~ Awal ~
Tak.. tak.. tak.. tak.. *suara langkah kaki seseorang yang sedang terburu-buru
Hah.. hah.. hah...
Sial aku terlambat lagi, mana di hari pembukaan tahun ajaran baru dan aku bener-bener ga tau lagi tempat kumpulnya dimana. *batin seorang anak perempuan mungil yang lari tergesa-gesa menuju tempat berkumpulnya acara pembukaan ajaran baru.
"RAAA!" Teriak seseorang dari ujung lorong sana
Kayaknya aku kenal deh suara ini tapi siapa? *batinnya lagi masih berlari menuju seseorang itu.
"Ayok cepetan 10menit lagi acaranya di mulai." Kata orang itu sambil berlari menuju gedung sekolah.
Untunglah mereka bedua datang sebelum acara dimulai jadi tidak terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
"Huh... Hmm... saya ga tau kamu siapa tapi makasih ya udah nolongin saya hari ini hehehe."
"eh? iya Btw kamu seriusan ga kenal sama saya?" Tanyanya diiringi dengan alis sebelah yang naik.
"Hehehe iya." Memberikan senyum lebar sembari menggaruk kepalanya walau Ia tau tidak terasa gatal.
"Yaudah deh saya perkenalan diri dulu oke."
Perkenalan pun dimulai antara kedua siswi dan siswa ini secara pribadi.
Perkenalkan nama saya De Rayra, biasa di pangil Ray.
Hari ini adalah hari pertama aku masuk SMA yang cukup terkenal mahalnya karna ini sekolah suasta yang berstandar internasional jadi wajar saja kalau orang tua ku menuntutku untuk mendapatkan sebuah prestasi entah di bidang ekstrakulikuler atau pun di bidang pelajaran agar aku bisa mendapatkan beasiswa di universitas yang akan aku tuju nanti.
Seperti kakak ku yang pertama panggil saja kak Arin, Ia cantik sedikit berisi dan hari-harinya ia suka mengomel, memanggil nama ku dengan suara oktaf 7nya dan ia pun tak segan-segan memukulku jika aku melakukan kesalahan ataupun membatah.
Bahkan jika aku menyentuh barang-barang miliknya dikamar pun ia akan mencubit telinga ku. Tapi di balik itu semua ia tetaplah kakak yang baik, kakak yang berada di garis terdepan untuk adik-adiknya.
Ia tak hanya pintar dalam pelajaran, ia juga pintar dalam mengolah makanan. Walau makanan sederhana itu semua akan terasa istimewa jika kau merasakannya.
"Adek makan dulu sini!, adek mandi dulu nanti kakak kasih uang jajan, adek... adek... adek..." itulah dia, selalu menyuruh untuk melakukan ini dan itu.
Tadinya aku benar-benar jengkel, kesal, bahkan benci dengannya. Tapi setelah kejadian itu...
"Saya merindukan semua hal yang ia lakukan, memarahi, mencubit telinga, menyuruh untuk ini dan itu bahkan semua hal yang ia lakukan saya rindu itu semua... hiks... hiks..."
Huh... dan aku juga punya satu kakak laki-laki biasa di panggil Kakak tano, ia baru saja lulus di kepolisian, ia tampan, gagah, tak bisa marah, bahkan jika ia membentak atau berbicara dengan nada tinggi kepada ku, ia akan meminta maaf terlebih dahulu walau aku tahu semua kesalahan ada pada diriku.
Ia benar - benar menjaga dan melindungi aku dari segi bahaya dan dari segi kesedihan.
Bahkan SMA ini saja aku tidak di perbolehkan untuk membawa kendaraan sendiri seperti yang lain, bukan karna apa tapi karna ia tak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak-tidak terjadi pada ku.
Kakak Tano cenderung agresif, posesif dan semua hal menjengkelkan ada di dirinya. Tapi ia selalu memberi nasihat di setiap perjalanan pulang entah itu nasihat berteman, keadaan disekolah ataupun keluarga.
"Ya... begitulah kehidupan saya tidak ada yang menarik."
Perkenalan yang singkat menurutnya dan terdengar seperti anak-anak pada umumnya.
"Hmm, kalau boleh ta...."
"BAIKLAH ACARA PEMBUKAAN MASA ORIENTASI SISWA AJARAN BARU DI MULAI!!"
sambutan yang lancar dari pembawa acara dan pembicaraan laki-laki tersebut terpotong.
Semua siswa dan siswi yang berada di ruangan ini pun seketika hening dan hanya ada suara dari moderator saja yang lantang membawa acara ini sampai selesai.
15 menit berlalu kami berada di ruangan ini terasa begitu cepat karna panitia acara pintar mengatur suasananya.
