Namaku Riska Maudy umur ku 14 tahun kelas 9 SMP. saat kelas 7 aku pernah bermimpi bertemu dengan pria misterius, aku menyebutkannya pria misterius karena.... aku tidak tau namanya bahkan aku tidak tau seperti apa rupa aslinya. yang aku tau rambutnya berwarna hitam gelap, kulit putih & dia juga menggunakan jubah yang menutupi bagian matanya. awal mula sebelum aku bermimpi tentang pria misterius itu ayahku membandingkan ku karena ranking ku yang tak sebagus kakakku.
ayahku:maka nya kau itu harus rajin belajar supaya kamu bisa seperti kakakmu, dia mendapatkan prestasi karena ranking bagusnya
aku mendengarkan setiap kata-kata yang ayah lontarkan kepada ku, tanpa ku sadari air mataku mulai jatuh membasahi pipiku, aku pergi ke kamar ku mengunci pintu kamar ku dan menangis sambil memeluk bantal. aku menangis tanpa suara... yah karena aku memang menahannya supaya tangisan ku tidak didengar oleh orang lain.
malam harinya, aku belum bisa tidur karena kata-kata yang ayahku itu masih tetap terpikirkan di kepalaku, mata ku sembab karena menangis tanpa henti hingga akhirnya aku tertidur.
disitulah aku mulai bermimpi pria misterius itu. saat di mimpi itu aku tiba-tiba berada di sebuah tempat yang dipenuhi oleh bunga, tempat itu begitu itu indah, aku melihat sekeliling tak ada siapa-siapa kecuali aku. tiba-tiba ada suara seorang pria, suara nya lembut sekali.
pria misterius:kau menangis karena kata-kata ayahmu yah? "pria itu berdiri disebelah ku"
aku:iya... tapi mungkin apa yang dikatakan oleh ayahku ada benar nya juga.
pria misterius:ada benarnya ada salahnya juga, sebelum aku mengatakan sesuatu padamu maukah kau ku ajak berkeliling ditempat ini?
aku:tentu
pria itu mengulurkan tangannya padaku, aku langsung menggenggam erat tangannya yang begitu hangat.
kami berdua berjalan berkeliling dan sampailah kami di sebuah tempat yang begitu luas dengan sebuah pohon beringin besar ditengah tempat itu. pria itu mengajakku menuju ke pohon beringin itu, kami duduk di bawah teduhnya pohon beringin.
aku & pria itu terdiam begitu lama tanpa adanya obrolan diantara kami. pria itu membuka pembicaraan diantara kita
pria misterius:seperti yang ku katakan tadi, aku ingin mengatakan sesuatu
aku:apa itu
Pria misterius:riska, aku hanya muncul dimimpi mu hanya sekali saja & aku tidak akan datang ke mimpi mu untuk kedua kali atau beberapa kalinya, jadi aku mohon ingat lah kata-kata ku ini, karena aku tak ingin melihat mu menangis sampai seperti ini lagi, asal kau tau semua orang itu berbeda dengan kemampuan kelebihan & kekurangan mereka masing-masing. kau bisa menjadi seperti apa yang kau mau, kau itu gadis yang kuat & kau juga bisa menjadi dari kebalikan yang dikatakan oleh ayahmu.
gue:iya seperti nya kau juga ada benar nya
pria misterius:tetap ingat kata-kata ku yah, aku mohon padamu jangan menangis karena perkataan orang lain yang belum tentu apa adanya tentang dirimu, dengan usaha mu kau pasti bisa riska aku yakin itu
gue:iya
pria misterius:kau berjanji tidak akan menangis lagi
gue:seperti begitu tapi bagaimana kalau seumpama aku tiba-tiba menangis tanpa sebab?
pria misterius:itu karena kau sedang memikirkan sesuatu yang membuat mu sedih karena itulah kau menangis.
