Dulu waktu aku baru masuk sekolah Mts, aku mengikuti MPLS, di mana MPLS itu di selenggarakan oleh ketua osisnya, karena di setiap sekolah pasti ada pengenalan lingkungan sekolah.
Pertama masuk kita di beri aba-aba untuk membawa alat-alat dan makan apa saja untuk MPLS tersebut. Ketua OSIS dan OSIS lainnya menyuruh pada siswa baru untuk membawa alat-alat atau membuat semacam, Rompi dari kresek, topi kerucut dari karton warna dan ikat pinggang menggunakan rapia ditambah bekas kaleng susu di masukan kelereng dan di simpan di rapia itu.
Bukan hanya itu saja, papan nama pun harus pakai kardus di kasih nama samaran kartun, dulu nama samaran aku Doraemon, karena aku suka banget sama Doraemon, eh saya kira bakal cukup di papan nama kardusnya, eh ternyata bablas, jadi nama samaran nya Doraem, gak mau ganti lagi susah buatnya, lagipula karton pink nya minta dari temen, tanpa pusing aku tambahin aja pake pulpen di bawah nama itu. Oh iya, warnanya juga di tentukan oleh mereka, perempuan warna pink dan laki-laki warna biru, siswa baru kan bukan hanya beberapa orang saja, melainkan puluhan, dan mencari karton beserta rapia warna pink itu susah, sampai ke pasar cari juga gak ada, alhasil minta deh sama orang.
Itu baru alat-alat nya saja, belum termasuk makanan nya, makanannya juga di atur, besok kalian harus bawa nasi dengan lauk pauk 3T. lah aku yang baru masuk gak tahu apa itu 3T, ya sudah saya memberanikan diri untuk bertanya, kak maaf 3T itu apa?, Kakak itu jawab, bukannya di jawab dengan baik-baik eh malah ngebentak, katanya gini, Masa gak tahu, gunakan otaknya, ini kan lagi tebak-tebakan, kalo saya kasih tahu artinya sama aja dong, cari aja sendiri. Sekejam itu OSIS padaku dulu.
Ya sudahlah, saya tidak berani bicara lagi, aku hanya bisa diam dan menunduk malu, baru pertama masuk udah di marahin, semua orang pada melirik ke arahku, intinya aku jadi pusat perhatian pada waktu itu. lalu disitu OSIS memberikan teka-teki lagi. ketika semuanya sudah di tulis, tinggal cari artinya, aku dengan temanku berusaha mencari apa arti dari kata-kata itu, aku masih ingat makanan nya apa saja.
• Bambu isi lumpur = Cocolatos
• pocong ikat dua = Sosis
• kue kuat = Biskuat
• Beli ciki 2 taro 1 = ciki nya simpan satu, bukan beli ciki sama taro
• Beli permen sesuai tanggal lahir.
dan si 3T (Tempe, Tahu, Telor, dll yang berawal an hurup T).
• Air Beras = Susu
• Perahu kuning = Pisang dan masih banyak lainnya.
Singkat cerita, MPLS malam tiba, semua siswa baru harus bermalam di sekolah, dan kami harus melakukan jerit malam. Kakak-kakak OSIS memberitahu kita untuk bangun jam 2 malam dan melakukan jerit malam itu pada pukul 2. baru saja selesai menyalakan api unggun, para OSIS dan ketos menyuruh kami untuk segera tidur agar nanti tidak susah di bangunkan.
Benar-benar menyebalkan, mereka menyuruh kita untuk tidur, tapi mereka malah bisik di luar teriak-teriak, ngobrol dengan nada tinggi, bagaimana kita bisa tertidur jika seperti itu. mereka yang salah juga, ya sudah, karena susah tidur kami pun tidak mengikuti perkataan kakak OSIS itu, kami malah makan-makan, mengobrol, main, jajan keluar, dan ada juga sebagian yang masih mencoba untuk tidur.
Selang waktu, ketua OSIS dan OSIS lainnya masuk, kami semua langsung berbaring pura-pura tidur, osis itu datang-datang marah-marah, aku pikir kakak-kakak OSIS itu memarahi kita karena ketahuan belum tidur, eh ternyata salah satu teman kita ketahuan menyelinap keluar untuk jajan dan alhasil kami semua kena marah, mereka membentak kami semua, menyuruh kita untuk tidur kembali dan memarahi kita, kalo kalian tidak tidur-tidur jangan harap kalian bisa tenang, ujar salah satu OSIS yang sangat kejam.
