Aku Lisa aku hanya tinggal dengan ibuku ayahku sudah meninggalkan kami berdua,karna kelakuan ayah yang keterlaluan yang suka berjudi dan mabuk mabukan membuat ibuku harus bekerja karna ayah terlilit hutang terhadap rentenir yang begitu banyak ibu tidak berani melawan ayah karna dia selalu melakukan kekerasan,ibuku Bekerja sebagai seorang pembantu namun aku tak pernah malu dengan pekerjaan ibuku bahkan aku berjualan alat tulis di rumah untuk membantu beban ibuku.
"Lisa bangun sayang,ibu berangkat kerja dulu ya" ucap ibuku dengan membawakan sepiring nasi goreng.
"Bu sudah mau berangkat?" Tanyaku dengan mata yang masih sayu,ketika aku melihat jam ternyata baru pukul 05:30 aku pun bingung tidak pernah ibu berangkat sepagi ini biasanya ibu berangkat jam 7.
"Kok pagi banget bu tumben"tanyaku.
"Iya soalnya Bu Ani mau ke luar kota nanti jam 7 jadi ibu harus berangkat pagi untuk menyiapkan makan"jawab ibuku.
"Ibu sudah makan?"tanyaku.
"Belum nak ibu cuma buatin nasi goreng buat kamu doang ibu makan di sana saja,ya udah ibu berangkat dulu ya nanti keburu siang"ucap ibuku ia pun mencium kening ku dan bergegas berangkat.
Aku pun bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi aku mandi dan membersihkan rumah selepas itu sarapan, dan segera mengeluarkan barang barang yang ingin aku jual ke teras.
Aku selalu berjualan di teras rumah meskipun terkadang sepi namun setiap hari ada pembeli meskipun hanya satu atau dua pembeli.
Hari ini cukup lumayan penjualan nya karena hari libur sekolah sudah hampir selesai jadi banyak anak anak bahkan ibu ibu yang membeli alat tulis sampai buku yang biasanya hanya terjual separuh dari stok 50 buku tulis sekarang terjual hingga 37 buku tulis.
Aku pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan karena ibu hampir pulang.
Karna hari sudah mau petang aku memasukkan jualan ku kembali ke dalam rumah aku pun melihat ibu,ia sudah pulang ibu terus membantuku memasukkan jualan ku.
"Nggak usah Bu ibu kan baru pulang istirahat saja sana Bu,oh iya aku udah masak ibu makan aja sana"ucap ku sambil memasukkan jualan ku.
"Nggak apa-apa kok Lis ibu bantuin kamu biar cepat terus kita makan bersama" balas ibuku.
"Ya sudah makasih ya Bu"ucapku dengan senyum.
Ibuku pun membantuku memasukkan jualan ku dan setelah masuk semua kami makan bersama, selesai makan aku memberikan semua uang jualan hari ini dan ibuku sangat senang dan berterima kasih dan mencium keningku.
Aku pun iku bahagia karena bisa melihat ibu senang.
Ketika aku sedang membereskan meja makan aku mendengar ketukan pintu sangat keras sampai aku pun kaget,aku segera keluar dari ruang makan dan berlari menuju pintu dan membukanya ternyata di hadapan ku adalah rentenir yang dulu ayah sering pinjam uangnya yaitu Bu Leni, dengan nada kerasnya dan muka kesal Bu Leni menanyakan ibuku dan aku segera memanggil nya.
Ibuku pun menemui nya.
"Ada apa ya Bu len?"ibu ku bertanya.
"Ada apa ada apa!"Jawab Bu Leni dengan nada tinggi.
"Kamu harus membayar hutang sekarang juga! Kalau tidak saya akan sita rumah kamu!" Ucap Bu Leni dengan tegas.
"Tapi saya kan sudah membayar hutangnya kemarin 3 juta dan kata Bu Leni sebulan sekali harus bayar 3 juta kan"ucap ibuku dengan ekspresi kaget.
"Kamu pikir 3 juta itu cukup buat saya! Asal kamu tahu ya suami kamu dulu itu hutang ke saya sampai 500 juta!!,bahkan kamu baru melunasi 50 jutanya!saya akan jelaskan ke kamu jika dalam waktu satu bulan kamu belum bisa melunasi sisa hutang suami kamu saya akan ambil alih rumah ini paham!"ucap Bu Leni dengan tegas.
