Awal kisah ini dimulai saat aku pertama kali bekerja.
Itu adalah hal pertama bagi aku, saat lulus langsung ditawari pekerjaan di tempat dulu , dimana pernah PKL (Praktek Kerja Lapangan).
Saat itu aku dan dia hanya saling memandang.
Dia mengatakan pada dirinya sendiri jika aku adalah sosok yang sangat polos menggunakan kacamata, tanpa make up tidak seperti teman seusia.
Sedangkan aku? Menatap dia sekilas, dan berkata dalam hati "aku ga peduli".
Lambat lain waktu berjalan saat aku benar-benar mulai bekerja di Toko XX dan dia bekerja di bengkel depan toko XX.
Awalnya dia berpacaran dengan perempuan teman kerja aku, perempuan itu sudah 1 tahun bekerja di toko XX , dan aku adalah pekerja baru di toko XX.
Ya dan aku hanya menyimak setiap percakapan mereka berdua, mendengarkan cerita dari perempuan itu, mereka telah menjalani kisah asmara.
Tidak lama setelah aku bekerja di toko XX, perempuan itu pun resign , dan masih menjalani kisah asmara dengan dia. Satu bulan setelah perempuan itu resign, aku mendengar jika sang perempuan itu memilih untuk menjalani hubungan jarak jauh dengan dia. Dia yang begitu baik dan polos memberikan segalanya kepada perempuan itu. Mulai dari biaya kuliah, Les, bahkan biaya hidup saat perempuan itu baru datang di tanah rantau nya.
Sudah banyak sekali dia berkorban, semua harta benda nya habis hanya untuk membantu perempuan itu. Setelah 2 bulan LDR mulai terjadi pertengkaran hebat diantara kedua nya. Si Perempuan itu menginginkan sebuah pernikahan secepatnya karna desakan dari keluarga, sedangkan dia sebagai laki-laki belum mampu untuk menikahinya.
Meminta sang perempuan bersabar menunggu keuangan stabil dan cukup untuk membiayai kehidupan nya setelah pernikahan sekitar 1 tahun lagi. Namun selama LDR berlangsung si perempuan itu malah bersama Laki-laki lain. Usut demi usut dia tahu jika si perempuan nya bersama Laki-laki lain saat hubungan mereka merenggang dan komunikasi berkurang, karna dia berusaha mengumpulkan uang secepatnya agar bisa menikahi perempuan itu sesuai dengan keinginan sang perempuan. Namun apalah daya si perempuan itu justru memilih Laki-laki lain. Dia memutuskan hubungan dengan perempuan itu. Satu Bulan kemudian perempuan itu menikah dengan si Laki-laki (selingkuhannya) , dia mendapatkan undangan tersebut.
Hari H pernikahan si perempuan.
Saat hari H pernikahan si perempuan itu, aku pun turut hadir karna aku adalah teman satu kerja dengan perempuan itu (dulu). Kami sepakat datang bersama namun Dia ragu apakah akan datang atau tidak.
Hingga akhirnya aku dan teman-teman toko XX selesai dari resepsi pernikahan si perempuan, aku dan teman-teman berpapasan dengan dia di jalan saat kami pulang dia baru akan datang. Dia sendiri dengan lapang dada berfoto bersama sang suami dari perempuan itu.
Sore hari setelah dari resepsi si perempuan itu. Aku diajak jalan dengan dia. Aku yang notabene dekat dengan seseorang mengiyakan saja jalan bersama dia. Jalan-jalan itu terasa begitu menyenangkan aku dan dia saling berbincang nyaman tak ada hal yang membuat aku dan dia canggung. Tampak seperti teman pada umumnya. Namun ternyata karena hal itu aku terbawa perasaan dan dia bloun begitu. Kami saling menyukai namun tak dapat mengungkapkan.
Aku yang tidak memiliki teman dan tidak pernah terekspos selama bekerja di toko XX tiba-tiba jalan dengan dia yang terkenal dimana-mana dia ada teman seketika heboh. Bahkan orang disekitarnya mengatakan kepada aku untuk tidak buru-buru menjalani hubungan dengan dia karna khawatir nya hanya dijadikan pelampiasan oleh dia. Dan aku sendiri juga telah memiliki Laki-laki baik disamping aku meskipun hubungan aku dengan nya tidak diekspos.
Chatting sayang dengan dia, semakin hari rasa suka nya kepada aku semakin besar. Orang-orang diseki mulai memaki dan menjelaskan tentang resiko yang akan terjadi.
Aku menangis karna takut melukai dia. Aku bertengkar dengan Laki-laki yang bersama aku.
Namun begitu baik nya Laki-laki yang bersama aku, tidak meninggalkan aku sendiri justru menanyakan
"Mau bersama siapa kamu? Apkah kamu sudah nyaman dengan dia? Lantas bagaimana dengan aku? apakah kamu tega menjadi kan aku pelampiasan kamu? hanya menjadi badut untuk menghibur kamu?? "
aku dengan nya bertengkar hingga malam melalui telepon karna cuaca tidak mendukung kami untuk bertemu, menyelesaikan masalah via telepon.
Pertengkaran demi pertengkaran, Ia begitu sabar menghadapi aku yang seperti anak kecil ini. Menasihati aku dengan kata-kata yang tidak menyakiti hati. Hingga aku sadar.
Aku ingin berhenti
Berhenti mencintai dia
Aku tak ingin melukai hati dia lagi
Tak ingin membiarkan dia terluka lagi karena hal yang sama
Namun aku tak sanggup mengatakan pada dia....
Perlahan namun pasti aku ingin melupakan perasaan aku pada dia....
Akupun berharap rasa dia hanya sementara, dan dia bisa menyembuhkan luka hatinya sendiri, serta mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari aku ataupun perempuan yang meninggalkan dia dengan Laki-laki lain.
Aku tak ingin hadir untuk melukai dia.
Karna aku sudah bersama Laki-laki lainnya.
Kumohon lupakan rasamu padamu.
Aku Harap itu adalah rasa kagum sesaat.
Maafkan aku tak dapat bersamamu....
Sebelum terlambat aku akan menghindari kamu sebisa ku agar tidak menyakiti perasaan kamu
Kamu bagaikan Gelas yang sudah retak
Saat aku menyenggol sedikit saja...
Pyar....... bunyi pecah an gelas yang retak akan menjadi hancur berkeping-keping.....
Aku tak ingin itu terjadi.....
Maafkan aku....
Aku harus pergi sebelum terlanjur bersama mu
Terima Kasih untuk teman-teman yang udah like cerpen ini, iseng aja ini adalah kisah nyata yang saat ini baru aku alami
*Like dan Komen 👍