Seorang ibu yang melahirkan anaknya , menemani dan membahagiakan anak anaknya saat mereka kecil bisa di jalani , ketika mereka dewasa perubahan terjadi pada diri seorang ibu. Mirna ibu yang ingin tetap melihat anak-anaknya bahagia tapi ternyata yang Mirna lakukan justru salah karena Mirna hanya memberikan beban untuk anak-anaknya ketika mereka sudah tumbuh dewasa .
suami pengangguran suaminya juga tidak bisa berjalan Mirna mempunyai tiga anak Fadhly , Lina , dan Nikita .
Mereka bahagia saat masa kecilnya semenjak suami Mirna tidak bisa bekerja dan pengangguran mereka harus kehilangan masa indahnya di waktu kecil .
Hidup sederhana berkecukupan membuat Mirna bekerja keras mencari uang sebagai pengganti kepala rumah tangga untuk suami dan anak-anaknya.
Apa yang bisa Mirna lakukan meskipun suami melarangnya tidak ada hasil jika Mirna tidak bekerja siapa yang mencari uang untuk biaya sekolah anak-anaknya.
Mereka masih kecil saat itu mereka butuh pendidikan
Mirna bekerja di ladang orang jualan dan ikhlas hati menerima kenyataan
Ketika ketiga anak Mirna tumbuh dewasa mereka ingin bekerja mencari jati diri untuk membantu orang tuanya.
Untuk makan biaya sekolah dengan hasil kerja Mirna saja itu tidak cukup
Karena itu Mirna juga hutang pada rentenir, hutang pada tetangga juga kesana kesini untuk biaya pengobatan suami nya.
Dari uang pinjam-meminjam Mirna juga mempergunakan untuk keperluan modal jualan seperti jualan kue yang di jual keliling dengan jalan kaki
Anak Mirna yang pertama Fadly menghentikan sekolahnya hanya karena Mirna tidak mampu untuk menyekolahkan putranya.
Fadly hanya lulus SMP dan kini adik-adiknya
Lina dan Nikita sekarang duduk di bangku SMA sejak Fadly membantu Mirna bekerja.
Lina Nikita berhasil melanjutkan pendidikannya ke SMA dengan bantuan kerja keras Fadhly yang bekerja menjadi kuli bangunan, terkadang bekerja di ladang orang juga
Fadly membantu Mirna siang dan malam untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.
Fadly yang kini berusia 25 tahun waktunya dia untuk menikah ,dan Fadly telah menemukan calon istri untuk dinikahi, meskipun Fadhly menikah dengan wanita yang hidup dengan ekonomi sederhana seperti keluarga nya tapi mereka saling mencintai dan akan hidup bahagia bersama dengan tinggal di rumah sang istri tercinta.
Fadhly juga tidak akan melupakan keluarga nya ibu,ayah dan adiknya, Fadhly akan tetap membagi rata hasil kerja nya untuk ibu dan istrinya meskipun itu tidak terlalu banyak.
suami Mirna yang tak kunjung sembuh membuat Mirna harus terus bekerja untuk Lina ,Nikita , suami dan untuk makan dengan uang yang di berikan Fadhly itu juga tidak cukup lebih lagi untuk membayar utangnya yang selalu di tagih janji
Mirna tidak ingin selalu menjadi beban untuk anaknya karena Fadhly sekarang mempunyai istri belum nanti jika mempunyai momongan pasti kebutuhannya akan semakin banyak
Karena itu Mirna tidak ingin terus bergantung pada Fadly dia mencoba untuk usaha sendiri, dia kembali meminjam uang pada tetangga dan memulai usahanya , ternyata sayang sekali usahanya gagal dan hanya mendapatkan uang tidak mendapatkan keuntungan hingga akhirnya membuat mirna semakin terdesak dan hampir ingin menyerah belum lagi Lina, dan Nikita yang harus membayar biaya sekolah bulan ini.
Banyak tetangga yang membicarakan Mirna karena mempunyai banyak hutang tetangga dan rentenir . Mirna merasa malu pada tetangga tetangga , dan anak-anak nya Lina, Nikita menjadi korban dari apa yang dilakukan Mirna. Lina dan Nikita ikut dijelek-jelekkan oleh teman-temannya.
