"Semua orang akan memperjuangkan apapun untuk orang yang dia cintai, bukankah begitu?"
-Dhanny
-------
WARNING! Cerita ini hanya rekayasa, nama orang, latar belakang, kejadian dan lain-lain hanya dibuat-buat. Terimakasih dan selamat membaca🩸
--------
Nama nya Dhanny, seorang siswa baru di SMA Jaya Wijaya. SMA Jaya Wijaya merupakan SMA favorit di kota Candana.
Seperti SMA yang lainnya, SMA Jaya Wijaya juga melakukan kegiatan MOS (Masa Orientasi Sekolah).
Kegiatan inilah yang paling tidak disukai siswa/siswi SMA. Karena menurut mereka banyak menyita waktu.
"Cape banget mah kalau kayak gini," keluh Dhanny dalam hati.
Ya, Dhanny masih belum mendapatkan teman seperjuangan nya.
Tetapi tiba-tiba, Ia melihat sesosok bidadari sedang minum disudut ruang. Cantik.
Rambut nya pendek, tubuh nya mungil, pas untuk dipeluk. Benar-benar sesuai dengan tipe wanita Dhanny.
Tapi tiba-tiba ada seorang laki-laki datang dan duduk disamping nya, "Siapa dia?" Tanya Dhanny.
"Dia nama nya kak Rachel." Tiba-tiba ada seseorang yang menjawab pertanyaan Dhanny.
Siswi SMA berambut panjang memakai kacamata.
"Oohh..." Jawab Dhanny cuek.
"Kenalin, nama aku Hanna." Kata siswi SMA itu.
"Dhanny." Dhanny berusaha untuk jual mahal.
"Kamu pindahan dari sekolah mana?" Tanya Hanna lagi.
"SMP Gala Gading," jawabnya.
"Eh, yang bener?? Kata orang-orang SMP itu SMP brutal loh." Ujar Hanna dengan mimik wajah terkejut.
"Hah... Itu cuma mitos kok, dalam nya ga kayak yang orang-orang bilang." Ucap Dhanny membantah.
"Hmmm, iya sih..."
"Kamu pindahan darimana?" Kini Dhanny yang bertanya.
"SMP Lima Harapan." Jawab Hanna.
"Ooh, kumpulan siswa siswi rajin." Gumam Dhanny.
"Apa?" Tanya Hanna tak mendengar.
"Engga, gapapa."
-----
Singkat cerita, acara MOS sudah berakhir. Para murid bubar masuk ke kelas mereka masing-masing. Dhanny dan Hanna satu kelas. Kelas X-D.
Pengenalan pun sudah dimulai oleh sang wali kelas masing-masing. Wali kelas dari kelas X-D adalah Bu Hanum, guru yang dikenal galak dan tegas sekaligus guru yang mengajar pelajaran Matematika.
***
Bel pulang telah berbunyi, murid-murid sudah diizinkan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Dhanny pun pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda gunung nya.
"Wah, Dhanny! Kita ketemu lagi!" Ucap Hanna kagum melihat Dhanny.
Sedangkan sang lawan bicara malah canggung dengan keadaan, "Ah iya, ketemu lagi," katanya.
"Rumah kamu dimana, Dhan?" Tanya Hanna.
"Di Kompleks Permata Indah." Jawab Dhanny.
"Oohhh... Kompleks orang kaya ya," ujar Hanna.
"Rumah mu dimana?" Kini Dhanny bertanya balik, untuk mencairkan suasana.
"Di jalan Balalaguna, perumahan biasa." Jawab Hanna.
"Ooh... Ya udah, aku balik dulu ya, Han." Ucap Dhanny sembari membuka gembok sepeda nya.
"Iya, Dhan. See you!" Kata Hanna sambil melambaikan tangan nya.
"See you." Jawab Dhanny yang sudah bersiap pulang.
-----
Diperjalanan, sejenak Dhanny mendengar teriakan seorang wanita yang sedang meminta pertolongan.
"TOLONG!!" Teriak wanita itu.
Dhanny yang mendengar teriakan itu mencari darimana asal teriakan itu.
"TOLONGGG!!!" Teriakan itu semakin kuat. Dhanny bisa menebak bahwa suara itu berasal dari arah barat Ia berdiri. Ia pun langsung bergegas menggunakan sepeda gunung nya menuju asal suara.
------
"HEI!" Teriak Dhanny saat melihat seorang pria tua ingin melecehkan seorang siswi SMA.
Pria tua itu melihat ke arah Dhanny.
"Siapa kau?! Jangan ikut campur, pergi sana!" Usir pria tua itu.
