Lahir dari keluarga kaya ternyata tidak membuat seseorang bisa bahagia! kemewahan dan harta tidak bisa menggantikan kasih sayang, cinta dan perhatian.
"Aku tidak pernah meminta dilahirkan ke dunia ini tanpa Seseorang yang mencintaiku titik kematian Mama bukan salahku pah....! Bukan salahku!"
Gadis berambut pelangi itu berlari ke arah mobil kebanggaan Inggris itu dan tak lama kemudian Jaguar itu Pun Menghilang bersamanya!
angin Jakarta pada malam hari lumayan dingin, ditambah AC mobil yang tak pernah berhenti membuat suasana semakin dingin!
"Hallo Pa,loe dimana? How lagi ngadain pesta nih dirumah! Datang dong kesini!" Suara yang keluar dari iphone 14 milik gadis yang membawa jaguar itu!
" Sorry ni Lee, goe nggak bisa!" Jawabnya malas.
"Dasar loe Hampa! Sekali-kali nikmati dong hidup loe! Udah ah...,loe malas ngomong sama orang yang nggak punya semangat hidup kayak loe! Hati-hati loe bawa mobil,awas nabrak lagi...!" Tanpa rasa kesal Hampa pun mematikan ponselnya agar tidak ada yang mengganggu kesendiriannya!
*
" heran deh aku sama tuh cewek, biasa aja enggak punya temen di kelas ini!" ucap seorang siswa di pojok kelas.
"Tau tuh...,kalau gue si bisa mati kesepian kala...! Ha...ha...ha...!" sambung Jennie yang nggak suka pake rok!
Di sekolah ini setiap siswa boleh berekspresi sesuka mereka, asal nilai pelajarannya tetap bagus! contohnya Jennie ini! Dia memang suka sekali melanggar peraturan sekolah, tapi dia juga tetap selalu jadi juara kelas!
Di kejauhan sekolah terlihat seorang gadis sedang duduk dibawah pohon beringin...! Ih...,itukan pohon seram kalee...!
Setiap pulang sekolah Hampa Pasti duduk di sana, mencorat-coret kertas sebagai temannya!
"Kenapa ya Hampa suka sekali menyendiri disana?" bisik seorang gadis dari jendela perpustakaan yang menghadap taman belakang sekolah.
"Cahya,ngapain kamu disitu?" Gadis itu terperangah mendengar teriakan Sa'adah.
"Ah kamu ngagetin aku aja si...!" Cahya tersenyum sambil menarik jilbabnya yang melorot kedepan!
"Kamu tahu Dah apa yang dilakukan Hampa dibawah pohon itu?" Cahya menunjuk keluar jendela.
"Tidak! Tapi aku nyakin hobby nya memang seperti itu,sendiri dan menutup diri!" Sa'adah mulai menghampiri jendela,ada hari dihatinya melihat Hampa disana.
"Aku ingin sekali menjadi temannya,menemani kesendiriannya itu! Ya,mungkin kehadiranku bisa membuatnya tertawa seperti ini,hahaha,hehehe,hihihi...!" Sa'adah langsung menjitak kepala temannya yang tertawa seperti kuntilanak itu!
"Udah ah...,kamu mah malah merusak rasa haru yang kita bina barusan tadi tau!" Kedua gadis berjilbab putih itu tertawa serentak diiringi langkah mereka kembali kekelasnya!
*
Daun kering berguguran mengiringi langkah Hampa dari halaman belakang sekolah menuju tempat parkir mobilnya.
Hari ini Hampa akan pergi ke Anyer seperti yang biasa ia lakukan setiap hari sabtu,duduk sendiri di tepi pantai tanpa seorang pun yang menemani!
Sebotol air mineral dan sekantong keripik kentang sudah cukup untuk menemaninya sampai malam nanti.
Hampa suka sekali memotret,maka tak heran kemanapun ia pergi,ia selalu membawa kamera kesayangannya itu.
Hampa terus melaju Ferrari 512TR itu dengan begitu cepat menembus angin pantai!
Minggu pagi si kepala merah itu sudah terparkir didepan rumah Hampa yang bertingkat tiga itu!
Tak lama sesudah mandi dan ganti baju,Hampa meluncur dengan skateboardnya!
Biasanya dia sarapan di warung Pak Agung disebrang rumahnya tiap hari minggu. Tukang warung itu sudah terbiasa ngobrol sendiri dengan Hampa,ya karena Hampa tidak pernah menimpalinya ngobrol.
Tapi Pak Agung tidak pernah kecewa dengan sikap dingin Hampa,itu karena Hampa selalu membayar lebih harga lontong sayur nya itu!
"Pak Agung lontong sayur nya dong satu porsi,biasa pake bakwan oke!" Suara seorang gadis akrab di telinga Hampa.
"Eh Hampa,selamat pagi! Wah masih suka main skateboard nih!"
Hampa cuma manggut-manggut.
"Gimana masih suka nongkrong sama anak-anak dari ISA,Indonesia skateboard Association itu loh!"
Sekali lagi kepala Hampa manggut-manggut sambil mengunyah lontong sayur Pak Agung itu.
