“EVE, BERIKAN KEHENDAKMU DAN PILIHLAH ADAM!!”
...
Rakia Ouzumi, gadis 18 tahun yang hidupnya bisa dikatakan bukan kehidupan yang layak seperti manusia pada umumnya. Orang tuanya selalu menjadikannya sebagai pelampiasan karena sakit mental yang diderita, satu sekolah juga selalu membullynya bahkan di tempat kerja part-time ia selalu dipojokkan oleh sesama pekerja.
Setidaknya hanya kekasihnya yang selalu memberinya support. Namun, Rakia malah dikejutkan saat ia melihat kekasih dan sahabatnya ternyata berselingkuh di belakangnya. Gadis itu sangat terluka tanpa menghampiri kedua orang tersebut dan memilih berlari.
SREETT!!
Mata Rakia membulat besar melihat mobil melaju dengan cepat ke arahnya. Ya, mungkin dengan mati adalah cara yang lebih baik agar ia terbebas dari neraka tersebut.
BUGH!!
…
Akan tetapi, bukannya menuju kematian, gadis itu malah terlempar ke dimensi lain memasuki dunia isekai, dimana ia berperan sebagai sumber makanan Tsukishima brother’s karena darahnya. Rakia merasa tidak ada bedanya dengan kehidupan sebelumnya, sama-sama memuakkan.
“Louis, dia baru saja bangun dan kau sudah menghisap darahnya,” tegur Albert, pria berkacamata.
“Albert, kau tidak asik seperti biasa, kau sendiri juga mau menghisap darahnya, kenapa melarangku?” ketus Louis menghilang.
Ruang Makan
Sudah sebulan semenjak dirinya bersama kelima pangeran vampir itu. Suasana benar-benar tenang tanpa ada yang berbicara.
Flashback.
“Pria berambut ungu itu adalah Giles, yang paling tertua. Aku Albert yang kedua, selanjutnya Louis berambut pirang, lalu Alyn berambut coklat tua dan yang termuda adalah Nico pemilik rambut coklat abu-abu,”.
End Flashback.
Rakia hanya pasrah menjalani kehidupannya. Hari demi hari dijalaninya sebagai sumber makanan, meskipun begitu hubungannya dengan Tsukishima brother’s mulai akrab. Yang paling dekat dengannya adalah Louis.
Hari itu Tsukishima brother’s meninggalkan Rakia sendirian di kastil tanpa tahu muncul ras vampir lain yang menculik gadis itu.
Mansion
“Akh!” ringis Rakia diseret.
Pria berambut navy dengan penutup mata di sebelah kanan menatapnya dingin, “Apakah kau ingin kembali ke sana? Tempat yang membuat derajatmu menurun menjadi ternak?”.
“Lalu apa bedanya dengan kalian?” kata Rakia memancing kemarahan pria berambut navy itu.
“Akh!” Rakia meringis merasakan taring di bahunya.
Kesadarannya mulai menurun hingga membuatnya pingsan.
Keesokan harinya…
Rakia terbangun dengan kondisi lemah, bahkan saat dirinya berada di ruang makan bersama keempat pria tampan itu.
“Ini makanlah,” kata pria berambut putih.
“Makan yang banyak, karena kami juga membutuhkanmu,” kata pria berambut biru tua.
Entah kenapa, Rakia bisa merasakan suasana hangat layaknya di rumah saat bersama Kazooku brother's, dibandingkan bersama Tsukishima brother’s.
“Siapa namamu?” tanya pria berambut coklat muda.
“Rakia Ouzumi,”.
“Namaku Robert, aku urutan ketiga, yang tertua adalah Byron, lalu kedua adalah Sid dan yang termuda adalah Leo,” kata Robert pemilik rambut coklat muda.
Rakia menatap Byron pria berambut navy, Sid berambut biru tua dan Leo berambut putih bergiliran.
Cukup lama Rakia dikurung Kazooku brother’s tanpa membuahkan hasil membuat Byron mulai depresi dan mengurung Rakia.
Byron tersentak merasakan sesuatu, ia berbalik ke luar jendela nda melihat Louis berdiri menatapnya.
“Jadi kau di sini, ya, butuh waktu yang lama menemukanmu, ayo pulang!”
Byron tidak berdaya dan hanya melihat Louis membawa Rakia pergi. Di tengah hujan, Louis menyandarkan Rakia ke batang pohon dan hendak menghisap darahnya, "Berhenti menolak, tubuhku luar biasa hausnya,".
Louis menggeram melihat banyak bekas gigitan di tubuh Rakia, “Seberapa banyak mereka menghisap darahmu?!”.
Rakia di kondisi lemah hanya pasrah saat Louis menghisap darah leher, bahu dan dadanya dengan rakus.
