suasana inggris yang dingin membuat dina menggigil hebat, maklum dina yang selama 28 tahun hidupnya dihabiskan di negara tropis harus berputar 180 derajat dikarenakan mengikuti suaminya yang mendapat beasiswa untuk bersekolah di inggris. untung, kerudungnya yang lebar dan panjang membantu untuk menghalau dingin nya london.
hari ini cuaca inggris yang mendung sendu menghiasi langit london pagi ini. dina yang saat itu posisiny, mendekati istana buckingham pun terkesima melihat bangunan tersebut. indahdan megah sekali. tapi, ada satu yang membuat dia yakin sekaligus ragu, mimpi nya semakin jelas saat dina pindah ke london.
iya, mungkin hal ini terdengar absurd dan tidak masuk akal. tapi, dina telah mengalami hal ini, sejak dia berumur 17 tahun. mimpi yang sama, dengan lelaki yang sama, dan dina yakini adalah pangeran dari kerajaan inggris ini. berulangkali dina menyangkal, tapi kebetulan itu terasa begitu jelas.
"ma"
panggilan itu menyadarkan nya kembali saat ini. "ya sayang" jawab dina sambil mencium anak perempuannya satu-satunya. "kenapa kita kesini ma? nggak enak. rame" jawab alexa anaknya.
"sebentar ya nak, mama mau lihat parade sebentar". ya, kebetulan saat ini ada parade memperingati ulang tahun ratu. dan setelahnya ada sesi berjabat tangan dengan anggota kerajaan.
" tapi aku nggak suka" jawab alexa.
"lexa, yuk kita cari playground atau ice cream. biar mama lihat parade ini dulu ya sayang" kata suami dina, mencoba membantu istrinya. alexa tampak berpikir sebentar, kemudian mengiyakan ajakan ayahnya itu.
"ati2 ya sayang, jangan lepasin gandengan ayah ya. nanti lexa hilang" kata dina. "iya ma". " yang baik ya nak, nurut sama ayah". "oke"
dina tersenyum dan berbicara kepada suaminya, "makasih ya pak suami" sambil memberi tanda love dengan jari tangan kepada suaminya. melihat hal itu, suami dina pun tertawa. dina pun melihat suaminya mengajak alexa menjauh dari kerumunan menuju taman yang tidak jauh dari istana buckingham.
sekarang dina melanjutkan perjalanannya menuju kerumunan berharap bisa melihat anggota kerajaan inggris. tepatnya satu orang. dina benar-benar ingin memastikan sesuatu, dia berharap ketika melihat wajah satu orang tersebut bisa mendapatkan gambaran kehidupan nya di masa lalu.
kereta2 sudah dipersiapkan di halaman istana untuk pawai. saat jendela balkon terbuka, satu persatu anggota keluarga kerajaan keluar. dan salah satu pangeran keluar. dina tiba-tiba merasa pusing. matanya tertuju pada sosok pangeran tersebut. yang dicintai rakyatnya. yang terkenal di seluruh dunia. dada dina sesak. dina ingin menangis.
tiba-tiba entah kenapa diantara banyaknya kerumunan orang tersebut, mata pangeran menangkap sosok dina. dan mereka pun saling berpandangan, saat itu lah dina merasakan dada yang semakin sesak. dan dia merasa tertarik ke masa lalu.
#flashback#
derap kuda dan teriakan-teriakan dengan bahasa belanda semakin terasa dan terdengar keras. semakin membuat tiga orang di rumah itu panik. termasuk anak mereka yang masih kecil. yang baru sebulan hayati lahirkan. seakan merasakan ketakutan orang tuanya.
"mas, bagaimana ini? para pasukan ayah mu semakin dekat dengan rumah kita"
pria asing tersebut melihat istrinya lalu melihat anaknya.
"kita tidak akan bisa lari mas. kita sudah dikepung" kata hayati sambil menangis. dia menangisi nasib anaknya bagaimana nanti.
