Setelah Fu Jinchen meninggalkan kamar, Yan Sese bergegas bangun dari tempat tidurnya, lalu berjalan ke kamar mandi sembari mendengus kesal atas tindakan Fu Jinchen barusan, bukanya Yan Sese tidak suka dengan tindakan Fu Jinchen yang mencium bibirnya itu, tetapi dia merasa malu dengan itu semua.
Yan Sese tidak lagi memikirkan hal itu. Dia segera masuk ke kamar mandi, lalu mandi, berganti pakaian sederhana, keluar dari kamar tidurnya, dan segera menuju ruangan makan, tetapi ketika dia menuruni anak tangga, dia
melihat Fu Jinchen sedang sibuk dengan laptopnya di ruangan keluarga, Yan Sese merasa heran.
Bukanya Fu Jinchen menunggu di ruangan makan, tetapi kenapa dia ada di ruang keluarga sekarang?
Yan Sese pun bergegas turun, dan segera menghampiri Fu Jinchen yang ada di ruangan keluarga.
"Lagi ngapain yang?" tanya Yan Sese setelah sampai didepan Fu Jinchen sembari mengerutkan keningnya.
Tetapi, Fu Jinchen tidak menyadari kedatangan Yan Sese karena terlalu pokus menatap laptopnya, dia juga tidak mendengar suara Yan Sese barusan, karena dia sedang menggunakan headset dikedua telinganya. Alhasil dia tidak menjawab apa yang barusan Yan Sese katakan.
Di depannya, Yan Sese merasa kesal ketika tidak mendapatkan tanggapan dari Fu Jinchen, lalu dengan cepat dia menutup laptop yang sedang ada di pangkuan Fu Jinchen itu. Baru saat itulah Fu Jinchen menyadari kehadiran Yan Sese.
"Ai~ dikit lagi menang," Fu Jinchen mendengus kesal sembari membuka laptopnya kembali, setelah itu dia berkata lagi, "Lihat ini... Ah~ aku kehilangan 40 juta..."
Fu Jinchen merasa frustasi!
Dan Yan Sese tertawa dalam hati.
"Sukurin, siapa suruh kamu mengabaikan ku barusan!" Katanya dalam hati.
"Ayok! Makan, aku sudah lapar!" Yan Sese tidak memperdulikan itu semua, dan itu adalah balasan untuk Fu Jinchen atas tindakan tak tahu malu tadi di dalam kamar.
Fu Jinchen hanya mengangguk pasrah dengan tindakan istrinya itu, dia tidak bisa marah, karena dia terlalu menyayanginya.
Segera dia berdiri dan meraih pergelangan tangan Yan sese dengan lembut, lalu menyeretnya dengan lembut keruangan makan.
Fu Jinchen berkata sambil berjalan, "Ayok! Koki sudah memasak makanan enak untuk kita makan."
"Siapa koki itu?" tanya Yan Sese sembari mengerutkan keningnya.
"Koki itu bernama Bi Chen," jawab Fu Jinchen dengan santai sembari menggandeng tangan Yan Sese, dan Yan Sese pun tidak lagi berkata...
Di ruang makan.
"Dimana ibu dan ayah?" tanya Yan Sese sedikit penasaran.
Dia penasaran karena mertuanya tidak ada di ruangan makan.
Fu Jinchen seger menoleh kearah yan Sese yang sedang duduk anggun di sebelah kanannya, lalu berkata, "Mereka sudah pergi, katanya ada keperluan yang mendesak di kantor."
"Apakah ayah dan ibu masih pergi kekantor, Bukanya mereka lebih baik beristirahat, bagaimanapun mereka sudah tua dan tidak baik bagi mereka untuk bekerja," tanya Yan Sese dengan raut wajah sedih.
Fu Jinchen yang sedang duduk anggun di samping kiri Yan Sese, sangat tersentuh dengan apa yang barusan Yan Sese katakan, dia tidak percaya bahwa Yan Sese akan memperhatikan kesehatan mertuanya, segera dia mengangkat tangan kanannya, lalu mengacak-acak rambut Yan Sese dengan lembut.
