Kejadian nya tahun 1992, waktu itu mamah sedang hamil besar, sudah menginjak angka 9bulan, dari pagi mamah sudah merasakan sakit dibagian perutnya, namun mamah diam saja, pikir mamah ini sakit bukan karena ingin melahirkan, berhubung waktu itu kehamilan pertama buat mama, jadi mama tidak tau tanda2 nya seperti apa, sebab disaat hamil 7bulan mamah juga sering merasakan sakit dibagian perutnya, namun banyak orang yg bilang itu kontraksi palsu katanya, disaat makan bersama,nenek yang melihat mamah seperti menahan rasa sakit sudah mulai curiga bahwa mamah sebentar lagi mau melahirkan, tidak banyak tanya nenek berinisiatip segera memanggil Emak paraji (dukun beranak) agar bisa membantu persalinan mamah saya, lama ditunggu2 nenek dan Emak paraji datang, mamah yg sudah tidak kuat menahan kontraksi diperutnya, sesekali mengucap istighfar, nenek menasehati mamah untuk sabar, dia memberi dukungan penuh dan mengucapkan kata2 semangat agar mamah kuat, "semua wanita pasti mengalaminya, mereka semua hebat termasuk kamu". makin sore kontraksi perut mamah makin terasa, sampai malam pun tiba, Emak paraji masih sabar dan setia mendampingi mamah, dia sesekali mengelus punggung mama dan melantunkan ayat suci al-Qur'an. disaat waktu sudah menunjukan pukul 10:00 WIB, Nenek, Abah dan Uyut kakek (almarhum) mulai dilanda cemas, melihat mamah yg blm juga melahirkan, padahal kontraksi yg dirasa sudah cukup lama, namun Emak paraji mencoba membuat keadaan menjadi tenang dia berkata "sudah waktunya nanti juga keluar,sabar saja". waktu itu bangunan rumah adalah rumah panggung yg berdinding anyaman dari bambu, berlantaikan kayu papan, jelas bila ada angin kencang pasti terasa dinginnya karena masuk melalui celah2 dinding dan bawah pintu, mamah menggigil kedinginan,selimut dipakaikan menutupi badannya, sampai 3 lapis, namun mamah masih terlihat kedinginan, bibir nya terlihat biru tua, gigi atas dan bawah beradu menghasilkan suara yg terdengar ngilu, mata mamah tiba2 melotot. semua orang mulai panik, abah mengingatkan mamah untuk selalu nyebut Nama Allah dan istighfar, namun mamah malah tertawa dan kesurupan saat itu Almarhum uyut kakek membuka pintu rumah dan keluar membawa sapu lidi sambil dipukul2 kan ke sekeliling dinding rumah, angin tiba2 kencang bahkan terdengar bergemuruh, mamah yg masih kesurupan tidak berhenti tertawa di iringi dengan teriakan yang kencang.
Emak paraji sebisa mungkin berusaha menyadarkan mamah dari kesurupannya, Emak paraji meraih kedua tangan mamah dan menekan bagian urat tangan yang menurutnya bisa membuat makhluk itu tidak akan tahan berlama2 tinggal ditubuh mamah, sementara abah dan nenek memegangi kedua kakinya, ketika tangan itu ditekan dengan kekuatan penuh menggunakan jari jempolnya, mamah terlihat lemas tak berdaya akhirnya mamah mulai sadar dan kembali merasakan kontraksi diperutnya, kemudian Emak paraji berkata kepada Abah, " lebih baik kita pindah saja, jangan dirumah ini" kemudian abah mengbopong mamah,dibawalah mamah ke rumah uyut, yg jarak rumahnya memang berdampingan, sesampainya dirumah uyut,mamah hanya meringis merasakan sakit yg luar biasa, Nenek yang tidak tega berurai air mata melihat mamah sambil berkata "ayo nak cepatlah lahir, kasihan mama kamu sudah tidak kuat". lolongan anjing diluar terdengar sangat kencang ,cukup membuat resah mendengarnya, kebetulan dikampung saya memang ada beberapa orang yang sengaja memelihara anjing untuk diajak berburu babi hutan( bagong),ke lahan pertanian petani yang berada diatas bukit. kemudian Emak paraji mengecek kira2 sudah pembukaan