rasanya sangat rindu, ini sudah tahun ke delapan aku kehilangannya, ini tahun ke delapan tanpa orng yg selalu ada dan ke delapan tahunnya aku lupa bagaimana sosoknya, bagaimana perasaannya ketika orang yang sangat berarti, sangat kita sayang, dia pergi, bukan pergi untuk pekerjaan tapi pergi untuk selama-lamanya, pergi dari sisi kita, dia gabisa ngasih lagi rasa sayangnya, dia gabisa nganter jemput lagi, dia gabisa ngasih semangat lagi, gabisa ngasih support, Ya dan dia bukan teman/sahabat/pacar tpi dia adalah "ayah", sosok yg selalu nemenin keseharian kita.
gimana perasaanya saat itu? sedih? kecewa? marah? mengeluh? menyesal? ya dan semua itu aku rasakan saat ini, ingin rasanya minta sm tuhan, kenapa harus ambil nyawanya sekarang, disaat aku blm bisa ngasih kebahagian, blm bisa jadi anak yg patuh, jdi anak yg mungkin semua orng tua inginkan, knp tuhan?
Rabu, 28 agustus 2012
aku kehilangan dirinya, bulan ketiga ayahku merasakan sakit, ayah yang biasanya tertawa, duduk di halaman depan, membuat lelucon, menanyakan setiap pulang kerja "mau oleh2 apa nanti? " dan ibu selalu menjawab "kaya biasa aja, astor" ya, makanan itu selalu menjadi favorit oleh2 anak2nya, dua bulan sebelumnya, adalah bulan ramadhan, semua biasa, berbuka dengan takjil, setelah itu sholat magrib dan makan nasi, tiba tiba, saat ayahku berangkat taraweh dengan kakakku, ayah tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri, kami semua panik, kakaku langsung membawa ayah kedalam mobil, yg berangkat hanya ibu dan kakakku, aku hanya menunggu dirumah dengan adik2ku, karna aku harua menjaga adik2ku, saat itu ibu mengabari kalau ayah harus dirawat, karna kondisi ayah sangat drop, tensinya sangat tinggi dan pembuluh darahnya sudah pecah, hatiku rasanya kacau, hancur, hanya air mata yg mewakili semua itu, ayah stroke, tidak bisa bicara, semua rasa tubuhnya mati. Hal apa yg menyakitkan selain kabar itu tiba tiba datang? ku rasa bulan ramadhan tahun ini sangat menyakitkan dan menyedihkan. Doa? keajaiban? kesembuhan? semua itu kita panjatkan, semua itu menjadi keseharian yg kita harapkan, adil bukan kalau itu kami minta? yaa, doa dan keajaiban tuhan datang, sebulan ayah dirawat di rumah sakit, hari itu tiba ayah diperbolehkan pulang kerumah, karna kondisinya jauh lebih baik, dan stabil, bahagia? senang? semua itu ungkapan untuk keajaiban ini, meskipun ayah masih sama gabisa bicara, beraktifitas biasa, itu tidak masalah yg penting ayah hadir lagi dirumah ini, kami selalu berkumpul dikamar utama dengan ayah, bercerita, bercanda gurau, ayah selalu mendengarkan dengan serius sambil sesekali tersenyum. senyuman indah yg selalu menenangkan hati disaat semua masalah meronta ronta, disaat penat melanda. tapi tuhan mempunyai takdir yg berbeda dengan apa yg kita harapkan, sebagai manusia kita berharap ayah sembuh dan kembali seperti biasa, tpi menurut tuhan sembuhnya ayah, yaaa.. dengan cara yg berbeda "mengangkat penyakitnya lewat ajal" mala hari, ayah ingin sekali dibacakan quran oleh ibu, dan semua anak2nya, kami turuti dengan mengaji di sekelilingnya, ternyata itu permintaan terakhir ayah, kami semua melihat bagaimna malaikat maut mengambil nyawa ayah, rasanya saat itu hanya doa dan dan air mata yg menemani malam itu.
namaku, Audy salsabila, saat kepergian ayahku, aku memutuskan untuk pesantren, entah ada angin apa aku ingin masuk pesantren, tpi yang jelas saat itu aku ingin sekali memperdalam ilmu akhirat, aku merasa ketika aku mengejar akhirat, mungkin ayahku akan bangga padaku, dan ayahku bisa mendengar semua doa-doa ku, aku merasa dengan aku pesantren aku bisa memberi kado terindah untuk ayahku, yaitu sebuah mahkota di surga nanti.
Ayah, boleh aku meminta? untuk selalu menemani setiap perjuangan ku di negeri ini? boleh aku meminta memelukmu saat aku ingin menyerah? boleh aku bercerita tentang rasa lelah saat di negeri ini? boleh aku menangis saat merindu? boleh aku berharap kau datang kembali? boleh aku iri dengan semua teman2 yg masih mempunyai ayah? boleh aku merasa iri dengan semua rasa cinta yg ayah mereka beri? boleh aku iri, disaat aku ingin bergandengan tangan dengan mu? apa tidak2 apa, aku pernah menyalahkan tuhan untuk semua ini? apa adil jika aku marah? jika aku kecewa dengan takdir?
ayah.. doakan anakmu ini yg masih terus berjuang untuk cita2nya, yg masih harus bekerja keras untuk hidup, yg masih harus berjuang untuk ibu dan adik2 setelah kakak menikah, ayah aku harap engkau melihat diatas sana bagaimana kehidupan kami setelah engkau tiada, hal apa yg harus kami lewatkan sesaat engkau pergi, bukan hanya ibu dan kakak yg harus berjuang, tapi akupun harus berjuang untuk menggantikan posisi kakak setelah menikah, tpi ayah gausah khawatir aku akan selalu berusaha dan tersenyum untuk semua hari hari ini.
ayah, maaf, mungkin aku belum bisa membahagiakan mu saat di dunia ini, tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia saat di surga nanti, ayah maaf, kalau mungkin aku harus mengubur salah satu harapan yg engkau inginkan, maaf untuk semua hal yg pernah menyakitkan untukmu atas sikapku, maaf kalau aku belum menjadi anak perempuanmu yg tegar, perempuanmu yg mandiri, maaf ayah, kalau nyatanya sampai saat ini aku masih menjadi anak perempuanmu yg cengeng, anak perempuanmu yg rapuh ketika kenangan itu datang, maaf untuk semua impian yg belum bisa aku gapai, maaf ayah
Hiduplah selalu di dalam hatiku, gengamlah selalu aku lewat mimpimu, peluklah aku lewat mimpimu, cintai aku lewat mimpimu kembali, aku akan menunggu waktu itu tiba ayah, aku akan selalu siap menunggumu di alam mimpi.
love
anak perempuanmu ❤