella tak bisa menahan rasa bahagianya , dengan cepat Bella meraih tangan rain untuk digandeng
"lepas gak."
Bella pun menggelengkan kepalanya
"gue udah beritahu jangan banyak tingkah atau Lo mau gue kasarin."
Bella pun dengan cepat melepaskan tangannya dari tangan rain
selama berjalan di koridor dengan Bella, saat itu melewati kelas sebelas tanpa sengaja rain melihat si mochi berdiri di depan sana , aku tak mengerti arti tatapan mochi tapi aku yang di tatap seperti itu segera mengalihkan Pandanganku
aku tak tau apa yang dipikirkan mochi tapi yang pasti semoga tak menjadi hal yang menyebalkan.
***
Hari Ahad di mana hari libur sekolah , rencananya aku akan jonggin di sekitar rumah ku hingga garis finis di taman kompleks perumahan Mayasari
"Mama , adek berangkat jonggin ya ?"
"iya dek , hati-hati di jalan soalnya kemarin banyak banget marak penculikan."
"siap mamaku sayang, Assalamualaikum."
"waalaikumusalam."
aku pun memulai aktivitas lari pagi ku , cukup menyenangkan lari pagi di hari yang indah ini , tak lama setelah itu aku pun sampai di taman kompleks Mayasari , terlihat sudah cukup ramai juga yang datang untuk berolahraga dan juga sekedar menghabiskan weekend di taman .
"THANKS GUYS UDAH MAMPIR ❤️."