Fadly yang tahu hal itu juga merasa tidak enak hati pada istri dan mertua nya
Tetapi Fadly Rina dan nikita tidak membenci Mirna sang ibu . Fadly membantu ibunya melunasi hutang hutang Mirna tapi Mirna menolak karena Mirna tidak ingin merusak rumah tangga anaknya jika Fadhly terus membantu nya.
setelah berfikir panjang ........
Mirna memutuskan untuk pergi keluar kota bersama suami meninggalkan anak-anak dan hutangnya di desa.
Mirna berharap disana dia bisa bekerja lebih keras lagi memulai hidup barunya agar bisa melunasi hutang-hutang yang ada di desanya saat ini dan tetap bisa melanjutkan pendidikan Lina dan Nikita sampai perguruan tinggi
.
Mirna juga berharap suaminya bisa sembuh disana karena itu Mirna mengajak suaminya untuk pergi ke kota. Lina dan Nikita tidak berdua saja , Fadly kakaknya turut pulang ke rumah sang ibu untuk menjaga kedua adiknya itu dan istri Fadly pun tidak keberatan akan hal itu .
Setelah perjalanan panjang dari bandara Mirna sampai di kota ZA
Disana Mirna masih bingung apa yang harus dia kerjakan di kota dia hanya membawa uang Rp.100.000 berharap cukup untuk memulai kerjanya.
Mirna merancang ide bisnisnya kali ini, Mirna tidak ingin berhutang di kota. karena dia tidak ingin jika harus mempunyai hutang di kota yang baru ia tempati.
Fadhly di desa ditugaskan hanya untuk menjaga , merawat Lina dan Nikita . Mirna berjanji jika nanti di sana dia juga akan mentransfer uang pada Fadhly untuk kebutuhan Lina dan Nikita.
Mirna juga berharap bisa melunasi hutang hutangnya. Mirna akan mentransfer uang untuk melunasi hutang-hutang mirna di desa.
mencari pekerjaan memang Susah dan Mirna merasakan hal itu di kota.
Mirna menemukan pekerjaan menjadi petani di ladang milik pemilik kost kost an yang ia tempati.
Mirna ditugaskan untuk menanam singkong di ladang itu. Mirna tidak pernah mengeluh dia bersemangat dan selalu berusaha setiap hari berkerja di ladang itu untuk menanam singkong.
Pemilik kos-kosan itu memberikan pekerjaan itu pada Mirna dan mungkin tidak akan dibayar karena uang hasilnya dipergunakan untuk membayar kosnya tapi Mirna meminta pada pemilik kos sekaligus ladang itu untuk tidak melakukan itu karena Mirna juga butuh uang untuk anak-anak dan hutang miliknya di desa. pemilik kos itu setuju pada perkataan Mirna. pemilik kos kosan sekaligus ladang itu itu memberikan gaji sesuai peraturan yang ditetapkan.
Di desa Fadly dan istrinya merasa kebingungan karena beberapa bulan ini Mirna tidak mentransfer uang sama sekali pada mereka. Fadhly dan istrinya selalu didatangi oleh rentenir , tetangga tetangganya untuk menagih hutang.
Istri Fadly saat itu sedang hamil besar Fadhly juga membutuhkan uang untuk biaya istrinya persalinannya nanti.
Mertua Fadly merasa sangat khawatir dengan kondisi putrinya yang sedang hamil itu karena itu mertu Fadly membantu untuk melunasi hutang ibunya itu . Mertua Fadhly tidak peduli karena yang dia inginkan hanya keselamatan Putri dan cucu nya mertua Fadly tidak ingin jika putrinya stress memikirkan hutang-hutang ibu Fadhly dan mengakibatkan hal buruk terjadi pada putri dan cucu nya .
Fadhly mengatakan jika itu tidak perlu tapi mertua Fadhly tetap menolak perkataan Fadhly pada akhirnya Fadhly menerima bantuan mertua nya dengan malu di sekujur hati nya.
" Apakah aku ini bisa disebut suami, Suami yang harus menerima bantuan uang dari mertuanya sendiri karena tidak bisa membahagiakan istri nya...?" Lirih Fadhly.
