Ajaib dalam hitungan Jam statusku langsung berubah dari seorang sahabat menjadi Mama mudanya sahabatku.
Semua berawal dari kekacauan yang dibuat oleh ibu ku yang diam diam menimbun hutang dengan seorang bandit tua yang doyan kawin dan parahnya aku di jadikan jaminan sebagai pelunasnya.
Ini kisah lengkapnya
...🌺...🌺...🌺...
" Serius Yun!!!... Lo mau di kawinkan sama juragan Cab*ul itu kalau semua hutang mak Lo gak di lunasin besok" teriak sahabatku Jordi yang kaget mendengar ceritaku.
" Iya dan gak ada kata penolakan kata mak gue Jor, sebab tu emak gak ada duit mau melunasi hutangnya yang udah bejibun" jawabku sambil mengusap air mata yang sejak tadi tak berhenti mengalir.
Cengeng cengeng deh aku gak peduli sebab hati ini sudah sakit banget mengahadapi kenyataan hidup yang sejak kepergian ayah gak pernah lagi ngerasa kebahagiaan. Ibu ku yang udah terbiasa hidup senang alias mewah gak bisa menerima kenyataan kalau sekarang kehidupan kami sudah berubah.
Miris bangetkan hidup ku udah miskin eh sekarang malah mau di kawinin sama juragan cab*ul yang doyan kawin padahal bininya udah 4 mana yang paling muda tu ya sekarang lagi hamil gi*la emang juragan.
"Jor bantu gue dong... gue gak mau di perawanin tu sama juragan" rengek ku pada Jordi, berharap sahabat ku itu punya jalan keluar untuk menyelesaikan masalah hidup ku yang runyam bin ribet binti berantakan ini.
Jordi nampak berpikir bahkan mukanya yang biasa nampak teduh kali ini tampak serius jarang jarang tu wajah tampan Jordi jadi berkarisma bikin cewek makin meleleh kecuali aku yang sejak dulu gak pernah terpesona dengan tu anak.
" Gue coba omongin sama Papa gue ya... mudah mudahan aja si Papa mau bantu Lo, jadi Lo gak bakalan di kawinin sama tu juragan" ucap Jordi setelah sempat berpikir sejenak dan jujur besar harapan ku pada sahabat ku ini sebab gak ada yang bisa membantu ku mengingat cuma dia sahabat ku semenjak SMA hingga kini.
Jordi ini anak tunggal dari seorang duda kaya yang punya usaha dimana mana. Papa Jordi ini sudah menduda 15 tahun lho tepatnya itu waktu Jordi baru berumur 7 tahun, mamanya lari dengan seorang pengusaha kaya karena gak bisa hidup sederhana dengan Om Stefen itu namanya papa Jordi.
Om Stefen yang kecewa pada istrinya akhirnya bertekad untuk sukses namun tetap mempertahankan status dudanya setelah perceraiannya dengan mama Jordi. Om Stefen ini awet muda sebab banyak orang yang salah mengira ia dan Jordi adik kakak padahal ya mereka itu bapak anak.
Om Stefen kini sudah berusia 40 tahun sedangkan Jordi dan aku baru berusia 22 tahun lumayan jauh selisihnya, namun karisma om Stefen gak kalah dari Jordi yang masih muda.
Kembali ke permasalahan ku...
Setelah puas mencurahkan semua keluh kesah ku pada Jordi hati ku sedikit tenang meski nasib ku masih ngambang namun aku percaya sahabat ku ini dia bisa di andalkan walau kadang kadang idenya sering gak masuk akal dan bikin darah tinggi.
Jordi dengan ketulusannya segera menemui papanya di kantor agar permasalahan ku cepat terselesaikan dan senyum ku bisa kembali lagi katanya.
Baik bangetkan sahabat ku ini...
Susah lho nyari yang kayak gini di zaman sekarang langka ya kan ....
Dengan mobil mewah yang dibeli oleh papanya kini Jordi menuju kesana setelah mengantarkan aku pulang dulu tapi. Ia memacu mobilnya dengan kecepatan cepat namun tetap hati hati agar selamat sampai tujuan.
Tak butuh waktu lama untuk Jordi sampai ke kantor Om Stefen karena jarak dari rumah ku ke sana itu kurang lebih 15 menitan gitulah.
" Papa ada diruangannya Om?" tanya Jordi pada asisten papanya yang bernama Kusnadi.
" Oh mas Jordi, pak Stefen ada... beliau baru aja selesai makan siang mungkin sekarang lagi di ruang istirahatnya mas... silahkan mas masuk aja Om mau ke luar sebentar" jawab laki laki yang di panggil Om oleh Jordi.
" Oke Om" jawab Jordi sambil melangkah masuk ke ruangan papanya setelah mengetuk pintunya terlebih dahulu.
" Siang Pa" sapa Jordi pada papanya dengan gaya khasnya.