Setelah berada diruangan itu kami semua diarahkan ke ruang kelas masing-masing.
Terlihat seperti film yang di tv tv itu, setiap murid duduk sendiri-sendiri dan setiap murid di kelas hanya ada 20 orang saja dan terdapat 24 bangku.
Katanya 4 kursi itu untuk jaga-jaga kalau ada siswi atau siswa yang pindah ke sini.
"Wahhhh Raa ada nama kita berdua tuh disini, kamu absen sepuluh saya absen lima hahaha, duduk sampingan boleh?."
"Iya, cari aja tempatnya bareng-bareng." ucap nya di iringi dengan senyuman yang khas
Mereka berdua pun mencari bangku yang cocok dengan suasana dan situasinya. 5 menit kemudian bangku nomor empat di baris ke dua dari pintulah meja yang kami pilih.
* menatap absen yang masih tertempel di kaca kelas.
Oh... jadi nama cowo ini Arkam Kaaisu, btw namanya kayak ada bau bau jepangnya gitu deh ya ih lucu kawaii. *batin Rayra sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"RAAA? OY?" teriak temanku dengan wajah terheran-heran.
"HAH? A.. APA KENAPA?"
"Yahhh lo malah ngelamun ih."
"Eh sorry-sorry gua hmm saya lagi mikirin ini sekolah kan gede banget toiletnya di mana ya? Kan secara kita ada di lantai dua."
"Ah elah, ntar kita cari toiletnya sama-sama kan pastinya toilet cwe sama cwo itu sampingan jadi selow aja lah ntar gua tanya ke kawan-kawan yang lain."
Rayra hanya mengangguk- angguk saja dan keheningan mulai terjadi karna Arkam sedang asyik berbicara dengan teman barunya.
"Ra.." panggil Arkam.
"Kenapa?" Hanya dengan lirikan saja ia melihat Arkam.
"Saya belom memperkenalkan diri loh ini. Oh iya kita tetapin dulu aja mau manggil gua elo apa saya kamu atau terserah deh."
"menyesuaikan sama kondisi disini ajalah. Oh iya silahkan perkenalnnya."
"hem.. hem.. Ohayo minasan watashi Arkam Kaaisu desu. Yoroshiku onegai shimasu Rayra-chan."
"eh? Hehehe Ha'i Kochirakoso." Tersenyum lebar lagi.
"Wah kamu ngerti bahasa jepang ya? Hebat."
"Iya karna sering nonton anime jadi kebawa-bawa bahasanya plus ngerti juga hehehe."
"Oh iya nama kamu ada jepang nya gitu ya? Kamu ada keturunan orang jepang ya?" Lanjut Rayra lagi yang penasaran dari tadi.
"Oh iya, papa orang jepang yang tinggal cukup lama di indo tepatnya di bandung pusat. Terus pas saya SMP papa ngajak saya ke jepang tapi saya tolak karna saya mau nemenin mama di sini sampai kerjaannya selesai. Jadi saya kemungkinan besar ada disini sampai SMA ini terus balik deh ke jepang ngikut papa."
"Wahh enak banget sih jadi iri deh heeemmm, pengen juga bisa kejepang tapi traveling aja, nyobain kulinernya, wisatanya, tempat-tempat unik, musium komik, ke toko ramen terkenal, dan mau liat cara pembuatan animasi secara langsung plus mau ngeliat dubing nya langsung. Asik kali ya tapi cuma halu doang deng hahaha." ujar Rayra
"Bisa aja suatu saat nanti kita kesana oke."
Mereka asik bercengkrama tertawa dan mulai beradaptasi satu sama lain sampai di jam pulang tiba.
Rayra menunggu kakaknya di halte depan sekolah karna tak ada tempat penungguan lainnya selain halte.
Bahkan Arkam pun menunggunya sampai Rayra benar-benar di jemput oleh sang kakak.
10 menit kemudian kak Tano datang dengan mobil agya hitam kebanggaannya, Arkam tertegun melihat betapa gagahnya sang kakak Rayra dengan baju polisi dan sikap badan yang sempurna.
*Kak Tano keluar dari mobil.
Arkam mencium tangan kak Tano lalu memperkenalkan diri.
"Siang kak saya Arkam teman sekelas Rayra."
"Oh, saya kakak nya Rayra dan panggil aja saya Tano atau kak iyo."
"Iya kak, kalau gitu saya pulang duluan ya kak, Ra pulang duluan ya bye sampai ketemu besok."
"Iya hati-hati." Sembari memberi senyum tipis
"Itu bener temen kamu?" Tanya kak Tano sembari memasuki mobil.
