Gua lagi kesel banget!
Kalian pasti berpikir, lah .. kesel kenapa? Gua jawab 'Karena gua bodoh' Lantas .. Apa penyebabnya? Dan bagaimana ceritanya?
Sabar .. Gua ceritain perlahan. Tapi .. Kenalan dulu ya, supaya nyambung.
Nama Gua putra gak ada terusannya.
Maksudnya gimana?
Sabar sebentar ..
Gua di kenal dengan nama putra dan itu bukan nama asli gua melainkan panggilan buat anak laki-laki.
Nama asli gua di privasi, kawan-kawan gua selalu memanggil gua selain nama putra yaitu dengan sebutan 'Kunting' Karena nyesuain fisik gua yang bogel.
Kalian tau Bogel gak? Ya, Bogel itu singkatan dari Boncel Gelap, bentar ngakak dulu meskipun gagal lucu "Hahahaha"
It's Okay, To the Point saja ya, supaya Virus Lebay tidak semakin merajalela meskipun masih pandemi corona, malu-maluin masyarakat dan budaya, Uhuk. (Tersedak pena)
***
Gua galon (Galau mode On) kalau ada mode slow gua pesen yak, kabarin gua lewat Wa, Haha.
Gua galon Sewaktu sudah selesai SMA, Bukan lulus loh ya .. tapi keluar sekolah karena sering bolos.
Jujur amat?
Eits .. Jujur itu ada berbagai macam Kawan, Ada jujur Ayam, Jujur kacang ijo, jujur sumsum.
Itu mah bubur Coeg! Gaje (Gak jelas)
Bodo amat, Skip!
Gua lanjutin lagi yak, bentar gua nyiapin mental dulu.
Lima tahun kemudian .. Buruan hoih lama amat! Masih banyak koleksi cerpen yang mau dibaca!
Bodo' Amat terserah kalian, haha.
Sewaktu SMA gua masuk dalam kategori "OBLO"
OBLO apa'an lagi?
Itu singkatan menggunakan bahasa jawa yang artinya "Organisasi Bocah Lali Omah" Kalau di bahasa nasional indonesia artinya "Organisasi Anak lupa rumah" Bila digamblangkan artinya Anak yang suka keluyuran hingga lupa waktunya pulang kerumah.
Penjelasan udah mengartikan semuanya ya, Oke lanjut.
Gua sadar fisik gua tidak sebanding dengan kawan-kawan gua, karena gua bogel. Tapi .. Antusias tinggi yang gua miliki untuk mencari nama dikalangan kawan-kawan gua membuahkan hasil Men ..
Antusias yang gimana itu?
Ini sebenarnya bukan contoh yang baik si .. serta Agak bar-bar dikit. Tapi tetap akan gua ceritain. Gua selalu ikut andil dalam perkelahian kawan-kawan gua hingga gua sering terlibat urusan hukum.
Gua sadar itu salah, sampai berimbas pada keluarga, kejadian itu berlangsung saat gua masih usia remaja. Ya .. wajar juga sih usia segitu masih nakal-nakalnya.
Hingga tiba saatnya gua sudah tidak sekolah, gua di ajak teman-teman gua buat merantau ke ibu kota Jakarta, eitss .. tepatnya si di cibubur bukan di jakarta haha.
Tentang Pekerja'annya apa gua privasi. Awal mula gua menyesuaikan keada'annya tuh disana, bekerja giat dan sungguh-sungguh. Namun .. Saat kurang lebih tiga bulan gua bekerja, gua merasa ada yang tidak beres tuh sama Bos kita, masa kerja selama tiga bulan kita gak dikasih gaji? Hanya sekedar dikasih uang makan yang jumlahnya sangat pas-pasan.
So .. Kita semua ini Laki-laki Men .. Kita perlu kebutuhan kita seperti Rokok dan semacamnya, Nah, akhirnya .. Awal mula gua duluan tuh yang maju kedepan buat mendemo bos itu, sampai akhirnya gua kebablasan.
Kebablasan yang gimana?
Sekali lagi gua akui ini bukan contoh yang baik, akibat emosi yang meledak gua hajar bos itu pakai kekerasan hingga akhirnya kita di laporkan ke pihak hukum. Namun, usai kejadian itu kita semua langsung kabur.
Setelah kita kabur dari sana, kita semula berjumlah 10 orang kini masing-masing saling berpencar. Hingga tiba saatnya gua di kasih tau salahsatu teman gua di jakarta, pekerjaan yang cukup layak.
Pekerjaan ini Layak bagi gua meskipun ini pekerjaan keras, karna gua nyadari pendidikan gua kawan, yaitu gua sekarang menjadi seorang pemborong.
Ya beginilah susahnya hidup, bila tidak kerja maka tidak makan. Meskipun gua masih bujangan kini gua mikirin masa depan supaya kelak nanti punya pendamping hidup, istri dan anak-anak gua tidak sengsara seperti hidup gua.
***
Seiring berjalannya waktu, gua menemukan seorang gadis yang sangat anggun bagi gua, awal mula gua kenal dia di sosial media, namun setelah melihat kronologi dia di sosmed, ternyata gadis itu satu daerah sama gua, anaknya orang kaya juragan tanah, selama ini dia kuliah di bandung.
