Setiap malam ketika ku ingin tidur, pasti ku berhalu terlebih dahulu, apalagi halu ku hari ini ingin bereinkarnasi ke tahun 2021 Bulan Juli-Agustus. di mana di sana aku harus memilih bertahan dan pergi, namun saat itu aku memilih pergi, dan ternyata aku salah pilih, seharusnya aku pilih bertahan bukan pergi.
✨✨✨
(Pukul 22:45)
Mata sudah tidak bisa di buka, tapi pikiran tidak bisa tidur, selain ku berhalu aku sering berpikir yang tidak mungkin terjadi, tapi aku selalu meminta di setiap aku ingin tidur, mimpiku membawa ku kepada apa yang sudah aku halukan dan pikirkan.
"Hmm Andai aku bisa bereinkarnasi ke tahun 2021 di mana aku di tempatkan di dua pilihan yang seharusnya aku pilih bertahan dan pergi, jika itu terjadi aku ingin mengubahnya segera" Gumam dalam Hatiku, lalu entah kemana lah pikiran ku saat itu, mungkin aku sudah tertidur lelap dan sedang berjalan mengikuti si kupu-kupu malam.
Waktu semakin berjalan, Jam alarm sudah berbunyi pada pukul 03:10, aku terbangun dengan cepat, Tidka sebisanya aku semudah ini saat mendengar alarm itu berbunyi.
Namun saat mataku terbuka lebar, melihat jendela atas kamar ku sudah terang menderang, aku merasa aneh dan heran, mengapa pagi (subuh) ini sangat terang!!
Dengan segera aku melihat handphone ku dan melihat luar, ternyata sudah sore, aku kesiangan, aku bergegas segera keluar dari kamar dan dengan cepat membereskan rumah, namun ada hal yang aneh, sepertinya aku berada di rumah yang berbeda, di mana rumah itu lebih luas di banding rumah tempat kerjaku saat ini.
"Mengapa berbeda!!" Melirik sekitar, "Aku tidak sedang bermimpi kan?"
Tiba-tiba seseorang mengagetkan ku dari atas tangga, dia bertanya padaku, "Udah nyetrika nya!?" Pertanyaan dari kakak ipar ku, aku tidak menjawabnya, aku hanya terdiam bingung, apa maksud kakak ipar ku, dan mengapa! aku bisa ada di tempat ini lagi, padahal aku sudah pergi tidak bekerja di sini lagi.
lalu kakak ipar ku bertanya kembali padaku, dan aku tentu tidak tahu, karena aku tiba-tiba ada di sini, Aku jawab saja, "Belum" Saat di tanya pertanyaan itu lagi, lalu kakak ipar ku masuk kamar dan melihat tumpukan baju yang sudah di setrika sudah tertata rapi di sebuah wadah tempat baju.
"Belum gimana!! itu udah semuanya, udah ah, yuk kita makan dulu keburu ibu (Majikan) bangun"
Aku makin bingung, sebenarnya aku ada di mana!! kok bisa satu kerja lagi sama kakak ipar ku, aku belum sadar bahwa aku ada di rumah majikan kakak ipar ku, saat si kaki berjalan, aku melirik kaki ku ku harap menapak, dan ternyata!! kaki ku masih menapak di lantai, tapi kenapa bisa langsung di sini!!
Kakak ipar ku mengambilkan piring untu ku, dan aku lihat-lihat dapur itu aku ingat, dengan adegan ini, pada saat kakak ipar ku memberikan piring nya padaku di situ majikan ku turun dari kamar atas.
Trekk.. Trekk..
Anggap saja jejak kakinya yang turun satu persatu dari tangga.
"Eh teteh!! udah ambil makan nya!!" Tanya majikan ku, aku tidak menjawab dan hanya kakak ipar ku yang menjawabnya, "Ini Bu baru mau ambil" Kata kakak ipar ku, lalu majikan ku itu menyuruh melanjutkan kembali, dan aku pun dengan malu-malu mengambil makanan itu di meja.
