Disebuah aula,dimana sebuah pernikahan sedang akan digelar beberapa menit lagi menjadi kecoh setelah mendapati mempelai laki-laki dikabarkan kabur dari pernikahan.
"Saya tidak mau tau kemana anak pembuat masalah itu.Yang saya mau tau adalah dia tetap kembali lagi ke aula ini.Dasar anak bikin rusuh."celetuk tuan Farel setelah mendapati putra bungsunya kabur dari perjodohan yang sudah ditetapkan jauh hari.
"Maaf,jeng.Kami minta maaf.Saya tidak tau apa yang ada dipikiran anak aku itu."nyonya Jelena memohon maaf pada bakal besannya yang mendadak tidak nyaman dengan keadaan yang kacau kini.
Bakal besannya yang ditanyai malah mendiamkan diri tidak mengubris sedikit pun apa yang dikatakan besan perempuannya.
"Nyonya,nyonya!nona Gabriella gak ada diruangannya.Dia juga turut kabur nyah."seorang asistan yang ditugaskan untuk menjaga nona muda keluarga itu turut cemas mengabari berita tentang nona mereka yang turut sama kabur di pesta pernikahan mereka.
"A..apa!"mendadak kepala sang ibu dari mempelai perempuan pusing tujuh keliling mendengarkan kabar buruk yang datang bertalu-talu kepada dua keluarga besar itu.
Belum selesai satu masalah.Datang pula masalah yang lain.Beberapa menit tadi mereka dikabarkan mempelai laki-laki kabur dan malu keluarga mempelai laki-laki yang belum surut hilang,kini malah tergantikan dengan keluarga mempelai perempuan pula menerima kabar yang sama.Bertambah hebohlah kedua keluarga besar ini dengan perginya kedua-dua pengantin.
"Bubarkan aja acaranya.Siapa yang mau nikah kalo kek gini.Kalo gak suka,kenapa gak bilang sejak dulu.Ini malah pernikahan udah digelar,mereka kabur aja seenaknya."desis tuan Alexander,ayah dari mempelai perempuan.
"Sepertinya mereka tidak berjodohan,jeng.Walaupun anak-anak kita bikin masalah,saya harap persahabatan dua keluarga kita tidak turut terjejas.Mungkin mereka merasakan perjodohan ini tidak tepat.Karena itu mereka saling kabur di acara pernikahan ini."sela nyonya Jalena.
"Tidak pernah dibuat orang,jeng.Mempelai laki dan perempuan sama-sama kabur di hari pernikahan mereka."gerutu nyonya Sarena.
Disebuah bandara,jauh dari hotel dimana pernikahan dua mempelai digelar,sosok laki-laki yang masih berpakaian Melayu membawa tas ranselnya sambil tersenyum sumrigah membeli tiket pesawat untuk liburan ke kota M.
"Bye,bye mantan calon istriku.Semoga kamu mendapatkan jodoh yang lebih baik dariku.Maaf,aku belum bersedia untuk memikul tanggungjawab berat sebagai suami."Bisiknya lalu naik pesawat menuju kota M.
Yang diucapkan selamat tinggal malah berdiri tidak jauh dari sosok pria tadi.Destinasi mereka adalah sama.Menuju ke kota M yang menjanjikan tempat wisata yang menarik buat seluruh dunia.
"Jika kamu bisa kabur dari pernikahan kita.Aku juga bisa.Apa kau pikir aku mau menjadi lelucon orang-orang setelah mempelai laki-laki kabur sebelum acara pernikahan digelar hitungan detik.Hahaha.Kalo kau pintar kabur.Aku juga.Tapi sayang,seperti apa yah wajah mu itu.Aku malah menyesal karena tidak melihat terlebih dulu photo mu disaat mama nunjukkin aku photo kamu."Gabriella tertawa senang.Akhirnya Gabriella juga masuk kedalam pesawat yang akan berlepas landas beberapa menit lagi.
*******
"Maaf,maafin gue.Gue gak sengaja."Shen membungkukkan tubuhnya membantu Gabriella yang ditabraknya sehingga terjatuh ke tanah.
"Gapapa kok.Gue juga salah.Tadi gue juga ngegas hampir gak ngelihat jalan."jawab Gabriella yang tidak nyaman setelah melihat raut wajah bersalah Shen.Saat Gabriella berdiri,barulah dia mendapati kaki kirinya terkilir.
