Ruang fantasi adalah cerita pendek dengan perbagai petualangan fantasi lemgkap demgan ketegangan, keseruan dan keromantisan tentunya.
Saya ingin mencoba menulis cerpen karena, saya sudah menulis 2 novel sebelumnya dan semoga kalian menyukainya seperti novel yang saya buat sebelumnya.
Ayo... kita beralih ke dunia lain---->
Wezard yang kelelahan bekerja seharian akhirnya, tertidur pulas di ruang tamu.
"Hoa.. aaaam! " dia menguap sambil meregangkan tubuh.
Beberapa jam kemudian...
"Ha? di mana aku? " tanya Wezard pada dirinya sendiri, bingung setelah, bangun dan tersadar dia sedang tidak berada di riuang tamunya.
"Apa aku lagi mabuk ya? " pikirnya masih bingung sambil memperhatikan ruangan asing itu. "Perasaan hanya capek aja tuh karena, seharian ini lembur, " lanjutnya.
Wezard pun duduk sembari memperhatikan ruangan itu dengan seksama lalu, mencoba untuk berdiri dan mengelilingi ruangan itu.
Akan tetapi, tiba-tiba...
"Wo.. ooow! apa inj? kok.. jadi berputar sepertj ini? " Wezard bingung dan kaget.
Bingung karena dia belum pernah menemukan ruang seaneh itu di rumah sahabatnya Daren pun ruangannya biasa saja.
Ruangan itu terus berputar dengan kecepatan semakin tinggi semakin limbunglah keseimbangan pria berwajah tampan asli Indonesia itu.
"Stop! tolong hentikan! aku pusi... iiing! " ruangan itu pun berhenti bersama jatuhnya Wezard.
"Aduh! "
Wezard pun perlahan menegak kan tubuhnya, dia tidak menyerah walau berkali-kali terjatuh.
"Ruangan ini begitu megah dan mewah tapi, msngapa tidak ada satupun orang di sini ya? " tanyanya terheran-heran.
Beberapa menit kemudian...
"Eh... apa itu? " tunjuk Wezard. Lalu dia pun berlari ke arah dinding yang berganti-ganti warna dengan sendirinya. "Apa semua dinding seperti itu juga? " keponya.
"Akh.. hhh, benar saja, ruang apa ini? aku belum pernah menemukan ruang se aneh ini, " ungkapnya pada dirinya sendiri, melongo.
Lalu dia menuju jendela, jendela nya pun tak kalah anehnya karena di setiap jendela ada menggambarkan berbagai musim seperti hujan, semi, gugur, salju, panas bahkan musim durian pun ada.
Lebih anehnya lagi Wezard merasakan tubuhnya sangatlah menggigil saat dirinya menghampiri jendela musim salju, dingin dan semi.
Dia juga merasakan harum durian ketika menghampiri jendela yang terlihat duriannya berjatuhan di atas pononnya secara perlahan.
Lalu, mendongak dan dia pun kaget karena, langit-langit ruang itu juga ikutan aneh suka berganti-ganti gambar seperti pelangi, bjntang, bunga-bunga, hewan-hewan yang lucu hingga menyeramkan.
Dia pun tenggelam dengan ruangan yang belum pernah dijumpainya di manapun itu, tiba-tiba dia dikagetkan oleh suara bariton.
"Tuan Wezard, " panggilnya, sopan.
"Hah?! " Wezard serasa terlonjak karena kaget setelah, ada orang memanggilnya lalu, memutarkan tubuhnya ke arahnya.
"Maaf, Tuan saya sudah membuat anda terkejut dengan kehadiran saya, " ucap pria setampan Wezard. Namun, berwajah dingin itu lirih.
"Sudahlah, lupakan saja, " Wezard mengibaskan satu tangannya.
"Terima kasih, Tuan. Oh.. iya, selamat datang di Ruang Fantasi, Tuan Wezard perkenalkan nama saya Kevin Arsuro sebagai pelayan anda dan saya sudah menyediakan sarapan untuk anda, " sapa pria muda berwajah dingin bernama Kevin itu ramah.
"Oh.. iya, terima kasih, " ucap Wezard. "Tapi, ruang apa ini? ruang fantasi? " ulangnya menatap tanya Kevin.
"Iya benar, Tuan ini namanya ruang fantasi. "
"Oh... begitu? pantas saja ada keanehan di ruang ini, " ungkapnya manggut-manggut.