Apalah daya kami, siswa baru belum berani menentang, kami hanya bisa menurut dan segera tidur memejamkan mata, lagi-lagi mereka mengganggu tidur kami, kali ini mereka memastikan kalo kami sudah benar-benar tidur atau belum, mereka menyorot kan senter pada setiap mata kami, sampai kami tidak bisa menahan cahaya senter itu, mata kami berkedip dan bergerak, pas sekali bagain aku, aku paling susah tidur kalo berisik dan kena cahaya, udah mau tidur-tidur nya eh malah ke bangun.
saya pikir apaan, saya buka mata lah,untung baru sedikit meleknya baru sadar bahwa mereka memastikan kami, dengan pura-pura saya berbalik layaknya seseorang yang tidak sadarkan diri, sambil menggeliat beralih posisi.
Saat si badan sudah berpindah posisi tiba-tiba OSIS itu marah-marah, mungkin dia tahu kalo aku belum tidur dan bukan hanya aku saja masih banyak teman lainnya yang belum tidur.
Mereka memarahi kami dengan menyindir, Belum sah jadi siswi Sekolah ini, udah jago acting, apalagi nanti kalo udah jadi bagian sekolah ini, Ujar OSIS itu, bagaimana tidak kesal, dari pagi sampai malam kita diperlukan layaknya hewan, layaknya musuh terbesar, apakah mereka belum cukup membuat kami menderita!!.
Paginya kami harus melakukan perlombaan di setiap kelompok nya, dan di sambung siangnya dengan jejak, mengelilingi sawah, melewati jurang, wajah di corat-coret pake tanah, pake lipstik, pake bedak, harus jalan kodok di selokan, harus sit up di sawah, belum juga makan permen kis satu kelompok satu dan itu harus kebagian semuanya, yang ini tidak terlalu masalah, tapi kalo harus makan kopi campur garam kan rasanya gak enak, asin, bukan itu juga, kita harus milih salah satu minuman dan salah satu dari minuman itu dalamnya tanah, untung aja waktu itu aku gak salah pilih, terus harus ngejilatin permen lollipop bekas orang-orang, gak kejam gimana sih!!.
Udah kaki sakit kena batu, udah badan lemas jalan jauh, wajah corang-cerong kayak orang gila, baju kotor kena tanah sawah, basah juga karena air selokan, pokoknya MPLS bagain aku benar-benar kejam, sepertinya mereka menaruh dendam bear pada angkatan kami, benar-benar tidak manusiawi.
Singkat cerita kembali, Malam tiba pukul 02 malam dan sedangkan aku baru saja tidur pukul 12, karena benar-benar susah tidur, kakak-kakak itu membuat kami seperti di ruangan tahanan ibu-ibu gosip, terus aja ngobrol, baru saja tenang dari dunia kebisik kan, udah di bangunin lagi. cara bangunin nya juga tidak kalem, mereka membangunkan mereka dengan nada tinggi, untung saja pas giliran ku, kakak nya baik, dia membangunkan aku dengan pelan dan penuh kelembutan.
"Dek bangun dek, kita jerit malam, cari syal Pramuka nya" Ucap kakak yang baik hati itu, dengan berat hati aku bangun dan segera mencari syal Pramuka nya, di situ aku masih belum sadar, apa yang akan di lakukan oleh kakak OSIS ini menyuruhku untuk mengambil syal.
Ketika syal sudah dapat, aku segera memberikan syal itu pada kakak OSIS nya, dan menyuruh ku untuk berbalik, ternyata syal itu untuk menutupi mataku yang baru saja terbuka dan harus ditutup kembali dengan syal. Ya sudah aku hanya menurut, tiba-tiba saat kakak itu membantu aku berdiri, suara menggelegar terdengar oleh ku, dia meminta pada kakak yang membantuku bangun ini, agar dia saja yang mengantarkannya ke lapangan untuk dikumpulkan.
Entah siapa orang itu, tapi aku bisa merasakan tubuhnya tinggi dan tangannya besar dan cara bicaranya sangat lembut, namun orang ini bukanlah perempuan melainkan laki-laki. Dia sempat berbisik padaku, Sabar, permainan akan segera selesai. karena aku masih merasa takut dengan kejadian-kejadian yang sudah terjadi, aku hanya terdiam dan mengikuti kemana orang ini membawaku, saat sudah turun tangga, entah di mana aku ditempatkan duduk olehnya, rasanya sangat dingin dan benar-benar dingin, seketika badanku sedikit menggigil dan mencoba menguatkan rasa dingin itu, Kakak laki-laki itu menyuruhku untuk berbaring tidur, di sana aku makin ketakutan, rasa menggigil pun semakin menjadi-jadi, dan orang itu terus menerus menyuruhku untuk berbaring, aku tidak mau, pikiranku melayang kemana-mana, takut dirinya akan melakukan apa-apa padaku, lalu laki-laki itu meminta bantuan pada teman perempuan nya, dan berkata bahwa aku tidak menurut dan keras kepala.