Tidak lama saat makanan itu sudah siap di bawa ke markas yaitu kamar, majikan kakak ipar ku bertanya, "Bagaimana soal kuliah itu!! teteh mau kuliah gak? kalo mau nanti ibu daftarin, jurusannya hukum, kalo mau, gimana!!"
Aku terkejut dan hanya melongo, "Bukannya ini adalah yang ku pinta tadi saat aku ingin tidur!! apakah aku bereinkarnasi!! jika benar aku akan mengubah pilihanku, Iya akan ku ubah sekarang" Gumam dalam hatiku.
"Gak tahu Bu, aku masih bingung he" Jawab kakak ipar ku yang sebenarnya dia tidak mau untuk kuliah, namun saat aku ingin berbicara bibirku tidak bisa menguntap dan hanya bisa tersenyum ragu.
"kalo teteh mau gak kuliah, biar ibu yang biayain!!" Tanya majikan ku padaku, lalu aku sudah siap berkata bahwa aku mau, tapi tiba-tiba mulutku menyeleweng mengatakan "Gak tahu Bu, masih bingung" Ucapku yang tidak menyadari aku berbicara itu dan malah di tambah dengan senyuman sedih, padahal aku ingin sekali menjawab iya tapi tidak bisa.
lalu aku dan kakak ipar ku masuk kamar dan makan sampai habis, lalu notifikasi chat Wa berbunyi di hp ku, aku segera melihatnya dan ternyata, kabar duka dari orang tuaku, Di situ aku sedih saat melihat chat dari mama ku, bahwa dia sakit dan nenek juga ikutan sakit.
Aku tidak bisa berpikir dengan baik, aku seketika merasa sedih dan ingin segera pulang untuk mengurus nya, namun saat aku ingin mengetik aku akan pulang, tiba-tiba sinar cahaya keluar dari Hp ku dan keluar sebuah bulatan biru muda dan berhitung mundur dari 59 terus menurun.
"Apa maksud ini!!"
Aku bertanya kepada kakak ipar ku, tapi kakak ipar ku tidak melihat sama sekali jam kecil yang melayang itu, lalu aku menekan jam itu dan tiba-tiba aku berada di ruangan tadi saat aku di tanya oleh majikan ku.
(Bayangan tadi)
"Gak tahu Bu, aku masih bingung he" Jawab kakak ipar ku yang sebenarnya dia tidak mau untuk kuliah. Di situ mulut ku masih tidak bisa berbicara, dan waktu itu masih ada di depan ku dan waktunya makin berkurang.
"kalo teteh mau gak kuliah, biar ibu yang biayain!!" Tanya majikan ku padaku, lalu aku terkejut dan bingung, aku ingat dengan chat dari mama tadi, tapi aku ingin kuliah, Aku melihat jam itu tinggal 10 detik lagi, aku dengan spontan dan yakin dengan jawaban ku, "Saya mau Bu kuliah, tapi boleh saya ijin pulang dulu, mama sama nenek ku sedang sakit dan bapak ku belum kurang sehat banget, jadi aku mau urus dulu mama sama nenek ku, jika aku ada umur aku akan kembali ke sini lagi" Ucap ku mengubah dialog yang tadi sempat di jawab ragu.
lalu majikan ku itu tersenyum dan teteh pun ikut tersenyum, namun saat aku tersenyum dan ingin mengucapkan terima kasih, tiba-tiba semuanya menjadi blur dan hitam tidak terlihat apa-apa, aku mencoba untuk sadar dan bisa melihat keterangan, namun jam itu masih berwaktu dan masih ada 3 detik lagi, aku menatap jam itu dan saat di titik 1, aku terkejut dan segera mataku terbuka.
"Astaghfirullah haladzim" Seketika aku langsung sadar dan mengucapkan istighfar, melirik sekitar, kembali ke semula, aku berada di rumah majikan ku yang sekarang.
"Hanya mimpi, andai itu terjadi"
.
.
.