berapa, ternyata sudah pembukaan 6 , sambil berkata "sabar Neng sebentar lagi juga lahir" malam itu menjadi malam yg panjang buat mamah, malam yg akan menjadi sejarah dalam hidup'y ,mama meneteskan air mata dipipinya, mamah ingin ada Bapak disampingnya, namun kala itu Bapak sedang bekerja dikota tangerang & belum waktunya pulang, sekalinya mengabari pun susah krn waktu itu sama-sama tidak punya handphone, bila ada keperluan mendesak pun harus menggunakan jasa wartel berbayar, sementara hari itu sudah larut malam wartel yang dituju jarak nya cukup jauh, mamah menyadari hal itu. makanya mamah tidak ingin memaksakan keinginan nya untuk ditemani bapak, sebab bila malam itu bapak dikabari pun belum tentu bisa langsung pulang dikarenakan tuntutan pekerjaan sebagai security yg mengharuskan bapak untuk selalu stand by bertugas sesuai jadwal yang sudah dibuat, kalau pun bisa meminta izin acara keluarga, itu harus dari jauh-jauh hari, tidak bisa dadakan.kembali ke cerita mamah, wajah mamah tiba2 pucat pasi, bibir nya kering, nenek membuatkan mamah segelas air teh manis hangat, mamah meminumnya sampai habis,
mamah meminta pergi ke kamar mandi, mama bilang seperti ingin buang air besar, tapi Emak paraji melarang'y "sudah klo ingin buang air besar disini saja tidak apa2" karena Emak paraji sudah menduga sebenarnya mamah ini sudah mau melahirkan bayi yang ada diperutnya, barulah Emak paraji menuntun mamah mengatur nafasnya, mamah teriak "Emak, saya sudah tidak kuat", sementara di atas atap terdengar sangat gaduh sekali,ada yang seperti berlarian ada juga terdengar seperti pasir yg di taburkan ke atas genteng rumah, Abah,nenek dan uyut tidak berhenti berdoa untuk keselamatan mamah dan bayinya, tak hanya itu tiba2 diruangan rumah tercium aroma sirih yang sangat kuat, padahal saat itu tidak ada yang sedang nyirih ( nyepah ). Emak paraji langsung bilang " dulu disini ada ga yg suka nyirih (nyepah) tapi orang nya sudah meninggal?". Nenek merasa di ingatkan, "ada" kata Nenek almarhumah Mak Onah(samaran) dulu dia seorang dukun yg bisa menyantet,mengguna2 orang lain, tapi hidupnya sendiri menyepi tiga kali menikah sama sekali tidak mendapatkan keturunan bahkan sempat meminta agar mamah saya jadi anak angkat nya waktu itu, kebetulan Nenek saya mempunyai 5 orang anak, tapi nenek dengan lembut menolaknya karena nenek takut nanti t'jadi apa-apa sama mamah, namun mak onah selalu berbuat baik ke mamah sampai2 disaat dia meninggal dunia karna kalah ilmu sama lawan tandingnya, Mak onah sempat berkata, kalau mamah nanti disaat remajanya akan jadi bunga desa, akan ada banyak lelaki yg suka padanya, waktu itu nenek kaget mendengar ucapan Mak Onah, Nenek menduga klo mamah di beri ilmu asihan atau pelet oleh nya,tanpa sepengetahuan mamah, karena benar disaat mamah mulai beranjak dewasa banyak yang suka kepada mamah, bahkan sampai ada yang main dukun,hanya sekedar ingin memiliki mamah, namun alhamdulilah nya mamah punya kakek uyut dari abah yg berasal dari jampang, saat kakek uyut masih ada,waktu itu mamah dibentengi ilmu pelindung agar tidak bisa kena kiriman dari orang lain, sementara orang yang sempat mengirimkan sesuatu ke mamah,kiriman itu berbalik kedirinya, dari sana Nenek merasa kesal kepada Mak Onah.mendengar penjelasan dari Nenek, Emak paraji tiba" berkata "Mak Onah kalau kamu sayang sama anak ini,pergilah dari sini!!!" tak lama kemudian aroma bau sirih yg menyengat itu pun perlahan hilang tidak tercium lagi, sementara kegaduhan yang ada di atas atap rumah masih terus berlanjut, suara anjing terus menggonggong seakan mengiringi