"Hidup itu terlalu membosankan. Apa tidak ada hal seru yang bisa di lakukan, Leo?" Keluh seorang pemuda berusia 18 tahun sambil bermain game fantasi di handphone nya.
"Kau selalu bermain game. Coba untuk fokus sedikit, Rio..." Ujar seorang pemuda bermanik coklat seusia dengan pemuda tadi.
"Kau terlalu santai... Hidup tuh harus di buat seru dikit."
"Terlalu seru itu juga gak baik."
Leo mematikan handphone nya dan menggembungkan pipi kesal. "Lagipula hidup kita gini gini aja gak ada se-" Kata kata nya seketika terpotong bersamaan dengan mata nya yang membulat. "Awas!!"
Dari samping mereka, sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.
BRAK!
Terdengar teriakan dan seruan khawatir di sekitar mereka. Tapi perlahan suara suara itu menghilang dan digantikan oleh kegelapan.
*******
Bulan bersinar terang di langit malam yang gelap. Peperangan sedang terjadi antara ras iblis dan malaikat. Darah menciprat di mana mana, membuat genangan di tanah kala itu.
Semua tau jika ras iblis dan malaikat bermusuhan sejak dahulu. Tapi, bukan tidak mungkin bahwa mereka akan bersatu.
Dua orang pria tua dari dua ras berbeda terbang di angkasa. Tepat di bawah sinar bulan yang menerangi malam yang mengerikan kala itu.
"Kita harus menghentikan peperangan ini, Alios." Ujar pria tua keturunan ras iblis dengan ciri khas sayap berwarna putih.
Pria di sampingnya mengangguk. "Ya, Haneil. Ras iblis dan malaikat harus bersatu!" Pria itu memiliki sayap berwarna hitam di punggung nya, tanda jika ia merupakan ras iblis.
Lingkaran sihir terbentuk di hadapan mereka, bersiap meluncurkan serangan andalan mereka masing masing.
Namun, ada yang tidak mereka sadari. Ada sosok yang terus mengawasi mereka diam diam. Seribgaian kejam terukir di wajah nya, menunjukkan gigi taring tajam di dalam mulut nya.
"Kalian kira semudah itu?"
DUAR!!!!
Ledakan besar terjadi menghancurkan wilayah peperangan itu. Mata Haneil dan Alios membulat. Dapat di rasakan sakit di sekujur tubuh mereka. Darah menciprat kemana mana. Sekilas, keduanya melihat sosok berjubah hitam yang berdiri di tengah kobaran api bekas ledakan itu. Seringaian lebar masih setia di wajah nya.
Samar Samar, keduanya dapat mendengar sosok itu berujar. "Iblis dan malaikat tidak akan bisa bersatu."
'Tidak...'
'Pasti ada jalan...'
**********
3000 Tahun kemudian, di Kerajaan Vellios, berdiri sebuah akademi sihir yang melatih anak anak dari berbagai ras untuk berlajar sihir.
Tahun ajaran baru telah di mulai, ratusan anak dari Kerajaan Vellios mengikuti ujian untuk masuk ke akademi itu. Tak terkecuali seorang anak ber rambut putih dengan iris mata emas yang menawan.
Sein Leilas. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dengan rambut putih bersih dan iris mata emas. Ia adalah pangeran dari ras Malaikat.
Sein melangkahkan kakinya menuju sebuah dinding pengumuman di mana tertulis nama nama anak yang diterima di sekolah itu. Seulas senyuman terbebtuk saat melihat nama nya tercetak di sana.
Sein menarik nafas lega dan berbalik. Berniat langsung menuju kelas yang sudah di yunukan. Namun,
Bruk
"Aduh!" Pekik Sein saat secara tiba tiba seseorang menabrak nya dari belakang.
"Maaf, aku tidak sengaja."
Sein menoleh dan melihat seorang anak laki laki ber iris ungu yang mengulurkan tangan pada nya.
Mata mereka bertatapan satu sama lain. Saat itu juga mereka menyadari.
"Le- hmp!" Kata-kata nya terpotong saat anak itu mendadak membungkam mulut nya.
"Sttt! Jangan di sini. Ayo ikut aku!" Ujar anak itu dan langsung menarik Sein pergi dari sana.
Erano Nightrain. Seorang anak berusia 12 tahun yang memiliki iris mata ungu gelap dan rambut hitam pekat. Erano merupakan pangeran dari ras Iblis.