"Mulai besok aku akan menyuruh mereka untuk tidak lagi pergi kekantor," jawab Fu Jinchen sembari tersenyum lembut di bibirnya.
Yan Sese pun tersenyum setelah mendengar itu.
"Itu adalah keputusan yang tepat, tetapi kamu juga jangan terlalu sibuk atas pekerjaanmu." ucap Yan Sese, sembari memperingati Fu Jinchen.
Fu Jinchen tersenyum sembari mengangguk ringan.
"Kamu mau makan sama apa?" tanya Yan Sese, sembari ingin mengambil makanan yang ada di atas meja.
"Terserah kamu," jawab Fu Jinchen sembari menatap Yan Sese yang cuman beberpa cm dari hadapannya.
Setelah mendengar apa yang di katakan Fu Jinchen, Yan Sese pun bergegas mengambil sayuran dan sedikit daging sapi yang ada dihadapannya, setelah itu, dia segera memberikannya kepada Fu Jinchen yang sedang duduk di samping kirinya.
"Kamu harus menghabiskan ini semua," ucap Yan Sese dengan lembut.
"Siap Bu boss!" jawab Fu Jinchen dengan suara tegas, itu terdengar seperti seorang tentara.
Yan Sese tertawa pelan setelah mendengar apa yang barusan Fu Jinchen katakan, detik berikutnya dia mengambil beberapa lauk pauk untuknya dirinya sendiri, dan untungnya di atas meja ada makanan kesukaannya, yaitu tumis tumisan. Segera dia mengambilnya lalu memakannya dengan lahap.
Mereka berdua makan dengan khusyu, tidak ada yang berkata, bertanya, atau apapun itu, tetapi detik berikutnya, Yan Sese melihat tangan Fu Jinchen mengambil lobster yang ada di depannya. Lalu Fu Jinchen membelah lobster itu, kemudian dia memisahkan antara cangkang dan daging.
"Kamu harus merasakan daging lobster ini juga... Buka mulutmu," ucap Fu Jinchen dengan lembut sembari memerintah Yan Sese supaya membuka mulutnya.
Yan Sese pun menurut dan segera membuka mulutnya, lalu Fu Jinchen mengangkat tangannya sembari menjepit daging lobster di jari jemarinya, tetapi ketika daging lobster itu akan masuk ke dalam mulut Yan Sese, Fu Jinchen dengan liciknya memindahkan daging lobster itu dengan cepat kedalam gigitan giginya, setelah itu dia memasukkan daging lobster itu kedalam mulutnya Yan Sese dengan giginya, lalu melepaskan daging lobster yang lembut itu di dalam mulut mungil Yan Sese. Setelah terlepas dia menggigit bibir bawah Yan Sese.. itu kenyal...
Yan Sese hanya bisa menatap wajah tampan Fu Jinchen Yan cuman 4 cm dihadapannya, dia tanpa sadar mengunyah daging lobster itu, dan daging lobster itu pecah dengan lembut di dalam mulutnya. setelah itu dia membalas ciuman Fu Jinchen dengan ganas...
Ki*s pun terjadi.
Di sisi lain, bi Chen dan beberapa anak buahnya memperhatikan Fu Jinchen dan Yan Sese yang sedang berciuman, mereka merasakan kegembiraan ketika melihat adegan itu.
"Itu sangat romantis... Aku berharap Nyonya dan tuan akan saling menjaga satu sama lain dan mudah-mudah mereka berdua hidup dengan penuh kebahagiaan selamanya," ucap bi Chen pelan, lalu dia berbalik sembari menyeret anak buahnya supaya tidak menganggu majikannya itu.
Tamat...
TERIMAKASIH SEMUANYA YANG TELAH MEMBACA CERPEN FANFIC DARI FU JINCHEN DAN YAN SESE.
MAAF BILA ADA KESALAHAN DALAM KATA-KATA DAN EJAAN...
SEMOGA KALIAN BAHAGIA SELAMANYA!
😘😘😘😘😘😘😘