Ini adalah hari di mana aku mengalami hukuman untuk pertama kalinya. Karena aku datang terlambat ke sekolah.
"Ya ampun, udah telat lagi. Gimana nih, kalau pun pergi sekarang pasti udah terlambat banget. Apa nanti akan di hukum ya. Ah, bodoh amat deh di hukum atau nggak. Yang terpenting aku harus ke sekolah. Bisa - bisa nanti mamah, papah hukum aku lagi." kata ku di perjalanan menuju sekolah.
Setelah berucap itu, aku langsung mempercepat langkah ku menuju sekolah. Ya, aku berangkat sekolah dengan jalan kaki. Karena berhubung jarak rumah ku ke sekolah tidak terlalu jauh.
Beberapa menit kemudian aku pun telah sampai di gerbang sekolah. Ku lihat di sana banyak siswa siswi yang sepertinya datang telat sama seperti ku. Dan ketika aku ingin melangkah untuk masuk ke dalam sekolah. Aku malah di larang karena ternyata aku telah telat datang lima menit dari yang seharusnya.
"Ah sial, kenapa bisa telat gini sih. Padahal tadi udah jalan kenceng banget lagi. Dan parahnya cuman lima menit telat gak boleh masuk ke sekolah." kata ku merutuki diri ku sendiri karena datang terlambat.
Aku dan siswa siswi yang lain yang sama - sama telat pun masih menunggu di gerbang sekolah. Dan berharap masih bisa di izinkan masuk ke kelas kami. Selain itu, ada juga siswa siswi yang memutuskan untuk pulang ke rumah mereka dan ada juga yang memutuskan bolos sekolah sampai jam pulang sekolah selesai baru mereka akan pulang.
Sekitar beberapa menit kami menunggu, datang lah seseorang menghampiri pak satpam. Dan setelah seseorang itu berbicara dengan pak satpam. Pintu gerbang pun di buka oleh pak satpam dan kami semua pun di izinkan masuk ke sekolah.
Saat kami ingin melangkah pergi menuju ke kelas kami. Seseorang itu pun langsung mencegah kami.
"Hey, kalian mau kemana?" kata nya pada kami.
Kami serempak pun menjawabnya bersamaan " Ke kelas. Kemana lagi emangnya"
"Oh, ke kelas ya, apa kalian tau kesalahan kalian apa?" kata orang itu pada kami.
"Ya iya lah, masa iya pergi ke mall. Tau lah, kami semua telat" seseorang di antara kami langsung menjawab ucapan orang itu.
"Lalu apa yang seharusnya kalian lakukan sekarang jika telat seperti ini" kata orang itu lagi pada kami.
"Tau, kami semua harus pergi meminta hukuman" kata seseorang di antara kami itu.
"Bagus jika kalian sudah tau. Maka sekarang ikut lah dengan ku untuk menerima hukuman kalian" kata orang itu pada kami.
"Untuk apa kami ikut sama kamu kurang kerjaan aja harus ikutin kamu." kata salah satu orang lagi di antara kami.
"Ya, untuk menerima hukuman lah apa lagi coba" kata orang itu.
"Kalau kami nggak mau ikut kamu gimana?" kata seseorang yang berada di antara kami.
"Ya, berarti kalian nggak bisa masuk ke kelas kalian. Simpel bukan" kata orang itu lagi.
"Dasar nyebelin orang kaya kamu ini. Ya udah ayo kami akan ikutin kamu" kata seseorang di antara kami yang langsung menyetujui ucapan dari orang itu.
Beberapa menit kemudian kami pun telah masuk ke sebuah ruangan yang ternyata ruangan ini adalah ruangan ketos. Ya, ampun jantung ku berdetak sangat kencang. Karena aku pernah mendengar kalau ketos di sekolah ku ini. Kalau kasih hukuman super duper kejam. Tapi semoga aja sekarang lagi baik ketosnya.
Hawa mencengkram pun, di rasakan ku ketika berada di ruangan ini. Terlihatlah di sana seseorang yang sedang menunggu kami. Ya sepertinya itu ketos kami di sekolah.
"Jadi, mereka semua yang telat datang hari ini" kata ketos dengan suara biasa aja.
"Iya" jawab orang yang membawa kami.
"Hem, baik lah" kata ketos kami sambil melangkah, selangkah demi selangkah menuju kami semua dan mengelilingi kami semua. Setelah ia kembali lagi ketempat ia semula. Ia pun mulai bertanya pada kami.
"Kenapa kalian telat?" kata nya dengan tegas.
Hening tak ada yang bicara dan karena keheningan ini pun yang akhirnya membuat ketos kami itu marah sampai menggebrak meja yang ada di depannya.
Brak...
"Jawab... bukan malah diam kaya gini. Punya mulut kan maka jawab. Kalau kalian nggak jawab dalam hitungan mundur ku. Kalian semua akan habis oleh ku" kata ketos itu dengan sangat menyeramkan.
"Lima, empat, tiga, dua..." kata ketos menghitung mundur agar kami menjawab ucapannya itu.
"Ke...siangan" kata ku yang terbata - bata karena takut.
"Oho... ada juga yang berani jawab. Hey kamu, kesiangan karena apa" kata ketos bertanya pada ku.
"Itu... anu... Itu... karena aku telat bangun kak" kata ku menjawab ucapan ketos di sekolah ku.
"Telat bangun ya, alasan klasik. Lalu rumah mu dimana?" kata ketos lagi bertanya pada ku.
"Di ujung pertigaan sebelah kiri sekolah kak" kata ku memberitahukan tempat tinggal ku.
"Deket sekolah pun masih telat" kata ketos pada ku.
"Iya kak maaf" kata ku malah meminta maaf.
"Tak ada kata maaf disini. Kalau yang lain apa alasannya telat" kata ketos lagi bertanya pada yang lain.
Setelah semua siswa siswi menjawab alasan mereka kenapa telat. Ketos pun langsung berucap lagi.
"Bagus, alasan Kalian semua hampir sama karena kesiangan. Sekarang aku akan memberikan hukuman buat kalian. Dengar baik - baik hukuman kalian. pertama, kalian lari keliling lapangan sebanyak 10 kali. Kedua kalian bersihkan kamar mandi sampai bersih. Ketiga kalian ambil sampah yang berada di lapangan. Keempat kalian harus merapikan buku - buku yang ada di perpustakaan. Kelima kalian semua menulis sebanyak 100 kali kalimat bahwa kalian tak akan datang telat lagi ke sekolah. Apa kalian mengerti dan paham dengan hukuman kalian." katanya dengan nada yang keras dan sangat tak berperasaan.
"Ya, kami mengerti" jawab kami serempak.