Terapi Fadhly berjanji nanti akan mengembalikan uang mertuanya itu karena Fadhly merasa tidak enak hati, Fadhy juga yakin kalau Mirna sang ibu akan pulang dan menepati janjinya.
di kota Mirna merasa kebingungan karena suaminya makin hari makin sakit di sana suaminya harus mendapatkan biaya untuk perawatan , di satu sisi Mirna juga belum transfer uang yang harus ditransfer pada ada anak-anaknya . Mirna saat itu rasanya ingin sekali menyerah dengan kehidupannya tapi suami yang mencintai Mirna menguatkan hati Mirna kembali untuk terus tetap berjuang demi anak-anaknya.
Suaminya tidak ingin Mirna dikatakan sebagai beban bagi anak-anaknya karena setiap ibu tidak ada yang menjadi beban bagi anak-anaknya kasih sayang ibu tidak akan pernah terganti sekarang dan selamanya.
Mirna pun bangkit demi anak, dan suaminya yang sedang sakit ,dia merancang usahanya kembali
Mirna membeli beberapa singkong pada pemilik ladang tempat Mirna bekerja.
Mirna berencana membuat keripik singkong Mirna juga berharap kali ini usahanya tidak boleh gagal lagi seperti dulu. Mirna baru teringat akan keripik singkong itu karena membuat keripik singkong adalah bakat terpendam Mirna selama ini Mirna ingin membuat kripik singkong di desanya saat itu tetapi tidak ada modal untuk membuat keripik singkong. Dan sekarang Mirna berencana untuk membuat nya dengan modal hutang singkong di pemilik ladang tempat dia bekerja.
Mirna membuat keripik singkong itu dan berharap agar keripik singkong itu terjual banyak dan banyak yang menyukai rasanya.
Mirna juga mengirimkan keripik singkong pada anak-anak yang di desa bukan nya transfer uang, tapi itu tidak masalah bagi anak-anaknya hanya saja mertua Fadhly yang marah pada Mirna.
mertua Fadly berfikir jika Mirna sudah lupa akan hutang hutang Mirna di desa
karena kebaikan hati mertua Fadly hutang hutang Mirna lunas di desa tetapi Mirna masih punya tanggung jawab untuk mengganti uang mertua Fadly . Mirna tidak tau jika hutang hutangnya di desa sudah lunas dibantu oleh besannya itu karena Mirna tidak punya HP untuk berkomunikasi dengan anaknya . mentransfer uang aja dengan bantuan orang di kota tempat dia tinggal sekarang .
Setelah bekerja 3 tahun lama nyadi kota ZA dengan hasil menjual kripik singkong mirna berhasil dan sukses kini dia berencana untuk pulang ke desa menepati janjinya.
waktu Lina dan Nikita untuk kuliah . Fadhly sangat bingung untuk membiayai kuliah adiknya Fadly juga sudah mempunyai anak perempuan yang masih bayi . Fadhly meminta agar Lina dan nikita tidak kuliah tapi Lina dan nikita ingin kuliah karena mereka berharap bisa membantu ibunya juga.
Di satu sisi Fadhly juga harus membiayai kebutuhan anaknya itu dari susu pakaian dan lain-lain . Fadly sekarang mempunyai banyak tanggung jawab karena ibunya tidak mentransfer uang sama sekali selama 3 tahun terakhir ini. uang dari hasil kerja juga pas-pasan dan cukup untuk makan untuk biaya sekolah Lina , Nikita anaknya dan juga sang istri.
Mirna yang di kota itu selama 3 tahun ini berhasil membuat kripik singkong yang laris manis dan terjual begitu banyak Mirna sudah tidak merasa kebingungan lagi dan Mirna memutuskan untuk pulang ke desanya bertemu anak-anaknya dan segera melunasi hutang-hutangnya di sana .
suami Mirna sangat bangga pada Mirna akhirnya Mirna telah berhasil menjadi wanita tangguh untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan merawat suaminya yang sakit tidak bisa bekerja itu.
