Perkemahan Pertama dan terakhirku di Jl. Pramuka, sebuah tempat baru dibuka perdana untuk diadakannya acara perkemahan pramuka.
Ya, menjadi Perkemahan terakhirku, kekacauan terjadi dan kami harus dipulangkan setelah Poppy (teman dari regu cewek) berubah dihari itu menjadi orang lain karena kejahilan ku.
Malam itu harusnya kami akan tampil untuk Pentas seni, maghrib pukul 18:20 Wib, aku dan kelompok dari regu sekolahku berkumpul untuk persiapan sembari makan gorengan bersama.
"San, ambil piring sana, dalam tenda" suruh seniorku bernama Cipeng.
"Tenda cewe? ga ah, ntar aku salah ambil sesuatu lagi" tolak ku halus karena mager saat itu sudah ingin menyantap gorengan yang masih hangathangat.
"yaudah, yok temani aku" Poppy berdiri sambil menarik ku untuk masuk pergi mengambil piring yang jarak tendanya tak jauh dari tempat kami ngumpul.
Angin malam ini berasa lebih dingin dari biasanya dan sudah mulai gelap, tak ada bintang, sore tadi dunia perkemahan kami habis diguyur hujan.
Poppy masuk dengan cueknya kedalam tenda itu, sementara aku menunggu didepan sambil memandangi langit malam dan berharap hujan, agar kami tak jadi tampil acara Pensi , tak berselang lama Poppy pun keluar.
"BA!!" aku mengagetkan Poppy yang keluar sambil terburu-buru itu
"astaghfirullah san,apaan sih, ga lucu" ucap Poppy sambil berjalan meninggalkanku.
kami kembali duduk ditempat ngumpul
Gorengan hangat pun dioper, dengan sigap kuraih pisang goreng incaranku dari tadi.
tak ada yang aneh, sambil menyantap gorengan, kami kembali membicarakan tentang pensi kami nanti, hanya saja kali ini poppy yang tadinya paling bawel dan banyak bicara duduk lebih kalem dari biasanya, matanya merah,mungkin ngambek karena kukagetkan tadi, aku mengabaikan itu.
Tiba-tiba, yang tadinya begitu ramai obrolan dengan topik yang kami bahas berubah diam, hening seketika.
"kok diam?, kek ada yang lewat, iklan ya" celutukku sambil melirik yang lain.
"AAAAAAAAARRRRGGGGGGGGGGGHh! "
Poppy mengerang dan berteriak memecahkan keheningan, sontak badannya terbaring ketanah sambil mencakar-cakar tanah, kak Cipeng dan yang lain mencoba memegang tangan dan kaki Poppy yang mulai tidak terkontrol, teriakannya membuat yang lain berdatangan.
"Py... py... ngucap py.. astaghfirullahhalazim.. py"
kak Cipeng mencoba memeluk badan popy yang sudah tidak tenang, kami panik ketakutan, Poppy kerasukan.
sakittt.... sakittt teriak nya,
Poppy di gotong untuk dibawa ke tenda Panitia dan berusaha ditenangkan.
ada ustadz didatangkan untuk mengusir jin yang merasuki tubuh Poppy, gerumunan dibubarkan karena takut akan adanya hal yang tidak diinginkan, kerasukan ke tubuh yang lainnya dan dianjurkan jangan sendiri, tetap pada kelompoknya masing-masing dan kembali ketenda, jangan berkeliaran, pengumuman dari Panitia acara dengan Toa.
Aku berasa bersalah dengan poppy, mungkin ini karena aku yang tadi mengagetkannya, meski teriakan-teriakannya sudah tak terdengar, dua jam sudah poppy di tenda Panitia itu, kami tak boleh masuk untuk melihat kondisinya, hanya menunggu kak Cipeng datang untuk memberi kabar.
"diberitahukan kepada seluruh tim kelompok pramuka, untuk acara pensi akan tetap kita jalankan sedikit tertunda hingga pukul 21:00 malam"
ujar Panitia melalui toa pensi.
Malam semakin larut, sudah kilat-kilat pula, kenapa sih acara pensi nya masih diterusin, celutukku dalam hati.
Tak lama, kak Cipeng dan poppy keluar dari tenda Panitia, menyamperin kami ditempat tadi. terlihat poppy sangat pucat dan sepertinya ia tak mengingat apapun tentang kejadian tadi.
kami berkumpul di dekat api unggun yang menerangi dan memberikan sedikit kehangatan dari kejamnya dingin angin malam kala itu.
"Py, dan yang lain, jangan ngelamun ya, jangan kosong, mohon, dua malam lagi kok".
Pinta kak Cipeng
yang duduk disebelah poppy sambil mengenggam dan merangkul nya.
sementara itu, yang lain berusaha membuka topik obrolan untuk mencairkan suasana kembali, aku yang masih berasa bersalah karena perlakuanku tadi lebih banyak diam dan menyimak saja.sesekali kulihat poppy agar ada interaksi pencairan terhadapnya dan aku ingin sekali meminta maaf.
ia tak pernah menatapku, lebih banyak menundukkan kepalanya dan mengarah ke yang lain, sadar aku memperhatikannya, ia berusaha beberpaling, hingga akhirnya...
Mata kami saling bertatapan, aku yang duduk berhadapan dengan nya itu sontak memberikan senyuman padanya,tatapan dari sorot matanya begitu tajam, dengan mata merah itu, ia tak membalas senyumku, aku menundukkan saja, mungkin ia masih kesal atau apalah.
Badanku rasanya sangat dingin, ku gosokkan tanganku untuk memberi sedikit kehangatan dipipi,kepala, tengkuk, sudah tak ada lagi yang kutangkap dan kusimak dari obrolan teman-teman sebelahku, suara sayup dan samar yang kudengar,
Telingaku mendengung, rasa dingin sudah menyelimuti ku. entah ada panggilan apa, mataku kembali bertatapan dengan poppy,bulu kuduk ku merinding, bagai disiram air es rasanya, dari ujung rambut hingga kaki tak bisa digerkakkan, badanku membeku, tatapan ku tak bisa berpaling dari tatapan mata merah nya itu,
sepertinya...
itu bukan poppy, sontak raut wajahnya berubah sedikit lebih tua, ia tersenyum, dan menunjuk ku sembari berteriak.
"SANDYYYYYYYY!!!!!
AGHHHHHHHHHH, ARGHHHHH"
sontak yang lain diam, dan memandang kearahku, teriakan poppy disusul dengan jeritan dari anggota kelompok lain yang bisa kudengar begitu banyak. malam itu pecah dengan jeritan mencekam suara kerasukan ditambah suara petir yang saling bersautan.
Aku terbangun,badanku rasanya lemas dan sangat terasa capek
dan anehnya, kok aku bangun dan sudah berada didalam tenda Panitia, aku tak mengingat apapun, dua selimut tebal di badanku, dan dua teman dari reguku duduk di kursi sebelahku.
"Kevin.. Teguh, bangunnn... " panggil ku membangunkan mereka yang tidur dikursi
"Eh.. San, em..udah bangun"
saut teguh sambil ikut membangunkan kevin.
✍Segini dulu, namannya juga aku sipenulis moody an nulis,minta saran dulu tentang penulisan ku dikolom komentar, dan maaf banget kalau berantakan ya🙏,baru nyoba nulis dan pakai aplikasinya, ntarr kalau ada dukungan atau interaksi dari kalian, aku terusin ceritanya ya, biar aku semangat lagi mengembangin yang lebih. btw cerita ini dari kisah sendiri, nyata.