kepanikan dimalam itu, Emak paraji merasa cemas karena seumur hidupnya baru mengalami hal semacam ini, puluhan tahun dia membantu persalinan orang-orang biasanya aman-aman saja. "seperti nya aroma tubuh si neng, tercium wangi sama makhluk diluar sana sehingga mereka datang" Emak paraji meminta pangle (panglai) kepada nenek, dia bertujuan ingin menutupi wangi tubuh mamah memakai pangle(panglai) karena menurutnya makhluk halus tidak suka dengan bau semacam ini, Nenek segera keluar dia pergi kebelakang rumah karena disanalah nenek menanam pangle(panglai) beserta bumbu dapur lainnya, Nenek segera mengambilnya, rasa takut saat itu hilang karena rasa sayangnya kepada mamah yang begitu besar, kemudian pangle (panglai) itu ditumbuk dan dikasih sedikit air, dengan membaca basmallah Emak paraji langsung mengoleskannya keseluruh bagian tubuh mamah, tak lama kemudian suara gaduh di atas atap mulai hilang diiringi suara cekikikan wanita yg terdengar nyaring ditelinga, semua yg ada dirumah mendengarnya sangat jelas, "Alhamdulilah,mudah2an tidak ada gangguan apa-apa lagi ya neng" mamah hanya mengangguk, seperti sudah tidak bisa berkata apa-apa. sementara diluar rumah suara anjing masih terdengar menggonggong, Emak paraji masih merasakan kehadiran mereka saat itu, tapi dia berusaha membuat mamah hanya fokus sama kelahiran anaknya, tak lama mamah berkata "Emak saya sudah benar2 ga kuat, perut saya rasanya mual". Emak paraji dengan sigap berkata "Ayo Neng, sudah waktunya skrg keluarkan tenaganya" kemudian mamah mengejan sekuat tenaga dibarengi teriakan yg cukup kencang, Alhamdulilah, lahirlah anak pertama mamah dengan suara tangisan yg sangat kencang,beratnya 3,8kg dengan panjang 49cm berjenis kelamin perempuan. semua mengucap syukur penuh haru, begitu pun dengan mamah dia tak henti berkata "Alhamdulilah" sambil tak kuasa menahan tangisnya :'
mamah pun berkata "Sini mak, saya mau gendong anak saya" dalam keadaan bayi yg masih berlumuran darah karena belum sempat dibersihkan hanya berbalut kain pernel mamah menggendong bayinya, namun tiba2 mamah tertawa seperti kesurupan dan menjilati darah yang ada di kepala dan badan bayi" :O
Mereka kaget, melihat apa yg dilakukan mamah. saat itu mamah melihat bayinya seperti makanan lezat yg siap untuk disantap. Abah yang baru saja kembali masuk kedalam rumah, karena sempat ke kamar mandi yang berada diluar untuk mengambil air wudhu, di buat kaget menyaksikan itu, Abah dengan cepat merebut bayi dari tangan mamah,dengan suara parau nya segeralah abah mengumandangkan suara adzan ditelinga sang bayi, mamah terlihat kesal dan mamah berkata sambil beteriak "kembalikan bayi itu,dia milik saya ha.. ha.. ha".
Emak paraji tidak habis pikir, kenapa mamah masih saja kesurupan, "apa si Neng ini termasuk orang yg tulang iga nya renggang?" celetuknya dalam hati, karena menurutnya orang yg tulang iga nya renggang rentan sekali kesurupan (ketempelan) maklhuk halus. kali ini uyut kakek mengambil tongkat bambu kuning miliknya,kemudian tongkat itu dipukulkannya sebanyak 3 kali ke badan mamah, pukulannya tidak kencang namun cukup membuat mamah meringis kesakitan, Nenek yang saat itu menyaksikan, hanya bisa menangis sambil berkata kepada uyut kakek "sudah pak,kasihan jangan dipukul terus" pinta Nenek. tak lama mamah pun pingsan, Nenek berusaha menyadarkan mamah, sementara Emak paraji, mengurus bayinya dulu, bayi itu dimandikan air hangat dari termos sebab klo harus memasak dulu pasti lama kasihan bayinya, setelah selesai mandi segeralah bayi dipakaikan kain (dibedong) biar badannya hangat.
