“ Hai namaku Linda, usiaku 17 tahun. Aku ingin menceritakan kisahku saat berumur 17 tahun yang sangat menakutkan “.
“ suatu hari, tepat pada hari jum’at. Aku dan teman ku bella sedang mengsurvei tempat untuk menjadi spot foto kenang – kenangan yang akan diadakan sekolah pada akhir tahun.
“ Bella adalah satu – satunya teman dekat ku, dia orangnya lucu, dan sangat lincah. Dia termasuk orang yang tidak percaya akan hal mistis. Pertemanan kami dibilang dukup lama, tepatnya sudah 5 tahun kita berteman, kami tinggal bertiga diasrama. teman sekamar kami adalah murid pindahan 3 bulan yang lalu, namanya Siska. Ia bersikap pendiam, suka menyendiri, sering kali kami mengajak ia bergabung tetapi dia selaluh acuh, dia suka pulang pukul 10.00 malam. Dan berangkat ke sekolah sangat pagi. Kenapa aku bicara seperti itu karena setipa aku bangun tidur dia selalu sudah tidak ada didalam kamar. Padahal itu masih pukul 05.00. tapi itu tak masalah untuk kami. Mungkin dia sedang bekerja paruh waktu atau bisa saja ia masih malu dengan kami. Karena itu dia selalu menghindar.
“ Kembali ketempat spot foto, saat sore hari kami sudah keliling dan mengkabarkan guru – guru bahwa tempat itu aman. Pada pukul 17.00 kami memutuskan untuk pulang Kembali ke asrama. Sebelum masuk asrama. Bella izin pergi ke toserba. Sedangkan aku masuk ke asrama karena sudah sangat Lelah. Ketika sudah sampai ke kamar aku langsung berganti baju. Dan bersiap untuk tidur duluan.
“ Bruk… aku terbangun. Sepasang mataku melihat sekitar. Mataku sekarang tertuju ke lemariku yang terbuka. Aku perlahan mendekat kelemari itu. Ku buka lemari dan… disitu tidak ada apa – apa. Aku pun mengabaikannya mungkin saja aku terlalu bersugesti. Saat kututup pintu lemari, dicermin terlihat seorang wanita dengan wajah yang hancur. Akupun melihat dari cermin seakan tidak percaya. Aku pun melihat kebelakang tidak ada siapa – siapa “.
“ waktu aku menoleh kecermin dan ada didepan ku seakan – akan ingin menarikku kedalam cermin. Akupun takut dan segera lari kea rah pintu untuk keluar kamar. Tapi sialnya pintu itu tidak bisa dibuka. Akupun semakin takut karena wanita itu semakin dekat. Aku berlari kearah tempat tidurku dan menutupi tubuhku dengan selimut, tubuhku mengeluarkan banyak keringat, tubuhku gemetar. Tak lama ada sesuatu yang menarik selimutku. Akupun teriak. Dan perlahan membuka mata.
“ Itu Bella, aku langsung memelukku Bella seperti cemas karena mendengarkku berteriak dengan perasaan yang ketakutan. Aku melihat Siska diambang pintu. Bella mulai pembicaraan
“ Kau kenapa ?”
“ Aku tidak apa – apa, “ jawabku dengan gemetar.
Siskapun mengambilkan air untukku.
“ Jujurlah kau kenapa ?.” tanya Bella.
“ Aku tadi melihat wanita dengan mukanya yang rusak.” Jawabku dengan perasaat yang tidak tenang.
“ Kau hanya kelelahan, tidurlah.” Ucap Siska
Bella pun membenarkannya. Kupikir kejadian itu hanya kemarin saja dan semua akan Kembali seperti semula. Ternyata wanita itu menghantui hari demi hari semakin banyak teror
Akhir-akhir ini siska dan bella sering menemaniku. Aku tidak begitu takut karena mempunyai teman yang selalu menemaniku. Pada suatu hari setelah beberapa minggu diteror, bella ingin berbicara penting denganku.
“Lin, akum au pulang dulu ke rumah mama ya.” Kata bella
“kenapa begitu tiba-tiba.” Jawabku
“maaf lin, mamaku tiba-tiba sakit ga ada yang jaga, ayahku dinas ke luar kota nanti sore.”
Dengan berat hati akupun menyetujuinya.
“baiklah, kau akan menginap berapa lama?”
“aku tidak tahu, aku pasti cepat kembali” jawabnya.
Akupun mengantar bella sampai ke depan gerbang asrama. Tidak berselang lama, siska datang.
“kenapa di sini?”
“a-aku mengantar bella, dia ingin pulang ke rumahnya” jawabku sambil terkejut akan kedatangan siska.
“oh”. Balas siska
“masuklah ke dalam asrama, aku akan bekerja paruh waktu dulu.”
“ya, itu kebiasaan siska. Dia muncul entah dari mana datangnya.
“astaga anak ini seperti setan.” Ucapku dalam hati
“eh, tapi aku sendiri di asrama dong. Aku ikut kamu dong, boleh ya?” membujuk siska dengan hati-hati.
“hm…cepat kunci pintu kamar.” Menjawab dengan sangat dingin
“baiklah..” kubalas dengan menyimpukan senyumku
Setelah beberapa jam, tepatnya pukul 19.00 kami siap-siap untuk pulang. Waktu di gerbang asrama ada yang menyapa siska.
