Sheila, gadis berumur 18 tahun yang cantik, menawan, bijak, baik hati, tidak sombong, dan sangat pintar di kelasnya, saat kecil dia mempunyai 2 orang teman laki laki, mereka bertiga bersahabat, nama kedua sahabat kecil Sheila ini adalah Nanzo dan Zuo, Sejak kecil Sheila telah jatuh cinta dengan Nanzo namun Nanzo tidak pernah menyadari itu, sedangkan Zuo yang dari kecil telah menyukai Sheila, namun Sheila tidak sadar bahwa Zuo menyukainya, namun saat mereka berumur 8 tahun mereka bertiga harus berpisah, karena keluarga mereka yang mempunyai urusan masing-masing itu, tetapi Sheila tetap bersabar menunggu orang yang dia sukai itu(Nanzo) dan Sheila pun harus menghadapi hari hari itu, sendirian karena orang tua kandungnya telah meninggal dan hanya ibu tiri nya yang mengurusnya, ibu tirinya sangat jahat dan sangat licik.
Hingga akhirnya Sheila memutuskan untuk pindah ke luar kota, untuk berkuliah di universitas ternama di negara itu, Sheila pun diterima dan dia mendengar rumor bahwa ada 2 orang lelaki tampan yaitu kakak kelasnya, yang bernama Nanzo dan Zuo, Sheila pun langsung berlari untuk menemui mereka, dalam hati Sheila berkata:apakah mereka berdua masih mengingatku, namun bagaimana jika itu bukan mereka ahhh tidak tidak aku harus percaya pada hatiku ini.
Setelah dia sampai di tempat mereka berdua
Sheila:hah rupanya benar kalian berdua, mm apakah kalian berdua masih mengingatku?
Zuo:maaf nona kami tidak mengenal anda, namun sepertinya wajah anda tidak asing ya?
Sheila:apa kalian tidak mengenalku, aku Sheila, kita bertiga adalah sahabat kecil, tapi kita harus berpisah karena ada urusan keluarga, tidak mungkin bukan kalian tidak mengenalku, aku telah menunggu kalian selama 10 tahun!
Nanzo:nona jika anda hanya ingin berkata seperti ini, lebih baik anda pergi, karena kami berdua telah memiliki sahabat wanita yang lebih baik dari pada kamu, namanya juga Sheila, tapi dia lebih cantik! mengerti
Sheila: baiklah, kalian melupakanku padahal kita telah berjanji di bawah bulan dan bintang yang bersinar bahwa kita tidak akan melupakan, namun kalian melupakanku duluan, akan ku perjuangkan semuanya lihat saja nanti, kita akan bersama kembali, aku pegang kata kataku itu, aku bersumpah aku berjanji, namun itu semua akanku perjuangkan dengan caraku: kata Sheila dalam hati.
Saat jam istirahat tiba, ada seorang teman sekelas lelaki mendekatinya, dan mereka pun berbincang bincang nama dari lelaki itu adalah Hans, dan saat Nanzo dan Zuo keluar, mereka melihat Sheila dan Hans sedang berbincang malahan seperti melebihi teman, mereka bilang dalam hati, kenapa hatiku terasa sesak melihatnya(Sheila) dengan Hans, tanpa sengaja Nanzo yang sudah tidak tahan lagi, langsung memukul Hans, lalu Sheila pun langsung bilang,
Sheila:kenapa kamu memukulnya, dia temanku, lagi pula kamu sudah bilang bukan tadi kita tidak ada hubungan apa apa? huh!
Nanzo:ikut dengan ku, sekarang!
Sheila:hey, aku tidak mau lepaskan, aku ingin mengobati luka Hans dulu!
Nanzo:ohhh begitu ya?, maaf aku telah mengganggumu...
Sheila:Nan, nan Nanzo
Nanzo pun segera berlari ke arah taman belakang, dan Sheila yang sedang mengobati luka Hans, sambil menangis, mereka pun akhirnya pulang kuliah, Hans mengajak Sheila pulang bersama, namun Sheila menolak, dia lebih memilih pulang sendirian, dia yang tinggal sendiri di apartemennya, dan saat malam itu, dia menangis tanpa henti, hingga hari esok pun tiba dan dia harus menghadapi Nanzo dan Zuo yang melupakannya.
