Surya Pratama, ia laki-laki remaja yang tampan dan pintar. Dan Rina Aulia meski tak begitu pintar, tapi ia salah satu siswi tercantik di sekolahnya. Mereka berdua satu sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan, kepanjangan dari SMK. Dan angkatan mereka sudah akan lulus.
Saat ini Surya sedang duduk di taman Kota setelah acara perpisahan sekolah. Ia tak sendiri, ia bersama kekasih tercintanya, siapa lagi kalau bukan Rina. Mereka berdua sudah menjalin hubungan sepasang kekasih semenjak duduk di kelas 2. Di sekolah, Surya dan Rina sama-sama mengambil jurusan komputer.
Mereka berdua pergi bersama ke taman kota setelah acara perpisahan di sekolah. Surya mengajak Rina pergi taman kota menggunakan sepada ontel miliknya. Rina yang senang hati mau menerima dan ikut di boncengi dengan sepeda.
"Rina, kalo udah lulus nanti kamu beneran mau kuliah ?" tanya Surya.
Rina mengangguk-angguk kepalanya. "Iya, aku ingin dapat lulusan S1."
"Mau kuliah dimana nantinya ?" tanya Surya.
"Kuliah di kota sendiri aja, gak mau jauh-jauh, malas akunya." jawab Rina.
"Begitu ya." sahut Surya sedikit iri.
"Memangnya kenapa ? Apa kamu tidak mau kuliah ?" tanya Rina.
"Sebenarnya aku ingin kuliah, tapi..." kata Surya menggantung.
"Tapi kenapa ?" tanya Rina.
"Aku sudah malas mikir hehe." jawab Surya sambil tertawa.
"Huhh... Dasar !!" sahut Rina.
"Aku akan memilih kerja setelah lulus nanti." kata Surya dengan yakin.
"Pokoknya tetap semangat ya." balas Rina.
Sebenarnya Surya ingin sekali kuliah, hanya saja kondisi keluarganya tidak mendukung, karena tidak ada biaya. Ibunya seorang penjahit dan ayahnya bekerja sebagai petugas kebersihan di Sekolah Dasar.
Rina, dia anak dari keluarga yang bercukupan, ia memilih masuk ke SMK, karena teman-temannya banyak yang masuk ke SMK. Dan Surya sebenarnya ia ingin masuk SMA, tapi ia terpaksa masuk ke SMK, karena setelah lulus SMK, ia ingin langsung berkerja untuk membantu keluarganya.
Awal pertemuan mereka saat awal-awal MOS SMK. Peserta MOS ditugaskan untuk mencari teman, dengan cara mencatat nama, no. Ponsel, dan tanda tangan. Saat awal Rina berkenalan dengan Surya, ia merasa tertarik, karena Surya adalah orang yang murah senyum, dan suka menolong sesama. Terlebih lagi Surya tipe orang yang lemah lembut.
Begitu juga dengan Surya, ia juga tertarik dengan Rina bukan karena kecantikannya, melainkan sikap polos dan cerianya. Pendekatan mereka awalnya biasa-biasa saja, namun setelah satu tahun, akhirnya mereka saling mengungkapkan perasaannya masing-masing, dan menjadi sepasang kekasih. Rina merupakan cinta pertama Surya, begitu juga Surya adalah cinta petamanya Rina.
Tak terasa hubungan merea berjalan baik-baik saja, hingga saatnya angkatan mereka memdekati hari kelulusan. Di hari perpisahan Surya mengajak Rina pergi berdua untuk memberitahu sesuatu. Jadi setelah selesai acara perpisahan Surya mengajak Rina pergi ke taman kota.
"Aku ingin kasih tau kamu sesuatu." kata Surya.
"Apa itu ?" tanya Rina penasaran.
"Setelah kelulusan nanti, aku akan pergi merantau ke Semarang." jawab Surya.
Rina hanya terdiam, hatinya terasa sesak, karena ia tak rela jika ditinggal jauh oleh surya. Matanya berkaca-kaca, seakan ingin menangis.
"Kamu kenapa ?" tanya Surya melihat mata Rina memgeluarkan air matanya.
"Apa kamu tidak bisa cari kerja disini ? Padahal aku juga kuliah disini." tanya Rina.
"Maaf, karena waktu itu aku mengirim lamaran hampir ke semua kota, hanya dari kota Semarang yang memanggilku." jawab Surya.
"Kerja apa nantinya kamu disana ?" tanya Rina mencoba tersenyum.
"Di salah satu minimarket INDMRT." jawab Surya.
Rina hanya diam, dia mencoba terus tersenyum. Surya yang menyadari kesedihan Rina, ia mencoba memberi perhatian.
"Aku tau ini akan sulit, karena kita akan berhubungan jauh. Aku pergi merantau, sedangkan kamu kuliah disini. Tapi aku janji, aku akan selalu menghubungimu." kata Surya sambil memegang lembut kedua tangan Rina.
Rina hanya bisa mengeluarkan air matanya, Surya yang tak tega, ia memeluk tubuh Rina. Rina menangis terisak di dalam pelukan Surya. Sudah hampir tenang tangisan Rina, Surya melepaskan pelukannya.
