jangan menyia-nyiakan seseorang yang sangat tulus untukumu. karena jika dia pergi berpaling maka kau yang akan menyesal dikemudian hari.
***
tidak ada yang tahu dimana hati akan berlabuh, dimana dia akan nyaman dan senang.
tapi, kenapa hatiku harus mengharapkan sesuatu yang sudah pasti bukan milikku. aku tahu jika aku tidak boleh merasakan rasa ini. tapi, siapa yang tahu dengan hati.
"dania...! " panggil seseorang yang sangat aku kenal siapa dia.
"andra..!! ada apa...? " tanyaku padanya yang saat ini sudah terengah-engah kelelahan lantaran habis berlari.
"nanti kita jalan yuk!! bareng andri dan bianca" ajaknya sambil tersenyum,aku hanya mengangguk sebagai persetujuan.
"ok" jawabku lalu kami berjalan beriringan berdua.
aku, 2A (andra dan andri) serta bianca adalah teman masa kecil. kami berempat sudah sangat dekat dari masa kanak-kanak. ada sangat banyak kenangan yang kami rajut bersama. baik suka maupun duka.
awalnya aku kenal mereka bertiga saat aku baru saja pindah kejakarta bersama keluargaku.
saat itu aku hanya sendiri tengah menangis ditaman yang tidak jauh dari rumah. aku sangat merindukan teman-temanku yang ada dibandung.
"hiks...hiks vano!! aku takut sendiri" isakku saat mengingat temanku vano.
"kau bilang!! hiks kau akan selalu bersamaku" tangisku pecah. jika aku mengingat hal itu aku hanya bisa tertawa. lantaran aku itu sangat cengeng dan terlalu bergantung dengan vano.
"hei!! kenapa kau menangis!? apa ada yang mengganggumu...? " tanya anak itu yang tidak lain adalah andra tapi saat itu aku masih belum mengenalnya.
"hiks...tidak ada yang bermain denganku hiks..!! aku sendirian disini" tangisku yang malah membuat anak laki-laki itu tersenyum padaku.
"kau bisa bermain dengan kami!! kami mau jadi temanmu" katanya masih dengan senyum yang membuatku berhenti menangis.
"sungguh...? " tanyaku memastikan.
"tentu saja, kau bisa bermain dan berteman dengan kami" kata seorang gadis yang bersama dengan andra dan dia adalah bianca.
"kenalkan namaku andra!! dia kembaranku andri dan yang ini tetanggaku bianca.!! dan kau siapa namamu...? " tanya andra usai memperkenalkan dirinya dan kedua temannya.
"dania... namaku dania!! "jawabku. itulah pertemuan pertama kami.
"dania!!! halo!! aku sedari tadi bicara denganmu!! " kata andra membuyarkan lamunanku.
"eh!! maaf aku hanya sedang memikirkan sesuatu" kataku sedikit terkejut.
"cih!! jadi kau tidak dengar apa yang aku katakan sedari tadi...? " cemberutnya yang langsung kuangguki.
"apa yang kau bicarakan tadi...? "tanyaku padanya. mungkin saja dia nanti mau berkenan menceritakan lagi padaku.
"hufhttt!! baiklah" ucapnya menghembuskan nafas lelah. aku hanya tersenyum simpul saja menanggapinya
"aku akan menembak bianca nanti!!! " katanya dengan senyum sumringah dan matanya yang berbinar.
jujur, rasanya sakit ketika mendengar itu. namun aku sangatlah sadar diri, padahal aku sudah tahu jika andra sudah menyukai bianca dari masa sma. tapi, aku masib saja menaruh hati padanya.
"sungguh aku turut senang mendengarnya!!! semoga bianca mau menerimanya dan aku doakan semoga hubungan kalian bakal bertahan sampai pelaminan" bohong, semuanya yang aku katakan itu bohong. rasanya aku ingin egois tapi, aku tidak ingin hubungan kami akan rusak nantinya.
lebih baik menanggung sakit sendiri dibandingkan harus kehilangan sahabat.
"terimakasih!!! kau memang teman terbaikku! " katanya memelukku dengan erat aku hanya bisa menyunggingkan senyum dengan sebisaku saja.
***
saat ini kami berempat sedang berada disebuah restoran yang lumayanlah bisa dikatakan mewah.
obrolan ria dan canda tawapun menghiasi meja kami.
"aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian...! " senyum andri sambil berpandangan dengan bianca yang membalas senyum andri dengan mata berbinar.
"mungkin nanti kalian akan terkejut,karena ini tiba-tiba" lanjut bianca yang membuat rasa penasaran dalam hatiku semakin membesar.
"cepatlah!! kalian kebanyakan drama mulu!! aku panasaran nih!! " kesalku mati penasaran dengan apa yang akan mereka sampaikan.