Sheila pun bersiap siap, untuk pergi ke sekolah, hingga dia sampai di sekolah dan ada Hans yang menunggunya mereka pun masuk bersama, Zuo dan juga Nanzo pun langsung berlari ke arah Sheila, Sheila pun terkejut kenapa mereka berlari ke arahnya rupanya mereka berdua menyampaikan undangan yang berisi, bahwa Nanzo dan Nia akan mengadakan pertunangan, hati Sheila pun langsung hancur, dia patah hati, karena Nanzo adalah cinta pertama, sejati, mungkin menurutnya juga bisa menjadi cinta terakhirnya, dia yang berlari ke arah kamar mandi, sambil meneteskan air mata dan langsung meninggalkan Hans itu, dia berkata pada hatinya, kenapa kenapa? mereka melupakanku, aku tidak pernah melupakan mereka, janji kita, dan yang menyaksikan nya adalah bulan juga bintang, aku benci sekali aku benci!; kata Sheila dalam hati sambil melihat ke arah cermin yang ada didepannya.
Akhirnya pun dia berusaha menguatkan dirinya, dan dia pun segera keluar, dan segera masuk kelas.
Jam istirahat pun tiba
Dengan tiba tiba ada seorang perempuan seksi, turun dari mobil mewah, dialah Nia pacaranya Nanzo, Nia pun segera berjalan ke arah Nanzo, semua orang sungguh mengagumi Nia, termasuk Sheila, kata Sheila:dia cantik sekali, pantas saja Nanzo menyukainya, sepertinya mereka juga bahagia, jika Nanzo bahagia maka aku juga harus bahagia bukan, apakah lebih baik aku lepaskan saja Nanzo, mm sepertinya iya, dan inilah akhir kisah cintaku sepertinya, aku tidak akan menganggu kalian lagi, besok pagi aku akan segera pergi ke bandara, untuk ke luar kota dan berkarir disana!
Hans yang mendengarnya pun langsung melarang itu semua, dan Hans segera mengeluarkan bukti ke hadapan semua teman teman yang ada di kampus termasuk Nanzo, Zuo, Nia, dan lainnya, bahwa Sheila adalah teman kecil Nanzo dan Zuo yang sangat mereka sayangi dan cintai, namun mereka harus berpisah, tapi Nanzo dan Zuo berkata bahwa:itu tidak penting lagi pula itu hanya masa lalu tidak ada pentingnya bagiku, juga aku telah memilih orang yang sangat aku cintai yaitu Nia!
Nia:ah Terimakasih sayang!
Zuo:benar seharusnya kalian tidak usah
mengganggu kami lagi!
Sheila:maaf telah membuat kalian semua seperti ini, besok aku akan segera pergi ke luar kota, aku benar benar minta maaf, mohon maafkan aku?
Nanzo,Zuo,Nia: ya itu lebih bagus, kami memaafkanmu!
Hans:apa kau tidak boleh pergi kau harus memperjuangkannya?!
Sheila:iya aku tau, namun akan kuperjuangkan dengan caraku sendiri jadi kumohon jangan ikut campur urusanku lagi ya!?
Sheila pun yang segera pulang dan tidak ikut jam pelajaran ke 2 dan ke 3, saat Sheila sampai di rumah dia segera memasukan pakaian pakaiannya ke dalam koper besar, sambil mengingat hal yang telah terjadi tadi dikampus dan meneteskan air mata.
Hari esok pun tiba
Sheila yang telah mempersiapkan semuanya dia pun langsung pergi segera ke bandara, tanpa mengabari Hans dan siapapun.
Akhirnya pesawatnya pun tiba, dengan terasa sesak dihati, Sheila segera menaiki pesawatnya, dan saat sudah diudara dia terus menahan tangisannya, sambil melihat langit yang tidak cukup cerah itu, akhirnya Sheila pun sampai di tempat tujuannya dia yang segera memesan hotel, sebelum ke hotel Sheila mencari sebuah restoran, dan disitu dia bertemu dengan seorang wanita yang seumuran dengannya, nama wanita itu adalah Yuna, Yuna pun menyapa Sheila dan....
Yuna:halo, bolehkah aku bertanya siapa namamu?
Sheila:ah namaku Sheila, jika namamu siapa?
Yuna:ya salam kenal hehe, namaku Yuna
Sheila:oh, salam kenal juga ya!
mereka berdua pun berbincang bincang sambil makan, dan tiba saatnya untuk;
Yuna: bolehkah aku bertanya?
Sheila:ya tentu saja boleh
Yuna:apakah kau bisa bernyanyi?
Sheila:tentu saja bisa!
Yuna:yah bagus, aku ingin menawarkan kepadamu apakah kau ingin menjadi seorang penyanyi?
Sheila:mm, sepertinya boleh juga!
Yuna:yesss, kumohon tanda ta gan disini ya!