"Seorang pria bau tanah yang br~ngs~k ingin melecehkan seorang siswi SMA? Apakah itu perbuatan yang terpuji?" Tanya Dhanny dari sana.
"HEI! AKU BILANG JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN KU DAN PERGI DARI SINI! KAU HANYA BOCAH INGUSAN!" Teriak Pria itu.
Dhanny mengambil tongkat yang letaknya tidak jauh dari dirinya berdiri. Kemudian dia melayangkan tongkat itu dan...
BUG!! Dia menempatkan tongkat itu tepat diatas kepala pria tua br~ngs~k itu.
Pria itu berteriak kesakitan, "AUH!!"
Tapi tidak sampai disitu. Tiba-tiba sekelompok preman yang tidak diundang datang.
"DASAR, BOCAH INGUSAN! PERGI KERJAKAN TUGAS SEKOLAH MU SANA!" Teriak salah seorang dari mereka yang Dhanny pikir merupakan sang anak buah.
"Semakin banyak saja ya~ Aduhhh, takut deh~" Ucap Dhanny yang dibuat-buat.
Para preman kesal mendengar ucapan Dhanny yang dianggap seperti sedang mengejek mereka, seseorang dari mereka pun maju dengan melayangkan tongkat besi yang berada ditangan nya.
"AWAS!" Teriak sang korban.
"Tenang saja!" Ucap Dhanny dengan santai.
BUG!! Satu pukulan melayang ke wajah sang preman.
"BOCAH S¡ALAN!" Maki nya.
"PRIA TUA BAU TANAH!" Maki Dhanny balik.
***
Singkat cerita pertempuran terjadi antara Dhanny dengan sang preman. Dhanny memenangkan pertandingan, meskipun banyak luka di wajah nya.
"Hei, kau tidak apa-apa?" Tanya sang korban pada Dhanny.
"Wajah ku sakit. Sudah lama aku tidak merasakan ini." Kata Dhanny dengan wajah tersenyum seperti psikopat.
Sang korban merinding, sejenak terlintas di pikiran sang korban untuk kabur meninggalkan Dhanny, tetapi...
"Mau kemana kau?" Tanya Dhanny dengan nada yang sedikit tidak berteman.
Sang korban membalikkan wajah nya.
"A-aku ingin pulang." Ucap sang korban dengan wajah menunduk.
"Angkat kepala ku, daritadi kau hanya menunduk." Kata Dhanny.
DEG! Ternyata 'calon' korban pelecehan yang Ia selamatkan adalah Rachel, kakak kelas Dhanny.
"Kak Rachel ya?" Tanya Dhanny memastikan.
"Kok kamu tahu?" Tanya Rachel balik.
"Kakak kan cukup terkenal di sekolah." Jawab Dhanny.
"Ah, iya kah?" Tanya Rachel sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Oh ya, wajah kamu gimana?" Tanya Rachel khawatir.
"Sakit." Jawab Dhanny.
"Ma-maaf... Kita ke rumah sakit ya?" Tawar Rachel.
"Engga, ga usah." Tolak Dhanny.
"Eem... A-atau ga ke rumah aku?? Aku obatin di rumah aku." Tawar Rachel lagi..
"Ya udah, ayo." Dhanny menerima tawaran itu.
----
Mereka sampai di rumah Rachel. Ternyata, rumah Rachel dan Dhanny hanya berbeda beberapa rumah. Satu kompleks, satu blok, hanya beda nomor.
"Masuk, ayo." Ajak Rachel.
"Iya, permisi." Ucap Dhanny sopan.
Rachel pun mengobati Dhanny sembari bertanya-tanya.
"Kamu nama nya siapa?" Tanya Rachel.
"Dhanny kak." Jawab Dhanny.
"Oohhh, makasih ya kamu udah mau nolongin aku." Ucap Rachel.
"Iya, sama-sama kak. Auch!"
"Ah, maaf. Sakit ya?"
"Engga, bercanda aja."
"Ihh, dasar!"
Itulah pertemuan kedua Rachel dan Dhanny. Berkat pertemuan itu, Dhanny semakin berdebar-debar ketika berada di dekat dengan Rachel. Berkat pertemuan itu juga, Dhanny selalu mencari cara untuk bisa selalu dekat dengan Rachel.
Kalimat singkatnya, Dhanny sudah terobsesi dengan Rachel.
Tapi Ia selalu berusaha untuk bersikap biasa saja, agar obsesi nya tidak terlalu kelihatan.
