Bukan waktu yg salah namun aku yg kurang peka akan perasaanku sendiri apa aku bisa memperjuangkan cintaku atau kembali merelakan yg datang untuk pergi lagi💔
ini aku Reina aku adalah gadis biasa dari keluarga sederhana saat ini aku menginjak bangku sekolah menengah pertama atau biasa orang menyebutny SMP
tahun ini aku aku kelas 3 SMP
seperti yg lain aku juga punya sahabat ya ga banyak cuma 2 namanya Deva dan Novi
seperti biasa aku melakukan aktivitas disekolah seperti yg lainya sampai akhirnya aku mendengar kabar bahwa akan
ada murid baru dikelasku
mendengar kabar itu haih sontak semua pun exatide ya secara yg aku dengar katanya murid baru itu cowo dan dia sangat tampan
sampai akhirnya terdengar suara bell
kring kring kring bell yg menandakan bahwa jam pelajaran akan segera dimulai
tiba tiba....
Tak Tak Tak
terdengar sebuah langkah kaki menuju kekelas kami
mendengar itu semua murid yg ada dikelas pun terdiam dengan wajah dan ekspresi yg penuh dengan rasa ingin tau..
semua sibuk berbisik
"kira2 murid baru itu gimana ya "
"aku dengar katany dia sangat tampan"
"wahh aku sangat penasaran"
"huss dia datang"
Ya dan benar saja tiba tiba pintu kelasku terbuka aku melihat 1 sosok dan ada satu bayngan yg mengikutinya dari belakang y tidak salah lagi itu guru MTK kami dan si murid baru..
jujur..
ya dia memang tampan tapi buatku tampan itu sudah biasa..
haih lagi2 pemandangan itu wajah murid cewe yg penuh dengan kekaguman
"OMG tampanya "
"kira kira namnya siapa y"
"dia tampan valid no debat"
"hehe harus gue gebet nih"
"haih dasar" Reina memutar bola matany tandany dia malas mendengar ocehan2 yg g jelas
tanpa basa basi gurupun menyuruhny untuk memperkenalkan diri
"Hai perkenalkan namaku Wily Devandra" ucap si murid baru
"intruksi" murid 1
"Iyah ada apa " guru
"nama panggilanny siapa ya" murid 1
"kalian bisa memanggilku Willy " ucap si murid baru
"oke" ucap semua murid
"baik nak Willy kamu boleh duduk disebelah Reina"ucap guru
"hhh h-hhah apa saya " ucap Reina sambil menunjuk dirinya sendiri
"iyyah kamu bangku sebelah kamu kan kosong yg lain dah penuh" ucap guru
"tapi pa saya lebih suka duduk sendiri" ucap Reina
"kamu mo nurut atau mau bapa hukum"ucap guru
"iyah2 pa " ucap Reina dengan nada malas
"nah nak Willy sekarang kamu boleh duduk" ucap guru
"baik pa" ucap Willy
Willy pun berjalan menuju bangkuny ya tepatny tempat duduk kosong yg berada disebelah Reina..
"Hai salken aku Willy" ucapny
"Iyah udah tau"ucap Reina
"jutek banget"ucap Willy dalam batin
"ga usah ngebatin"ucap Reina
"eh"ucap Willy
ya jujur aku risih harus 1 bangku dengan murid baru cowo lagi tapi seiring berjalanya waktu aku jadi terbiasa Willy anakny asik setiap dikelas kita sllu bercanda y ketawa bareng ngetawain hal hak y bisa dibilang sih ga lucu2 banget berhubung kita anakny receh jadi y dikit 2 ketawa ngakak padahal ga tau yg diketawain apaan..
dari situ kita jadi semakin dekat namun bukan sebagai sahabat melainkan lebih dari itu ya seiring berjalanya waktu hari demi hari sikap Willy semakin hangat pada ku bahkan dia sllu ngasih perhatian dalam hal hal kecil
yg membuatku nyaman
dan akhirny dihari Minggu tepatny pukul 06.30 Willy mengajakku bertemu dicafe ya aku mau karna aku fikir
kita kecafe hanya untuk berbincang bincang biasa layakny teman yg sedang mengobrol nyatanya aku salah
di hari itu Willy mengatakan hal yg benar2 membuatku terkejut dia menyatakan perasaanya padaku
sontak aku pun kaget
dan aku juga bingung aku suka atau tidak dengan Willy
saat itu aku tidak menjawab pertanyaanny
"tidak apa2 tidak perlu jawab sekarang"ucap Willy
aku tersenyum aku bersyukur Willy mau mengerti situasi ku
2 hari kemudian tepatnya dihari ulan tahun ku aku berniat menjawab pernyataan cinta Willy waktu itu karna sekarang aku tau bahwa aku mencintainya
dan waktu menjukan pukul 08.45 aku mendapat 1 pesan masuk
twing twing
mesege from Willy : happy birthday Reina wish u all the best ya tetep jadi Reina yg aku kenal
mesege to Willy : iya makasih Will oh ya Will ada yg mau aku omongin
saat aku ingin bilang aku mau menjawab pertanyaanmu waktu itu bahwa aku mencintainya ya sekarang aku menyadari perasaanku aku bukan nyaman sebagai sahabat tapi perasaan nyaman ini karna aku mencintainya
tiba2 aku mendapat pesan dari Devi ya dia sahabatku dia mengirimiku sebuah foto ya pria yg sedang mencubit pipi wanita dan y mereka terlihat sangat bahagia yg tidak lain itu adalah Willy dengan Novi sahabatku
ntah sejak kapan mereka dekat, saat ini detik ini hatiku benar2 hancur berkeping2 apa ini yg dinamakan sakit tapi tak berdarah
ditambah lagi Devi memberitahuku bahwa mereka jadian hari ini tepatny dihari ulang tahunku
hhh hadiah yg luar biasa aku tak menyalahkan waktu bahkan keadaan aku menyalahkan diriku harusny aku tak memaksakan diri untuk menyadari bahwa aku mencintainy atau tidak
dan sekarang ketika aku menyadari bahwa aku jatuh cinta ternyata semuany sudah terlambat dan..
ketika cinta datang Terlambat pilihanny hanya dua merelakan atau bertahan dengan perasaan meskipun menyakitkan💔
end#