[Bunga di gunung salju]
Happy Reading ❤️
Gunung Yuki garis utara, merupakan salah satu tempat paling terlarang untuk di datangi manusia. Gunung Yuki terbuat dari hampir 15% berupa salju dan kristal es.
Menurut kepercayaan suku asli sekitar, di gunung Yuki terdapat sebuah taman luas, sebagian tanaman tersusun dari kristal es. Begitu megah nan luas lagi indah memesona. Koordinat pastinya belum diketahui.
Siapapun yang naik ke gunung tersebut tidak ada yang kembali. Ada satu dua orang yang beruntung. Mereka kembali dengan kecacatan. Entah fisik maupun psikis. Merekalah yang kembali, yang menceritakan pengalaman yang sangat fiksi tersebut.
Ada yang percaya, dan ada yang menganggap hanya dongeng semata. Beberapa kejadian di gunung tersebut tentunya ada penjelasan ilmiahnya. Bentuk hutan, angin kencang, badai salju, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi.
Legenda masyarakat tersebut tersebar luas. Banyak diantaranya yang ingin uji nyali, membuktikan kebenaran, atau hanya sekedar menikmati keindahan.
Mobilitas perlahan terjadi, moderenisasi dan akulturasi budaya. Beberapa puluh tahun berlalu tanpa terasa. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat.
Disini sekarang dikenal sebagai surganya bunga. Segala bunga langka nan eksotis dapat dibudidayakan di tanah beku ini.
Aneh? Iya memang sangat aneh, tidak ada pemecah misteri ini. Gunung inipun sudah menyabet banyak penghargaan dunia, dan masuk kedalam daftar warisan dunia.
Gunung utara yang dulunya penuh tertutup salju, kini masih tetap sama. Suhu sekitar menghangat, tidak membuat salju abadi itu mencair. Malahan, semakin indah karena butiran kristal dingin tergantung didahan pohon.
Surga tersembunyi masih gencar yang mencari. Nihil. Sebuah keberuntungan jika menemukan secuil petunjuk. Sebagian orang sudah menyerah, dan menganggapnya sebagai mitos dan legenda setempat.
Icelona, seorang tuan muda yang memiliki misi mencari bunga. "Mana ada krisan hitam, di gunung salju pula," dirinya mengucap datar ketika menuruni kereta cepat.
Azenova, si kembaran yang hiperaktif dan blak-blakan. Yang suatu hari membuat kesalahan cukup fatal dan dirinya berontak.
Hari Ice yang sedikit sibuk, dan ditambah dengan masalah yang dibuat oleh Aze, membuatnya naik darah.
Boom! Crack! Tanpa sadar dirinya menggunakan kekuatan rahasia. Perlahan, tubuh Aze menjadi kaku. Kristal es membekukan dirinya.
Ia menyadari apa yang telah diperbuatnya. Sempat panik, Ice mencoba menenangkan pikirannya.
"Krisan hitam adalah tanaman racun paling berbahaya, jika disatukan dengan racun es abadi di tubuhmu pasti akan menjadi penawar yang luar biasa. Mungkin masih ada di Yuki, termasuk langka."
Sepenggal petuah sang guru terlintas dikepalanya. Itulah pemecah masalahnya, Yuki yang dimaksud adalah gunung Yuki. Tempat budidaya bunga-bunga langka di dunia berada di puncaknya. Pasti ada disana.
...
"Nak, jangan naik ke gunung tersebut! Ada desas-desus gelap tentangnya!" lagi, dan lagi, entah sudah berapa orang yang memperingatkannya untuk tidak mendaki gunung tersebut. Semuanya peringatan hampir mirip, tapi Ice tidak gentar.
Ice sepertinya tersesat, ia tidak tahu dimana ini. Tapi dirinya terus naik dan menelisik sekitar.
Setelah melewati semak dingin, ia mendapati ladang krisan putih. Kelopaknya diterbangkan angin lembut yang dingin. Keindahan tersembunyi yang belum pernah dijajal manusia.
Ice merasa damai disini. Tidak ingin berlama-lama, ia mengedarkan pandangan. Disekitar tidak ada krisan hitam, bahkan hanya warna putih dan aquamarine yang terlihat.
"Tunggu! Apa itu?" ada yang aneh, angin yang sedari tadi menerbangkan kelopak krisan, kini juga mengangkat air. Sesosok tubuh pun terbentuk.
serr
serr
"Apa yang kau inginkan manusia beruntung?" suara lembut seorang wanita mengembalikan kesadarannya yang sempat menguap.
"Siapa kau?" banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan, tetapi inilah yang terpilih. "Esensi Es," sesosok itu menjawab seadanya.
"aaa--"
"Mencari krisan hitam? Disini semua berwarna putih" ia memotong perkataan Ice.
"Tapi-- guruku mengatakan ada."
"Aku lebih tahu dari gurumu," Ice terdiam, netra aquamarine itu meredup.
"Kalaupun aku mengatakan ada, apa imbalan yang kamu beri?" entah kapan wanita itu mendekat dan mengapit dagu Ice.
"Apa yang kau inginkan?" Ice tahu betul hal ini. Setiap hal pasti memiliki harga, apalagi sesuatu yang langka seperti ini.
"Dirimu." sekilas sorot tanpa ekspresi itu berbinar. Ice tidak salah lihat?
"Saudaraku akan benar-benar sembuh?" apapun ia lakukan jika menyangkut kembarannya.
"Walaupun kalian kembar, kalian ditakdirkan untuk berpisah." sang esensi es berkata santai.
"Tidak, kami tidak terpisahkan!" Dirinya memang memiliki banyak sisi berlawanan dengan Aze, tetapi tidak harus hingga berpisah kan?
"ck." dia berdecak tajam, "Akan ku perlihatkan 'Krisan Hitam' milikmu."
Ice tiba-tiba melayang, tubuhnya terselimuti sihir. Sangat dingin, melebihi rasa dingin yang pernah ia rasakan. Tapi ia tidak bodoh untuk memberontak, ini mungkin sebuah proses yang akan membuka misteri hidupnya.
Perlahan pakaiannya berubah. Begitu putih dan bersih. Berhias kristal berlian yang memesona. Mahkota seorang raja bertengger dikepalanya.
"Selamat datang yang mulia, anda adalah penerus yang kami tunggu." sesosok wanita tadi menunduk hormat.
"Penerus?" beo Ice. "Anda yang terpilih, mohon menjadi raja yang bijak dalam mengatur kerajaan kami," Untuk pertama kalinya, Ice merasa sebingung ini.
"Krisan Hitam?" prioritas utamanya ternyata masih sama, kembarannya. "Krisan Hitam merupakan istilah untuk segel ingatan kehidupan lalu Anda. Sekarang segel ini telah terhapus dan beberapa ingatan akan terbuka perlahan."
"Racun es abadi Anda juga telah ikut menghilang bersama segel. Saudara Anda telah terbebas. Tapi--" apakah ia sengaja menggantungkan kalimatnya? Ice berteriak dalam hati.
"Anda tidak akan bisa bertemu dengannya lagi." Ice menajam, udara sekitar semakin dingin. Jika manusia biasa pasti akan mati beberapa menit berikutnya.
Esensi es itu menghela napas, "Dia masih hidup, tetapi kalian berbeda alam kehidupan. Jika Anda memaksa untuk bertemu, dipastikan bahwa anda akan membunuhnya yang manusia biasa.
Ice terduduk, cukup pertahanannya runtuh. Ia bahagia karena saudaranya terselamatkan, tapi juga sedih karena mereka berpisah.