Bu Leni pun pergi sedangkan ibuku menangis aku pun menghampiri nya dan memeluknya aku pun membawa ibu masuk dan menenangkan ibu.
"Gimana Lis bahkan gaji ibu sebulan nggak sampai segitu gimana ibu mau melunasi hutang 450 juta itu"ucap ibuku dengan air mata yang mengalir deras di pelukanku.
"Gimana ya Bu Lisa pun tidak tahu tapi bagaimana pun Lisa akan berusaha agar bisa melunasi hutang ini"ucap ku agar ibu tidak menangis.
Namun ibu tetap menangis aku pun membawa ibu ke kamar agar ibu istirahat aku membuatkan teh untuk ibu saat aku masuk kamar ibu aku melihat ibu sudah tidak menangis namun masih diam aku,aku menyuruh ibu untuk meminum dan segera tidur agar pikirannya tenang dan ibu meminum teh dan aku segera membaringkan ibu di tempat tidur dan menyelimuti nya dan mencium ibu lalu aku pergi kekamar untuk segera tidur.
Namun aku tidak bisa tidur karena kepikiran beban ibu yang ia sedang hadapi aku pun meneteskan air mata.
Hari pun sudah pagi aku dan ibuku bangun mandi dan sarapan ibuku berangkat ke tempat kerja,aku pergi membeli buku lagi untuk di jual.
Saat aku berjalan pulang tanpa sengaja aku menabrak dan menjatuhkan hp seorang cowok tinggi tampan berpakaian keren dengan jaket putih dan celana pendek memakai sepatu.
"Sepertinya habis lari pagi"pikirku.
"Woi lo! Malah bengong lihat apa yang Lo lakuin hp gw jatuh!,kalau jalan tu pake mata!"bentak cowok itu.
"Jalan tu pake kaki matanya ngeliatin jalan bukan hp Mulu salah lu sendiri jalan sambil main hp!"balasku.
"Loh kok Lo nyalahin gw si nggak mau tahu pokoknya Lo tanggung jawab!" Cowok itu pun memegang tangan ku dan aku meneriakkan dia rampok karena dia takut dia pun melepaskan tanganku dan aku lari kabur.
"Salah dia sendiri aku yang harus tanggung jawab dasar cowok aneh" ucapku sambil kesal dan mengambil segelas air karena capek berlari.
Hari ini pun aku berjualan namun hasilnya cuma sedikit cuma beberapa orang yang datang tuk membeli aku pun memutuskan memasukkan jualan ku lebih cepat cuma sampai siang hari aku sudah menutup jualan ku ibuku pun pulang.
"Loh lisa kok udah nggak jualan kenapa?"tanya ibu.
"Sepi Bu cuma beberapa orang yang datang jadi aku masukkan saja jualan ku" ucapku.
"Ya udah nggak apa-apa yuk masuk makan kamu masak kan?"tanya ibu.
"Iya Bu" ibuku pun narikku dan mengambilkan aku nasi.
Kami berdua pun makan.
"Ibu mau ngomong penting sama kamu"ucap ibu.
"Apa Bu?"Ucapku sambil makan.
"Tadi bu Ani nyuruh ibu nyariin satu pembantu lagi,terus ibu rekomendasiin kamu Bu ani pun setuju karena kamu anak ibu jadi kamu mau tidak"ucap ibuku dengan ekspresi senang.
Karena ibu senang dan aku juga mau membantu melunasi hutang ibu jadi aku meng iya kan tawaran ibu.
Ibu pun berterima kasih dan kami lanjutkan makan setelah itu tidur.
Ke esokan harinya aku bersiap dan menuju ke rumah Bu dengan naik angkot, sesampainya di sana aku melongo melihat rumah bos ibuku yang begitu besar, bahkan mungkin rumahku hanya bagian dapurnya,saat aku masuk wah ternyata ada taman yang begitu indah dan lebar bahkan di sebelahnya ada garasi mobil ada sekitar 4 mobil mewah yang terparkir.
Aku pun masuk dan tak sengaja melihat sepatu cowok yang kemarin aku tabrak namun aku berfikir mungkin hanya kebetulan sepatunya sama.
Aku pun di ajak ibu bertemu dengan Bu Ani dan pak Remon dan berkenalan dengan mereka.
"Lisa,ini bu Ani dan ini pak Remon pemilik rumah ini"ucap ibuku dengan halus.
"Bu Ani,pak Remon saya Lisa"aku mengulurkan tangan dan menyalami satu persatu.