Ciri-ciri fisik dia berbadan tinggi melebihi gua, wajar lah ya .. gua kan bogel. Jujur awalnya gua minder tapi entah keberuntungan nasip gua atau memang takdir, gadis itu mencintai gua apa-adanya dan meminta gua membuktikan kesungguhan gua untuk menikahinya.
So .. Hati gua seperti kesambar petir Men .. Secara lelaki mana sih yang gak kepincut melihat fisik gadis itu, Body bagai gitar spanyol lengkap dengan tinggi badan setara model, mata bagai bintang kejora, bibir tipis, hidung mancung, gigi seputih mutiara serta dagunya bagaikan lebah bergantung, sangat sempurna bagi gua. Tapi gua heran dia bisa mencintai lelaki miskin tak berpendidikan dan bogel seperti gua ini.
Namun .. Karena dia sangat tulus mencintai gua, dan gua juga benar-benar tulus mencintai dia, maka gua sebagai lelaki harus benar-benar menata kehidupan gua, untuk lebih giat lagi dalam bekerja supaya keinginan dia dapat segera tercapai.
Awal mula gua bingung karena seorang pekerja pemborong seperti gua ini penghasilan tidak menentu. Kalau lagi lancar keuangan ya lancar, tapi kalau lagi tidak ada … Alamak parahnya minta ampun, bahkan membuat buku bon di warung kopi sampai penuh dengan nama gua, hahaha.
***
Disaat pekerjaan gua lagi sepi, hari-hari yang gua jalani hanya mainan burung yang gua pelihara di kost-kosan gua. Ya, karena gua memang hobi memelihara binatang peliharaan ini sedari kecil.
Hobi gua ini masuk dalam kategori mahal Men, karena binatang yang gua pelihara ini jenis burung kicau berupa Murai dan kacer.
Karena gua sangat hobi, hingga gua berlebihan yakni memiliki burung peliharaan tidak hanya satu saja melainkan ada lima beserta burung masteran kurang lebih ada 7 berbagai macam jenis.
Apa itu masteran?
Masteran adalah untuk mengisi suara burung unggulan seperti murai supaya suara kicau burung murai tersebut dapat berbeda-beda yang tentunya sangat indah.
Pada suatu hari gua sedang memberi pakan burung gua dengan jangkrik, tiba-tiba saja ada kawan gua bernama Purnama datang ke kost.
"Hei bro, kagak kerja loe?" Sapa-nya.
"Kagak, lagi amsyong gua bulan ini, loe sendiri kagak kerja, Pur?" Tanya balik gua.
"Kalau gua mah jangan di tanya, kan gua jadi pengacara, alias pengangguran banyak acara, haha" Celoteh dia.
"Heleh, dasar somplak"
"Wei Bro, ngomong-ngomong burung loe gak loe bawa ke kontes?" Lanjut dia.
"Memang sekarang ada kontes kah, dimana?" Tanya balik gua, karena seharian ini gua tidur alhasil ketinggalan informasi.
"Di pondok kopi, kuy berangkat yuk." Ajak dia, lalu gua pun langsung bergegas kesana membawa salahsatu burung unggulan gua.
***
Benar-benar suatu keberuntungan gua, burung kicau yang gua miliki berhasil meraih juara satu dalam kontes yang diadakan itu. Hasil pendapatan menurut gua tidaklah seberapa namun gua bersyukur ada pemasukan disaat pekerja'an gua lagi sepi seperti saat ini.
Semasih kita disana ada seorang dermawan bertampang rapi, khas orang kaya memiliki hobi sama dengan gua dia menghampiri gua. Tiba-tiba saja dia menayakan harga burung gua yang juara kontes ini.
Awal mula gua jawab tidak akan gua jual, namun orang itu menawarkan harga yang sangat fantastis hingga akhirnya gua melepaskan satu burung itu.
Setelah burung itu terjual, rencana awal uang hasil penjualan akan gua tabung. Tapi .. sebelum gua tabung uang itu, pekerjaan gua semakin hari semakin sepi hingga akhirnya gua berpikir kedepan yakni menggunakan uang itu untuk membuka usaha kecil-kecilan.
Ya, sejak saat itu gua langsung berhenti kerja dan nekat membuka usaha sendiri. Gua menyewa kios yang tidak terlalu besar berlokasi sangat tepat untuk membuka usaha. Dan usaha yang gua dirikan itu adalah usaha penjualan pakan burung beserta koleksi berbagai macam burung.
Semenjak burung gua berhasil meraih juara satu dalam kontes beberapa waktu lalu, membuat nama gua dikenal oleh para pemain burung, maka kini usaha yang gua dirikan sangat ramai pengunjung.
Bahkan baru tiga bulan gua membuka usaha itu, gua berhasil meraih keuntungan yang sangat fantastis hingga akhirnya gua mampu membeli ruko untuk membuka cabang di berbagai wilayah serta gua siap untuk menikahi seorang gadis pujaan hati gua.
"Wahai adinda, Kakanda siap meminangmu" Ahay
Semua ini adalah takdir kehidupan gua yang sukses melalui burung. Karena burungku merubah hidupku.
Sekian.
100%Original Story
By: Kapten1868