------
Hari demi hari Dhanny lewati dengan terus bersama Rachel. Tiada hari dimana Dhanny makan siang sendiri, karena Ia selalu makan siang bersama dengan Rachel dan teman-teman Rachel. Banyak yang mengira Dhanny dan Rachel berpacaran, tetapi rumor itu selalu dibantah Rachel.
"Kita ga pacaran kan, Dhan?" Tanya Rachel pada Dhanny, mencoba mengklarifikasi hubungan mereka.
Dhanny hanya mengangguk pelan. Anggukan nya sebenarnya tak sesuai dengan isi hati nya.
Hingga suatu saat, disaat Dhanny mengantar Rachel pulang...
"Kak Rachel, aku mau ngomong sesuatu..." Ucap Dhanny yang sebenarnya gugup.
"Ngomong aja, Dhan." Jawab Rachel.
"A-aku suka sama kak Rachel. Kak Rachel-" Belum sempat Dhanny melanjutkan ucapan nya, Rachel langsung menghentikan perkataan Dhanny.
"Aku ga suka sama kamu." Jawab Rachel tegas.
"Ah, maksud aku, aku suka kamu sebagai adik, ga lebih." Lanjut nya memperbaiki kata-kata nya.
DEG! Bagaikan jatuh ke dalam jurang. Sungguh sakit perkataan Rachel.
"Tapi kita udah lumayan dekat loh kak, apa salah nya kita coba-coba aja dulu?!" Paksa Dhanny.
"Ga bisa, Dhanny! Aku udah punya pacar!" Jawab Rachel.
Lagi, lagi dan lagi. Dhanny sakit hati.
"Jadi selama ini kakak anggap aku apa?? APA?!" Tanya Dhanny yang sudah mulai membentak.
"Ga usah bentak, bentak! Aku ga tuli!" Jawab Rachel.
"Jawab aku, kak." Lirih Dhanny.
"Aku anggap kamu kayak adik aku." Jawab Rachel.
"Adik??? Ga lebih??" Tanya Dhanny lagi.
"Iya, ga lebih." Katanya.
Dhanny tersenyum.
"Siapa sih pacar kakak?" Tanya Dhanny pada Rachel.
"Rio."
"Oohh, bang Rio ya... Oke deh~" Jawab Dhanny.
Perasaan Rachel tiba-tiba menjadi tidak enak.
"Mau apa kau?" Tanya Rachel.
"Tidak ada." Jawab Dhanny dengan tetap tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa kak." Pamit Dhanny.
Rachel pun langsung masuk ke dalam rumah nya.
Di perjalanan, Dhanny menyusun suatu rencana. Ya, rencana. Rencana mendapatkan Rachel.
------
"Chel, Chel, Chel!!! Lo tau ga, katanya Rio lompat dari atas gedung, Chel!" Ucap salah satu teman Rio, Gading.
"Ding, bercandaan nya ga lucu ya." Tegas Rachel.
Di sekolah, tidak ada yang mengetahui hubungan Rachel dan Rio, kecuali Gading. Oh, satu lagi, Dhanny pastinya.
"Ga bercanda gua, Chel!! Mama Rio telepon gua malem-malem gini!" Ucap Gading dari balik telepon.
"Ding, K-kamu... Y-yang bener aja??" Tanya Rachel dengan suara bergetar.
"Iya, Rachel." Lirih Gading.
Tangisan. Hanya tangisan yang keluar.
Rio yang mereka tahu adalah sesosok lelaki yang taat akan Tuhan, tetapi kenapa Ia mau mengakhiri hidupnya sendiri? Sungguh pertanyaan yang menjadi misteri.
------
Sudah tujuh hari sejak meninggalnya Rio. Rachel menjalani hari-harinya tanpa bersemangat, Ia sangat lesu. Tetapi Dhanny tetap berada disisi Rachel.
"Kak Rachel... Aku mau ngomong sama kak Rachel." Ucap Dhanny.
"Aku lagi males, Dhan. Maaf ya." Kata Rachel sambil berjalan pergi.
"Ini tentang bang Rio." Kata-kata Dhanny menghentikan langkah kaki Rachel.
"Rio?" Tanya Rachel.
Dhanny tersenyum, "Kalau mau tau, datang ya ke alamat Forever nomor 13," katanya.
"Kasih tau sekarang aja!" Tegas Rachel, sepertinya Ia sudah harus menghindar dari Dhanny. Dhanny mencurigakan.
"No, no. Ga seru kalau disini kasih tau nya."
"Datang ke jalan Forever nomor 13 ya," lanjut nya sambil berlalu pergi.
"Sebenarnya apa yang anak itu ingin katakan?!" Tanya Rachel dalam hati nya.
