Ketika dunia mimpi serasa lebih indah dibandingkan kenyataan, walau hanya bisa merasakan sesaat namun bisa mendapatkan yang kita inginkan. Seperti Dara yang merasakan halnya kehidupan mimpinya lebih indah dibandingkan kehidupan nyatanya. Ia lebih suka tertidur lelap dengan cepat agar bisa memimpikan sosok pangeran yang selalu muncul dalam mimpinya itu. Awal munculnya sosok pangeran tersebut dalam mimpinya ketika dia sedang dalam kondisi yang sangat terpuruk dan membutuhkan seseorang dalam hidupnya, namun tanpa sadar Dara tertidur pulas dalam hanyutan kesedihannya.
"Dara jika kau ingin bersedih maka bersedih lah", ucap seseorang yang berdiam diri tampak dekat darinya
"Namun, kau tidak boleh terlena dalam kesedihan mu terlalu lama. Karena seseorang yang merasakan kesedihan terlalu lama tidak mendapatkan hasil apapun hanya bisa meluapkan emosi sesaat", sembari mendekati Dara dengan mengulurkan tangannya yang ditutupi oleh sapu tangan putih layaknya seorang pangeran
"Lantas bagaimana aku bisa melewati kesedihan ini dengan cepat berlalu?", tatap Dara dengan ekspresi kesedihan
"Kau harus membangun semangat hidup, karena seseorang yang bersemangat nantinya bisa mendapatkan apa yang dia inginkan", ucapnya dengan menyakinkan Dara
"Baiklah kalau begitu, terimakasih telah memberikan ku motivasimu. Aku tidak akan bersedih terlalu lama, namun akan segera membangun kembali semangat hidup untuk mencapai suatu tujuan!", meletakkan tangannya didalam genggaman tangan pangeran rupawan tersebut
Setelah Dara dan pangeran tersebut bergandengan tangan, ia pun dibawah menuju ke istanah dan dipersilakan masuk ke ruangan hias untuk menggunakan baju layaknya tuan putri. Didalam mimpinya banyak seseorang yang membantu dirinya agar terlihat cantik dan rupawan untuk menutupi kesedihan nya. Selesai Dara dihias dengan sempurna ia pun diantarkan kembali tidak dengan sosok pangeran sebelum nya namun dengan beberapa dayang ke suatu ruangan yang sedikit gelap dengan beberapa cahaya yang sedikit menerangi ruangan tersebut, disaat kebingungan nya mulai muncul tiba tiba terdapat satu cahaya yang menerangi seseorang yang nampak akan mendekatinya. Sontak Dara pun ingin memundurkan langkah kakinya, tetapi setelah ia melihat jelas wajah seseorang tersebut nampak terlihat pangeran yang membawanya ke istanah. Pangerannya itu pun membungkuk dan memberikan tangan kanannya seperti ingin mengajak dansa bersama. Setelah Dara menerima nya ia pun langsung di ajak berdansa dengan menggunakan alunan melodi yang mengiringi langkah kaki mereka. Dara dan sosok pangeran tersebut berdansa dengan serasi seolah olah mereka telah biasa berlatih berdansa bersama sama. Ketika alunan melodi akan berakhir dan dansa mereka pun juga tiba tiba pangeran tersebut menarik dengan perlahan pinggang Dara dan hendak menciumnya, tetapi terburu Dara yang akan terbangun dari mimpinya tersebut. Setelah mimpi itu kesedihan yang dirasakan Dara pun menghilang dengan sendirinya dan sosok pangeran dalam mimpinya itu selalu muncul dalam mimpi Dara seakan seseorang yang selalu ada setiap saat ketika ia membutuhkannya. Dara pun terlena setiap saat dalam mimpinya sendiri seolah olah dia telah mencintai sosok pangeran mimpinya itu, dikarenakan ia tidak dapat menemukan sosok pangeran tersebut yang begitu sempurna dalam kehidupan nyatanya. Namun Dara percaya suatu saat nanti dia mungkin akan bertemu dengan sosok pangeran impiannya dalam kehidupan nyatanya entah cepat ataupun lambat.