Sehari sebelum malam pesta perpisahan...
Nama gue Hanna dari Jakarta, gue ingin berbagi cerita pengalaman gue selama di malam pesta perpisahan SMP..
Kami dari SMP swasta yang akan gue sebut SMP B, kami melaksanakan perpisahan di Yogyakarta. Awalnya kami berangkat baik-baik saja sampai kami tiba di sebuah villa yang akan kami tempati, kami berangkat ke jogja naik kereta.
Murid di sekolah kami lumayan banyak karena kelas kami di bagi menjadi empat kelas, namun yang ikut untuk merayakan hari perpisahan kita hanya setengah dari murid di sekolah kami. Kami sangat antusias saat ingin pergi ke Yogyakarta pada malam hari, di stasiun kereta sangat ramai karena rombongan dari sekolah kita.
Karena kita memiliki jam berangkat pada jam 22:30 membuat kita tidak ada tenaga, kita sampai di Jogja pada pagi hari jam 06:30. setibanya disana kita langsung menuju Villa yang akan kita tempati, awal cerita ini dimulai saat promnight.
Malam itu guru gue menyuruh muridnya untuk kumpul di aula, disaat kami bersiap-siap untuk menuju aula. Teman gue tidak sengaja memecahkan botol kaca dan tidak dibersihkan bernama Shelsa. Dari situ kita mulai mengalami hal-hal aneh, di aula teman-teman gue mulai melihat bayangan pocong.
Malam itu kondisi tubuh gue sangat lelah bahkan gue tidak fokus untuk acara promnight, malam itu juga teman-teman gue pada berenang di kolam renang yang ada di villa. Fyi, sebagian teman-teman gue pada nakal dan susah diatur. Setelah berdiam selama 30 menit lebih didalam aula, gue memutuskan untuk kembali ke kamar dengan jalan yang sangat lemas.
Pada malam itu teman-teman gue pada berfoto dipinggir kolam renang, gue ingin ikut nimbrung bersama mereka tetapi karena gue merasakan tubuh gue butuh istirahat. Gue memutuskan untuk kembali ke kamar dan salah satu teman dekat gue bilang bahwa hasil fotonya ada bayangan hitam saat gue melewati mereka yang ada di pinggir kolam, sebagian teman gue keluar aula dan sebagian ada didalam aula.
Beberapa teman gue yang susah diatur ini memilih berenang di malam hari, gue melewati kolam renang itu dan di kolam renang itu kurang pencahayaan. Gue memasuki kamar, selama berjalan menuju kamar hanya memikirkan gue butuh istirahat.
Saat Gue tiba didalam kamar, tiba-tiba teman Gue teriak. "Si Rosita kesurupan." ucap teman terdekat gue
Saat mendengar teriakan teman gue, gue terkejut dan segera keluar kamar. Disaat gue keluar kamar bersama teman gue yang ada didalam kamar, gue udah melihat Si Rosita sudah tergeletak di lantai dan gue hanya melihat kakinya seperti memberontak.
Ini pertama kalinya gue melihat orang kesurupan secara langsung, ceritanya tidak sampai disitu. Keesokan paginya, setelah insiden tadi malam kami pergi ke kraton. Paginya gue mendengar bahwa teman gue bernama Serin ini malamnya juga kesurupan, sebelum pergi ke kraton. Teman-teman gue tidak ada yang berani keluar kamar, setelah insiden Si Rosita kesurupan kami semua tidak ada yang berani tidur kecuali gue. Gue tertidur ditengah rasa takut teman-teman gue, gue tidak bisa menahan rasa kantuk gue saat itu jadi gue memutuskan untuk tertidur karena merasa lelah dari tadi pagi.
Jam 05:30 gue terbangun dan melihat teman gue tidak ada yang tertidur, menjelang jam 6 pagi gue dan teman gue bernama Dea mendengar ada yang bilang. "Ayo turun! Waktunya sarapan."
