Hi.. Sebelumnya maaf banget, tulisanku buruk dan sangat berantakan
Akan ada banyak kekacuan ditulisanku
Ditulis berdasarkan mood dan keseharian yang kacau. Tulisan ini hanya curhatan saja,apa adanya dan sedikit terbuka dan damai dengan diri sendiri,yang mengalami hal yang sama dan yang melewatinya dengan mulus.. I need you dan please jangan salahkan aku.
Cukup orang yang memanggilku sandi yang mengganggapku salah.
Perkenalkan, aku heri sandi, dirumah aku dipanggil heri, diluar aku dipanggil sandi bisa dikatakan aku adalah seorang lelaki bodoh yang sehat, namun tak bisa menghandle diri sendiri, tak ada tujuan, bahkan aku tak berharap untuk bermimpi LAGI. disini aku hanya ingin bercerita apa adanya tentang duniaku, bisa dibilang narsis sih, emang nya aku siapa..
Malam,ini aku mengetik di HP ayah sebenarnya sudah ada sebagian cerita yang aku tulis di HP lama yang sekarang dirampas orang itu yang kutulis dihari jum'at kemarin tepat dimalam tahun baru 2022, sepertinya gagal terkirim, tersimpan di archive email sebelumnya.. Aku ulang kembali dengan mood yang berbeda, sedikit lebih waras dari hari itu, yang mana aku sudah seperti orang stress tanpa arah,
semoga cerita ku ini dapat menginspirasi ya Walau sekarang posisi ku masih bisa dikatakan gagal, karena semua kesempatan yang ada sudah aku sia2 kan, semoga lewat sini, penyesalan hidupku bisa kusampaikan dengan puas, aku pun lega.
Udah, sesimple itu ya perkenalannya
Aku gagal, untuk kesekian kalinya membuat orangtuaku bangga, bahkan aku menjadikan beban bagi mereka,ini kedua kalinya aku dijemput dari kota pekanbaru untuk pulang kerumah, tau pesan mamak apa?
"Ini yang kedua kali mamak jemputmu, yang ketiga kalinya, wallahualam.. "
Hati ku bahkan tak bergetar sedikitpun saat mendengar itu, entah apa yang ada di diriku. harus nya bulan ini, aku melakukan pengecekan lagi untuk peliharaan ku yang sekarang sudah lebih dari satu tahun usianya didalam tubuh ku,ya HIV, itu adalah peliharaanku yang kudapat dari hobiku sejak SMP.
Aku adalah orang yang jarang bergaul te.. Bahkan aku adalah anak yang sangat pendiam, semua pun berubah 180% dari aku yang tidak mengenal dunia, menjadi liar tak terarah.
Dimulai sejak aku SMP, anak yang jarang bergaul dan tidak memiliki teman ini seketika menjadi anak yang aktif di warnet, anak warnet nih.
Dikampung ku, aku sering bermain ke Satu-satunya warnet yang dekat dari rumah, Amril namanya seorang pria tua yang tidak menikah,umurnya sekitar 50an, pemilik warnet yang tak pernah memintaku tarif ketika mengerjakan tugas kliping disana,
bahkan hampir setiap hari aku disana, makan disana dan kerap memberiku uang jajan, baik yah, ia memperhatikanku bagai anaknya.
Saking seringnya kesana,aku jadi jarang pulang, amril mengajak ku menginap disana,agar ia punya teman dan bisa membantu nya mengurus warnet nya.
Ayah angkat ,perlakuan baiknya membuatku sudah mengganggap nya seperti itu, orangtua ku bangga, karena aku kerap belajar di internet dan menguasai komputer lebih awal kala itu.
Tak ada prasangka buruk apapun tentangnya,niat baik pak amril pun tak dicurigai orangtua ku waktu itu.
Namun semua berubah bungkam,
Amril memulai aksinya dan mewujudkan yang diincar nya selama ini.
malam hari sewaktu aku tidur bersama nya, resleting celanaku dibuka oleh nya perlahan-lahan, aku hanya memejamkan mata dan tak bereaksi,layak nya orang tidur pulas, ku tunggu mau sampai mana,
Bejat!! itulah kali pertamaku diperlakukan seperti itu oleh amril.Aku masih tak mengenal itu perbuatan apa dan arahnya ke mana,bahkan belum mengenal itu.
