22:30
Malam ini hujan begitu lebat, Aku berada di rumah sendirian
"aduh kebelet" teriaku berlari kekamar mandi
Saat aku keluar kamar mandi melewati dapur aku berhenti berjalan aku menoleh ke samping “siapa wanita ini bukankah tadi pintu sudah ku kunci semua” itu yang ada di pikiranku aku yakin dia bukan manusia,tapi bukanya aku takut. aku malah terperpesona dengan kecantikannya rambut di sangul, bibir merah merona, bulu mata lentik, baju kebaya merah, selendang berwarna emas, mahkota ular«««CANTIK refleks aku mengatakan itu membuat dia tersenyum.Seketika aku ingat
"ah hp ku" saat aku hendak kembali ke kamar, wanita cantik itu mencekal tangan ku.
Dia membawa ku keluar rumah tepatnya dia membawaku ke kebun di samping rumah.
"mau apa" tanyaku. jujur memang aku tidak takut jin karna aku yakin aku punya tuhan yang akan melindungiku
dia tidak menjawab pertanyaan ku dia hanya tersenyum.
"Aneh"Gumam ku hampir tidak terdengar
toba-tiba ini membuat ku merasa aneh saat aku menegok ke depan ini bukan kebun di samping rumahku melainkan ini seperti hutan rimba.
dia mengandeng ku dan menutup mataku mengunakan kain hitam dan entah membawaku kemana?.
Saat dia membuka kain hitam itu pandanganku melihat ke sekekeling “dimana ini?” itu pertanyaan yang muncul di pikiranku istana yang indah serta wangi,yap wangi melati.
Saat aku melangkahkan kaki masuk ke dalam aku melihat sekita 50 wanita cantik bak bidadari berbaju putih menunduk hormat.dan 50 pria tampan berbaju putih menunduk hormat.
“mengapa mereka menunduk hormat?”tanyaku saat aku menengok kebelakang ternyata ada wanita itu wanita yang ku juluki RATU
"dimana ini...?"tanyaku pada wanita itu
"panggil aku bunda"ucapnya dengan suara sangat enak di dengar
"ini rumah mu sekarang" jawabnnya
"robet !!"
“robet siapa dia?pangerankah”pikir ku
"Iya ratu" seorang pria tampan
"robet !,bawa gadis ini ke kamar yang sudah para pelayan siapkan"perintah bunda(mulai sekarang dia ku panggil bunda) kepada peria tampan itu
"baik.I ratu,mari putri!"ajak nya
tanpa menjawab aku mengikuti nya..
Sekitar 1 menit aku berjalan menaiki tangga aku sampai di depan pintu kamar.Saat pelayan itu membuka pintu kamar.
wah lagi-lagi aku di buat terpeosan kamar begitu luas ber-cat perak dengan ranjang yang berukuran king-size serta pernak pernik lainya
"putri silahkan istirahat dahulu" kata pelayan kepadku
"baik hmmm....pelayan apa di sini tidak ada cemilan aku inggin ngemil"tanyaku pada tama
"ada putri, tunggu disini ya setelah istirahat dan ngemil nanti akan ada 5 pelayan yang akan membantumu mandi"kata tama.. WHAT membantu mandi gila mandi aja ampe di bantuin
"pelayan khusus putri. bawa cemilan serta minuman.putri inggin mengemil!!"Teriak pelayan itu
tak lama datang lah para pelayan membawa cemilan serta minuman
"silahkan putri kami pamit pergi" kata pelayan
Para pelayan telah pergi.
"wah mantab"teriak ku sambil joget-joget untung saja tidak ada yang melihat .Langsung saja aku memakan semua cemilan itu sampai habis ta tersisa karan sedah lelah aku ketiduran.
TOK TOK TOK
Suara pintu di ketuk
saat aku membuka pintu terlihat 3 orang pelayan ternyata wanita cantik bak bidadari yang itu adalah pelayan
"putri mari kita mandi"ajak salah seorang oelayan di antara mereka
"ehh iyaa"bingung aku harus jawab apa
tibalah aku di sebuah ruangan laus ada sebuah kolam renang kecil penuh bunga mawar. eh eh apa ini baju ku di buka oleh mereka seketika aku bingung harus berbuat apa..MALU.aku yakin muka ku memerah bak tomat.mereka menuntun ku ke kolam kecil tadi.salah seorang di mereka tadi membantu ku berkeramas yang satu mengosok tangan dan kakiku yang satu memotong kuku ku. ah aku berasa anak raja. selesai ritual mandi mereka membawaku lagi keruangan di sana banyak gaun
"silahkan putri,inggin gaun yang mana" ucap salah atu pelayan
"hemmm ah yang itu"tunjuku pada gaun berwarna maroon yang simpel sungguh aku gk suka gaun yang ribet sebenarnya aku lebih suka pake kolor hehe
mereka membantuku berpakaian merias ku sampai selesai.