"Semua ini gegara gue.Ayo,gue antarin elo ke rumah sakit."ujar Shen lalu mengangkat tubuh Gabriella ala bridal style tanpa sempat wanita itu protes.
"Makasih karena udah ngatarin gue ke rumah sakit.By the wah,gue Ella,elo,", Gabriella menghulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Gue Shen.Dan ini gapapa kok.Karena ditabrak oleh gue,kaki elo malah terkilir,"ujar Shen yang tampak senang berkenalan dengan seorang gadis disaat masa liburannya ke Kota M.
Sejak itu mereka menjadi dekat dan selalu bertukar informasi.Sehingga dua minggu di kota M,mereka sering habiskan waktu untuk bersama-sama.
****
"Apa yang anak itu sedang lakukan sekarang?"tanya tuan Farel kepada ajudan yang diperintah khas untuk memata-matai Shen di kota M.
"Tuan muda sedang berkencan dengan seorang perempuan yang baru iya kenal sejak tiba di Kota M.Tuan,"
"Katakan,ada apa lagi."
"Sepertinya perempuan itu anak gadis kepada Tuan
Alexander yang dijodohin dengan tuanuda Shen tempoh lalu."lapor sang ajudan lagi.
"Apa bener yang kau laporkan ini?"
"Bener tuan.Nanti saya kirimkan foto mereka lewat e-mail tuan."
"Baiklah.Terus memata-matai mereka.Dan cari hubungan mereka.Jika ternyata mereka sudah dekat,kita lanjutkan aja rencana kita."tuan Farel mematikan penggilannya dan mengambil laptopnya untuk mengecek e-mail dari sang ajudan.
"Shen,Shen.Sejauh mana kau lari.Tetnyata jodohmu itu tetap mengejar kamu."tuan Farel tersenyum.Setelah merasakan informasi yang cukup dan akurat dari sang ajudan dia dan isterinya bergegas ke rumah tuan Alexander.
*****
"Hari ini hari terakhir kita liburan bersama-sama.Meskipun cuma sebentar iyanya sungguh bermakna buat aku."kata Gabriella.Ada perasaan sedih dan enggan di dalam hatinya jika berpisah dengan Shen.
"Aku juga begitu.Kamulah gadis pertama yang memberikan kesan baik kepada ku sehingga aku tidak bisa membuatkan tatapan ku berpaling kearah wanita lain."ujar Shen lalu menggengam tangan Gabriella.
"Ella,sudikah kau menjadi pacarku?"
"A..apa?Kamu bercanda yah."
"Enggak!aku gak bercanda kok.Aku jatuh cinta pada pandangan pertama sejak pertama kali kita bertemu."ujar Shen lugas.
"Tapi.."
"Ella,apa kau tidak suka sama aku?"lirih Shen lalu melepaskan genggaman tangannya.Wajahnya ditundukkan.Tercetak jelas diwajah pria tampan itu ada kesedihan merundung dirinya.
"Bu..bukan begitu.Ini begitu cepat sekali.Dan kita juga baru tidak lama kenal."tutur Gabriella menyuarakan rasa kekhawatiran dihatinya.
"Apa kau menyintai lelaki lain?"
"Tidak,"
"Lalu,apa pertemuan kita ini tidak bermakna sama sekali padamu?ah,ternyata cuma aku saja yang berangan-angan tinggi untuk dekat dengan mu.Tapi tidak denganmu."lirih Shen lagi.Shen lalu bangkit dari tempat duduknya dan ingin pergi dari tempat itu.Namun langkahnya tertahan disaat tangannya dipegang oleh Gabriella.
"Shen,aku tidak bermaksud untuk melukai hati kamu.Sejujurnya aku juga menyukai kamu.Dulu aku pernah dijodohkan oleh keluarga dengan seseorang dari keluarga konglomerat.Tapi mempelai laki-laki itu malah kabur dari pernikahan kami.Karena hal ini aku sedikit trauma untuk memulakan langkah baru sedangkan kejadian itu baru saja terjadi beberapa minggu lalu.Jika boleh aku mau kita kenalin hati masing-masing.Mengenal orang tua juga penting.Karena kedepannya bukan cuma ada kita berdua saja.Tapi kedua-dua buah keluarga kita."terang Gabriella.