Amril izin ke rumah ortu ku untuk membantu menyekolahkan ku ke kota Pekanbaru , dan lanjut kelas 2 SMP disana. Orangtua ku pun mengizinkan, perbuatan pelecehah yang kudapat di malam itu tak pernah dan tak berani kuceritakan ke siapapun sampai saat ini. Dan si amril masih dicap sebagai orang baik dimata keluargaku,karena telah berbaik hati untuk mengurus ku dan berjanji menyekolahkan sampai aku SARJANA
Kini aku merantau jauh dari orang tua, hidup sendiri bersama orang asing yang sudah meanggapku ANAK nya.. Dia adalah seorang dosen komputer disalah satu kampus swasta dikota pekanbaru, kami berdua tinggal disalah satu ruko sebelah tempat nya mengajar ditengah-tengah kota yang tak pernah terpikir oleh ku untuk tinggal disana.
aku tak punya Handphpne, tak punya teman, tak punya kendaraan untuk kemana-mana dan tak tau jalan, aku tertutup rapat tentang dunia.
Pagi sampai malam si amril mengajar dikampus,
pagi sampai sore, aku di sekolah,
ke sekolah pun aku harus naik angkot dan pengenalan ke teman yang sulit ku lewati.
Sepulang sekolah aku selalu diatas ruko, menikmati angin dan menciptakan dunia ku sendiri,sangat halu
Dimalam hari lah baru kami bertemu, itupun dia sudah kelelahan dan bersiap untuk istirahat, jadi jarang ada waktu buat kami mengobrol banyak tentang hari ini.
Ketika aku sudah hampir pulas dan tertidur disitulah dia mulai melakukan aksi bejat nya.. Hampir tiap Malam.
Aku menangis dan mulai lelah, namun masih kusimpan rapat-rapat hal ini disaat aku pulang waktu libur dan disaat ortu menanyakan kabarnya, dia masih dianggap pria yang baik.
aku pun mulai ikhlas, tak ingin memikirkan banyak hal, aku harus fokus dengan masa depanku, di diriku cuman tertanam, dengan begini aku tak akan sekolah atau kuliah nantinya, aku takkan sampai sini.biarlah.. Biar saja kekejian ini kutelan sendiri.
Dari dulu pengen banget cerita ke teman, bergaul saja aku tak bisa, apa lagi mempunyai orang yang bisa menampung masalah baru ku yang baru saja ku alami dalam hidup.
Hai Putih Abu-abu
Tak terasa aku sudah menjadi anak SMK, disinilah aku mengenal apa yang dilakukan si pria bangsat itu selama beberapa tahun ini, yang telah merubahku sekarang, di SMK lah aku mulai jatuh cinta pertama kalinya dengan seorang cewek bernama Febi walvioniza, disinilah aku mulai membuka diri dan mulai berdamai dengan hidupku yang kupendam dengan bergaul , ikut pramuka, dan punya cewek yang siap mendengarkan kisah sehariku, tapi tetap amril dianggap ayah angkat yang baik.
di SMK kesibukanku sengaja kupadatkan untuk menyerap dan menggali mau jadi apa aku sebenarnya, bahkan aku sudah jarang pulang ke ruko dan lebih sering di luar, dirumah teman.
Kelas 2 SMK,
ya,akhirnya aku punya handphone dan Punya laptop dari pencapaian ku dan prestasiku dalam mengikuti lomba membuat film dan membuat kartun animasi.
dan dimasa itu pulalah aku bisa memberontak dan melawan kebejatan pria tua itu, malam hari selesai mengerjakan tugas, seperti biasa dia mulai melakukan hal serupa yang kudapat dari dulu, disaat itu pula aku menendang nya dengan keras,, dan menamparnya,
dan mengatakan
" Aku memang orang susah, bukan beginii carakku buat membalas bantuanmu, dan sampai kapanpun,,, aku tidak menggapmu ayah angkat, paman atau apalah, tetp bajingan, andai dari dulu aku lapor perbuatanku, kau yang dipenjara pak, tapi aku diam, biar namamu tetap harum bagi superhero"
, dia hanya diam sambil menangis...