"mari putri ratu sudah menunggu di meja makan"ucap salah satu pelayan
aku hanya menganggukkan kepalaku setekah 1 menit menuruni tangga aku sampai di meja makan.tentunya dengan makanan yang mewah
"ayo sayang duduk"ucap bunda sambil tersenyum.
aku duduk di samping seorang yang sanagt tampan sepertinya dia berumur 18 tahun lebih tmpan dari robet. uh tampan dia tersenyum kepada ku
"sayang ini raja dan ratu dari negeri sebrang,dan yang di sebelah mu itu pangeran tama tentu saja anak dari raja dan ratu teman bunda ini"jelas bunda oh si tampan ini namanya tama..ah mengapa tiba tiba ku merasa canggung
"malam raja,ratu,pangeran tama"sapa ku dengan senyum canggung ku
"tidak usah canggung putri santai saja sebentar lagi juga kau akan menjadi menantu ku"ucap sang raja
"hah?¿" apa maksudnya
"hahahaha ratu putri mu sangat lucu ya"tawa raja tiba-tiba pecah
"hahaha ratu sepertinya anda belum memberi tahu putrimu ya"ucap ratu.maksudnya apa ini
"bunda?"panggil ku minta penjelasan
"sayang sebenarnya makan malam ini adalah acara penyambutanmu.. serta lertunangan mu dengan pangeran tama"jelas bunda..WHAT aku baru lulus SMP woyy
aku terdiam bingung serius
"mengapa putri apa kau tak mau menikah dengan ku?"tanya pangeran tama.sungguh aku tak enak hati menolaknya
"ehh bukan begitu pangeran hanya saja mengapa aku baru di beri tahu"jelas ku pada pangeran.
"ouh sukurlah.. oh iya ibu sebaiknya sekarang saja ya"kata pangeran
"terserah kau saja nak"jawab ratu.apa ini aku bingung
tiba-tiba pangeran menarik tangan ku dengan lembut dan memasangkan cincin.
"pasangkan yang satu lagi ke tangan angeran sayang!"ucap bunda
dengan ragu aku memasngkan cincin di jari pangeran tiba-tiba daguku di pegang oleh nya
Cup... ah mama ciuman pertamaku
"ehmm sekarang lebih baik makan dulu makanan ini"deheman bunda seketika membuat ku melepaskan ciuman ini
"ma mari makan"dengan gugup buru-buru aku makan
di sambut gelak tawa oleh semua yang ada di meja makan
"pelan-pelan putri..kau ini"ucap pangeran tama sambil mengusap rambut ku yang di gerai
Deg "ya ampun jantung diem de loe gausah rese.batinku
selesai makan aku dan pangeran tama di suruh eh bunda untuk jalan jalan sekarang kami ada di taman dekat kolam ikan
saat sedang berjalan tiba-tiba tangan ku di gengam oleh pangeran
Deg "ya ampun jantung diem de loe gausah rese.ih ngeselin banget ni jantung kaga bisa di kompromi.batinku
"putri mengapa dari tadi diam saja hah?"tanya pangeran tama
"tidak apa-apa pangeran"jawabku pura-pura santai pdahal mah aduhh
tiba-tiba dia mengedong ku seperti memanggul beras
"eh eh pangeran!!! turunkan aku, aku takut jatuh"
di jatuh kan aku kedumput di kelitikin perut ku oleh nya habis habisan
"hahahahah pangeran ampunn"teriak ku kegelian orang-orang yang melihat itu hanya tersenyumm
"aku akan terus mengelitiki mu karna kau tadi diam saja"terus mengelitiki ku
"ampun ampun pangeran" setelah dia menghetikan gelitikan nya dia menatap ku lebih dekat dan
Cup.. lagi lagi menciumku tanpa ijin
pipi ku persemu merah aku langsung memeluknya dan mengelam kan wajahku ke dada bindangnya
"yah malu-malu"ucap nya sambil tertawa
"ihhh nyebelin"ucap ku sambil memukul punggungnya cukup keras
"awww nikmat"ucapnya
1 bulan berlalu hubungan ku dengan nya semakin dekat apa lagi mendekati hari pernikahan. sebenarnya ada satu hal yang menganjal di hatiku aku memimpikan aku terbaring di rumah sakit di sana ada mama yang menangis membuatku ingat sudah 1 bulan aku meninggalkan rumah.aku inggin bicara kepada bunda aku inggin pulang hanya saja pasti bunda tidak aka mengijikan itu.