"Iya, Tuan kalau saya dan teman-teman sudah tidak aneh lagi, apa anda?" Kevin menatap dengan tatapan heran.
"Aku sebenarnya, tertidur di ruang tamu rumahku entah mengapa beberapa menit terbangun aku sudah berada di ruang fantasi ini. "
"Gitu ya, Tuan ceritanya? "
"Hmm.. " jawab Wezard, acuh.
"Lalu, dari mana kau tahu namaku? " selidik Wezard.
"Oh... itu? saya tahu nama anda, dari teman-teman atau orang yang anda kenal memanggil anda dengan nama itu Tuan. " Wezard terkaget.
"Apa?! "
"Saya selalu memperhatikan anda tapi anda tidak msnyadarinya, " jawab Kevin, polos.
"Heh?! keanehan apalagi ini?! " pikirnya tak percaya.
"Sudahlah, Tuan slow aja gak usah dipikirin, kalau ada apa-apa bisa pamggil saya. " Wezard mengangguk pelan dengan berbagai tanya yang masih melekat di wajahnya.
"Permisi, Tuan, " pamit Kevin, Wezard hanya terdiam tak bergeming.
Setelah Kevin pergi..
"Sarapan dulu ah.. kebetulan juga lagi laper. " Wezard membuka tudung tutup saji, lalu..
"Ha.. aa? " dia terbengong-bengong.
"Apa? selain namaku dia juga tahu sarapan favoritku? ini benar-bernar aneh, padahal aku baru kenal sama dia, " gumanmya. "Sudahlah, lupakan saja yang penting perut terisi. "
Beberapa menit setelah menghabiskan dua ketan dengan taburan kelapanya dengan minuman menyegarkan es limau kesukaannya.
"Wua... aaah segarnya! gak jauh beda ternyata dengan es limau yang selama ini pernah aku minum, " ungkapnya penuh kepuasan.
Beberapa jam kemudian, Wezard pun tertidur dengan pulasnya.
"Tuan." Panggil seseorang membangunkan dirnya.
"Ada apa, Kevin? "
"Ha? Kevin? saya bukan Kevin, Tuan saya pelayan anda Dante, " ralatnya.
"Astaga! " Wezard baru sadar kalau ini rumahnya dan dia sedang berada dj ruang tamunya.
"Sepertinya, anda terlalu letih sehingga memanggil saya dengan nama lain. "
"Maafkan aku. "
"Tidak apa, Tuan, saya maklum, " sahut Dante, msngerti. "Saya kesini hanya ingin bilang makan siang anda sudah tersedia di meja makan, " tambahnya yang diangguk Wezard.
"Saya pamit, Tuan maaf, mengganggu istirahat anda. " Wezard tak menjawab apa-apa. Dante pun membungkuk sebelum pergi.
Wezard pun beranjak dari duduknya dan bersiao untuk mandi agar tubuhnya harum dan segar.
Setelah itu...
'Tok.. tok.. '
"Wezard membuka pintu kamarnya, menatap datar Dante.
" Ada apa, Dante? " tanya Wezard.
"Maaf, Tuan mengganggu saya hanya sekadar bertanya anda ingun makan siang di ma... "
"Di meja makan saja, " potong Wezard, cepat.
"Baiklah, Tuan akan kami sediakan, " ujar Dante.
Lalu, seperti biasa dia pamit dan membungkuk sebelum pergi.
"Ruang fantasi? mengapa aku bisa bermimpi di ruang yang aneh itu? eh... bukannya mimpi itu termasuk ruang fantasi ya? tapi, kok.. aku sepertinya gak lagi mimpi, karena mencium aroma durian, merasakan tubuh ini terasa dingin dan panas serta mencium aroma bunga musim gugur. "Wezard bicara sendiri dengan wajah menerawang.
Setelah wangi dan bersih, Wezard pun ke meja makan untuk makan sjang dan di sana sudah tersedia sop iga, bakwan jagung, pepes teri dan nasi tentunya.
Wezard pun memakannya dengan lahap dan beberapa detik kemudian, piring itu sudah tak ada lagi sisa nasi.
Wezard pun menuju ke ruang pribadinya dan mengambil laptop lalu, dengan seeius mengetik sebuah proyek yang dia rencanakan pembuatannya.
Lalu, beberapa jam sudah berlalu.,
"Akhirya, selesai juga, " ucapnya, puas sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang sudah kaku.
Tamat.