*******
"Jadi kau juga ber reinkarnasi?" Tanya Sein terkejut.
Erano hanya mengangguk. Sifatnya masih saja dingin seperti dulu. Namun ia terdiam. Yang terakhir ia lihat adalah dirinya dan Rio yang tertabrak truk. Setelahnya melihat semacam peperangan dimana dua orang dari ras berbeda bernama Haneil dan Alios mencoba mempersatukan ras Iblis dan malaikat namun gagal karena terbunuh.
"Jadi itu alasan kita bereinkarnasi... Aku tak msnyangka akan datang ke dunia seperti ini. Dunia dimana kita memiliki kekuatan sihir seperti di novel atau game fantasi. " Gumam nya, tapi masih bisa di dengar oleh Sein.
"Hey Sein... Apa kau masih memiliki tujuan yang sama? Untuk membuat kedua ras berdamai?"
Sein mengangguk. Tentu saja ia tak akan melupakan alasan nya ber reinkarnasi. "Sudah 3000 tahun lama nya sejak kejadian itu. Dan... Sejak kita bereinkarnasi ke dunia ini." Namun, ingatan masa lalunya masih terpampang jelas dalam memori nya.
"Selain itu kita juga harus mencari orang yang sengaja membuat ledakan itu bukan?"
"Ya." Tangan Erano mengepal. Memori nya berputar kembali saat ledakan itu terjadi dan semua rakyat nya mati seketika. Termasuk dirinya. Inilah alasan dirinya ber reinkarnasi sekarang. Agar bisa membuat perdamaian dan membalas dendam pada makhluk itu.
Kring!!
Bel berbunyi dan mereka mau tidak mau harus menghentikan obrolan mereka dan masuk ke kelas. Selama pelajaran, mereka terus berfikir bagaimana cara untuk membuat perdamaian kedua ras itu.
Sampai pada akhir pembelajaran, guru memberikan sebuah lembaran pada setiap murid. Itu adalah lembaran ekstra kurikuler yang wajib mereka ikuti.
Sein melirik Erano yang duduk gak jauh dari nya. Erano mengangguk sebagai jawaban ya. Mereka sudah memutuskan ekskul apa yang akan mereka ikuti.
*******
Jam pelajaran sudah berakhir dan semua murid terburu buru keluar kelas. Ada yang mengikuti ekskul, ada juga yang langsung pulang ke rumah.
Sein dan Erano mekangkahkan kaki mereka memasuki sebuah ruangan yang bertuliskan 'ekskul sastra' di depan nya. Walau itu yang tertulis, mereka tau jelas jika itu hanya samaran.
Tok tok tok
Pintu di ketuk dan seseorang membukakan pintu. Seorang anak berusia 15 tahun dengan iris mata jingga. Ia sedikit terkejut awalnya, sampai akhirnya mengizinkan Sein dan Erano untuk masuk.
"Jadi kalian dari ras Iblis dan Malaikat? Aku yakin kalian sudah tau rahasia ekskul kami. Langsung saja, apa tujuan kalian?" Tanya anak itu. Reon Grisham, seorang ras Iblis.
"Seperti tujuan kalian, kami ingin mempersatukan ras Iblis dan Malaikat. Tapi kami juga membutuhkan bantuan." Ujar Erano.
"Jika begitu, kalian datang ke tempat yang tepat." Sahut seorang gadis ber rambut panjang berwarna biru muda. Ia memiliki iris blue Sky yang indah. Laura Fellycia, seorang keturunan dari ras Malaikat.
"Tapi sayangnya kita punya halangan." Semuanya menoleh pada seorang pemuda bermanik merah yang sedang duduk membelakangi jendela di ruangan itu. Ozero Reanon, seorang keturunan ras Iblis.
Laura melanjutkan. "Setahuku ada satu pemberontak yang mencoba menghancurkan dunia dengan memecah belahkan ras. Begitu juga dengan ras malaikat dan iblis. Orang itu juga yang membuat perpecahan dengan ledakan di medan perang 3000 tahun yang lalu." Jelas Laura.
Mata Sein dan Erano membulat sempurna.
' jadi dia orangnya.'
"Masalahnya lagi, dia ada di sekolah ini." Semuanya langsung menatap pada Ozero.
"Maksud mu?" Tanya Erano.