sekarang suami mirna juga sudah bisa berjalan Mirna memberikan kaki palsu yang harganya sangat mahal untuk sang suami tercinta agar suaminya bisa berjalan dan bekerja kembali
Mirna tidak mentransfer uang beberapa tahun belakangan ini karena Mirna ingin fokus lebih dahulu dengan usaha kripik singkong miliknya .Dia tidak ingin jika usahanya gagal kembali ,mirna menyelesaikan usahanya dan akan kembali ke desa . Mirna ingin membuat kejutan pada anak-anak .
tidak menunggu hari untuk Mirna pulang kampung setelah ke suksesnya akhirnya Mirna sampai di desanya untuk bertemu dengan anak-anaknya setiba di rumah Mirna berlari mengetuk pintu rumahnya , kedua putrinya Lina dan nikita membuka pintu itu betapa bahagianya mereka ketika melihat ibunya berdiri dihadapan mereka dan bertemu dengan ibunya kembali setelah 3 tahun tidak kunjung bertemu
" Ibu aku merindukan ibu" ucap lina."
" Lina Nikita anakku ini ibu sayang , ibu dan ayah kembali" peluk Mirna pada kedua putrinya."
mereka berpelukan sangat erat Lina dan nikita tidak ingin ibunya pergi meninggalkan mereka lagi.
Lina , Nikita juga bahagia melihat ayahnya sudah bisa berdiri tegak di hadapannya, Lina dan Nikita juga memeluk ayahnya dengan erat , mereka saling berpelukan satu sama lain.
tak lama kemudian Fadhly pulang bersama istri dan anaknya habis dari rumah mertua Fadly
" Fadhly anakku" ucap Mirna haru."
Fadhly menghampiri ibunya dan memeluk Mirna
Tanya Fadhly tak percaya : " ini ibu..?."
" iya Fadhly ini ibu" jawab mirna."
Fadly sangat bahagia melihatnya ,dia juga bahagia ketika melihat ayahnya bisa berdiri lagi seperti dulu Fadhly memeluk ayahnya.
setelah temu kangen mereka selesai Fadhly memperkenalkan keluarga barunya anak perempuan Fadhly yang cantik dan menggemaskan.
Mirna dan suami menghampiri istri Fadhly dan meminta untuk menggendong cucunya itu.
betapa bahagianya Mirna matanya bersinar bahagia melihat semua yang dia lihat saat ini
Fadly yang meminta ayah dan ibunya masuk ke dalam rumah, Mirna menggendong cucunya itu di pangkuan tangannya sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Fadly juga sudah menceritakan apa yang terjadi selama ibu dan ayahnya ada di kota . Fadhly menceritakan kalau mertuanya yang telah membantu melunasi hutang-hutang mirna.
Mirna dan suaminya merasa sangat terharu pada besan nya itu betapa baiknya besan Mirna itu .
tak lama kemudian besan Mirna itupun datang ke rumah Mirna di desa besan Mirna merasa bahagia melihat Mirna sudah pulang. Mirna meminta besan nya untuk duduk dan ber terima kasih pada besan nya .
Mirna memberikan uang sebagai ganti uang yang selama ini yang dipergunakan untuk melunasi hutang Mirna. Mirna menceritakan kehidupannya juga di kota hingga dia menjadi sukses seperti sekarang ini. besan Mirna juga turut merasa bahagia mendengarnya.
satu Minggu kemudian.......
Mirna dan suami mulai mengembangkan usaha Mirna. Mirna mengajak anak-anak menantu dan besan nya untuk pindah ke Jakarta , disana Mirna mendirikan usaha kripik singkong yang di beri nama KRIPIK SINGKONG FALINI
dimana nama itu diambil dari nama ke tiga anaknya Fadhly Lina dan Nikita
Karena bagi Mirna dia tidak akan sukses seperti sekarang tanpa dukungan dan cinta mereka.
Di sana besan , Fadhly , menantu dan suami turut megelola bisnis usaha Mirna , sedangkan Lina dan Nikita juga dapat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
TAMAT
Quotes:
Jalani hidup ini dengan semangat yang tinggi jangan pernah merasa bahwa dirimu adalah beban untuk orang yang kamu sayangi karena jika kamu benar-benar menyayanginya kamu pasti akan bisa melakukan yang terbaik seperti kasih sayang seorang ibu.
TAMAT.
Terimakasih sudah membaca🤗.
Berikan komentar kakak tentang cerpen ini🙈:-)