Akhir-akhir ini aku merasa ada yang aneh dengan bak mandi. Setiap kali mandi, aku selalu seperti di amati oleh seseorang. Namun ketika aku menoleh ke arah bak mandi, tidak ada siapapun di sana.
Keanehan terus terjadi semenjak aku sering mandi di malam hari. Sebenarnya aku terpaksa mandi saat malam, karena banyak pekerjaan di kantor. Aku dan rekan kerjaku harus bekerja lembur dalam beberapa hari terakhir.
Di suatu malam, tepat jam 11.30. Aku baru saja pulang, istri dan anakku sudah tertidur. Seperti biasa, aku mandi terlebih dahulu sebelum tidur. Masalah makan, kebetulan aku selalu mendapatkannya saat bekerja di kantor. Jadi, istriku tidak perlu repot-repot menunggu. Dia sebenarnya juga lelah, akibat harus bekerja dan mengurus anak.
Masuklah aku ke kamar mandi. Bulu kudukku seketika merinding. Akan tetapi aku tidak punya pilihan, karena kamar mandiku yang satunya sedang dalam tahap renovasi. Makanya kami harus memakai kamar mandi yang lama. Letaknya sendiri berada di bagian belakang dekat gudang.
Aku mulai menanggalkan pakaian. Lalu membasahi badan dengan beberapa gayung air. Awalnya memang terasa baik-baik saja. Sampai akhirnya hidungku mencium sesuatu yang berbau amis dan busuk.
Aku otomatis mengedarkan pandangan ke sekeliling. Nihil, tidak ada apapun. Cicak pun tidak terlihat sama sekali menempel di dinding. Suara jangkrik bahkan tidak berkoar seperti biasanya.
Merasa sedang didesak, aku bergegas memakai shampo dan sabun. Aku membilas dengan asal, kemudian mengguyur badan beberapa kali.
Bruk!
Terdengar ada sesuatu yang jatuh saat aku mengguyurkan air ke kepala. Aku pikir benda itu terjatuh dari gayung yang kupegang. Perlahan aku memeriksa keadaan di lantai. Untuk yang sekian kalinya, tidak ada apapun di sana.
Aku semakin dirundung perasaan gelisah. Kemudian langsung membilas badan dengan handukku. Aku merasa lega saat selesai membersihkan badan. Tetapi saat hendak keluar, aku tidak bisa membuka pintu. Padahal jelas-jelas pintunya hanya bisa di kunci dari dalam.
"Hihihihi!" mataku terbelalak ketika mendengar suara cekikikan wanita berdengung. Suara ketawa itu terdengar sangat dekat. Bercampur dengan suara gemercik air yang berjatuhan dari bak mandi. Kakiku bahkan bisa merasakan air tersebut, karena sudah menggenang di lantai.
Aku lantas menoleh ke bawah kaki. Kini mataku membulat sempurna. Di iringi degub jantung yang amat kencang. Bagaimana tidak? bukan air yang kulihat di bawah kakiku, melainkan darah. Ada juga helaian rambut panjang yang berhasil tersangkut di jari-jemari kakiku.
Aku benar-benar enggan menengok ke belakang. Rasanya makhluk dari bak mandi itu kian mendekat. Sekarang aku berteriak sambil memainkan gagang pintu. Memanggil nama istriku senyaring mungkin.
Semakin aku berteriak, maka semakin nyaring juga cekikikan yang terdengar dari arah bak mandi. Aku tidak tahan lagi! Pokoknya aku harus secepatnya keluar dari kamar mandi. Akan tetapi pintu tidak kunjung terbuka.
Rasa takutku bertambah, kala sebuah tangan memegangi pundakku. Tangan itu memiliki kulit yang busuk. Kuku-kukunya tampak runcing dan berbau amis.
"Me-menjauhlah!" aku dengan berani mendorong tangan menyeramkan yang menyentuh pundakku. Tanpa sengaja, aku akhirnya membalikkan badan.
Betapa terkejutnya aku, saat sosok tanpa kepala keluar dari bak mandi. Makhluk itu hanya mempunyai satu tangan, yang terus saja berusaha menggapai ke arahku.
"Pasangkan kepalaku, Mas..." lirih suara seorang wanita. Suaranya ternyata berasal dari sebuah kepala yang tergeletak di lantai sedari tadi. Kepala tersebut dilumuri oleh darah dan matanya menyalang tepat ke arahku.
Aku merasa takut bukan kepalang. Keringatku membasahi sekujur badanku. Tubuhku gemetaran akibat merasa saking takutnya. Tetapi saat itulah, pintu tiba-tiba bisa terbuka. Tanpa pikir panjang, aku berlari masuk ke dalam kamar. Sial! Ternyata makhluk itu hanya berniat ingin pamer. Semenjak kejadian tersebut, aku tidak pernah lagi mandi di sana. Aku lebih memilih mandi di rumah ibuku saja. Setidaknya sampai kamar mandiku yang satunya telah selesai di renovasi.
~TAMAT~