"ia paan sih!! bikin jiwa kepo andra berlapis-lapis! " imbuh andra tidak kalah kepo denganku.
"kami berdua resmi jadian!! " jawab mereka kompak yang membuat jantungku berdebar lebih kuat dari biasanya.
kukihat wajah andra yang kini sudah tidak bersahabat lagi. kugenggam tangannya tanpa sepengetahuan dari andri dan bianca hingga wajah itu kembali menyinggingkan senyum.
"wow!! aku sangat terkejut!! sejak kapan... kok aku ngakk tahu ya" hebohku mencoba membuat suasana riang mengikuti kedua pasangan yang tengah dimabuk asmara.
"aku juga!! yaampun!! kalian membuatku syok" kata andra berkata seceria mungkin namun tangannya kini tengah menggenggam erat tanganku.
"hmmm!! sebenarnya sih baru sekitar seminggu yang lalu dan kami ingin mengatakannya disaat kita lagi ngumpul" jelas Bianca sambil tersenyum.
" selamat ya bi dan lu juga andri" senyumku pada mereka.
"pj dong!! kan pasangan baru nih" goda andra yang membuat keduanya terkekeh.
" malam ini kita yang traktir deh!! " kaat andri yang diangguki oleh bianca.
***
aku tak henti-hentinya mencoba menahan andra yang saat ini minum-minum dengan sangat banyak. aku tahu kalau dia tertekan, tapi setidaknya jangan menyakiti dirinya sendiri.
"ndra!! udah yy.. jangan diterusin lagi minum nya" ucapku mengambil segelas minuman beralkohol dari tangan andra.
"dania...!! ini sakit tahu... ukh.. sakit lu ngakk tahu rasanya" katanya sambil memukul-mukul dadanya.
aku tahu ndra gimana rasanya, apa lagi jika setiap saat orang itu hanya menceritakan gadis lain didepanku. aku ingi mengatakannya tapi. ya tidak perlulah.
"ndra sekarang lu itu nyakitin diri lu sendiri!!! udah ya, kita pulang yuk! " ajakku menarik tangannya dengan kuat.
"dania lu pulang ajah gih!!! aku masih mau disini" tolaknya menepis tanganku.
"ndra... yuk kita pulang yah!! jangan demi lu tapi demi gue yang kawatirin lu dan keluargamu ndra " bujukku lagi, mungkin bujukan ini berguna karena andra yang langsung mengikutiku.
aku membawa andra dengan mobil andra yang aku tunpangi tadi. tapi saat ini aku yang membawanya karena orang yang punya lagi sekarat.
"masuk!!! " aku mendorong tubuh andra masuk kedalam rumah dan langsung membaringkannya disofa. setelah siap membersihkan wajahnya aku langsung tidur dikamarnya dan mngunci ruang itu dari dalam.
***
keperibadian andra sangat jauh berbeda, dia yang dulunya tidak suka dengan dunia malam. saat ini hidup bersenang ria menikmati berbagai minuman dan wanita menghambur-hamburkan uangnya.
dan yang menjadi korban sebagai supir dan pembantu pribadinya adalah aku. marah, kesal, kecewa, sakit hati semua aku rasakan.
tapi, karena aku terlalu mencintainya semuanya aku rasa baik-baik saja. yang terpenting saat ini aku harus selalu ada untuknya.
"andra sampai kapan lu begini...? " tanyaku padanya untuk kesekian kalinya.
" sampai bianca jadi milik gue" jawabnya dengan jawaban yang sama.
" ndra dia udah bahagia!! seharusnya kamu juga begitu ndra!! aku lelah, capek, begini terus!!! andra kumohon hentikan semuanya" kataku lirih hampir tak terdengar.
"kalau kamu capek!! udah tinggalin ajah aku sendiri!! aku tidak terlalu butuh kamu kok!! masih ada banyak diluar sana yang rela menggantikan kamu" katanya enteng, namun rasanya bak disambar petir
hancur, sakit padahal aku sudah mengupayakan segalanya untuknya. dan masih saja berkata demikian.
"baiklah!! jika itu maumu aku pergi!! " dengan kekecewaan aku pergi melangkah meninggalkan apartemen itu. air mataku sudah tidak bisa dibendung lagi.
aku berlari sambil menangis menuju parkiran mobilku.
"hiks... segalanya aku lakukan!! dan dengan mudahnya dia berkata tidak butuh!!! hiks... aku lelah tuhan!! lelah dengan perasaanku ini!!" kujalankan mobil dengan laju sedang tidak tentu arah. hingga aku sanpai dirumahku hampir subuh.
***
kekecewaan dihatiku tidak bisa menghapus rasa cintaku padanya. banyak cara kucoba melupakannya tapi tidak bisa.
