dalam keheningan seorang gadis terduduk sendiri sembari mengadahkan tangan ke atas beralaskan sajadah di barengi dengan Isak tangis yang terlalu dalam karena mengenang akan segala dosanya di masa lalu bahkan enggan untuk mengingat Tuhan nya.
kenangan nya berbayang kembali ketika dia mengingat diri nya hanyalah anak yang diabaikan keluarga nya.
masa kecil nya tidak begitu baik karena lahir di keluarga yang keras dan miskin bahkan untuk sesendok nasi saja dara kadang tidak mampu untuk memakan nya, hanya bila beruntung dia mampu untuk memakan nasi yang di beri oleh tetangga nya dengan berlaukan garam.
keluarga nya begitu miskin hingga anak-anak nya yang lain harus menanggung beban juga.
kakak dara yang perempuan hidup bersama dara tapi kakak laki-laki nya harus hidup di asuh oleh keluarga lain dengan bekerja di rumah mereka hanya demi sesuap nasi dan secercah harapan untuk bisa bersekolah dengan tenang.
dara hanya mampu menangis mengingat bahwa dirinya benar2 harus mampu untuk berdiri tegak dan tidak boleh menyerah apapun yang terjadi meski dia masih kecil karena saat dia merengek pun tidak ada yang akan menghampiri nya untuk memberikan mainan kepadanya.
pak Ali adalah ayah dari hanyalah seorang tukang becak dan ibu resti hanyalah seorang asisten rumah tangga di kediaman orang cina.
gaji Bu resti pun kadang tidak menentu dan hanya mampu membeli seadanya seperti kerupuk atau beras, trasi, atau pun garam jadi dara terbiasa hanya memakan terkadang nasi di campur garam atau trasi terkadang di campur dengan kerupuk selama dia mampu untuk mengenyangkan perut nya yang kecil itu.
mereka berempat tinggal di tempat nyai darsih yaitu ibu dari bapak Ali atau nenek dari dari dengan sepetak kamar yang hanya ada alas tikar dan tempat untuk memasak menggunakan kayu bakar.
dara dan mereka bertiga tidur bagaikan pepes tapi kenyataan dengan kemiskinan tidak mampu membuat kepahitan tidak berlanjut saat adik dara yang bernama dina lahir dengan nasib yang mengubah semua nya.
yang dari saat dulu jika ada berkat yang datang dari tetangga atau kue selalu di berikan kepada dara kini semua di renggut oleh Dina yang baru pertama kali menghancurkan sebagian hati dara bahwa dia sudah tidak di sayang oleh ibu nya itu.
tapi dara selalu menyimpan tangis sendiri meski tidak di perhatikan orang tua nya itu dan merasa tersisih karena sudah di bandingkan serta di abaikan dari apapun yang dilakukan dara tidak memberikan nya respon.
Bu... lihat nilai raport ku aku peringkat ke dua." ujar dara senang menunjukkan raport nya untuk di lihat ibunya.
tapi ibu nya hanya menyuapi Dina makan dan meletakkan raport itu di lantai.
tangisan dara kian meluap dia duduk tersingkap Diam di pojokan dekat pintu keluar belakang sementara dia menangis lirih dalam tundukan wajahnya.
tahun demi tahun berlalu kini Dina mulai masuk TK dan dara sudah kelas 4 SD seperti rutinitas biasanya karna dara masuk siang hari dia di suruh untuk mengantar Dina ke sekolahan nya terbesit niatan untuk membunuh Dina waktu itu dengan melemparkan nya ke kali dekat jalan yang mereka lalui tapi seketika dara tersadar saat melihat senyum kecil nya Dina yang hanya seorang anak kecil bagaimana pun juga Dina tidak bersalah dalam hal ini.
dara tetap menghabiskan waktunya untuk belajar dalam mengatasi semua ini dengan hanya belajar dan belajar sampai dia mendapat beasiswa untuk dirinya sendiri agar tetap bisa bersekolah di sekolah negri yang belum tentu dia mampu membayar nya tanpa jalur itu.
tapi anak lain menganggap dara anak yang pendiam dan sombong yang tidak mau bergaul dengan siapa pun sampai dia harus di bully setiap harinya.
setiap malam dara selalu menangis dan menangis dengan tekanan dari teman nya karna dara sebenarnya jg tak tahu cara nya untuk bergaul saat itu tapi dia mendapat perlakuan tidak pantas dari teman nya, sampai suatu ketika adik dara melihat nya di bully dia membela dara saat itu tapi dara hanya diam dan berlari sampai ke kamar kecil untuk menangis.
jeritan tangis nya mengundang perhatian guru untuk menemui dara tapi dara tidak dapat menahan tangis nya sampai bel pulang pun berbunyi.
selepas lulus dari SD pun dara masih belum punya teman karena sifat pendiam nya.
suatu ketika dia bertemu Brian di SMP yang sama dengan yang dia daftar dia terpana melihat sosok ceria dan sikap nya yang lembut itu sampai dia menyimpan rasa ingin mendekati nya sebagai teman meski jarak nya sangat jauh.
akhirnya dara bertemu Brian dalam satu ekstrakurikuler dimana sikap Brian yang begitu lembut telah meluluhkan hati nya.
Ema adalah teman kecil dari Brian yang melihatku begitu mengagumi sesosok Brian dan membisikkan untuk menembaknya meski dara tidak tahu tapi aku berusaha untuk mengerti.
dara menulis surat cinta sama seperti yang Ema katakan kepada nya untuk brian tapi tragedi ternyata menimpa dara saat dia tahu begitu Brian menerima surat itu seketika surat itu direbut teman nya dan di bacakan di hadapan satu kelas.
betapa malunya saat itu dara tidak mampu untuk menahan malunya saat Brian ingin mengatakan jawaban nya dara hanya bisa menghindar sampai mereka lulus pun dara berniat untuk menghindari nya.
suatu hari Ardi menembak dara dengan surat cinta dan dara menerima nya ... ternyata dia adalah teman Brian juga meski beda kelas tapi dia teman main Brian di luar tapi meski begitu Ardi tidak tahu bahwa yang sudah mengirimi surat cinta kepada Brian adalah dara dan Brian juga tidak tahu bahwa Ardi sudah menjadi pacar dara meski hubungan nya hanya backstreet.
tapi Rani tidak menyukai itu karna dia menyukai Ardi sampai dia rela berpura-pura mendekati dara tapi setelah itu dia menjatuhkan dara dengan sebuah fitnah yang sangat kejam sampai di bully oleh satu sekolah nya tapi dara hanya bisa diam dan menangis sesampainya di rumah.
bagaimanapun Ardi juga hanya di anggap teman oleh dara meski yang lain bilang dia adalah pacarnya tapi kenyataannya saat itu dara tidak tahu apa yang di sebut dengan cinta.