"Anaknya bik salma?"tanyak pak Remon dengan ramah.
"Iya pak" ucap ibuku.
"Wah cantik ya cocok dengan anak kita iya kan pa?"ucap bu Ani.
"Iya ya mi"ucap pak Remon.
Aku pun hanya tersenyum dan tertawa kecil.
"Den Haikal dimana kok saya tidak melihatnya dari tadi?"tanya ibuku.
"Haikal masih di kampus paling bentar lagi pulang" ucap Bu ani
Pak Remon dan Bu Ani pun pamit meninggalkan aku dan ibu karena mau pergi makan di luar.
Ibuku pun menunjukkan tugasku di rumah ini,aku membantu ibu mencuci menyapu dan menyetrika,aku mendengar suara seseorang memanggil nama ibuku,ibuku pun bergegas menemui nya.
Saat aku lagi menyapu aku di panggil oleh ibu dan ibu mengenalkan orang yang di sebelah nya.
"Lo lagi!"ucap kami berdua secara bersamaan.
"Lisa sama den Haikal saling kenal"tanya ibuku.
"Jadi nih cewek anak bik salmaa!"teriak dia.
Ibu pun mengangguk dan Haikal pun menghampiri aku dan berbisik.
"Untung Lo anak bik salma kalau bukan hihh habis Lo di sini"ucapnya di dekat telingaku.
Aku pun kesal dan memegang sapu serasa ingin memukulnya.
"Kamu sudah akrap sama Haikal lis?"tanya ibuku.
"Siapa juga yang mau akrap sama singa"ucap ku dengan kesal.
Aku pun pergi melanjutkan pekerjaan ku aku mengepel di lantai dua di mana di situ ada kamar Haikal.
Haikal pun keluar dan berjalan melewati lantai yang sedang aku pel aku pun memarahinya.
"Lo lihat nggak sih kalau lagi gw pel!"teriakku.
"Kenapa emang! Emangnya kalau gw nggak liwatin ni lantai Lo mau gendong gw!"balasnya.
"Dasar lu ngeselin!,se enggak nya kan Lo bisa nunggu kering"bentak aku.
"Nggak ada waktu"jawab singkat padat dan pergi meninggalkan ku,aku sangat kesal dan terlintas di pikiranku untuk mengerjainya aku pun mengepel lantai dengan sangat basah.
Dia pun kembali dengan berjalan sambil membaca buku dia terpeleset dan jatuh aku pun tertawa terbahak-bahak.
"Woi lo gimana sih ngepelnya kok basah gini! Sengaja ya!"Dia pun marah.
"Emang kalau nggak basah nggak bersih hhhaaaa" aku pun tertawa dan berlari turun.
"Awas Lo gw balas Lo!"teriaknya.
Aku pun tidak menjawab nya dan pergi ke dapur untuk makan bareng ibu.
"Lis nanti kamu coba masak nasi goreng buat pak Remon dan Bu Ani juga den Haikal ya pasti mereka suka"ucap ibuku.
"Duh Bu takut mereka nggak suka"ucapku sambil menyendok makanan.
"Nggak apa-apa coba aja dulu" ujar ibuku.
Selesai makan aku istirahat dan menyimpkan makan dan
juga nasi goreng buatan ku untuk pak Remon dan Bu
Ani.
Bu Ani dan pak Remon pun pulang karena hari sudah malam mereka bertiga makan malam bersama.
Saat mereka selesai makan malam dan Haikal sudah pergi ke kamar tinggal Bu Ani dan pak Remon yang masih di meja makan,aku membersihkan meja makan tersebut.
"Enak banget nasi gorengnya,ini pasti kamu yang buat kan Lis bukan ibu kamu"ucap pak Remon.
"Iya pa bik salma tidak pernah bikin nasi goreng se enak ini ya"ucap Bu Ani.
Aku pun cuma berterima kasih mereka pun menyuruh ku buat bikini nasi goreng tiap pagi dan malam.
Aku pun meng iya kan.
Aku dan ibu pulang selesai membersihkan meja makan dan mencuci piring.
Ke esokan harinya seperti biasanya aku dan ibu berangkat ke rumah Bu ani.
Aku seperti biasanya membantu pekerjaan ibu dan mempersiapkan makan pagi, namun karna Haikal libur sekolah aku jadi sangat sering bertemu dengannya.
Aku selalu di kerjain setiap hari sampai sampai setiap aku lagi mengerjakan pekerjaan ku dia selalu menyuruhku kesana kemari mengambil kan minum lah makanan lah.