"Iya kak, katanya dia juga pernah satu sekolah SMP sama aku aneh ya masa aku ga kenal sama dia."
"Lah itu ma kamu aja yang ga punya kawan banyak di sekolah."
"Enak aja! Kawan aku banyak tau pas SMP" cemberut. sifat ke kanak-kanakan Rayra muncul jika di hadapan sang kakak.
Di perjalanan pulang mereka berdua asyik bertukar cerita, berheti di pinggir jalan untuk membeli buah jeruk terlebih dahulu lalu kembali ke rumah.
Di rumah
"Aku pulang..." sapaan ceria seperti biasa dari rayra
"Ini bu, tadi aku sama kakak beli jeruk dulu di pinggir jalan."
"Oh iya terima kasih, sana salin baju dulu baru makan."
"Siap!"
Setelah mengganti pakaian Rayra dan sang kakak berkumpul di meja makan bersama ibu untuk makan siang bersama.
Sembari makan Rayra menceritakan kesehariannya di sekolah barunya dengan penuh semangat, kakaknya dan ibunya hanya mendengarkan saja yang sembari tersenyum manis.
Sore harinya
"Bu, Tano pergi dulu ya ke kantor kayaknya lima hari ini bakal lembur deh." Kak Tano meminta izin dengan sang ibu di ruang tamu.
Sambil memakai sepatunya, kak Tano mulai bersiap-siap berangkat ke kantor dengan berbekal beberapa roti dan susu kaleng di tasnya.
"Hati-hati ya, nanti biar adek bawa motor sendiri apa enggak naek angkutan umum aja."
"Iyaudah, aku berangkat dulu ya bu bye. Muach" mencium kening sang ibu.
"Hati-hati kak!" Teriak sang adik dari kamarnya.
Malam harinya.
Tak ada kegiatan yang dilakukan mereka berdua, setelah makan malam mereka langsung memasuki kamar masing-masing.
Rayra yang terbiasa membaca komik sebelum tidur atau menonton anime sebelum tidur tiba-tiba saja...
•
•
•
•
~ Rindu ~
Tiba-tiba saja ia memikirkan kakak perempuan nya, Rayra mengambil foto bersama kakak nya dan dirinya yang ada di meja tersebut.
Memandangi wajah sang kakak yang manis dengan senyum penuh kecerian terlukir di wajahnya.
'Aku rindu kakak, aku rindu segala hal yang kau lakukan. Memarahiku, memukulku saat aku nakal atau tak mau dengar, memanggilku untuk pulang, menyuruhku untuk membelikan sesuatu dan segala yang kau lakukan aku rindu.' Batin Rayra yang sedang memandang foto di balik bingkai itu.
Tak terasa air matanya mulai mengalir di wajahnya, ia benar benar merindukan sang kakak tertua.
"Apa kau tau kak? Aku masih menyimpan bajumu, walau tak muat di tubuhku karna kau dulu terlalu gemuk tapi baju-bajumu masih aku simpan rapih."
"Apa kau tau kak? Aku memakai parfum milikmu bahkan sudah mau habis. Apa kau marah?"
"Aku mengacak-ngacak kamarmu, menghilangkan liontin berharga milikmu, memecahkan gelas minummu, apa kau marah?"
"Aku ingin kau marah, marahlah dan datangilah aku sekarang agar aku tahu kalau kau memang benar-benar sudah mati. Hiks... hiks... hiks..."
"Aku benar-benar merindukan mu, kembalilah jika kau masih hidup dan datanglah ke mimpiku jika kau benar-benar sudah mati."
Seperti angin lewat, tiba-tiba saja aku merindukan kakak. bahkan aku tak henti menangis sampai tertidur.
Pagi pun tiba...
"Ra ayok bangun nanti telat loh." suara ibu dari balik pintu kamarku
"iya bu, ini aku sedang salin."
15menit kemudian
"Aku naik bis aja ya bu, males bawa motornya pegel hehehe" Sembari memakai sepatu sekolahnya
"Ya udah deh ga apa-apa, ini bekel sama minumnya jangan lupa di bawa."
"Oh iya aku lupa masukin dalam tas hehehe makasih ya bu."
"Oke aku berangkat dulu ya, muach. Bye!" Mencium pipi ibunya lalu melambaikan tangan dan pergi.
Di dalam bus
"Eh ray!" Seseorang memanggil rayra dan langsung duduk di sampingnya.
Rayra tidak mendengarnya karna ia sedang mendengarkan lagu favoritnya dan juga lagu favorit sang kakak perempuannya "HIKARUNARA" sambil melirik arah luar jendela.
*puk puk puk (menepuk pundak)
"Oh? Iya ada..."