"dania" kata seseorang yang tiba-tiba memelukku.
"lepas!!! kamu siapa...? " tanyaku menyelidik orang itu, semakin kuperhatikan wajahnya, aku seperti familiat tapi siapa.
"vano!! ini aku vano suami masa depannya dania!! " katanya dengan wajah berbinar.
"vano!! sungguh ini kamu, aku sangat merindukanmu my prince!!! " aku memeluknya dengan sangat erat dan dibalas olehnya tidak kalah erat juga.
"aku juga sweety!! kau tahu aku menunggu saat ini, sesampai diindonesia aku langsung mencarimu disini" katanya masih memelukku dengan sangat erat.
"dania!! siapa dia...? " aku kenal suara itu, ya dia andra.
aku memandang wajah andra yang kini tengah menaikkan alis matanya sebelah dan kian menatapku tajam.
"bukan urusanmu!! jangan ikut campur, kau tidak membutuhkanku lagikan jadi jangan sok mencampuri urusanku" ketusku lalu menarik tangan Vano meninggalkan andra.
"dia siapa..? " tanya vano dengan nada dingin yang membuatku langsung menghentikan langkahku.
"jangan bilang pacar atau sejenisnya!!! " lanjut vano masih dengan nada datar. dari dulu aku tidak bisa berbohong dengan vano. walaupun kami sudah lama berpisah tapi entah mengapa itu sudah jadi kebiasaan.
"aku menyukainya!! tapi dia tidak tahu" jujurku pada vano.
" lalu selama ini aku apa dania!!! kau bilang aku adalh milikmu begitupun sebaliknya tapi apa yang kau lakukan kau memberikan hatimu padanya!!! selama ini aku hanya memikirkanmu mengabaikan puluhan bahkan ratusan gadis untukmu!! dan ini kau!!! " frustasi vano.
benar yang dia katakan, kami punya janji. jika kami akan bersama selamany. aku adalah miliknya begitupun sebaliknya.
"maaf!! aku akan melupakannya!!! maaf aku salah! " sesalku sambil menunduk.
"bagaimana caranya!!! aku tidak yakin kau bisa...!! " kata vano menggenggam bahuku dengan erat.
"aku akan melupakannya, aku pasti bisa" yakinku padanya yang menggeleng padaku.
"kau bukan lagi milikku!! kau sudah tidak bisa jadi milikku...!! padahal... " ucapnya gantung dengan nada frustasi.
" hei!! aku tetap jadi milikmu!! apa yang harus aku lakukan untuk meyakinkanmu!! aku akan melupakannya!!! jangan begini vano! " kataku menangkup wajahnya, kulihat matanya sudah memerah.
" lakukan denganku!! aku ingin memiliki tubuhmu!! walau hatimu masih miliknya!! aku ingin memilik tubuhmu dan perlahan menjadikan hatimu milikku" jelasnya
"apa kau bisa memberikan itu padaku...?" tanyanya yang membuatku langsung mengangguk.
"aku bisa!! aku akan memberikannya, jadi kita akab tetap bersama " senyumku yang dibalas olehnya.
"dania!!! kau... " aku sontak terkejut, ketika melihat andra yang kini tengah menarik tanganku.
"andra...!! sejak kapan kau disini..? " gugupku menanyakan padanya.
"sejak kau bilang aku adalah orang yang kau sukai!!! semuany aku mendengarnya semuanya!!! dania maafkan aku!! selama ini tidak menyadarinya!! maaf aku selama ini menyakitimu, aku akan memperbaikinya jadi
kembali padaku, cintai aku lagi, dan aku jamin aku akan memberikan hati dan cintaku padamu"
kata andra yang membuatku terkejut, tapi dengan cepat aku menggeleng.
"maaf andra!!! kau yang duluan menyuruhku pergi!! dan aku tahu selama ini aku bodoh, tidak mengungkapkannya!! tapi aku mempunyai seseorang yang sangat mencintaiku" senyumku padanya dan menggenggam erat tangan vano.
" jadi sekali lagi maaf!!! dan aku ingin menyampaikan padamu. hargailah sesuatu yang ada didekatmu. karena saat dia berpaling kamu mungkin yang tersakiti saat tahu orang itu ternyata sangat berarti dihidupmu. " nasehatku lalu pergi bersama dengan vano meninggalkan andra yang sudah terduduk lemas ditanah.
"kau yakin..? " tanya vano
"aku yakin, karena kutahu orang yang bisa menyia-nyiakanku pasti suatu saat dia akan mengulanginya lagi" kataku pada vano.
"terimakasih, karena sudah memilihku" katanya
"aku akan berusaha mengambil hatimu untukku karena itu adalah milikku" lanjut vano dan tidak lupa mengecup pipi kananku.