"maafkan saya hayati. saya tidak bisa menjaga kalian dengan baik. padahal saya sudah berjanji dengan almarhum bapak kamu, akan menjagamu segenap ragaku"
hayati semakin menangis. "tidak mas, aku lah yang salah. tidak seharusnya aku bertemu dengan kamu. tidak seharusnya aku mau bekerja di rumahmu"
"hayati, jangan pernah bilang pertemuan kita salah. pertemuan kita tidak salah. cinta kita juga tidak salah. yang salah hanya norma masyarakat yang berlaku hayati. yang dibuat masyarakat. di mata tuhan kita sama hayati. aku dan kamu sama. kita sama-sama makhluk ciptaannya. cinta kita suci. rasa kita putih"
hayati melihat lelaki di depannya. mata birunya yang penuh dengan air mata tampak berkilau. rambut merahnya. senyumnya yang ikhlas, membuat rasa cinta di dalam diri hayati semakin besar
"hayati, berjanjilah kepadaku, kalau memang kehidupan kembali itu ada, kembalilah kepadaku hayati. cintai aku lagi. jangan lupa kan aku"
hayati menggelengkan kepalanya. tangis nya yang terlalu besar membuatnya tidak bisa mengatakan apapun.
"aku akan membuka pintu rumah kita. kamu tunggu disini. aku akan menemui papa. aku mencintaimu hayati" suaminya pun memeluk hayati dan mencium lama keningnya pun dengan anak lelaki mereka.
charles van krauss nama lelaki itu pun meninggalkan kamar mereka. dan menuju pintu utama.
teriakan-teriakan dalam bahasa belanda terdengar, tiba-tiba terdengar tembakan.
hayati kaget. dia berdiri. derap kaki terdengar. pintu kamar terbuka. di depan pintu, tuan albert ayah charles berdiri.
"kau pribumi kurang ajar" tanpa berkata apa pun tuan albert menembak hayati dan anaknya.
#end of flashback#
-----------------------------------------------------------------------
teriakan orang-orang menyadarkan dina kembali. wajahnya sudah penuh dengan air mata. dan pangeran henry pun juga.
mereka seperti menyadari sesuatu yang hilang telah kembali. tubuh dina bergetar. dia ketakutan. kembali melihat ke balkon, pangeran henry masih melihat ke arahnya.
dina menundukkan pandangan. membalikkan tubuhnya mencoba keluar sambil mengumpulkan kekuatan nya yang serasa hilang entah kemana.
sambil tetap menangis, karena sesak itu begitu terasa. tubuh dina gemetar. dia berusaha keluar dari kerumunan. terlalu sesak. saat sudah berhasil keluar dari kerumunan, dina mencoba duduk di taman dekat istana. sambil mengatur nafas dan pikirannya.
ternyata mimpi-mimpi itu betul. itu nyata. ternyata mereka sampai saat ini pun tidak ditakdirkan bersama. dan dina pun menyadari. ternyata dia masih mencintai pria masa lalu nya itu. sekarang potongan-potangan mimpi itu tersambung. memori-memori itu tersusun satu demi satu.
dan saat teringat wajah anak mereka. tangis dina kembali pecah. frederick van krauss. nama anak lelaki hayati dan charles. sesuai dengan nama paman charles.
tiba-tiba ada sepatu di depannya. dan dina melihat ke pemiliknya. pangeran henry.
-----------------------------------++++----------------------------
henry
henry tahu, tidak seharusnya dia berlari meninggalkan protokol istana. tapi hatinya menyuruhnya berlari. dan entah kenapa air matanya terus keluar. hatinya sakit. yang henry pikirkan adalah dia harus mengejar wanita berkerudung itu. hatinya mengatakan kejar henry. kejar dia.
lalu henry pun berlari meninggalkan ratu, kakaknya, ayahnya bahkan istrinya yang sedang hamil.
henry menyadari para pengawal ikut berlari. henry terus berlari sambil melihat ke sekeliling. untung pelatihan militer yang ditempuhnya dulu membantu. akhirnya henry pun menemukannya. duduk di bawah pohon terlihat seperti menangis sambil memeluk lututnya. henry pun berlari ke arahnya. mengabaikan teriakan kepala pengawal dan kepala protokolir istana.
dadanya semakin sesak saat semakin dekat dengan wanita itu. saat sudah di depannya hanya keinginan untuk memeluk yang ada. wanita itu mendongak. melihat wajahnya yang penuh air mata membuat kaki henry lemas, dia jatuh berlutut
"kenapa?"
wanita itu bingung. begitu pun dia. henry tidak mengerti. hati dan pikiran nya seakan bertolak belakang. dan seakan ada kekuatan lain yang menggerakkannya.