"Neng Cahya,ini atuh lontong sayur nya!" Pak Agung menggulingkan semangkuk lontong sayur ke Cahya.
Gadis berjilbab hitam itu tersentak dari bengong,melihat Hampa menghabiskan lontong sayur nya itu!
*
Pagi yang cerah!
Hari ini Hampa pergi ke sekolah naik bus biasa,tanpa membawa jaguar atau ferrarinya.
"Hampa kamu mau kemana?" Tanya Cahya ketika bertemu Hampa di bus.
"Kok nggak bawa mobil seperti biasanya?" Cahya menghampiri Hampa.
Hampa mengambil topi kupluk dari dalam tasnya.
"Bosen!" Jawab Hampa sambil menutup rambut pelanginya itu!
"Bang depan berhenti ya!" Tanpa pikir panjang Cahya ikut turun bersama Hampa yang sudah berganti baju itu.
"Eh ngapain loe turun disini? Sekolahkan masih jauh!" Hampa heran melihat si jilbaber turun bersamanya.
"Aku mau ikut kamu!" ucap Cahya tegas
Sejenak Hampa terdiam!
"Lu bilang apa barusan? Mau ikut sama gue? Nggak bisa...!" Tangan kanan Hampa menggeleng-geleng sedang yang kirinya mengambil sebuah kacamata hitam dari saku jaketnya.
"Kok nggak bisa si? Pokoknya hari ini Aku ingin ikut kemanapun kamu pergi,titik!" Cahya bersih keras untuk tetap mengikuti Hampa kemanapun ia pergi hari ini!
Cahya tidak tidak tahu hari ini hampa akan pergi ke mana. dia cuma bisa mengikutinya dari belakang.
"Pak tiket yang sama dengan orang itu! Lelaki separuh baya itu mengulurkan sebuah karcis jurusan Bogor kepada Cahya.
"Tiket jurusan Bogor?" Cahya heran untuk apa Hampa pergi ke Bogor?
sepanjang perjalanan Cahya terus mengawasi hampa yang berdiri di dekat pintu kereta itu.
"Nggak pusing apa?" Pikir cahaya dalam hati.
Setelah melewati beberapa Stasiun akhirnya Hampa pun turun di stasiun Bogor dan Cahya pun ikut mengejarnya!
Untunglah Hari ini Cahya sedang haid jadi dia bisa leluasa mengikuti Hampa yang memang tak mau salat.
"Nih pakai jaket, biar enggak ketahuan banget anak SMA!" Hampa melempar jaketnya ke arah Cahya.
Ini adalah kali pertama Hampa pergi dengan teman sekolahnya!
Udara sejuk Bogor sudah tercium oleh mereka sejak turun dari angkot berwarna hijau itu.
Setelah memberikan tiket masuk kepada penjaga, Hampa langsung menyalahkan Kameranya.
Ada banyak sekali kelelawar di pohon-pohon besar di sana!
"Boleh aku bertanya? Kamu itu kenapa sih suka sekali menyendiri? Tanya gadis bergaya detektif, eh bukan reporter itu tersenyum!
"Aku suka ketenangan, dan dikesendirian lah aku mendapatkannya!" Cahya termangu, ternyata hampa bisa juga bicara lembut dengan nya.
"Apa sebabnya membuatmu suka menyendiri dan menutup diri dari teman-teman di sekolah?" Hampa kembali memotret pohon-pohon di Kebun Raya Bogor itu!
"Aku tidak suka membagi kesedihan ku dengan mereka, aku tidak suka bercanda, tidak suka bicara seperti kalian dan aku tidak suka mencampuri urusan orang lain sepertimu!" Hampa menatap sekilas Cahya.
Alis Cahya sedikit naik!
"Maksudmu barusan apa? Aku tak bermaksud mencampuri urusan mu, aku hanya ingin membantumu dan apa itu salah?" Cahya menghampiri Hampa yang terdiam menatap orang orang berjalan di depannya.
"Aku ingin menjadi temanmu berbagi! cobalah Buka Hatimu, biarkan aku dan teman-teman masuk ke dalam duniamu! lagi-lagi hampa kembali memotret. Kian lama Kian jauh dari Cahya.
"Hai aku sedang bicara denganmu, berhenti!" Cahya berlari mengejar hampa yang semakin jauh darinya.
"Berhenti kubilang!" Cahya meletangkan tangannya didepan Hampa.
"Dengarkan aku! duniaku tak seindah yang kalian bayangkan! Kalian tidak perlu susah-susah masuk ke sana! karena kalian pasti akan tenggelam di dalamnya! ucap hampa sambil memegang bahu Cahya dan membiarkan kameranya bergelayutan dilehernya.
Hari mulai beranjak sore, kedua gadis itu pun beranjak meninggalkan Bogor yang mulai gelap.
"Nggak takut diomelin nih bolos dan pulang sampai malam sama orang rumah? si tomboy berambut pendek dengan aneka warna itu mulai akrab dengan gadis pemilik senyum manis itu.