Atas kejadian itu, kami tak banyak sapaan, paling mangajak makan, menanya udh makan apa belum, itu saja.. Setiap hari, dan tak menyentuhku lagi.
Ini sudah ke sebulan dia tak menyentuhku , aku aman, semoga dia sudah berubah menjadi lebih baik..amin
Hingga akhirnya perubahan buruk kembali ,seperti biasa, nasi bungkus yang dibawa setiap harinya biasanya dua bungkus, kini menjadi satu bungkus, buat dia saja. Dan aku pun merebus mi instan sisa yang memang banyak persediaandi lemari untuk kurebus dan makan tiap harinya, hingga aku sakit magh dan tak berani mengadukannya dan meminta makan padanya.
Hingga bertemu malam berikutnya...
"Lapar? Mau makan? Kau puasin aku dulu"
****************
Itu yang kudengar dari mulut busuknya, aku bagai disambar petir.Disaat kelaparan aku harus memuaskan nafsu nya barulah dapat makanan itu.. Dalam diriku pun tertanam. Aku sudah dirusak dari kecil, kenapa nanggung sekali, ku rusak aja sekalian"
akhirnya aku lebih beringas dari dia, aku pun untuk pertama kalinya tanpa tertidur melakukan hub seksual, dengan pria itu agar aku dapat makan, dan dengan niat, masih tertanam, aku sudah rusak, ku rusak kan saja sekaligus, nanggung.
Hingga akhirnya, aku minta ini, minta itu diturutinya.. Kelas 3 SMK , akhirnya aku punya motor, yang kugunakan untuk ketemu orang sepertiku di aplikasi sosial media, saat itu weechat, aplikasi yang pertama kali kupunya untuk bertemu orang-orang yang sama, kini hidup ku sangat berubah, menjadi liar, aku bukan jual diri Hanya untuk bertemu orang untuk memuakan nafsu.
Dan disaat itu, aku masih menjalin hubungan dengan febi walvioniza, cewe pertamaku yang bahkan untuk menyentuh tangan nnya saja aku keringat dingin, atau ber gemeteran saat menatap matanya.
Dari malam sampai siang, aku kencing sakit ,Kental, yang keluar bukan air, melainkan nanah yang berwarna putih dicampur bau yang menyengat... Aku panik, disaat itu masih sekolah, sepulang sekolah aku pun bergegas pergi mencari klinik.. Ketemu lah salah satu klinikk kelamin, aku sudah ketakutan dan panik, cairan nya tak juga berhenti keluar, akhirnya bertemulah pencerahan penyakit apa yang kudapat, yaitu raja singa, infeksi virus kelamin, aku pun disuruh dokter itu untuk cek darah, dan konsseling, sambil menangis ibu itu menanyakan keseharian ku.. Karna usia ku saat itu sebaya anaknya,.kalau mau cek darah, datang saja nak, nanti ibu bantu, aku pun pulang dengan membawa obat2 an untuk meredam cairan itu.. 2 hari sudah normal, tak ada cairan yang keluar lagi.. Dan aku pun mengabaikan untuk cek darah, karena ku kira sudah tidak apa2.
2014 Aku pun lulus Sekolah, dan berniat mengambil jurusan berikutnya, di Universitas Negeri padang, aku sudah sangat jarang pulang kerumah ortu, bahkan bisa dihitung setahun sekali. Aku pun meninggalkan febi, dan kawan2 ku, meninggalkan amril.. Karena bagiku, aku sudah bisa hidup tanpa mereka, ya walau amril lah yang membantu membayar SPP ku dan makan tiap bulannya. Di padang tak sulit memulai kehidupan baru seperti dulu, dalam sehari aku sudah punya lebih dari 5 teman, dan satu orang kenalan dari aplikasi itu untuk memuaskan nafsu, bahkan ada yang meminta serius untuk berpacaran. Aku yang tidak tau menjalin pacaran dengan sesama langsung mengiyakan, ku pikir untuk benteng agar tak main dengan lain orang, namun tetap kulakukan... Atau sebaliknya.