Mendengar penjelasan dari Gabriella yang pernah ditinggalkan pada hari pernikahannya,Shen mendadak teringatkan akan keluarganya dan juga keluarga mempelai perempuan.Entah bagaimana dengan nasib gadis itu dan keluarganya.Pasti mereka menanggung malu besar.Namun apa yang dia bisa lakukan sekarang? Kemaafan?Sepertinya sukar setelah apa yang dia lakukan pada hari pernikahannya sendiri.Nampaknya nasi sudah menjadi bubur.Sesukar apa pun masalah yang dia perbuat,dia harus menanggung konsekuensi nya nanti.
"Maaf,maafin aku.Aku yang buru-buru menyatakan cintaku pada kamu.Ella,mahukah kau berjanji padaku?hanya sebentar saja.Aku mau menyelesaikan beberapa hal dengan keluarga ku.Setelah itu aku akan kembali untuk memberi kejelasan seperti apa hubungan kita."pinta Shen.Gabriella hanya mengangguk kepala tanda setuju.
Elle juga punya masalah tersendiri yang harus dia urus dengan keluarganya sendiri.Ini soal dia kabur diacara pernikahannya setelah mendengar kabar mempelai laki-laki kabur terlebih dulu pada hari pernikahan mereka.
*****
Setelah tiba dibandara kota Z,Shen dan Gabriella lalu berpisah dan membawa haluan masing-masing.Meskipun enggan,mereka harus menyelesaikan masalah mereka telah lakukan dengan keluarga mereka masing-masing.
Beberapa hari kemudian setelah Shen mahupun Gabriella,mereka berdua diomeli habis-habisan oleh keluarga masing-masing.
Di rumah keluarga tuan Alexander.
"Papa tidak mau kamu membantah papa lagi.Kali ini pernikahan ini harus dilakukan.Kamu sudah mencoreng arang ke muka papa.Ke muka keluarga ini.Hujung pekan ini,kita diajak makan kerumah tuan Farel sekalian berkenalan dengan calon suami kamu.Jangan membantah,kalo tidak kamu sendiri yang akan menyesalinya."tukas tuan Alexander lalu bergegas pergi meninggalkan anak gadisnya yang tertunduk diam sambil menahan isak tangis di ruang kerja miliknya.
Manakala di rumah tuan Farel.
"Papa tidak mau tau,hujung pekan ini keluarga tuan Alexander akan makan malam bersamaan-sama kita.Sekalian kamu berkenalan dengan calon istri kamu."
"Tapi Pah,Shen gak cinta sama dia.Shen.."belum sempat Shen menghabiskan kata-katanya,sang ayah sudah menyela.
"Apa perempuan ini yang kamu cinta?"tuan Farel lalu melemparkan photos Shen dan Gabriella yang di potret oleh ajudan tuan Farel disaat mereka liburan bersama-sama ke kota M.
"Papa, memata-matai aku?"tanya Shen sedikit kesal.
"Apa kamu cintai gadis itu?"
"Ya,makanya Shen tidak mau meneruskan perjodohan ini."tolak Shen dengan keras.
"Baik!Papa bagi kamu peluang.Makan malam nanti coba berkenalan dengan calon istri kamu.Jika ternyata kamu dengan dia tidak cocok,kita batalin aja pernikahan ini.Tapi kalo ternyata kamu berbuat onar,papa akan pastikan kamu menyesal karena tidak mengikuti nasehat papa."tukas tuan Farel lagi.
Makam malam yang berlangsung di rumah tuan Farel akhirnya tiba juga.Gabriella hanya mengguna midi dress motif bunga jasmin berwarna biru muda untuk acara makan malam itu.Hatinya berdebar-debar s disaat masuk kedalam rumah tuan Farel.Seperti apa calon suaminya yang kabur diacara pernikahan mereka itu.Mau sekali dia memberikan pelajaran sebaik saja dia melihat wajah laki-laki itu.Mana tidaknya,dia berani kabur begitu saja setelah acara pernikahan yang hampir digelar dalam hitungan detik.Mujur saja otaknya cerdas.Dari menanggung malu dan menjadi bahan lelocon seantero kota,dia juga turut kabur.Setidak-tidaknya dia tidak begitu ketara menjadi bualan orang-orang.
"Nak El,kamu semakin cantik aja sejak kali terakhir kami melihat kamu."sapa nyonya Jalena sambil tersenyum dan lalu memeluk tubuh Gabriella.
"Ah,i..iya tante.Dan maafin El karena berbuat masalah yang serupa dihari pernikahan lalu."ujar Gabriella dengan kata maafnya.