"Ohayo!" Sapa penuh semangat orang tersebut.
"AAAA Pika apakabar?"
"Setttt suara mu itu loh penuhin satu bus."
"Eh, hehehe iya maaf maaf semuanya."
"Btw kamu sekolah dimana? Pik, bau baunya seragammu elit nih." tanya Rayra sembari melirik keatas kebawah.
"itu loh Europ High School yang deket taman SMPN 2 itu." jelas pika
"Buh... seriusan kamu disana?"
pika hanya mengangguk saya karna ia sedang melahap roti yang memenuhi ruas pipinya.
"gila SMA itu mahal banget pik, lebih mahal dari SMA aku tau."
"iya emang."
"orang tua kamu ga.. hmm" Rayra sedikit canggung dengan ucapannya
Pika meletakan rotinya sebentar lalu menjawab perkataan Rayra dengan sikap biasa saja.
" Ga keberatan? ahahhaha Rayra, Rayra... aku masuk ke SMA itu karna aku udah di jodohin sama anak pemilik sekolah itu, jadi gampang aja aku masuk kesana bahkan..."
"Tanpa biaya." bisik pika ke rayra
"HAH?! ga nyangka" Rayra tercengang dengan perkataan sahabatnya itu.
"jadi nanti tunggu aja undangannya ya pas habis lulus SMA nanti. hehehhe"
Rayra tak bisa menjawab perkataan pika, ia hanya bisa mengangguk-angguk saja.
20 Menit perjalanan menuju Sekolah dan Rayra lebih dulu turun dari bus.
"bye pika see you next time."
"okey bye."
di sekolah
Rayra sedikit kesiangan hari ini karna bus yang ia tunggu datang agak lama untunglah ia tidak telat.
Rayra melihat keramaian di lorong ujung dekat dengan 11 Biologi 2 yang terkenal dengan anak-anak jenius, namun ia tak menghiraukan itu.
Bangku milik Arkam masih kosong, mungkin ia hari ini agak telat atau mungkin ia tidak masuk sekolah tapi itu hal yang mustahil.
*saat Rayra sedang mengecek ponselnya tiba-tiba seorang laki-laki berdiri tepat di sampingnya.
Namun Rayra tidak menghiraukan orang tersebut walau ia sedikit risih tapi Rayra bersikap acuh pada pria yang berdiri di samping bangkunya.
"Lo De Rayra kan?" tanya pria tersebut.
Barulah Rayra melirik orang tersebut yang cukup tinggi darinya.
"iya" hanya kata itu yang bisa Rayra ucapkan.
aku tidak tau pria ini memiliki motif baik atau buruk pada ku lebih baik aku menunggu Arkam, supaya ia bisa melindungi ku.
"ikut Gua bentar!" tegasnya lalu menuju ke luar pintu.
"saya?! what the hell?" ucapnya dengan kebingungan.
"udah ikut aja sana dari pada nanti lo kena bantai dia." saut teman sekelasku
Aku pun mulai mengikuti orang tersebut dan sampailah di depan pintu ruang kepala sekolah.
pikiran ku sudah melayang, 'apa mungkin aku akan di DO? atau aku akan di jatuhkan skorshing karna melakukan kesalahan? padahal aku baru masuk dan belum melakukan kesalahan apa-apa.'
"Masuk." ucapnya dingin
Rayra dan Pria itu pun masuk ke ruangan kepala sekolah. Di ruangan tersebut sudah terlihat ada beberapa petinggi dan pemilik sekolah ini duduk di bangku istimewa.
Rayra dan Pria itu pun duduk di bangku yang sudah di siapkan. disitu pula pikiran Rayra terbang melangit.
"Hem.." suara pembuka awal dari kepala sekolah.
"Maaf bapak kepala sekolah dan bapak-bapak sekalian yang terhormat. saya di panggil kesini ada apa ya?" tanya Rayra dengan polos.
Mereka hanya slaing melirik satu sama lain bahkan pria yang memanggilku dan duduk tepat disampingku tertunduk lesu.
aku berfikir 'apa mungkin ada suatu hal yang terjadi pada kak Tano atau ibu? karna hanya mereka lah yang aku miliki sata ini.
"emm.. begini nak Rayra, bapak memanggil kamu kesini karena ada hal yang harus kami sampaikan mengenai kakak kamu."
"HAH?! Kak Tano? Ke..Kenapa pak?" wajah panik semakin menjadi di diriku.
•
•
•
•
apa yang sebenarnya terjadi? mengapa kepala sekolah dan petinggi sekolah berkumpul? dan apa hubungannya dengan Rayra?
yuk suport terus author ini supaya semakin giat menuangkan cerita² menarik lainnya.😊