Kemudian Emak paraji meminta Nenek untuk memasak air panas, untuk memandikan mamah. karena mandi wiladah bagi seseorang yang habis melahirkan sebaiknya disegerakan jangan ditunda-tunda. bayi tiba2 menangis mungkin dia mulai merasakan haus, karena dari tadi dia blm sempat meminum asi mamahnya, sementara mamah blm juga sadar dari pingsan nya. Nenek mulai merasa cemas melihat bayi yg menangis dan mamah yg belum sadarkan diri.kemudian Nenek sebisa mungkin meredakan tangisan bayi dengan cara menggendong nya, cukup lama berada digendongan akhirnya bayi pun tertidur. mamah yg baru saja sadar, ingin sekali menggendong bayinya, namun Nenek menolaknya dengan alasan kasian sama mamah, "istirahatlah dulu, biar bayi ini ibu yg urus" padahal Nenek takut kejadian tadi terulang lagi. sebisa mungkin saat itu Nenek menjauhkan mamah dari bayinya. Air sudah mendidih kemudian Emak paraji mengajak mamah untuk mandi dulu walaupun saat itu sudah larut malam "Ayo neng, skrg waktunya mandi wiladah,mandi ini wajib bagi seseorang yg habis melahirkan!" mendengar ajakan Emak paraji, mamah hanya menganggukkan kepala.
Karena kamar mandi berada diluar rumah, rasanya tidak mungkin membawa mamah malam-malam keluar, kemudian Emak paraji memutuskan untuk memandikan mamah didapur yg berlantaikan bambu gombong (talupuh) sehingga air akan cepat turun kebawah, melalui celah-celah bambu dan tidak akan membuat airnya menggenang. kemudian mamah mandi diantar Emak paraji, setelah selesai mandi,mamah ditawari makan dan minum air teh hangat, karena tadi mamah terlalu banyak menguras tenaga,setelah mamah makan mamah beristirahat.
Menyaksikan mamah dan bayinya tertidur pulas, Emak paraji segera membawa ari-ari bayi untuk dibersihkan (dicuci), karena kamar mandinya berada diluar, Emak paraji tidak berani dan meminta uyut kakek untuk mengantar dan menemani'y. sebab keadaan saat itu masih malam dan ari-ari bayi yg masih berlumuran darah akan tercium wangi oleh makhluk halus, cukup lama Emak paraji mencuci ari-ari bayi itu, tiba2 terdengar suara anak ayam yg entah dari mana asalnya, suaranya jelas namun terdengar jauh, Emak paraji mulai merasakan keanehan, punggungnya terasa berat seperti sedang menggendong sesuatu, emak paraji tidak menceritakan apa yg dialaminya kepada uyut kakek, setelah selesai segeralah Emak dan uyut kakek masuk kedalam rumah, Emak paraji mengambil garam,kunyit, jahe dan asem jawa untuk membumbui ari-ari bayi itu, fungsinya agar bau amis nya hilang tidak tercium oleh makhluk halus dan hewan liar.
setelah selesai dibumbui, kemudian ari-ari itu di masukan kedalam wadah yg terbuat dari awi gombong (bambu besar) yg sebelumnya dari jauh2 hari sudah disiapkan. kemudian abah dan uyut kakek segera keluar menggali tanah dan menguburkan ari-ari itu sedalam mungkin, sementara Nenek menemani mamah dan bayi yg sedang tertidur. Emak paraji sendiri sedang berusaha mengobati punggungnya yg terasa berat. dibacalah ayat kursi dan surat Annas, tiba2 punggung Emak paraji terasa ringan. setelah semuanya selesai alhamdulilah keadaan menjadi baik-baik saja.