tanpa ku sadari air mata ku menetes, pria itu langsung menarik ku ke dalam pelukan nya sambil berkata "menangis lah, aku tau kau telah sering sekali merasakan sakit yang tidak berdarah, tapi kau dengan perasaan emosi yang kau tahan dengan senyum yang terus kau tunjukkan ke setiap orang dengan mudahnya kau melakukan itu, kau gadis yang kuat riska".
aku sedikit lama memeluk pria itu setelah itu aku melepaskan pelukan nya, kami menghabiskan waktu bersama. aku sangat menyukai mimpi ku ini mimpi yang paling terindah dari semua mimpiku, aku jadi tak ingin bangun dari mimpi ini, karena dimimpi ku ini aku merasa bebas tenang & tanpa tekanan dari orang lain.
alarm ku berbunyi, aku terbangun dari mimpi indahku, awalnya aku tak begitu mengingat mimpi ku tapi tak lama kemudian aku sudah sedikit ingat dengan mimpi ku itu, aku sedikit tersenyum karena mengingat mimpi indahku itu.
seperti biasanya di pagi hari sebelum aku berangkat ke sekolah, aku sarapan terlebih dahulu, mandi, menganti bajuku dengan seragam sekolah & siap berangkat ke sekolah bersama kakakku.
kejadian kemarin yg terjadi padaku waktu itu... aku sudah sedikit melupakan nya, setelah aku bermimpi seindah itu rasa aku memulai hal baru & pastinya akan menjadi lebih baik lagi.
saat di sekolah temanku yang bernama Lusiana menanyakan kenapa mataku terlihat sedikit sembab. aku hanya menjawab "aku hanya abis menangis karena nonton semalam" tapi teman ku itu tetap akan tau kalau aku berbohong. karena aku tidak ingin temanku khawatir jadi aku memilih untuk bercerita kepada temanku.
Lusiana:kamu yang sabar yah, tapi sekarang gimana kamu udah lebih mendingan atau ngak?
aku:aku sudah mendingan kok. perasaan kemarin memang lah sedang tidak baik-baik saja tapi sekarang perasaan ku sudah lebih baik.
sepulang sekolah aku menganti baju ku kemudian makan siang. saat itu ayahku sudah ada di rumah tapi aku mencoba untuk tidak berada di sebelah atau dekat ayahku, aku diam di kamar ku untuk tidur siang & aku bangun di jam 3 sore, setelah selesai mandi & menganti baju aku membaca buku yang akan di pelajari di sekolah esok hari.
saat malamnya aku mendengarkan lagu sambil membaca sebuah novel di HP ku, selesai membaca novel aku tidur di jam 8 malam.
esoknya di sekolah aku datang lebih dulu dari murid yang lainnya, jadi disekolah ku waktu itu masih belum banyak yang datang, aku terdiam di kelas sambil mengingat kata-kata dari pria misterius itu.... entah kenapa aku ingin dia berada di sisi ku di saat aku sedang sedih, dia pria yang baik... dia adalah seorang pria yang mau berbicara dengan ku selain ayahku, karena saat aku masih kelas 7 SMP dulu tak ada anak laki-laki yang mau berbicara atau mengobrol denganku mereka lebih suka mengejek ku. bahkan aku dipandang sebelah oleh 29 siswa di kelas ku, banyak yang tak mau mengerjakan tugas ataupun kerja kelompok dengan ku kecuali saat aku kelas 9 ini, banyak murid yang masih menghargai ku & ada beberapa laki-laki yang mau berbicara dengan ku.
andai saja pria seperti dia ada di dunia nyata, pasti aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan pria seperti dia. aku akan menepati janji yg dia berikan, aku takkan menangis karena omongan orang lain yang belum tentu apa adanya, aku akan tetap tersenyum walau aku sering di hina ataupun tak dianggap, aku akan berusaha mengubah diriku untuk menjadi pendirian yang lebih baik.
*** Tamat ***