Tadi orang ini sangat lembut berbicara padaku, dan sekarang dia malah mengadu aku pada kakak OSIS perempuan, alhasil aku kena bentak kakak OSIS itu. Ada apa sih!! di suruh tidur aja susah, cepat baring. Teriak kakak itu aku makin takut dan sedikit ingin menangis, namun kakak itu kembali berbicara, Kenapa!! takut jika teman saya melakukan apa-apa, hey mana ada temanku selera padamu, cepat lakukan atau saya bawa kamu ke suatu tempat. Ujarnya kembali, lalu aku menurut, dan kakak laki-laki itu menyuruh teman perempuan nya untuk segera pergi kembali.
Dengan rasa takut aku terus berbaring dengan tidak tenang, udah tahu lagi ketakutan eh malah bikin terkejut, kakak laki-laki itu kembali berbisik dan menenangkan aku, kali ini dia membocorkan apa yang akan dilakukan selanjutnya, dia mengatakan bahwa nanti akan ada pencarian nama di kelas.
"Dek nanti kamu harus cari nama kamu di kelas yang sudah di tentukan, dan jika tidak dapat, Adek akan kena marah lagi, jadi cari yang benar-benar nama kamu" Ucap kakak laki-laki itu, aku tidak mau kena marah lagi, lalu aku bertanya padanya.
"Kak kira-kira namaku ada di kelas mana!!" Tanyaku, lalu kakak itu langsung menjawab, "Siapa namamu!?" Lalu aku menjawab kembali, namaku Fipit, lalu tanpa jawaban lagi, kakak itu pergi entah kemana, aku rasa pasti aku akan kena marah lagi, aku hanya pasrah dengan semua ini, lagi pula permainan ini akan segera selesai, mengingat kata-kata kakak itu, aku hanya bisa terdiam pasrah.
Selang beberapa menit, sesudah kakak-kakak itu bertanya padaku, tiba-tiba kakak laki-laki itu datang lagi, dan aku yakin dia orang yang sama, karena aku mengenali suaranya. kali ini kakak ini bersikap seperti kakak lainnya, dia bertanya dengan nada yang cukup tinggi dan membuat aku sedikit terkejut.
Saya pikir kakak itu benar-benar memarahiku, ternyata dia datang bersama temannya, saat temannya pamit, kakak itu kembali memberitahuku bahwa namaku ada di kelas 9A yang tepatnya di Atas, kali ini aku merasa tenang dan tersenyum, tanpa rasa malu, aku mengucap kan terima kasih sambil tersenyum pada kakak itu, lalu kakak itu menjawabnya sama-sama.
Salah satu kakak OSIS menarik ku dan marah-marah kembali, kali ini kakak itu memarahi teman laki-laki nya yang sudah membantuku.
"Kamu ngapain sih dari tadi di sini? perasaan tadi kamu udah kesini! kenapa balik lagi, kamu suka sama siswi ini?. Teriak kakak perempuan itu pada kakak OSIS laki-laki, belum sempat menjawab pertanyaan kakaknya, kakak itu langsung bertanya padaku, Siapa nama Lo!, dengan kasarnya kakak itu mengucap itu padaku, lalu aku menjawab nya, baru saja menjawab, kakak itu kembali menyahut, Ooh, dengan nada yang mencurigakan.
Kakak itu mengapingku entah kemana, kakak laki-laki itu meminta agar dia saja yang mengantarkannya, tapi kali ini kakak ini turun tangan sendiri dan segera mengajak ku ke ruang kelas, pas di depan pintu kelas, syalnya di buka dan menyuruhku untuk mencari namaku di juru kelas yang sudah di siapkan dengan cahaya dari lilin saja, di dalamnya bukan hanya lilin, melainkan permainan lainnya, seperti kursi di goyangkan, meja bergerak-gerak, suara mengangetkan dan tiupan dingin dari belakang, tapi aku tidak takut, aku harus mencari namaku, sebelum waktunya habis. tapi sudah di cari beberapa kali di cek kembali, namaku tidak ada, sampai aku baca satu-satu tetap tidak ada, dan alhasil waktu habis aku di suruh keluar lagi, kemudian aku keluar tanpa membawa kertas namaku, aku kembali di tutup pakai syal dan di hantarkan kembali ke temat ku lagi.
Selang waktu, Semua sudah dapat giliran, dan kali ini kakak-kakak OSIS menyuruh angkat tangan yang namanya tidak ditemukan, aku dengan sedikit takut mengangkat tangan, lalu segera membentak kembali, Cepat angkat tangan nya yang tidak menemukan namanya tadi, lalu aku tinggikan kembali tanganku dan aku segera di tarik pindah tempat.
"Seperti kesepakatan, yang tidak dapat namanya, harus memilih salah satu dari pilihan ini, Mau pulang ke rumah!! atau mau tidur di kelas!?" Itu pertanyaan nya, saya pikir hanya saya yang kena hukum ternyata banyak juga yang tidak menemukan namanya, salah satu teman ku dengan kerasnya menjawab, Mau pulang ke rumah. lalu kakak itu membawanya entah kemana, aku tahu karena dia bertanya, entah benar di pulangkan ke rumah entah tidak.