Hingga.. Aku pun cuti kuliah dan berniat bekerja di jakarta, untuk merantau jauh kesekian kalinya.. Aku sudah jarang mengabarin keluarga, bahkan ortuakku tidak mengetahui aku ada dimana,bahkan amril pun tak tau, aku hanya menelpon nya jika ingin minta uang.
disemester tiga aku cuti, dan tidak kembali kekampus.. Tinggal didaerah jakarta pusat, meninggalkkan jejak padang dan lime belas orang yang kutemui untuk berhubungan.. Semudah itu menemukan orang seperti ini, aku sempat mengira aku sendiri yang tersesat.
Dijakarta, aku bekerja menjadi seorang barista disalah satu cafe yang baru buka, kesibukanku disana penuh, tak ada niat bertemu dengan kejadian yang sama, dan kalaupun ada, akan berpacaran seperti yang dipasang untuk menjagaku.. Hanya bertahan tiga bulan dijakarta, aku pun bertemu seorang pria yang menawarkan ku pekerjaan menjadi barista di salah satu coffee shop di Kalimantan, tanpa pikir panjang dan ujian bla bla bla.. Aku keterima dan ikut ke kalimantan tinggal bersama nya yang disaat itu sudah menjadi pacar.
Selama dibalikpapan, aku sudah hampir empat kali kepergokk selingkuh, bukan hanya aku, pasangan ku itu juga melakukannya.
Tujuh bulan sudah bekerja disana, aku diusir oleh pasanganky itu untuk pergi dari rumahh dan meludahiku, "dasar... Tidk berterimakasih"
Aku resign dan meninggalkan pekerjaan yang sangat disyangkan itu, aku sangat mencintai bekerja disana, dan sangat mengharapkan lebih, namun aku malu dengan orang yang memasukkan ku kesana dengan susah dan semangatnya.
Aku pulang ke pekanbaru dengan tidak membawa apapun, aku tidak pulang kerumah orang tua, aku ngekost dan mulai melamar2/ pekerjaan kembali seperti dulu.. Hingga aku terlilit utang, terlilit ini dan itu...
2020
Malam hari disaat letih Demam tinggi menyelimuti ku, badanku kedinginan, batuk dan sesak, aku sendirian, Tiba-tiba adik ku cowok bernama budi datang ke kost an, dia tau, karna kost itu adalah tempat tinggal amril sebelumnya disaat aku kuliah ke padang dan jauh ngerantau, dan sekrang dia mengajar dijambi, budi masuk kekamar, dilihatnya aku hanya pucat,seperti orang kelaparan, disaat itu tengah marak-marak nya info penyebaran virus corona.. Aku takut budi kenyentuhkun,dan tertular kepadanya
"belum makan ya? Makan yok bang, aku yang bayar " Budi panik.
Hingga pagi nya, aku tersadar, aku sudah dibawa kerumah sakiit, infus dimana2, aku tidak dapat bicara dan bahkan buang air berkali2 di ranjang itu, badanku semakin kurus, malam berganti, aku masih tak bisa berfikir banyak, bahkan untuk mengenal siapa yang datang aku sudah tidak bisa mengingat banyak hal,seluruh badanku tak bisa digerakkan.
Batuk yang sangat sakit, tenggorokan kering dan rasa halusinasi yang kuat, aku seolah2 ingin mati dihari itu..
Amril pun datang dari jambi dapat kabar dari budi, orangtua ku yang telah letih berjaga siang malam digantikan oleh amril yang datang dengan sigap membantu kebutuhan harianku selama dirumah sakit, bahkan untuk pertama kalinya aku memanggilnya "ayah" Orang yang sudahh merubah dan merusak masa kecilku.
Dua bulan dirumah sakit, aku pun pulang, masih dengan kondisi tidak dapat beridiri dan bergerak banyak, dan harus bolak bali controll tentang sakit ku, yaitu diagnosa TBC, aku perokok aktif bisa tiga bungkus sehari, makan mie, dan jarang makan nasi, tiga bulan mereka merahasiakan penyakit ku yang sebenarnya, sampaii aku yang sudah ada sedikit pergerakan membuka hasil rontgen, disana ada surat dokter kenapa aku dipindahkan dan dilanjutkan rawat inap, yaitu diagnosa baru bahwa aku terserang HIV, imun tubuh ku lemah dan penyakit lain sangat mudah masuk, untung nya corona tidak sempat ikut masuk.