"Nggak, aku tinggal sendiri!" Wajah Ayu merah jambu itu menunduk.
"Kamu ngekos? tatapan penasaran menuju cahaya. tidak juga!
"Aku memang tinggal di rumah yang kecil,tapi itu rumahku sendiri! Hampa nampak kebingungan!
"ku Yatim Piatu, tidak punya adik atau pun Kakak. kalaupun ada family, semuanya jauh di luar kota!" Jelas Cahya.
Hampa menatap dalam gadis yang dilihatnya begitu Tegar itu!
Angin di SMA terkenal di kota ini masih berwarna biru. Hampa dan roller blade nya mondar-mandir di halaman belakang sekolah!
"Ups! mau ke mana nih?"Hampir saja Cahya dan Saadah bertabrakan oleh Hampa dan roller blade nya!
"Tumben nih anak, biasanya cuek aja sama urusan orang lain!" Celoteh Sa'adah dalam hati.
"Keperpustakaan, mau ikut?" Jawab Cahya.
"Nggak salah nih si Hampa disuruh ke perpus? Yang ada nanti bukan baca buku, tapi tuh buku malah dibikin kapal-kapalan kali!" Ucap Sa'adah pada Cahya.
"Boleh yuk!" Hampa memegang bahu Cahya mendorongnya dari belakang.
"Dah Ayo!" Teriak Cahya.
Sa'adah cengar-cengir keheranan!
"Boleh aku tahu mengapa orang tuamu memberi nama Hampa padamu?" Tanya Cahya ketika ia makan di kantin bersama Hampa.
"Singkat saja Mama ku meninggal setelah melahirkanku. Sejak saat itu hidup papa ku menjadi hampa! Makanya dia memberi nama Hampa pada ku, karena Akulah penyebab hampanya hidupnya!" Pernyataan Hampa terhenti ketika sesuap bubur masuk kedalam mulutnya.
Cahya baru mengetahui bahwa gadis yang dikenalnya paling cuek binti jutek di sekolah ini ternyata hanyalah seorang gadis biasa yang merindukan kasih sayang papa nya!
"Kamu tahu Pa kita ini semakin lama semakin dewasa. Tak baik rasanya kalau kita main-main terus! Coba kita lihat orang-orang tua di sekitar kita mereka saja yang sudah begitu rapuh masih punya semangat hidup kenapa kita tidak?"kedua gadis itu saling menatap. Ada suatu rasa yang sama di sana!
"Kamu itu masih punya Papa, sedangkan aku...! Jika aku turuti rasa sedih hatiku mungkin aku sudah bunuh diri! Aku sadar hidup ini hanya sebentar saja dan setelah itu kita akan kembali menghadapnya. Lalu, bekal apa yang kita bawa untuk itu? Sejak saat itulah aku bertekad akan merubah semua ini! kesedihan yang kurasakan akan ku ganti dengan kebahagiaan ku sendiri!" Hampa terpaku mendengar pernyataan cahya itu!
Ujian kelulusan akhirnya selesai juga. Semua siswa sibuk mencari tempat kuliah idamannya masing-masing.
"Dan waktupun berlalu Hampa! Kita tak lagi bisa saling menatap saat bercerita, bercanda atau menangis bersama. Aku tak bisa lagi menghapus air matamu dan memelukmu dikala kau sedih. Dan akupun tak akan bisa lagi melihat seorang gadis berambut pelangi itu menyendiri di bawah pohon beringin, mencoret-coret kertas dan membuatnya menjadi pesawat lalu menerbangkannya ke angkasa!" Hampa mengusap air mata yang mulai membasahi pipinya.
"Untuk Hampa, yang setiap minggu sarapan di warung pak Agung dengan skateboard nya. Untuk Hampa, yang selalu membawa Jaguar dan ferrarinya tiap kali ke sekolah. Untuk Hampa, yang selalu mondar-mandir dengan roller blade nya di halaman belakang sekolah. Untuk Hampa, yang selalu membawa kamera kemanapun ia pergi. Untuk Hampa,ku harap ia akan mengganti waktu yang terbuang dengan sesuatu yang bermakna dalam hidupnya! Untuk Hampa,yang sangat kusayangi! Tangis Hampa kini semakin menjadi setelah membaca akhir surat yang diberikan cahya untuknya sebelum ia berangkat ke Mesir!
Begitulah waktu terus terus berlalu Hampa yang dulu pendiam dan penyendiri ini mulai berbaur dan berbagi.
Hampa yang kini ceria bak mentari, yang selalu mencari cinta sejati agar ia mampu memperoleh cinta papanya yang hilang sejak ia terlahir ke bumi!
Hampa yang kini gemar mengirimi surat untuk Cahya yang mendapat beasiswa diMesir.
Kini tinggal Hampa yang merubah diri menjadi muslimah sejati meski tetap menaiki Ferrari!
SENIN,12 APRIL 2004 DAN SELASA 30 JUNI 2009
SISSY LEMBAYUNG SENJA
Special for my best friend outhor 4 serangkai
kuy baca novel ku lainnya
Sissy Lembayung Senja dan Cahaya Temaram Langit