Esok paginya, kabar bahwa mamah melahirkan dengan cepat sampai ditelinga warga, mereka tidak tahu apa yg dialami mamah semalam, mereka berdatangan silih berganti menyambut kelahiran bayi mamah, namun bayi selalu menangis begitu juga dengan mamah yg tiba2 tidak bisa menggerakkan badannya, mamah seperti terserang penyakit stroke, sebab tangan kaki dan badan nya sama sekali tidak bisa digerakkan, Nenek, Abah ,uyut dan Emak paraji mulai dilanda cemas mereka kebingungan, begitu juga dengan orang2 yg sedang menengok mamah yg tidak tahu cerita apa yg dialami mamah waktu melahirkan bayinya semalam,dalam keadaan seperti itu bayi terus saja menangis, sementara saat didekatkan kepada mamah untuk meminum asi, tangisnya malah makin menjadi-jadi. bayi tidak mau meminum asi mamah. Nenek kebingungan,kemudian karena merasa iba,ada salah satu warga yakni Bi Ai,menawarkan bantuan bahwa dia siap memberikan asinya kepada bayi mamah,karena kebetulan dia juga sedang menyusui anaknya yg berjenis kelamin perempuan yg baru berusia 1tahun, mendengar itu dengan senang hati nenek mengizinkan, alasan nya demi kebaikan bayi mamah. kemudian mulailah Bi Ai Memberikan Asi nya kepada bayi, saat itu bayi tidak pernah rewel, karena merasa kenyang,Nenek sangat berterima kasih kepada Bi Ai.
waktu terus berjalan, tak terasa sudah 3 minggu lamanya selama itu bayi diberikan asi oleh Bi Ai :'( mamah yg keadaannya masih seperti itu,padahal sudah berobat kesana kemari belum juga membuahkan hasil, seluruh badannya masih belum bisa digerakkan,hanya bisa berbaring ditempat tidur, dengan kondisi tinggal kulit membungkus tulang, keadaan nya sudah sangat menghawatirkan :'( hari itu Nenek,Abah dan uyut putus asa,mereka sudah ikhlas andai mamah dipanggil sang kholik, karena mereka tidak kuat melihat keadaan mamah, perjuangan dan pengorbanan mamah melahirkan bayi pertamanya begitu besar. disaat malam, Abah bermunajat kepada Allah SWt, dia sama sekali tidak beranjak dari sejadah yg didudukinya, dengan berlinang air mata Abah meminta kesembuhan untuk mamah :( Abah meminta petunjuk apa yg harus dilakukannya, karena lelah jiwa dan raganya, Abah tertidur diatas sejadah kemudian Abah bermimpi, didalam mimpinya Abah hanya melihat ruangan yg sangat gelap dan tiba-tiba terdengar suara yg menggelegar menyuruh Abah untuk memukulkan tongkat kuning milik uyut kakek ke badan mamah. mimpi itu membuat abah terbangun, masih terdengar jelas ditelinganya tentang tongkat bambu kuning milik uyut kakek, tidak menunggu lama abah meminjam tongkat bambu kuning kepada uyut tanpa bercerita apapun, setelah tongkat bambu kuning berada ditangannya,disaksikan Nenek dan uyut kakek, Abah memukulkan ke badan mamah yg saat itu sedang tertidur, pukulan itu tidak kencang namun mamah meraung-raung kesakitan suara nya berubah menjadi nenek2 " ampun... ampun.. " tak lama tercium aroma sirih yg sangat menyengat dari badan mamah kemudian mamah pingsan, setelah sadar alhamdulilah mamah mulai bisa menggerakan seluruh badannya dari mulai tangan kaki, Abah Nenek dan uyut menangis haru. semenjak itu keadaan mamah berangsur membaik,bayi yg tadinya tidak mau dekat dan diberikan asi sama mamah, sekarang mulai tenang saat mamah gendong dan bayi mau meminum asi yg mamah berikan, semua warga ikut senang melihat kesembuhan mamah, "Alhamdulilah" :)
TAMAT.
NB: Cerita ini diambil dari kisah nyata seseorang, jadi seolah saya berperan sebagai orang pertama dalam cerita yang menceritakan kisah tersebut.
Thankyou for reading guys 😊
Salam hangat dari Author Nicha 🤗