“siska……” teriaknya yang sangat menggelegar
“kenapa kau kemari?” Tanya siska
“boleh aku menginap beberapa hari?, di rumahku tidak ada orang.” Memohon kepada siska
“ti,……”. “boleh” sahutku dengan senang
“terimakasih kak. Namamu?” Tanya dia
“linda. Namamu sendiri siapa?” kuberbalik bertanya
“oh…..aku sisil, sepupu kak siska. Umurku 16 tahun
“oh ……. Kita hanya berbeda 1 tahunan” jawabku
“jangan memanggil kakak.” Lanjutku
“tidak apa-apa kak. Aku menghormatimu.” Jawabnya dengan sangat sopan
“cepat masuk, sudah malam. Mau sampai kapan kalian di situ?” sahut siska
Sesampainya di kamar sisil langsung merapikan bajunya untuk beberapa hari. Dia menempati tempat tidur bella. Tiba-tiba sisil berbicara.
“kak, ada orag di balkon” ucapnya dengan panic
“tidak ada siapa-siapa sisil.” Ucapku dengan terheran-heran.
“kamipun sedikit berdebat, tak lama siska pun angkat bicara”
“biarkan saja, selagi tidak mengganggu”
Tak lama, kamar padam. Terdengar suara wanita sedang ketawa….
“sini ikut denganku linda……haha…..” suaranya sangat menggelegar di gendang telinga kami.
Kami bertiga berpelukan, karena wanita itu semakin mendekat.
“kau pergilah, kembalilah ke tuanmu. Jika tidak, aku akan membakarmu” ucap siska dengan begitu berani.
“siska dengan hantu wanita itu bertarung terlihat sepertinya roh wanita itu tidak kuat dengan bacaan yang dibacakan siska.”
Wanita dengan wajah yang rusak itu melirik kami. Ternyata ia ingin mencekik sisil, akupun memegangi sisil agar tidak melayang.”
Aku membaca doa, apapun itu semua kubaca. Aku ingin meminta pertolongan kepada yang di atas. Raut wajah sisil semakin memucat.
“siska pun semakin panic. Ia langsung membaca semua bacaan, beberapa saat kemudian roh pendendam itu mulai menghilang.”
“namun siska harus terpental, sedangkan sisil jatuh tidak sadarkan diri. Aku mencari bantuan ke kamar sebelah. Untungnya ada beberapa orang yang membantu.
“akhirnya aku menceritakan itu kepada kakek, beberapa jam kemudian kakek datang dengan seorang ustadz.”
“ustadz itu memberi bacaan agar ruangan itu dan membersihkan kami bertiga dari roh-roh negatif.”
“apa kamu mempunyai musuh?” tanya ustadz itu
“tidak pak, setahuku tidak punya.” Jawabku dengan sedikit cemas akan keadaan siska dan sisil.
Setelah siska sadar, aku menawarkan minum untuknya.
“di mana sisil, apa dia tidak apa-apa?” tanya siska
“dia tidak apa-apa, dia sudah dijemput bibimu” jawabku
“apakah kau sudah baikan?” tanyaku.
“sudah. Tapi perbuatan temanmu bisa menyelakakan kita semua. Amarah yang tidak tertahan.
“temanku? Apa maksudmu?” tanyaku dengan heran
“bella yang sudah melakukannya. Dia ingin mencelakaimu tetapi saat itu sisil paling lemah. Maka dari itu roh itu menyakiti sisil dan bukan kau.” Jelasnya.
“bella tidak mungin seperti itu” ucapku tak percaya
“buktinya akan ada, menurutku tangan si pelaku akan membusuk, jadi kita lihat saja tangan bella nanti”
3 hari setelah kejadian
Saat sore hari bella datang ke asrama. Aku heran kenapa tangannya ditutup seperti itu.”
“kenapa dengan tanganmu ?” tanyaku
“tidak tau, tanganku tiba-tiba membusuk.”
“apa yang dikatakan siska benar” ucapku dalam hati.
“kau tidak mau mengaku?” ucap siska yang tiba-tiba masuk kamar
“apa maksudmu, aku tidak melakukan itu.” Ucap bella menahan amarah
“ kenapa kau marah, aku bahkan belum cerita.” Sahut siska
“kau percaya padaku kan linda?” tanya bella dengan panik
“jujurlah bella, kita sudah memaafkanmu” jawabku dengan lembut
“tidak, bukan aku. Bukan aku.” Jawab bella dengan panik
Beberapa tahun kemudian, seorang wanita yang seperti sangat ketakutan.
“apa dia akan sembuh ?” Tanyaku pada seseorang
“kita doakan saja, mungkin dia harus menerima balasan dari yang di atas” jawab siska
Kita sudah menjadi sahabat siska menjadi seorang yang lembut, dia sangat tulus denganku dan tidak lupa dengan sisil. Dia selalu mengikuti kami.
Beberapa bulan kemudian, angin yang sangat sejuk menemani isak tangis dari keluarga bella. Kami terkejut setengah mati dan turut berduka atas kepergian bella yang dibilang sangat cepat. Kami berdoa semoga bella ditempatkan ke tempat yang lebih baik, akhirnya dia tidak merasakan sakit setelah beberapa tahun ini.
Pesanku untuk bella terima kasih telah menjadi temanku. Kita semua menyayangimu.