Mendengar suara itu gue dan Dea sontak bilang ke teman gue yang lain, "Itu udah ada yang bilang suruh turun" ucap gue kepada teman-teman gue yang ada di kamar.
Namun tidak ada yang berani keluar, Fyi. Gue berada di lantai 3, di lantai itu ada 4 kamar. 2 kamar di dekat tangga dan 2 kamar di ujung, gue dan teman-teman dekat gue berada di kamar paling ujung. Kamar tengah kosong tidak ada yang tempati kamar itu, karena tidak ada yang berani keluar gue dan Dea memutuskan keluar kamar namun gue tidak melihat ada yang keluar kamar. Gue dan Dea memasuki kamar lagi setelah memastikan ada teman gue yang keluar namun nihil, "gk ada orang yang keluar an--! Masih sepi banget" kata gue spontan.
Setelah menunggu 1 jam lebih, teman-teman gue yang satu lantai baru pada keluar jam 07:15. Mendengar sudah ada keributan di luar, teman gue yang lain bernama Indri memeriksanya dan benar saja teman gue sudah keluar. Setelah sarapan kita meninggalkan villa dan menuju kraton, sore di hari itu kita memutuskan pulang ke jakarta. Di kraton kami cukup lama karena itu tempat wisata terakhir kami, saat gue jalan keluar menuju halaman utama kraton bersama beberapa teman dekat gue. Gue mendengar Serin kesurupan lagi, pengunjung di kraton saat itu sangat ramai bahkan bule² melihat kejadian Si Serin kesurupan.
Si Serin ditolong oleh orang-orang kraton di dekat gamelang, gue tidak melihatnya terlalu jelas karena banyak teman-teman gue yang melihat Serin mungkin bermaksud untuk menutupi itu dari pengunjung.
Karena banyak orang yang lalu lalang memasuki kraton jadi gue memutuskan untuk menunggu di halaman utama kraton bersama teman dekat gue lebih tepatnya menunggu dibawah pohon, saat gue mau melanjutkan jalan mendekati teman dekat gue. Gue mendengar Serin berteriak, "Kalian harus kembali" saat mendengar perkataan itu gue bingung.
Namun setelah menunggu satu jam, kami pergi meninggalkan kraton dan menuju stasiun. Setibanya di stasiun, Gue mendengar bahwa Serin ini kesurupan Gendruwo dan Si gendruwo ini meminta kami untuk kembali ke tempat penginapan kita namun kita memutuskan untuk pulang ke jakarta. Dipertengahan jalan dan sudah cukup jauh dari Jogja, Serin kesurupan lagi dan Si gendruwo ini tetap meminta kami kembali untuk membersihkan tempat penginapan (mungkin maksudnya membersihkan pecahan botol kemarin malam).
Gue yang jarak duduknya tidak jauh dari Serin ini merinding, bahkan disaat kejadian itu gerbong yang kita tumpangi dilarang dilewati oleh penumpang lain. Pegawai kereta bahkan panik saat melihat kejadian itu, setelah insiden itu si gendruwo ini mengikuti Serin sampai rumah bahkan si gendruwo ini berada di rumahnya selama 1 bulan lebih dan Serin ini pernah di cakar oleh gendruwo (pernah difoto sama dia tapi fotonya udah gk ada).
Setelah kejadian di Jogja, gue langsung bertanya kepada Rosita. Dirinya kesurupan atau tidak dan Rosita bilang bahwa dirinya hanya nyesek, tetapi si Dino bilang bahwa Rosita kesurupan. Entah mana yang benar, tetapi Serin ini benaran kesurupan bahkan diikutin gendruwo ke rumah selain itu untungnya saja teman gue ada yang jago mengaji. Gue dengar juga bahwa teman gue yang jago mengaji ini terus menerus mengaji di depan kamar sampai jam 2 pagi, teman gue yang satu ini bernama Benesha.
#Pengalaman Horor
PS: Ada beberapa nama teman dekat gue yang gue samarkan, ini 100% pengalaman horor gue dalam seumur hidup gue.