" Lho Jordi... tumben main kesini" ucap Om Stefen penuh selidik yang keheranan dengan kedatangan Jordi siang ini.
" Datang salah gak datang salah" jawab Jordi sambil mendudukkan pan*tatnya di sofa di ikuti oleh Om Stefen.
" Ya aneh aja Jor" ucap Om Stefen kalem.
" Jadi ada apa nih anak ganteng papa yang selama ini payah diminta kesini malah tiba tiba main kesini ?" tanya Om Stefen langsung. Gak ada basa basi kawan maklum saja udah tuwir jadi selera humornya sudah berkurang bewaanya serius mulu.
" Jordi butuh bantuan Papa" jawab Jordi yang ikut gaya sang Papa tanpa basa basi.
" Bantuan?"
" Ya"
" Apa" tanya Om Stefen dengan nada serius.
"Jordi mau Papa bantu Yuni melunasi hutang ibunya pada juragan Somad" jelas Jordi pada inti tujuannya berkunjung ke kantor sang papa.
" Berapa"
" 800 juta "
" Apa?!!... jangan gi* la kamu Jor, uang segitu gak sedikit. Lagian kenapa juga si ibunya sampai berhutang segitu banyak gak mikir apa mau bayarnya pake apa dan satu lagi kenapa kamu harus repot membantu mereka, biarkan mereka menyelesaikan masalahkan mereka agar jadi pelajaran hidup jangan berani berbuat gak berani bertanggung jawab" omel Om Stefen setelah sempat terkejut mendengar tujuan Jordi berkunjung hari ini.
Laki laki matang itu sampai geleng geleng kepala keheranan sedangkan Jordi hanya diam sambil memikirkan cara bagaimana membujuk papanya agar mau membantu sahabatnya. Dalam hal ini Om Stefen bukan gak mau bantu cuma ia tak mau ibunya Yuni jadi ke enakan akhirnya jadi kebiasaan.
" Pa..." rengek Jordi seperti anak kecil, hal yang tak pernah ia lakukan seumur hidupnya namun kini dengan kerelaan hati ia lakukan demi sahabatnya Yuni.
Om Stefen masih diam ia ingin melihat sampai mana usaha anaknya ini demi membantu sahabatnya.
" Pa..." rengek Jordi sekali lagi.
" Mereka itu orang asing Jor... mereka bukan bagian dari keluarga kita jadi saran papa kita jangan terlalu ikut campur, biarkan mereka menyelesaikan masalah yang mereka ciptakan"
" Gak bisa Pa, kita harus membantu Yuni karena kalau gak dia akan di nikahkan dengan juragan itu dan menjadi istri yang ke 5 ... Jordi gak mau hidup Yuni berakhir di tangan juragan cab*ul itu" tolak Jordi dengan menjelaskan alasan ia mau membantu Yuni sahabatnya.
" Apa!!" teriak Om Stefen kaget.
" Ya Pa... Yuni akan dinikahkan dengan juragan itu apa bila ibunya gak bisa melunasi semua hutangnya" jelas Jordi.
" Wah ini gak bisa di biarkan nih... Papa gak mau calon mantu Papa jatuh ketangan bandot tua itu enak aja dia..." ucap Om Stefen yang berhasil bikin Jordi menganga mendengarkan apa yang di ucapkan oleh sang Papa.
Wah si Papa salah paham rupanya pada persahabatan 2 anak manusia itu ia pikir mereka ada rasa selain rasa sahabat.
" Papa salah paham"
" Eh"
" Jordi dan Yuni itu murni sahabatan Pa... antara kita gak ada yang menyimpan rasa, karena Jordi udah ada gebetan sedangkan Yuni baru menjomblo beberapa bulan ini... jadi Papa pahamkan..." tekan Jordi.
" Oh begitu Papa kira..." ucap Om Stefen santai tanpa menyelesaikan ucapannya.
" Jadi bagaimana?" tanya Jordi pada awal tujuannya menemui sang Papa.
" Kita bantu setengahnya dan setengahnya lagi biar mereka yang selesaikan, karena seperti yang Papa bilang tadi biar ibunya Yuni kapok. Lagi pula kita gak berkewajiban membantu mereka sepenuhnya mereka orang asing yang hanya berstatus sahabatmu"
" Gak bisa Papa... Papa harus membantu sepenuhnya, karena kalau gak Yuni pasti akan dinikahkan dengan juragan itu karena hutang mereka gak lunas. Juragan itu licik gak bisa di percaya" tolak Jordi pada keputusan Papanya.
" Yuni orang asingkan bagi kita?" tanya Jordi dengan nada sebuah maksud yang selama ini tak pernah terpikirkan olehnya apa lagi oleh Papanya. Dan sialnya Om Stefen mengangguk patuh membenarkan ucapan Jordi yang kini menampilkan senyum misterius.
" Nikahin Yuni" pinta Jordi lantang membuat Om Stefen kaget tak ketulungan.