Saat aku lagi membersihkan kaca ada dua satu cowok dan dua cewek datang dan masuk ke kamar Haikal aku pun pergi ke dapur dan menemui ibu.
"Mereka siapa Bu?"tanyaku
"Owh mereka non bela sama den deni sahabat den Haikal" jawab ibuku
"Owh,ya udah Bu aku mempersiapkan makan siang buat mereka bertiga ya Bu"ucapku.
Aku pun memasak untuk tiga anak muda itu.
Saat aku menanyiapkan makanan mereka bertiga turun dan duduk bela pun bertanya tentang aku kepada Haikal,Haikal pun menjelaskannya.
Namun dari sorot matanya bela seperti tidak suka aku ada di sini.
"Huak kok nggak enak si masakan Lo!"ucap bela sambil memuntahkan makanan yang sudah di kunyah.
Aku pun bingung karena masak seperti biasanya namun cuma bela yang merasa nggak enak Deni dan Haikal tetap lahap makan.
Haikal pun membentakku.
"Lu kasih apa si di makanannya bela!" Ucap Haikal
"Maaf"sambil menundukkan kepala dan cuma kata itu yang keluar dari mulut ku agar masalah tidak melebar.
"Maaf maaf!,nggak usah masak kalau nggak bisa masak!"ucap bela.
Aku pun masuk kembali ke dapur dan sangat sedih.
Ibuku yang tau atas kelakuan bela dia memberitahu ku bahwa bela itu suka sama Haikal karena setiap kemari sangat dekat namun Deni selalu kelihatan tidak senang.
Namun Haikal cuma nganggap bela itu teman tidak lebih.
Karena ibuku sudah lama kerja disini jadi Haikal sangat baik pada ibuku setiap masalah selalu minta saran ke ibuku, ibuku juga bilang bahwa dia adalah orang baik.
Sudah setengah bulan aku kerja di sini aku sangat benci kepada Haikal, karena dia selalu menyuruhku kesana kemari dan selalu membuat aku kerja dua kali.
Ketika aku mengepel tangga turun aku melihat Haikal mau naik ke atas, seperti biasa selalu seperti itu,aku pun tidak marah karena sudah biasa.
Saat aku mau turun tak sengaja aku tersandung pel dan terjatuh tak ku sangka Haikal menangkap ku dan wajahku sangat dekat dengan wajahnya dan dia memegang kedua lenganku.perasaanku tidak karuan, jantung ku berdetak kencang dan Haikal menatapku tanpa berkedip.
Aku pun tersadar.
"Hiii apaan sih pegang pegang,cari kesempatan ya!"ucapku.
"Udah di tolong malah nuduh sembarangan!"ucapnya.
"Nolong si nolong tapi nggak usah genit gitu!"bentakku
Haikal pun melanjutkan berjalan menuju kamarnya.
"Duh kok jantungku berdetak kencang begini jangan jangan aku suka sama dia"pikirku.
"Dih mana ada aku suka sama singa nanti kemakan terus" aku pun pergi mengembalikan pel.
Semakin hari banyak kejadian yang membuat aku dan Haykal semakin dekat meskipun dia selalu menjahiliku namun sikapnya sekarang mulai baik bahkan membantu pekerjaan ku.
Aku ingat lima hari lagi aku harus harus bayar hutang aku sangat bingung "kalau pinjam uang ke orangtuanya Haikal mungkin tidak boleh karena terlalu banyak tapi aku juga tidak bisa karena mereka sangat baik kepada aku dan ibuku"batinku.
Pak Remon dan Bu ani sangat senang melihat kami akrap dan di suatu hari ibuku bercerita bahwa orang tua haykal setuju jika Haykal dan aku menjalin hubungan.
Haykal memanggil ku dan menyuruhku ikut bersamanya ke toko baju aku naik mobil bersamanya.
Karena tidak begitu jauh kami pun sampai.
Haikal memilih milih baju namun dia menyuruhku memilihkan nya.
"Ini kayaknya cocok buat lo" ucapku namun dia bukannya memandang baju yangku pilih dia malah memandangku terus.
"Woi! Lihat nih bajunya bukan lihatin gw"aku jadi malu dan pipi ku memerah.
"Owh iya maaf,galak amat sih gw cuma lihat rupanya Lo cantik ya"ucapannya.