Ozero melirik keluar, melihat sosok pria beriris hitam yang berdiri di depan gerbang sekolah. "Aku bisa merasakan sihirnya. Dari segi kemampuan dan tekanan sihir yang di keluarkan nya, tidak salah lagi."
Erano dan Sein mengepalkan tangan kuat. Mereka telah menemukan orang yang mereka cari sekarang. Saat ini yang harus mereka lakukan hanyalah mengalahkan nya. Tapi bagaimana?
"Walau kita berhasil mengalahkan nya, tapi bagaimana cara membuat persatuan antar ras iblis dan malaikat?" Mendengar ucapan Sein, semuanya terdiam. Ada benarnya juga. Bagaimana cara untuk membuat persatuan kedua ras?
"Mengetahui tujuan kedatangan nya ke sini. Di Kerajaan ini, ras iblis dan malaikat juga hidup berdampingan. Aku yakin orang itu tak akan membiarkan nya. " Ucap Laura.
"Ah, benar. Sudah pasti dia akan membuat keributan. Dan saat itulah, kita akan beraksi. "
Senyuman terlukks di bibir mereka. Dan saat itulah rencana mereka pun di mulai. Erano dan Sein bertugas untuk mengawasinya secara diam diam. Sedangkan lainnya mencoba mencari kelemahan dan mengumpulkan informasi lain.
Setelah semua persiapan di rasa matang, aksi mereka pun di mulai.
********
Tepat pada festival olahraga saat bukan hanya murid, tapi orang orang lain dari luar akademi pun boleh datang ke akademi. Berbagai ras berkumpul di satu tempat yang sama.
Tepat pada tengah hari, seorang pria berdiri di atas gedung sekolah menatap orang orang di bawahnya dengan seringaian kejam.
"Ini saatnya." Gumam pria itu sambil menyeringai kejam.
Ia mengangkat tangan nya dan sebuah lingkaran sihir berukuran besar muncul di langit. Ratusan monster berbagai tingkat keluar dari sana dan langsung menyerang orang orang di sekitar nya.
" HAHAHAHAHAHAHA!! SEMUANYA AKAN BERAKHIR!!" Seru nya sambil tertawa keras.
Namun...
Sring
Tring!
"Berbagai macam serangan muncul dan membunuh monster monster itu. Menarik perhatian para warga yang sebelumnya berlarian panik.
" Dengarkan semua!! Kita harus menyatukan kekuatan untuk mengalahkan para monster ini jika tidak mau kerajaan Vellios Hancur!!!"
"Tak peduli itu ras iblis ataupun malaikat, kita harus menyatukan kekuatan jika kalian tidak ingin terbunuh di sini!!" Seru Sein dan di sambung oleh Erano.
Sepasang sayap muncul di punggung mereka. Semua orang membulatkan mata melihat itu. Pangeran dari kedua ras berbeda kini menyatukan kekuatan untuk mempertahankan kerajaan.
Keyakinan muncul di hati para penduduk dan menggunakan sihir mereka untuk menyerang monster monster itu.
Sosok itu tampak mengepalkan tangan nya kesal. Rencana nya di gagalkan oleh anak anak kecil tentu membuat nya tidak terima.
Tangan nya tetulur ke depan. Membuat sebuah portal berukuran cukup besar dan menembakkan sihir dari atas sana.
"[Sihir pelindung]!!" Namun sayangnya, sihir itu dapat di tahan dengan mudah oleh Laura dan Ozero.
Dari belakang nya, Reon langsung menembakkan sihir yang mengenai sosok itu dengan telak.
"Berhasil!! Itu akibatnya jika berani menantang kami!!" Ujar Reon.
Belum cukup sampai situ, sosok itu mendongakkan kepala nya. Sebuah lingkaran sihir berwarna emas-ungu muncul di langit di hadapan dua anak lelaki yang saling bergandengan tangan, membuat lingkaran sihir itu bersama.
"Kau sudah tamat."
"Lenyaplah kau dari dunia ini!!!"
"AAAAAAAAAAAKKKHHHHH!!!!!!!!!!!!!!" Jeritan kesakitan keluar dari mulut sosok itu begitu terkena serangan dari Sein dan Erano.
Monster monster lain pun berhasil di kalahkan. Perlahan, kedua anak itu terbang turun dan langsung di sambut dengan sorakan dari semua orang yang ada di sana.
Keduanya tersenyum. Takdir yang membuat mereka ber reinkarnasi dan terlahir kembali untuk membawa perdamaian antar ras.