Ni anak kesambet apa ya...
" Jor...?!"
" Ya Jordi serius Pa..." tegas Jordi pada ucapnya. Semua ada alsannya kenapa ia sampai mengucapkan kata itu karena ia tak mau kehilangan sahabatnya selain itu Papanya juga sudah terlalu lama menduda.
" Jangan gi*la kamu" murka Om Stefen sambil beranjak dari duduknya menuju meja kebesarannya.
" Jordi serius" dengan ekspresi tak kalah serius dengan sang Papa.
" Pulanglah Papa masih banyak kerjaan" ucap Om Stefen mengalihkan pembicaraan.
" Gak" tolak Jordi yang tampaknya kali ini penuh tekad ingin menjadikan Yuni mamanya padahal belum tentu juga Yuni mau apa lagi setuju dengan keinginan Jordi.
Namun jangan khawatir ia telah menyiapkan srategi ampuh yang akan membuat sahabatnya gak berkutik. Saat ini hanya Papanya saja yang menjadi kendala untuk mencapai keinginannya. Tapi yang namanya Jordi pasti selalu ada saja ide gi*la yang bikin orang naik darah.
Seperti sekarang tiba tiba saja terlintas ide brilian.
" Oke Jordi pulang, tapi gak ke rumah kita melainkan ke rumah Mama" ancamnya. Om Stefen mengeram marah sekaligus bingung anaknya ini kenapa sih tadi minta duit sekarang kok minta dia nikah.
" Jordi akan ikut Mama kalau Papa gak mau mengabulkan permintaan Jordi yang sederhana ini" ulangnya. Sederhana katanya kemana sih otak ni anak umpat Om Stefen dalam hati ia benar benar bingung sekarang sedangkan Jordi tampak santai saja tanpa beban.
" Jangan menguji kesabaran Papa Jor..."
" Tidak ada yang menguji Papa disini... Jordi cuma menyampaikan apa yang menjadi keinginan Jordi yang sejak lama tak pernah bisa Papa kabulkan" Jordi semakin menekan Papanya.
" Pulang lah" pinta Om Stefen sekali lagi ia tak mau ribut.
" Oke, tapi seperti yang Jordi katakan tadi Jordi akan pulang ke..."
" Jordi!!!" teriak Om Stefen karena sudah tak mampu lagi menahan emosinya dan yang di teriak sedikit pun tak gentar karena ia tau Papanya tak akan bertindak lebih.
" Selamat tinggal Pa" ucap Jordi sambil membalikan badannya dan melangkah pelan menuju pintu.
Helaan napas panjang dan berat terdengar dari laki laki matang itu sebelum sebuah keputusan yang menghentikan langkah anaknya yang kerasa kepala.
" Oke oke kamu menang dan Papa kalah... Papa akan menikahi sahabatmu Yuni, bagaimana apa sekarang kamu puas Jordi?!" sambil mengatur napasnya agar emosinya kembali stabil Om Stefen mengucapkan kata yang membahagiakan Jordi.
" Yes berhasil" sorak Jordi dalam hati kini Papanya gak akan sendirian lagi ada Yuni yang akan menemani hari tua Papanya begitu juga sebaliknya hidup Yuni tak akan susah lagi ada Papanya yang akan menghidupinya. Semua mendapatkan keuntungan disini tak ada yang rugi dan ia juga bisa segera menyusul mereka nanti pastinya dengan sang pujaan hatinya.
Dan akhirnya setelah segala trik yang dimainkan Jordi akhirnya Om Stefen pun resmi mempersunting sahabatnya Yuni.
Pengikatan secara sederhana namun penuh hikmad nan haru menjadikan Yuni MAMA MUDA bagi sahabatnya Jordi.
" Pa... jangan kasar kasar kasian Yuni ntar jalannya ngangkang lagi hihihi..." ledek Jordi pada pengantin baru itu yang tanpa di duga Jordi sebuah jitakan mendarat sempurna di kepalanya dari Yuni.
" Sadis Lo Mak tiri" ledek Jordi yang tak habisnya menjahili sahabatnya.
" Itu belum seberapa besok gue kasih Lo makan nasi lauk garam" ucap Yuni yang masih mengunakan Lo Gue dalam sapaan mereka dan Om Stefen hanya mampu geleng geleng saja tak habis pikir dengan cerita hidupnya yang menikahi sahabat anaknya.
Semua bagai mimpi di saat usianya yang sudah tak muda lagi malah menikahi perawan cantik yang masih Ting ting. Namun itu lah jodoh tak tau kapan ia akan datang dan dengan cara apa ia mempersatukannya semua menjadi misteri, manusia hanya mampu menjalaninya dengan ihklas agar selalu bahagia.
Yuni juga demikian ia tak menyangka akan menjadi ibu sambung bagi sahabatnya Jordi yang baik hati namun usil.
TAMAT...