Sheila:iya
Yuna:baiklah besok kita bertemu lagi ya untuk membahas dulu bagaimana kehidupanmu?
Sheila:ahhh iya
Yuna:baiklah sampai jumpa, sampai bertemu esok?
Sheila:iya sampai jumpa
Sheila pun segara ke hotelnya, dan segera mandi, lalu segara ke kasurnya untuk tidur namun dia tidak bisa tidur, karena dia sedang memikirkan pertunangan Nanzo dengan Nia, namun lama kelamaan pun, akhirnya Sheila dapat tertidur dan Sheila bangun lebih pagi dari pada biasanya, karena dia takut terlambat untuk pertemuannya bersama Yuna, dengan tiba tiba ada yang menelpon Sheila saat hari masih pagi, kemudian Sheila mengangkat telpon nya, dan rupanya itu adalah Yuna.
Sheila:halo ini siapa ya?
Yuna:ya kau tidak tahu ya, aku Yuna!
Sheila:oh Yuna, darimana kau dapat nomorku?
Yuna:ada deh, aku mau bilang kita ketemuan jam 12 siang ya, saat makan siang tiba, di restoran********!
Sheila:ok!
Yuna:baiklah bye bye sampai ketemu siang nanti
Sheila:ya bye sampai ketemu lagi
Setelah itupun Sheila mencari aktivitas seperti membersihkan kamar hotelnya sendiri, agar dia tidak memikirkan Nanzo dan Zuo yang melupakannya serta Nanzo yang akan bertunangan dengan Nia.
Keadaan Hans, Nanzo, Zuo, Nia, dan kampus
Hans yang merasa kasihan terhadap Sheila, namun sekarang dia tidak bisa bertemu Sheila dan telah hilang kontak dengan Sheila, namun yang paling dia ingat adalah saat Sheila mengatakan bahwa Sheila akan mengembalikan ingatan Nanzo dan Zuo dengan caranya sendiri, Hans selalu bilang bahwa Sheila adalah perempuan yang kuat dia selalu terlihat ceria dari luar namun sakit didalam, itulah perempuan yang kuat.
Sedangkan keadaan Nanzo sekarang.
Besok adalah hari pertunangannya dengan Nia, dan Zuo pun juga merasa senang karena sahabatnya yang akan bertunangan dengan orang yang dipilihnya untuk menjadi pendamping hidupnya.
Dan disitulah Hans akan segera melakukan aksinya agar mereka sadar bahwa Sheila itulah sahabat mereka dari kecil, bukan Nia, Nanzo dan Zuo menyebut bahwa sahabat mereka dari kecil juga bernama Sheila, itu memang benar, karena Nia menyukai Nanzo maka Nia pun mengubah namanya menjadi Nia Sheila Yio, yang seharusnya namanya adalah Nia Nan Yio, Nia telah membohongi seluruh dunia termasuk Nanzo dan Zuo.
Saat pertemuan keduakalinya Sheila dengan Yuna
Yuna:halo Sheila, aku disini!
Sheila:ah iya
Yuna:kau mau pesan apa?
Sheila:mm, beef steak dan orange jus SAJA
Yuna:baiklah aku ikut dengannya (Sheila)
Yuna:baiklah kita bahas dulu masa lalumu ya?!
Sheila:baiklah!
Yuna:kau umur berapa?
Sheila:aku umur 18 tahun
Yuna:bukankah artinya sekarang kau juga telah menjalani kuliah?
Sheila:iya, aku berkuliah di luar kota di universitas*********!
Yuna:oh ok
Yuna: bolehkah kau tunjukan suaramu, cobalah bernyanyi, please??!!
Sheila:eh eh, baiklah!
Sheila pun bernyanyi salah satu lagu yang cukup populer yaitu lagu eight by IU
Setelah selesai bernyanyi
Yuna:wahhh bagus sekali suaramu!
Sheila: terimakasih atas pujiannya!
Sheila pun tersenyum
Pelayan:permisi nona, ini makanan nya dan minumannya
Sheila: terimakasih
Sheila:ini makananmu!
Yuna:ah iya, baiklah kita bahas nanti lagi ya?
Sheila:ok
Mereka pun memakan makanan mereka masing masing, setelah mereka selesai makan, mereka kembali membahas masa lalu Sheila, namun Sheila tidak pernah cerita tentang kisah cinta dan persahabatannya itu kepada Yuna, karena Sheila juga butuh privasi pribadi, dia hanya bilang kepada Yuna bahwa, dia memiliki 2 orang sahabat laki laki saat dia kecil namun kami harus berpisah karena ada urusan keluarga masing masing.