"Loh?Lo kenapa kok pipi Lo kaya bunglon bisa berubah warna ya hahahaa malu ya gw liatin" dia meledekku dan aku pukul dia namun dia hanya ketawa.
"Baik lah gw pilih ini,oh iya tunggu sebentar" ucapnya dan meninggalkan ku sendirian.
Dia kembali dan membawa sepasang pakaian.
"Coba deh Lo pake ini" menyuruhku.
"Tapi..."aku menolak karena aku tidak punya uang untuk bayar.
"Jangan tapi tapi cepat sana pakai"ucapnya aku pun menurut pergi ke ruang ganti.
Aku memakain rok hitam ketat pendek sebatas lutut dan baju lengan pendek bewarna merah muda dan rambut di ikat ke belakang aku pun keluar dan bertanya ke Haikal tentang penampilan ku.
"
"gimana bagus nggak?" Tanyaku namun Haikal cuma bengong dan memandangku terus.
"Woi! Bagus nggak malah bengong" ucapku dengan suara keras yang membuat nya kaget.
"Kaget gw,iya cantik Lo sampai gw terpesona"ujarnya.
"Tunggu dulu"dia mengambil ikat rambut ku.
"Nah sudah tambah cantik"rambutku pun tidak di ikat.
"Dah sana ganti baju yang tadi dan yang ini Lo simpan dan pakai waktu tanggal 30 untuk acara ulang tahun papa gw"ujarnya aku pun menurut saja.
Kami berdua pun pergi makan bersama dan beli eskrim.
Saat aku makan eskrim ternyata ada eskrim yang belepotan di pipi Haykal pun mengusap pipiku dan itu membuat hatiku berdebar debar.
Aku pun tidak mau kalah.
"Coba Lo cicipin eskrimku,rasa strawberry enak Lo"tawarku.
Dia pun mendekat mulutnya ke eskrimku lantas aku menempelkan ke hidung nya.
"Apaan sih Lo kok jahat gitu"ucap Haykal dengan Ekspresi marah.
Aku pun menghilangkan eskrim yang di ujung hidungnya dengan tanganku dan membuatnya menatapku terus menerus tidak berkedip aku pun mencubit hidung nya.
"Duh sakit tau!"bentak dia.
"Biar adil hha"aku tertawa.
"Berani ya Lo"ujar dia dan memakan habis eskrim nya sekali makan dan langsung menyubit pipi ku sampai merah.
Puas kami jalan jalan kami pun pulang aku pun menyiapkan nasi goreng buat Haykal dan orang tua nya.
Setelah aku dan ibu pamit pulang orang tua haykal menyuruhnya untuk mengantar kami.
"Apa tidak merepotkan pak,Bu"ucap ibuku.
"Tidak apa bik,kan Haykal,pa"ucap Bu ani.
"Iya gapapa malah Haykal senang"ucap pak Remon.
"Iya hehe"ujar Haykal.
Ibuku dan aku pun di antar sampai rumah, Haykal pun sudah tahu rumah kami dia selalu menjemput kami tiap pagi.
Hari ulang tahun papa Haykal pun tiba aku memakai pakaian yang di belikan Haykal sedangkan Haykal memakai pakaian yang ku pilihkan yaitu celana hitam dan kemeja kotak lengan pendek warna biru tua.
Aku pun di suruh di sisih Haykal dan ternyata Deni dan bela datang dan Ekspresi bela sangat tidak senang acara belum mulai bela menghampiri ku dan marah.
"Apaan lu!kenapa Lo di sisi Haykal pembantu!"ucapnya.
"Maaf saya cuma di suruh mas Haykal"aku pun hanya tersenyum dengan ucapan bela di depan banyak orang yang melihat.
"Jangan cari alasan Lo! Lo cuma memanfaatkan kecantikan Lo untuk dapatkan hati Haykal dan kekayaan nya anak sama ibu sama aja suka cari muka jijik!"ucapannya membuatnya marah.
"Lo boleh katain gw apa aja terserah Lo sepuanya silahkan! Tapi Lo tidak boleh ngatain ibu gw suka memanfaatkan dan cari muka!!!gw dan ibu gw emang pembantu tapi kami masih punya harga diri dan tau diri!"aku pun menangis banyak orang menyaksikannya.
"Dan Lo Haykal terimakasih sudah mempersiapkan baju ini hanya untuk mempermalukan ku"aku menangis dan menampar Haykal.