Disitulah aku benar-benar sangat membenci diriku, membenci ortu ku, bahkan kan membenci dan tak mau mengakuinya.. Hampir enam bulan pengobatan ambil terus ada disaat itu, memberiku makan, dan menggantikan popok ku jika aku buang air
Bulan ketujuh ,aku sudah mulai bisa berdiri dan mengingat banyak hal, Rasa dendam rasa benci kini berbalik ke ortu ku, kenapa mereka tidak ada saat aku sakit, kenapa mereka lama mendonorkan darah 0+ yang kubutuhkan empat kantong dulu disaat aku butuh transfuai darah,disaat aku sudah taak bernyawa, halusinasi, bisikan.. Aku kerap teriak-teriak menangis ada orang lain dikepalaku yang mengajak untuk mati.
Aku sembuh
Lebaran aku bisa pulang, namun dirumah orangtua, kulihat adek dan orangtuaku sumringah melihatku masih terbujur dikasur dengan badan kurus, rambut rontok dan bau busuk, aku dikurung didalam kamar kecil, sesekali mereka ku panggil untuk meminta bawakan kue lebaran, dengan suara pelan / menjatuhkan barang sesuatu agar terdengar.
Hari demi hari dirumah orangtuaku, aku memaksa dan berlatih untuk berdiri dan mengontrol keseimbangan lagi, yah walau harus tiapp hari meminum obat yang sama tanpa alfa.
Akhirnya aku bisa duduk sendiri dan pelan-pelan kekamar mandi sendiri, mulai mencoba mandi dan membersihkan diri.dan aku pu diberi Handphone yang sudah lama tidak kusentuh selama sakit untuk kupegang kembali..
Isi chat ku ternyata sudah dibaca dan dibalasin oleh adik-adik ku selama aku dirawat. Sepertinya merekaa sudah tau kegiatanku selama ini yang jarang kuceritakan dan tak pernah memberi kabar.
2021
Aku sudah balik ke pekanbaru kembali dan menyusun strategi hidup baru sendirian, amril sudah pindah kepadang, kabar yang kudapat darinya terakhir kali,dia kecelakaan dan kaki nya patah, membuatnya tak bisa melakukan apapun selain harus berbaring dan dirawat oleh keluarganya di padang.
Sakit kemarin tidak mengubah ku.. Masih saja bertemu orang serupaa dan aku masih menanamkan...
"aku sudah rusak, lebih baik rusak saja sampai mati"
Aku jujur masih tidak bisa Terima, tidak ihklas akan perubahan dan semua yang kulalui, dan sekarang aku pun masih terlilit hutang sana sini yang kupakai untuk memuaskan nafsu dan berpindah pindah kota itu.
................
Menyambut 2022
Hingga kemarin malam
Jum'at, Desember 2021 minggu terakhir di 2021 aku dijemput untuk yang kedua kalinya oleh budi dan orgtua ku, didalam kamar kost pekanbaru, seperti orang yang mau bunuh diri, ya bener, Aku sudah ada niat untuk mengakhirinya kemarin... Dibalik kamar aku tertidur sambil memegang korek api, mancis dan benda-benda yang ingin kugunakan untuk mengakhiri hidupku, tapi tetap orangtuaku dan keluargaku datang untuk kedua kalinya entah dari bisikan mana, menyelamatkanku kesekiankalinya.
Dan tak terasa 2022 sudah berjalan lima belas hari.. Aku masih disini, didunia yang memang harus bangkit kembali dengan tegar dan perubahan yang lebih baik, kulihat ayah ku yang berumur sudah 55 tahun ini harus bekerja 24 Jam dan mamak yang bekerja sakit-sakitan ikut membantu membayarkan hutang-hutangku, aku anak yang tidak berguna ini, terpukul sangat keras, melihat mereka tak mengeluh sedikitpun dan paling ahli menyembunyikan keluhannya didepan ketujuh anaknya dan cucu-cucunya..
Maaf maaaff.. 😭😭😭😭😭
Aku salah..