“Darah, jantung dan tubuhmu adalah milikku! Semua yang ada di tubuhmu adalah milikku, beraninya mereka...” kata Louis mengecup bibir Rakia yang tidak berdaya.
Beberapa hari setelah Rakia kembali, Leo datang menyelinap membawa Rakia pergi.
Mansion
Rakia dikejutkan dengan kondisi Byron yang habis diserang oleh kelompok srigala. Robert menyuruhnya agar membiarkan Byron menghisap darahnya, membuat gadis itu meminta penjelasan kenapa darahnya begitu dibutuhkan.
“Rencana Apel Adam,” jawab Leo.
Leo menunjuk leher Rakia yang terukir tato apel emas yang selama ini gadis itu tidak sadari.
“Salah satu dari kami akan bangkit sebagai Adam. Demi mewujudkan hal itu kami membutuhkan darah Eve, yang berarti kami perlu darahmu,” kata Sid.
“Karena itulah kami terus menghisap darahmu, tapi Byron mulai depresi karena tidak ada tanda kebangkitan,” kata Robert.
Rakia merasa iba, ketiga adik Byron sedih memikirkan kakak mereka, membuat gadis itu hendak menghibur Byron.
Kamar Byron
“Kenapa kau kembali?” tanya Byron.
“Melihat kondisimu,” jawab Rakia.
“Apa pedulimu?” tanya Byron dingin.
“Aku sudah tahu semuanya, berhenti menyiksa diri, ketiga adikmu mencemaskanmu karena mereka tahu kau depresi gara-gara tidak adanya tanda kebangkitan,” kata Rakia.
Byron mengepalkan tangan, “Mau menghisap darahmu sebanyak apa pun, tidak akan ada perubahan, diriku tidak bisa bangkit. Kami yang tidak berdarah murni tidak akan bisa menjadi Adam, yang bisa menjadi Adam hanyalah vampir berdarah murni,”.
Di saat yang sama sekelompok srigala juga menyerang Tsukishima brother’s.
“Mereka menyerang saat gerhana bulan, kalau dipikir baik-baik kemungkinan…” kata Albert.
“Kau tahu sesuatu?” tanya Nico.
“Sisa dari pendiri,” jawab Giles.
“Kalau tidak salah tersisa 2 orang,” kata Alyn.
“Mereka mundur tanpa menghabisi kita, berarti ada target lain yang prioritasnya lebih tinggi,” kata Giles.
“Rakia!” pekik Louis.
“Ya, di antara kita berlima hanya gadis itu yang tidak ada, mungkin karena darahnya,” kata Alyn.
“Jangan-jangan Kazooku brother’s menculiknya lagi!” kata Nico.
“Tidak akan kubiarkan!” kata Louis pergi.
Tsukishima brother’s tiba di mansion, dan benar Rakia ada di sana.
“Jadi ini ulah para pendiri?” tanya Byron yang tubuhnya dibaluti perban.
“Kau juga diserang, ya?” tatap Louis.
“Saat gerhana bulan, kekuatan vampir menurun drastis, kalian yang para darah murni paling terpengaruh, kan?” tanya Byron.
“Memangnya kenapa?” tanya Louis menantang.
“Selama gerhana bulan, kekuatan para pendiri akan maksimal, gila jika kita mau melawannya,” kata Giles.
“Kalau begitu tidak ada cara lain lagi, kita harus bekerja sama untuk melindungi darah Eve dari para pendiri,” kata Robert.
Meja Batu
9 pria itu menatap Rakia berdiri mengenakan gaun berwarna pink, dengan rambut panjang gelombang pink sepanjang paha gadis itu.
“Ketika Hawa (Eve, gadis berdarah murni) memilih Adam (vampir untuk menghisap darahnya), kebangkitan akan terjadi, memungkinkan pasangan itu berkembang biak dan menciptakan ras baru yang merupakan perpaduan sempurna antara vampir dan manusia, dan orang itu adalah diriku,” kata Louis memeluk pinggang Rakia dengan erat sambil menghisap darahnya di bagian dada.
“Kata-kata itu harusnya aku yang bilang,” Byron mendekat dan menggenggam tangan Rakia sambil menutup mata gadis itu dengan tangan satunya dan berbisik, “ Kau Eve-ku seorang,” kemudian menancapkan taringnya di leher Rakia.
Byron melepaskan taringnya, “Hanya terasa dengan taringku,”.
Louis juga melepaskan gigitannya, “Takkan kuserahkan pada siapa pun,”.
Di bawah gerhana bulan yang telah full, kesembilan mata vampire itu merah menyala.
“EVE, BERIKAN KEHENDAKMU DAN PILIHLAH ADAM!!”