saat ini aku sedang berada di kamar bersandar di dada calon suamiku
"pangeran"
"hmm"
"pangeran, aku ingin pulang"dengan ragu aku berbicara itu
"ini kan sedang di kamar sayang"ucapnya
"Sebenernya"aku menceritakan dari awal bagai mana aku ada di sini itu membuatnya tak percaya ternyata bunda berbohong kepada keluarga nya bunda bilang selama ini aku di bumi sedang ingin merasakan jadi manusia ternyata aku adalah gadis yang dia bawa sungguh dia beneran kaget
"antarkan aku pulang ya pangeran.jika aku bilang bunda aku yakin bunda marah"ucap ku dengan wajah berkaca-kaca
"jadi kau akan meninggalkan ku begitu hah?"ucapnya dengan nada tinggi aku yakin dia pasti sangat marah
"aku rindu..hiks.. hikss aku rindu rumah.."jawabku dengan sesegukan
"lalu bagaimana denganku?"tanya nya
"jika kita berjodoh kita pasti bertemu,hiks aku mohon antarkan aku pulang"ucap ku sambil sesegukan
"dan aku akan setia"sambung ku lagi
"aku akan mengantarmu pulang dengan syarat berikan tubuhmu agar aku percaya kau setia"ucapnya
Deg...."mana mungkin"
"ya sudah berarti kau tidakan se—"ucap nya terpotong
"baik aku mau"jawab ku tanpa ragu yang penting aku pulang
malam itu juga aku memberikan tubuhku untuknya.pagi ini aku sudah berada di hutan bersama pangeran tama
Cup.
"ingat janji mu ya"
"iya"jawabku aku langsung masuk kesebuah asap entah apa itu
tiba-tiba aku berda di rumah sakit disana ramai ada mama,ayah,nenek,tante,om seluruh keluargaku serta teman-teman ku aku berjalan medekati ragaku
Jleb akumembuka mata semua orang orang heboh
"Dokter Dokter" teriak mama
setelah itu dokter datang memeriksakan ku setelah itu mama menghampiriku
"neng"panggil mama sambil tersenyum dengan derai air mata
"mama kenapa aku bisa disini?" tanyaku jelas aku penasaran kenpa aku bisa sampai kaya begini
"begini"mamaku menceritakan kata mama malam itu saat aku di bawa bunda.mama pulang ke rumah malam itu pukul 23.00 ,30 menit sebelum di bawa bunda pergi ,aku tidak ada di rumah semua orang panik paginya aku di temukan di kebun samping rumah gak sadarkan diri saat di bawa ke dokter aku di nyatakan koma.
"ouh"jawabku biasa saja jelas aku tau mungkin yang bunda bawa adalah jiwaku saja. seketika semua menatapku bingung
setelah bangun dari koma hidup ku aneh aku bisa melihat makhluk gaib dan mereka bilang wajahku cantik seperti bidadari kata orang-orang si seperti habis berhubungan badan dengan jin
"eh liat gk tuh si putri cantik ya"
"iya kayak orang abis di anuin ama jin"
"bener tuh jeng"
setiap aku mendengar itu aku selalu ingat dengan malam panjang ku bersama pangeran tama..
Saat siang di SMA
"hai putri aku mau ngomong sama kamu berdua boleh?"tanya riko
"boleh"jawabku
"kamu mau gak jadi pacar aku"
"hah"kaget aku kaget
"aku cinta sama kamu mau ya"riko memohon aduh gimana ya seketika aku inggat pesan tama kalau kamu gak setia kamu akan tau akibatnya.Fix gak akan gua terima ni cowok
"maaf ya aku gk bisa"aku bneran gk enak aku kenal riko dari smp
"yah"dengan langkah gontai riko pergi
Setelah kejadian itu riko sakit entab kenapa aku pikir mungkin dia terlalu berharap.tapi semakin mebuatku aneh adalah
saat di taman waktu itu aku lagi sama joe
"loe mau gk jadi cewek gua" dimas nemabak aku tiba tiba hmm. sama jawabanyanya kayak riko GK
"Sorry ya gk bisa"tolak ku
yang bikin aneh setiap ada cowom yang nyatain perasaanya ke aku cowok itu akan sakit entahlah gua bingung sampae saat ini sampai sekarang gua udah usia 25 thun semua cowok yang mencoba buat deket, atau nyatain perasaan pasti sakit bahkan morgan yang hampir mau perkosa gua besoknya meninggal gilakan banyak orang bilang gua bukan manusia,wanita oembawa sial, apalah segala macemm gua bingung gua gk paham gua gk tau
Entah kapan semua ini berakhirr...
end
Sorry ya kalau gk bagus nanti akan aku lanjut buat novel ya man teman assalamualaikum