"Maaf pak ibu kami keluar dari sini"akupun menarik ibuku dan meninggalkan acara serta keluar dari pekerjaan ini.
"Lisa tunggu!"teriak Haykal.
Kami naik angkot berdua dan sampai di rumah aku nangis di pelukan ibu tidak terima jika ibu di permalukan begitu.
Belum selesai tangisanku reda rentenir datang dan menagih hutang namun ibu dan aku tidak memegang uang sedikit pun mereka pun menarik kami keluar dan menyuruh anak buahnya melempar baju kami.
Ibuku menangis dan memohon ke Bu Leni agar tidak mengusir kami,namu ibu malah di tendang sangat keras.
"Kurang ngajar!"sambil menangis aku menghampiri Bu Leni dan menampar nya.
Tetapi kedua pengawal tersebut menangkap ku dan mendorongku hingga menindih badan ibuku.
Ibu dan aku hanya bisa menjerit menangis.
Haikal pun datang.
"Ada apa ini berhenti!" Teriaknya.
Dan rentenir itu menjelaskan masalah nya Haykal pun menolong aku dan ibuku.
"Ya sudah saya lunasin sekarang tapi jangan ganggu Lisa dan ibunya!"bentaknya.
"Hhaa,baiklah orang kaya" ucap Bu Leni.
Haykal pun mentransfer uang 450 JT dan hutang pun lunas.
Bu Leni dan anak buahnya meninggalkan kami bertiga.
Haykal membawa ibuku masuk dan di ikuti aku dari belang.
Ibuku menjelaskan semua tentang mantan suami ibu ku.
Depan rumah datang dua mobil yaitu deni,bela dan orang tua haykal kami bertiga pun keluar.
"Haykal! Lo sampe segitunya nolong orang yang memanfaatkan Lo!"ucap bela yang sangat menyakitkan bagiku aku hanya bisa menangis.
"Cukup!"Haykal menghampiri dan menampar bela.
"Gw sayang sama Lo kak!"teriak bela dengan menangis.
"Gw nggak butuh kasih sayang dari orang kaya lo!"ucap Haykal.
Deni tidak terima karena bela di tambar dia pun memukul Haykal dan mereka berkelahi ayah Haykal pun menghentikan perkelahian tersebut.
"Sudah berhenti! Bela kamu sudah membuat acara om gagal total terus menghina ibu Salma dan Lisa sekarang membuat heykal dan Deni berantem puas kamu! Dan kamu! Deni jika kamu sayang sama bela bawa pergi dia dari sini!".
Bela pun pergi dengan keadaan menangis.
Orang tua haykal membawa masuk aku dan ibuku dan juga Haykal.
Ibuku menjelaskan penyebab kejadian ini semua.
"Bik salma kenapa tidak cerita kalau cerita saya bisa bantu bibi" ucap pak Remon.
"Saya tidak enak pak saya takut kalian berfikir saya memanfaatkan kalian,nanti saya bakal ganti uang den heykal dengan gaji saya dan Lisa pak"ucap ibuku sedangkan aku masih menangis di pelukan Haykal.
"Udah udah jangan di pikirin masalah ini sudah selesai ya sudah Haykal juga iklas kok"ucap pak Remon.
Ibu dan aku pun sangat berterima kasih kepada keluarga Haykal.
"Cuma ada satu permintaan" ucap Haykal.
7 hari kemudian.
Aku memakai baju yang kemarin di belikan Haykal di hadapan ratusan tamu Haykal berlutut.
"Lisa meskipun pertemuan kita sangat buruk dan aku selalu membuat mu membenciku,namun aku tidak bisa membohongi rasaku aku sangat mencintaimu saat kamu jatuh ke pelukan ku di situlah timbul rasa cinta ku, mau kah kamu menerima cincin ini dan menikah dengan ku". Saat aku sudah siap dia memasukkan cincin itu ke jariku Deni dan bela datang.
Mereka minta maaf dan mengaku menyesal dan tidak ingin persahabatan mereka hancur.
Aku dan Haykal menerima permintaan maaf mereka dan kami saling tukar cinci dan bersahabat
Sampai mempunyai anak.
"I hate you"ucapku dengan memandang Haykal.
"I love you"ucap Haykal dan kami berciuman.
End/tamat
Terimakasih atas kunjungan Anda jangan lupa untuk tinggal like dan juga kunjungi karya saya lainnya di profil saya mohon maaf jika alur tidak menyambung dan banyak kata yang salah😊🙏😊