"Aku disana nanti akan menjaga hatiku untukmu. Apa kamu mau menjaga hatimu disini untukku ?" tanya Surya.
"Aku akan menjaga hatiku untukku." jawab Rina tersenyum.
"Janji/Janji !!" mereka berdua sambil menyatukan jari kelingking mereka.
***
Tak terasa hari-hari terlewati, Rina menjalani aktifitasnya seperti biasa, ia sekarang semester pertama di salah satu kampus kita Cilacap. Begitu juga dengan Surya ia sekarang merantau di kota Semarang sebagai karyawan biasa di salah satu minimarket ternama dan bernama INDMRT, yang cabangnya sudah menyebar seluruh kota seIndonesia.
Surya menjalani hari-harinya untuk bekerja, ia ramah kepada siapapun, ditambah Surya salah satu karyawan yang tampan murah senyuman tulus. Bahkan tak hanya satu karyawan perempuan dari cabang lain datang mencoba mendekatinya. Tapi Surya tetap menjaga hatinya untuk kekasih tercintanya.
Surya sangat bersemangat bekerja, ia rela ambil lembur. Sebagian banyak gajiannya ia kirimkan ke keluarganya di Cilacap. Ia juga tak lupa memberi kabar kepada kekasih tercintanya setiap jam santai atau, setelah pulang kerja.
***
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah setahun ia merantau di Semarang tanpa pulang, tapi ia masih rutin mengirim uang ke keluarganya di Cilacap. Ia juga menabung sedikit-sedikit, akhirnya ia bisa membeli motor, meskipun hanya motor bekas, Surya sudah merasa bersyukur.
Tapi makin kedepan hubungannya dengan Rina seperti semakin sulit. Bisa dikatakan saat Surya mencoba menghubungi Rina, selalu jarang diangkat, di kirim pesan SMS pun jarang dibalas.
Terkadang saat mengobrol lewat telefon Surya merasakan ada perubahan nada bicaranya Rina. Nada-nada suaranya seperti sedang malas berbicara dengannya. Pikiran Surya tidak tenang, tapi ia tetap berfikir positif.
Sudah satu tahun Surya merantau di Semarang, ia punya rencana mengambil libur 5 hari untuk pulang ke kota kelahirannya. Ia sengaja tidak memberitahu Rina karena ia ingin memberi kejutan untuk kekasihnya.
***
Surya yang sudah sampai di kota kelahirannya dengan sepada motornya. Hari ini ia berencana datang ke kampus Rina. Surya sudah memakai pakaian santainya dan celana jeansnya, ia segara mengendari motornya.
Namun sayang saat ia sedang menunggu Rina pulang kuliahnya, ia melihat Rina berjalan keluar dari gerbang bersama dengan laki-laki yang tak dikenalnya dan bergandengan mesra dengan laki-laki yang tak dikenalnya. Ia mencoba menghampirinya untuk memastikan apa ia hanya salah lihat.
"Rina..." Surya memanggil.
Rina terkejut melihat Surya sudah ada di depannya, sambil melepas genggaman tangan laki-laki itu. "Kamu ngapain disini ?"
"Aku mengambil libur untuk bertemu denganmu." jawab Surya lembut, tapi dalam hatinya ia sedang mengontrol emosinya agar tenang.
"Owh begitu." jawab Rina cuek, Surya terkejut melihat sikap Rina yang tak pernah ia lihat.
Surya mencoba memberanikan diri untuk bertanya siapa laki-laki yang ada disebelah Rina. "Dia siapa, Rin ?"
"Dia..." jawab Rina terpotong.
"Gue Riki, dan gue pacarnya." jawab laki-laki itu yang bernama Riki.
Surya terbelalak mendengar kata-kata Riki, tapi ia berusaha tetap tenang. "Rina, maksudnya apa ini ?
"Kamu gak dengar kata-katanya, dia pacarku." jawab Rina.
"Rina, kamu gak sedang bercanda kan ?" tanya Surya.
"Apa mukaku sedang lagi bercanda." jawab Rina serius.
"Apa kamu sudah lupa janji kita ?" tanya Surya.
"Janji ?" sahut Rina.
"Setahun yang lalu, kita saling menjaga hati kita, tapi ini apa Rina, kamu menduakanku ?" tanya Surya lemah.
"Aku gak ingat sama sekali, dan kamu sudah melihat sendiri, mulai saat ini kamu dan aku resmi gak ada hubungan apa-apa." jawab Rina.
"Yank, yuk jalan katanya kamu lapar." ajak laki-laki yang bernama Riki.
"Ya udah yuk, aku juga laper." jawab Rina berlalu sambil bergandengan tangan mesra dengan Riki dan meninggalkan Surya begitu saja.
Surya hanya bisa memandang dua sejoli itu dengan tatapan sedih. Mata Surya berkaca-kaca, dan akhirnya air matanya jatuh, baru kali ini ia menangisi satu perempuan yang meninggalkannya demi laki-laki yang lebih berstyle darinya. Namun ia tetap menampilkan senyuman meski hatinya terluka.
****
Next -----> Part 2