"aku tidak mengerti" kata henry.
"aku tidak mengerti"
perempuan itu semakin menangis. dan henry entah Kenapa merasakan air matanya ikut jatuh.
lalu perempuan itu mengambil tisu dari tasnya. memberikan dua lembar kepada henry, dan mengambil lagi untuk dirinya sendiri.
lalu, dia berdiri dan memberi hormat ala kerajaan.
henry pun ikut berdiri dan mengulurkan tangannya. saat mereka bersalaman henry pun akhirnya merasakan. kenapa dia menangis melihat wanita itu.
"hayati. jangan lupakan aku. hayati cintai aku."
"ya tuhan" ucap henry. henry tidak sadar. dia terjatuh. dina dan para pengawal menolongnya. tapi henry tetap tidak mau melepas dina. tubuh henry kaku.
air mata terus mengalir. henry terus menerus berucap maaf.
"frederick"
dina pun menangis kembali mendengar henry mengucapkan nama anak mereka di masa lalu.
saat dina mencoba melepaskan tangannya dalam genggaman henry. henry tersadar.
terduduk dia melihat ke arah dina. sambil mengucapkan, "maafkan aku melupakanmu hayati. maafkan aku"
dina memaksakan senyum.
"tidak. anda tidak perlu meminta maaf pangeran. kita memang tidak ditakdirkan bersama. mungkin memang benar, seharusnya dari awal kita tidak bertemu. karena garis takdir kita tidak akan pernah menyambung"
"pangeran henry, charles, terima kasih untuk masa lalu dan saat ini. saatnya aku melepasmu. biarlah cerita kita dulu menjadi sebuah cerita yang tidak akan bisa menjadi kenyataan seperti halnya dongeng. sekarang, anda telah memiliki istri. anda seorang pangeran. berbahagialah. lupakan masa lalu kita. sekarang kita adalah dua orang yang berbeda"
"tidak. tidak hayati. tidak."
dina masih berusaha melepaskan tangannya.
"tolong lepaskan aku pangeran henry. "
"tidak. aku tidak akan melepaskannya. "
"tolong lepaskan pangeran. sadarlah. anda seorang pangeran. lihatlah sekeliling. lihat istri anda. di belakang anda. lihat lah calon anak anda yang ada di perut istri anda. aku bukan hayati. seperti hal nya bukan charles van krauss. sudah seharusnya kita tutup cerita ini. berbahagialah pangeran. kulepaskan kamu charles. sekali lagi berbahagialah."
pangeran henry pun menangis keras
akhirnya dina bisa melepaskan genggaman tangan itu. dina berdiri dan membungkuk memberi hormat ke pada istri pangeran henry.
pangeran henry tiba-tiba bangun dan berusaha meraih tangan dina kembali. dina mundur. dia tersenyum dan berkata sekali lagi. "berbahagialah charles. kulepaskan kamu dari tanggung jawabmu dulu. biarlah yang lalu menjadi cerita."
"tidak. tidak. tolong jangan katakan itu. kumohon"
"hayati... tidak... kumohon... kembalilah kepadaku"
dina tersenyum. membalikkan tubuhnya dan berlari ke arah st. james palyground. mencari anak dan suaminya. bisik- bisik pun terdengar. dina tidak peduli. lalu dina mendengarnya. teriakan pangeran henry. dina semakin bergegas.
biarlah semua menjadi cerita lalu. dia adalah dina putri hardiansyah. bukan hayati lagi.
bismillah. beri aku kekuatan ya allah. aku sudah tidak ingin tersesat lagi. biarkanlah aku melupakan semua kehidupanku yang lalu. aku ingin berbahagia dengan mas nanda dan anak kami alexa.
#cerpen