"Tidak apa nak El.Semua itu salah putra tante.Dialah yang harus dipersalahkan atas semua ini.Jika kamu tidak kabur waktu itu,tante gak bisa bayangin sama cibiran orang-orang ke kamu."Cecar nyonya Jalena tersenyum.
"Eh,tante.Masa sih.Bikin El malu aja."celetuk Gabriella lalu tertawa senang karena mengingat kembali kekonyolan yang dia sendiri cipta dihari pernikahannya sendiri.
"Tuan Alex,Jeng.Ayo silahkan minum air tehnya.Mumpung masih hangat."tawar nyonya Jalena.
"oh ya,dimana putra kalian yang bertuah itu."tanya tuan Alexander disela menyeruput air teh hangatnya.
"Ada kok.Masih lagi siap-siap."ucap nyonya Jalena.
Tidak lama kemudian turunlah Shen dari lantai atas.
"Nah,itu orangnya."tunjuk nyonya Jalena kearah anak tangga terakhir dimana Shen sedang berpijak.
Sontak ketiga-tiga tamu itu lalu menoleh kearah anak tangga terakhir tepat dimana Shen sedang berdiri dan kini berjalan menghampiri mereka.
Saat menatap sosok Shen, Gabriella begitu terperagah.Seperti diguyur seember air dingin ke seluruh tubuhnya.Dia begitu amat shock.Ternyata mempelai laki-laki yang kabur di hari pernikahan mereka adalah Shen.
"S..Shen!ternyata b*****n itu kamu?"ucap Gabriella tidak percaya.
"El,ka..kamu..."
Sesaat,hati Gabriella menjadi sakit seakan-akan ada beribu-ribu duri menusuk hatinya.Dia tidak menyangka pria yang dia kenal beberapa minggu lalu,yang dia habiskan waktu untuk berdua,setiap tingkah laku pria itu,kata-kata manisnya ternyata hanya bualan.Dia tidak suka akan hal itu.Ternyata inilah yang dia maksudkan untuk menyelesaikan masalah dengan keluarga.Ternyata dia adalah calon suami Gabriella.Sungguh takdir begitu kejam dengan mereka.Permaianan takdir apakah ini?
Belum sempat nyonya Jalena memperkenalkan Shen secara semuka dengan keluarga Gabriella,wanita muda itu terlebih dulu maju ke arah Shen.Shen yang melihat wanita yang dicintainya itu datang mendekat lantas tersenyum sumrigah.Seakan-akan dia sudah melupakan masalah yang dia telah perbuat beberapa minggu lalu.Mana tidaknya ternyata calon istrinya itu adalah wanita yang menghabiskan waktu berdua dia kota M.Jadi Shen pikir semuanya tampak lebih mudah karena kini mereka sudah kenal diantara satu sama lain.
Plak!!
Tamparan keras singgah di pipi Shen yang tampan dan serta-merta meninggalkan kesan merah samar-samar disana.Tuan Alexander,nyonya Sarena,tuan Farel dan nyonya Jalena secara otomatis meraba pipi masing-masing.Pasti tamparan itu begitu keras sekali apabila mendengar kerasnya bunyi yang tercipta dari tangan Gabriella dan pipi Shen yang menyatu.
"Ternyata pria b*****k itu adalah kamu?"Sentak Gabriella dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Aku benci kamu."pekik Gabriella lagi.Rupa-rupanya inilah kejutan yang dikatakan oleh papanya sejak kemarin.Pantesan aja papanya mengatakan dia harus menyimpan rahasia yang Gabriella turut kabur dari pernikahan dan membantu keluarga mereka balas perbuatan Shen.
"El.. Gabriella!"pekik Shen lalu mengejar wanita itu yang sudah berlari keluar dari rumah.
Di ruang tamu keluarga, kedua-dua keluarga itu tertawa senang kerana menjahili anak mereka masing-masing.
"Kita makan malam dulu.Gak usah khawatir kan mereka.Biarin mereka selesain masalah mereka sendiri.Barani buat ulah,pasti berani ngadepinnya."cecar tuan Farel.
Dua minggu kemudian,resepsi pernikahan antara Gabriella dan Shen digelar dengan begitu meriah.Kadua-dua mempalai yang disatukan semula ini tidak menyangka ternyata takdir jodoh mereka terlalu dekat dengan mereka sendiri.Setelah meluruskan kekacauan tempoh lalu, kedua-dua mempelai ini akhirnya menikmati waktu liburan berdua yang pernah berwarna-warni dan penuh makna.
♥️♥️♥️TAMAT♥️♥️♥️