Kemudian aku juga menjawab, kali ini jawaban ku berbeda dengan mereka, aku ingin Pergi ke kelas untuk tidur, dan aku di geserkan ke tempat lain, entah di mana, tapi sepertinya tidak jauh, aku tetap harus tenang, meski aku kedinginan tapi aku coba untuk menahannya, lalu tidak lama, kakak itu menyuruh kami untuk membuka syal nya.
Subhanallah, saat syal itu di buka dari mataku, kepala ku langsung pusing melihat sinar pagi dan kedinginan dalam tubuhku, kepala ku benar-benar berat dan sakit, aku melirik sekitar dan ternyata disisi ku adalah temanku. dia kaget juga bahwa aku yang berada di sampingnya, sangking aku pusingnya aku hanya bisa menunduk dan merasa mual, temanku bertanya, kamu kenapa pit!?, aku terus terang aja, aku pusing, sepertinya kau mau muntah, dingin juga, terus temanku malah bikin aku makin melemas, dia bilang, ya ampun, benar kamu sangat pucat sekali, aku semakin menunduk, lalu salah satu kakak OSIS menghampiri ku, dan menanyakan keadaan ku, aku jawab jujur saja.
kemudian kakak itu mengatakan, Sabar dulu ya, ini yang terakhir, kita sungkeman dulu, maaf-maafan, kalo sudah kamu bisa istirahat tenang di rumah. lalu aku mengangguk dan tersenyum. ternyata mereka hanya acting saja padaku, aslinya mereka baik-baik, eh tapi ternyata kakak yang memperlakukan sangat kejam itu, benar-benar membenci ku, namanya Diana, semua orang diberikan senyuman olehnya, tapi giliran ku kakak itu malah menatap sinis, dan berkata, Jangan sok cantik, baru kelas 1, aku hanya menjawabnya dengan senyuman dan kemudian mencium tangannya sopan.
Terus bersalaman pada kakak-kakak OSIS, lalu sampai di OSIS laki-laki, saya masih tidak sadar dengan kakak yang menolongku, pas di urut kedua laki-laki, kakak itu tersenyum dan berkata, sekarang bisa istirahat, sambil tersenyum kembali dan aku masih mengenali suaranya, lalu aku sedikit terkejut dan segera tersenyum lalu menunduk, kemudian bersalaman kembali, aku segera membereskan barang-barang ku dan bergegas untuk pulang bersama teman-teman ku.
Kemudian aku menunggu angkutan umum untuk pulang, karena rasa lelah dan capek, aku menunggu angkutan umum bareng teman sekaligus salah satu kakak OSIS teman sekampungku, entah kenapa kakak ini gak ada semalam, aku tanya, kenapa teteh semalam gak bantu aku, aku habis-habisan di marahin, terus si teteh jawab, aku juga gak berani membantah aku kan masih kelas dua Mts sedangkan kakak itu udah kelas 3, aku masih gak berani, aku semalam cuman keliling-keliling ke siswa-siswi lainnya, gak sempat nanya kamu pit, lagian gak papa lah, kakak yang marahin kamu itu kan Ketua OSIS nya.
Aku melongo dan terkejut, ternyata kakak itu Ketos nya, saya pikir ketosnya laki-laki eh ternyata perempuan, untuk aku gak ngelawan waktu itu, kalo ngelawan wah habis kayaknya aku.
Skip.
Sudah beberapa menit mobil angkutan masih saja belum datang, dan tidak lama teman laki-laki teteh teman sekampungku datang dan menjual diri untuk mengantarkan pulang, tanpa basa basi teteh itu mau dan mengajakku ikut bareng, bukan nya aku gak mau tapi aku malu, ternyata teman laki-laki nya itu adalah kakak yang tadi.
Eh tiba-tiba, kak ketos datang dan aku langsung tersenyum menatapnya dan segera menunduk, kemudian kakak itu menghampiri ku dan mengucapkan maaf padaku, lalu di berbicara jujur dan tersenyum, sebenarnya kakak hanya becanda tadi, maafkan kakak ya, ucap kak ketos itu, lalu aku tersenyum dan memaafkan nya, meski di hati benar-benar kesal, tapi ini hanya becanda saja.
hmm tetap saja ketika mengingatnya aku kesal pada kakak itu dan aku sampai pernah berkata dalam hati "Ketos Kejam", sangking kesalnya, tapi sudahlah itu sudah berlalu dan aku sudah memaafkannya. itu juga menjadi pelajaran untuk kita agar kita bisa terus bersabar mengalami cobaan itu.
Makasih sudah membaca 🥰🌻.