" Apa yang bisa kamu ketahui dari aku?" tanya Desi.
" Tidak ada! Namun aku bisa melihat jiwamu saat ini. dalam kebimbangan." jawab Raka.
" Sok tahu!" sahut Desi sambil tersenyum.
" Kamu lagi bingung memilih diantara kami, aku atau si dia anak pak lurah itu." tambah Raka dengan senyum yang sinis.
" Raka! Kamu terlalu meng ada- ada. Kamu pandai mengarang cerita. Kamu salah! Aku lagi ingin sendiri." ucap Desi mengelak akan penilaian Raka.
" Baiklah jika kamu masih suka membohongi diri kamu sendiri. Takut nya setelah ini kamu akan menyesal loh!" ancam Raka.
" Kenapa begitu?" tanya Desi.
" Karena anak pak lurah itu akan segera menikah dengan wanita lain bukan dengan kamu, karena kamu lama banget tidak memberikan keputusan itu ke dia." kata Raka menebak.
" Bagaimana dengan kamu sendiri? Apa kah kamu juga ikut menikah dengan wanita lain bukan dengan aku?" tanya Desi membulat matanya.
" Kalau aku mungkin saja belum ingin terburu-buru menikah namun mungkin aku akan melanjutkan sekolah ku ke luar negeri. Dan akhirnya kamu disini sendiri deh." ucap Raka asal.
" Hahaha." Desi malah tertawa terbahak- bahak akan ucapan dari Raka serta analisa nya.
Raka hanya menatap Desi dengan tatapan kasihan. Setelah ini, wanita di depannya ini akan larut akan kesedihan nya. Satu hal dia selalu tidak jujur akan perasaan nya baik pada anak pak lurah itu maupun pada Raka sendiri. Desi dalam kebingungan akan apa yang dirasakan nya.
*******
Dua bulan kemudian apa yang dikatakan oleh Raka benar-benar terjadi. Anak pak lurah yang juga pernah melamar Desi itupun akhirnya menikah dengan wanita lain dan bukan dengan dirinya. Memang Desi masih belum menerima lamaran dari anak pak lurah itu. Hal itulah yang membuat sakit hati dan kecewa oleh keluarga pak lurah.
Demikian juga dengan Raka. Raka saat ini sudah menjalani kuliahnya di luar negeri sebelum Desi benar-benar mengakui akan perasaannya. Perasaan yang belum pernah ia ungkapkan dengan Raka. Desi memang sangat nyaman ketika berdua dengan Raka. Ketika bercanda, berbincang atau sekedar makan bersama. Berbeda dengan ketika dirinya bersama dengan anak dari Pak lurah. Desi lebih nyaman dan damai ketika jalan dengan Raka. Namun kenapa Desi tidak mau mengakui perasaan nya pada Raka sedangkan Raka sudah mengutarakan akan perasaan nya terhadap Desi.
" Perasaan suka aku ini bisa hilang dengan cepat jika ada sosok wanita yang hadir dan selalu memberikan perhatian kepadaku. Dan nanti kamu jangan menyesalinya yah, jika kamu sudah tersingkirkan dalam hati aku." kata Raka saat itu sebelum kepergian nya ke luar negeri untuk kuliah S2.
" Jangan khawatir! Aku akan sangat senang jika mengetahui kamu bahagia dengan wanita yang selalu mengerti akan kemauan kamu, perhatian kepada kamu." sahut Desi tetap mengelak.
" Oke! Awas yah jangan sampai nangis-nangis jika kamu mendengar berita aku sudah jalan dengan wanita lain." sahut Raka dengan senyum jahilnya.
" Tidak akan! Aku pastikan itu tidak akan terjadi!" ucap Desi ketus.
" Oke!" sahut Raka.
*******
Akhirnya semua yang dikatakan oleh Raka terjadi pada Desi. Desi benar-benar kehilangan dua laki-laki yang pernah dekat dengan nya. Raka yang membuat dirinya nyaman harus jalan dengan wanita lain itu di luar negeri.
" Mungkin ini lebih baik, karena aku mungkin tidak akan sanggup jika jalan dengan Raka dengan LDR. Toh Raka masih belum menikah dengan wanita itu. Mana tahu suatu saat Raka akan berjodoh dengan aku." pikir Desi sambil mengusap air matanya di sudut. Ini sungguh menyakitkan sangat berbeda ketika anak pak lurah itu melangsungkan pernikahannya.
" Jadi? Sebenarnya aku menyukai Raka?" pikir Desi.
" Dadaku terasa sakit dan sesak." pikir Desi lagi.
(Jambi, 10 Januari 2022)