-----
Karena penasaran, Ia pun datang ke alamat yang diberikan Dhanny.
Dari luar, tampak itu adalah sebuah ruko biasa. Mungkin itu tempat tinggalnya Dhanny?
Rachel pun menekan tombol bel yang ada disana.
Seseorang membuka pintu rumah itu.
"Ayo masuk, kak." Kata orang itu yang ternyata adalah Dhanny.
Ugh, lagi-lagi Ia tersenyum mengerikan.
Rachel pun masuk ke dalam ruko itu. Didalam ruko itu dihias secantik mungkin dengan banyak bunga.
"Kamu... Ng-ngehias rumah mu?" Tanya Rachel gugup.
"Atau rumah kamu toko bunga?" Lanjut Rachel.
"Ini aku secara spesial hias rumah untuk nyatakan perasaan ku ke kak Rachel." Jawab Dhanny.
Ia berlutut, "Kakak mau jadi pacar aku?" Tanya Dhanny.
"Please deh, Dhan. Aku ke sini untuk dengar tentang Rio. Ga usah bertele-tele deh kamu." Ujar Rachel kesal pada Dhanny...
Dhanny menghela nafas, "Untuk apa sih kakak masih mau tau aja tentang bang Rio?? Move on dong! Lihat perjuangan aku! Lalat itu udah aku singkirin, masih juga kak Rachel pikirin dia!" Ucap Dhanny panjang lebar.
Rachel terkejut.
"JADI INI YANG MAU KAMU KASIH TAU?!" Tanya Rachel tak percaya.
Dhanny menutup mulut nya. Mulut nya terlalu jujur kali ini.
"TERNYATA... K-KAMU!!!" Teriak Rachel.
DUGH!! Dhanny membuat Rachel menjadi pingsan.
------RACHEL POV-------
Aku mengedip-ngedipkan mata ku. Cahaya disini remang-remang. Aku tak tahu saat ini aku sedang dimana... Tapi tiba-tiba saja ada sendok didepan mulut ku.
"Ayo, dibuka mulut nya~" Katanya pada ku.
Aku ingin berbicara, tapi mengapa sulit sekali... Tangan, tangan ku!!! Sial, ternyata tangan beserta kaki ku diikat oleh nya.
"aaawyowyo!!" Sial, ucapan ku tak jelas.
"Kenapa? Mau aku bukain penutup mulut nya? Hm?" Tanya bocah br~ngs~k ini padaku.
Aku meronta-ronta, dan tiba-tiba...
PRANKKK!!
Aku tidak sengaja menjatuhkan piring nya...
Dia berdiri membelakangi lampu. Dia terlihat marah!!!
PLAK! Tiba-tiba aku dipukul oleh nya.
"PEREMPUAN GA TAHU UNTUNG!! HARUSNYA KAMU BERTERIMA KASIH KARENA UDAH AKU KASIH MAKAN!" Bentak nya pada ku.
AKU TAKUT!!! Dia membalikkan badan nya, kemudian berjalan ke arah salah satu meja disana.
Sial! Dia mengambil sebuah cambuk! Untuk apa cambuk itu?!!!
Lari!! Aku harus lari!!!
Aku meronta-ronta, aku tidak ingin disiksa!!!
"Sebenarnya aku sedikit kasihan pada mu... Tetapi aku melakukan ini agar kamu bisa menurut pada ku." Katanya. MEMUAKKAN! AKU MUAK!
"Semua orang akan memperjuangkan apapun untuk orang yang dia cintai, bukankah begitu?" Apa?! Apalagi katanya sekarang?! Cinta? Begini yang kau sebut cinta?!
Aku menatap mata nya dengan tajam. Dia malah menatap balik mata ku dengan tatapan psyco nya. MENGERIKAN! SIAPA ORANG INI?!!
CTAS!!
Dia mencambuki lantai.
"Jika kau tidak ingin merasakan sakit yang dirasakan oleh lantai ini, maka menurut lah pada ku. Karena kamu, hanya untukku selamanya~" Katanya pada ku.
GILA! APA DIA SUDAH GILA?! DIMANA KEWARASANNYA SIH?!
***
Singkat cerita, aku disiksa dalam semalam karena aku tidak menuruti kemauan lelaki br~ngs~k satu ini.
"Ketua OSIS Jaya Wijaya, Rachel Ananda mulai saat ini, hanya milikku seorang, Dhanny." Katanya yang menggila.
Aku lelah, aku sudah lelah. Ingin melawan, tapi mulut ku tak dibuka sama sekali. A-aku....
***
-TAMAT-
вσ вαhhh
12 Januari 2022, Rabu