Bangunan itu terlihat sudah tidak berpenghuni. Tampak dari depan ditumbuhi rumput ilalang yang sudah tinggi. Cat temboknya sudah mengelupas dan mulai ditumbuhi rumput dan benalu liar. Entah sejak kapan rumah itu ditinggalkan oleh si empunya rumah. Sungguh sangat disayangkan sekali, bangunan yang bernilai kurang lebih satu milyar lebih itu terbengkalai begitu saja. Padahal jika aku dikasih secara cuma- cuma saja, sangat mau dan tidak akan menolaknya. ☺
Alkisah! Menurut cerita beberapa pedagang yang pernah berjualan di depan bangunan bertingkat kosong itu, mereka pernah menemui hal- hal ganjil di malam hari. Tepatnya setiap habis isya, seorang gadis dengan berpakaian dress putih keluar dari belakang rumah itu. Lalu dengan membawa dua piring menuju ke pedagang yang menjajakan dagangan nya. Gadis itu selalu mencari pedagang kethoprak dan membelinya dua porsi dengan piring yang ia bawa.
Entah datang dari mana, setiap bada isya itu pedagang kethoprak tiba-tiba sudah nangkring di depan rumah kosong itu tepatnya di depan pagar besi rumah kosong itu. Memang pedagang- pedagang yang lain selalu mangkal di sisi seberang dari rumah kosong itu. Jadi, pemandangan itu membuat mereka menjadi banyak pertanyaan. Biasanya setelah kethoprak itu dibeli oleh si gadis, gerobak kethoprak langsung ngacir pergi dari tempat itu. Tanpa bersuara ngacir begitu saja. Setelah nya, gadis itu dengan cepat masuk kembali ke rumah kosong itu.
Pemandangan itu sering dilihat oleh beberapa pedagang yang memang biasa mangkal di sebrang rumah kosong itu.
" Apa bapak tidak serem, berjualan di depan rumah berhantu itu?" tanya seorang wanita yang masih belia.
" Sebenarnya ada takut- takutnya juga, non! Namun saya hanya sekedar mencari nafkah dan rejeki di sini. Saya tidak mengganggu mereka dan semoga saja mereka juga tidak mengganggu saya. Kalau saya harus mencari tempat mangkal lain, biaya kebersihan dan lain sebagainya juga lebih mahal. Disini saya dapat gratis. Hehehe." cerita pedagang bakso itu.
" Oh begitu yah!" sahut wanita cantik yang masih belia itu yang datang sendiri dan beli bakso di sana.
" Apakah bapak tahu cerita kenapa rumah besar itu ditinggalkan pemiliknya?" tanya wanita muda itu.
" Saya tidak tahu pasti, nona." jawab bapak pedagang bakso itu.
" Berarti pernah dengar cerita nya?" tanya wanita itu.
" Pernah dengar, namun karena ini sudah menjelang magrib saya sangat ngeri jika harus menceritakan kejadian nya." kata pedagang bakso itu jujur.
Wanita itu hanya tersenyum simpul. Namun tatapan nya sungguh tajam. Hal itu membuat si bapak pedagang bakso itu malah heran. Ada masalah apa gadis belia itu, ketika melihat ke. arah bangunan kosong itu ada kemarahan dan juga tersirat kesedihan yang sangat mendalam.
" Di rumah itu dahulunya dihuni oleh keluarga yang memiliki tiga anak. Anak pertama ada perempuan dan yang keduanya adalah laki-laki. Saat kejadian naas itu, di rumah itu semua penghuni rumah sedang berada di rumah semuanya. Entah dari mana perampok itu masuk sedangkan penjagaan rumah sangat ketat. Mungkin saja ada penghianat yang sudah menyusup ke dalam rumah itu dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga atau Babysitter dua anak laki-laki yang masih kecil itu." cerita gadis itu secara detail.
Bapak pedagang bakso itu diam dan menyimak apa yang diceritakan oleh gadis di depannya.
" Beberapa perampok itu sudah siap dengan senjata api. Mereka dengan ganas dan tanpa ampun membunuh semua penghuni rumah itu tanpa sisa. Dan anak pertama yang masih gadis di rumah itu diperkosa secara bergiliran oleh beberapa perampok itu. Setelah nya gadis itu dibunuh dengan sadis. Semuanya mati dan hanya tersisa asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di rumah itu, namanya Yeni." cerita gadis itu.
" Menurut informasi, karena sakit hati dan kecewa, Yeni melakukan pengkhianatan tersebut. Yeni ternyata adalah selingkuhan dari bapak gadis si pemilik rumah itu." cerita gadis itu sambil matanya menyiratkan amarah yang luar biasa.
" Yeni dendam karena sudah tidak dianggap lagi oleh bapak gadis itu. Bahkan istrinya memperlakukan nya dengan tidak baik. Hal itu lantaran istrinya sudah sempat mengetahui bahwa suaminya pernah berselingkuh dengan Yeni." cerita gadis itu.
" Detail sekali cerita nona ini. Apa yang saya dengar tidak sama persis dengan apa yang barusan saya dengar dari nona."sahut bapak tukang bakso itu.
" Tentu saja! Mereka hanya mendengar desas-desus dari berita yang tidak jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sedangkan saya? Sayalah gadis yang diperkosa oleh beberapa perampok secara bergiliran itu lalu dibunuh nya dengan sadis." kata gadis itu akhirnya sambil melihat ke arah bapak tukang bakso itu.
Bapak tukang bakso itu menatap ke arah gadis itu. Antara percaya dan tidak. Namun ketika gadis itu meninggalkan gerobak baksonya setelah membayar bakso yang ia makan, gadis itu dengan cepat tidak terlihat lagi. Memang gadis itu datang tanpa mengendarai motor atau mobil.
" Astaghfirullah! Ya Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari gangguan-gangguan setan atau jin." ucap bapak pedagang bakso itu.
(Jambi, 11 Januari 2022)