Rafa adalah ketua osis disebuah sekolah negeri, ia yang baru saja diputuskan tanpa alasan yang jelas. Menyebabkan dirinya frustasi hingga menggabungkan urusan pribadi dengan organisasi. Membuat seluruh anggotanya kecewa. Hadirlah sosok Shafa perempuan yang dilarang pacaran oleh orangtuanya dan hanya bisa mencintai dalam diam. Ia adalah sosok yang keras dan satu-satunya orang yang berani menegur bahkan memarahi Ketuanya sendiri, shafa adalah wakil osis bisa dibilang patnernya dalam organisasi.
Mereka kecewa dengan ketuanya sendiri yang tidak profesionsional sedangkan sebentar lagi ada acara yang akan dilakukan oleh osis tapi bagaimana jika ketuanya saja tidak perduli.
*perkumpulan osis membahas acara besok.
" Shafa bagaimana acara besok dimulai, kami membutuhkan sambutan dari ketua tapi sampai sekarang ketuanya saja tidak masuk sekolah " ucap rika salah satu anggota osis
"Iya benar fa, nanti kalau ditanya in pembina kita, masa kita harus bohong terus, malu juga sama guru-guru yang lain. " ucap Tasya
" Ben kamu sahabatnya rafa, coba bilang sama dia " ucap rika
"Susah rik ga pernah dibales, mau kerumahnya ga enak sama bundanya " ucap beni anggota osis sekaligus sahabat rafa
" Yaudah nanti coba aku hubungi yah. Pokoknya kalian harus siap-siap buat besok aja, urusan rafa nanti aku yah. pertemuan kali ini kita akhiri karena waktu sudah sore. sekian wasalamualaikum wr. wb " ucap shafa mengakhiri perdebatan mereka
"Waalaikum salam wr.wb " ucap mereka semua.
Malam harinya shafa berusaha menghubungi rafa namun tak ada balasan dari rafa hingga akhirnya ada telepon masuk dan ternyata itu dari rafa. Awalnya shafa marah-marah namun mendengar rafa menangis dan menumpahkan segala keluh kesahnya, shafa hanya bisa memberi saran untuknya dan memberi pesan jangan pernah melibatkan urusan pribadi dalam organisasi. Dan keesokan harinya allhamdulilah rafa masuk sekolah. Acara pun berjalan lancar rafa meminta maaf kepada seluruh anggotanya atas sikapnya beberapa hari lalu.
Sejak malam itu shafa dan rafa menjadi dekat, padahal mereka menjadi patner sudah beberapa bulan yang lalu tapi mereka baru dekat karena malam itu. Malam dimana baru pertama kali seorang rafa menangis, malam dimana mereka mulai terbuka akan masalahnya masing-masing sekitar 3 jam mereka teleponan, walaupun sedih tapi rafa tetap lah rafa yang membuat lelucon hingga rasa sedih pun berubah menjadi canda tawa.
Hari-hari mereka jalani bersama kemana pun shafa pergi rafa lah yang menghantarnya. Sikap manis rafa mungkin bagi sebagian perempuan langsung baper namun bagi shafa semua itu berjalan apa adanya seperti biasa tidak ada sikap rafa yang berubah menjadi manis. Katena shafa telah membangun dinding tebal dan tinggi untuk tidak jatuh hati kembali karena ia sempat jatuh hati namun orang itu telah pacaran dengan yang lain dan orang tua shafa tidak mengizinkan pacaran maka dari itu shafa membangun dinding itu tapi siapa sangka lama-lama dinding itu runtuh pada akhirnya.
Seperti hari ini..
Seluruh anggota osis datang kesekolah ketika hari raya qurban karena hari ini hewan qurban untuk acara besok akan dikirim kesekolah, mau tidak mau anggota osis harus datang kesekolah. Seluruh hewan qurban dibawa ke belakang sekolah untuk diberi makan. Karena shafa tidak diberi tugas membawa hewan qurban ia membawa motor kebelakang sekolahnya sekaligus ia akan membeli keperluan yang belum mereka beli, motor yang dibawa adalah motor rafa.
Hari semakin sore akhirnya mereka memutuskan untuk membawa hewan qurban kedalam sekolah kembali sebelum kembali rafa menitipkan hpnya kepada shafa. Dipertengahan jalan 2 hewan qurban lepas dan 2 hewan itu berputar mengelilingi motor yang dibawa oleh rika dan shafa karena shafa yang kurang cepat slhasil shafa yang timpa motor.
" Kakinya harus diurut yah " ucap rafa dengan nada khawatir
" iya " ucap shafa..
Malam hari
*Chat....
Rafa maaf yah motor kamu lecet..... (shafa)
Ya ampun shafa pikirin kaki kamu jangan mikirin motor, awas yah kalau kakinya ga diurut....( Rafa).
iya...( shafa )
Dan dipagi harinya pun rafa menanyakan hal yang sama. Hal itu sedikit membuat hati shafa bergetar namun lagu-lagi shafa tepis.
Ketika acara berlangsung ada seseorang laki-laki yang mendekati shafa dan mengikuti shafa kemana saja hari itu. Rafa yang helihat itu sedikit ada yang sesak dihatinya entah apa itu.
"hai, enak yah jadi kakak kelas tinggal nyuruh aja" ucap seno cowok yang mengikuti shafa
"hahaha, kan pumpung masih jadi kaka kelas harus dimanfaatkan momen ini. " ucap shafa.
"hahaha, iya, minta nomor WAnya " ucap seno
"baru juga ketemu lagi udah minta nomor WA aja " ucap shafa
"Ya ampun dilupain kan udah pernah ngobrol waktu itu " ucap seno. Seno adalah cowok jurusan ips.
"nih, ketik sendiri" ucap seno memberikan hpnya.
Setelah mendapat nomor WA seno pun pergi dan tidak mengikuti shafa lagi. Shafa meminta tolong kepada rafa membeli sarung tangan namun rafa menolak rafa bersikap cuek kepada shafa.
Hari-hari berikutnya, rafa bersikap manis lagi. Dan ketika Shafa mengikuti acara perkemahan di organisasi satunya. Di malam harinya. Rafa datang membawa makanan hal itu membuat shafa bingung apakah dirinya jatuh hati pada rafa, karena perhatiannya? Apakah rafa juga memiliki rasa yang sama? Itu yang dibenaknya namun dari cerita rafa dihari sebelumnya rafa sedang mendekati perempuan yang membuat dirinya jatuh hati. Maka dari itu lagi-lagi shafa tak menghiraukan rasa itu.
Suatu hari di sebuah acara yang dilakukan bersama seluruh organisasi disekolah acara itu menginap disekolah. Ketika sarapan shafa diajak vira sarapan di ruangan tidak lama kemudian rafa datang akhirnya dirungan itu ada 3 orang, setelah selesai sarapan rafa dan vira keluar ruangan tak lama kemudian rika datang dan bertanya.
"mereka habis apa? " tanya rika
"habis sarapan " ucap shafa
" kirain kan mereka pacaran " ucap rika
dg..dg..dg
"Rasanya sesak, kenapa yah dengan hati ini " shafa dalam batinnya.
" iya cuma sarapan ko " ucap shafa
Sejak hari itu shafa sedikit menghindar ia takut benar-benar jatuh hati. Dan rafa mengetahui bahwa shafa telah tahu hubungan dirinya dan vira ia berusaha menjelaskan semuanya kepada shafa.. dalam benak shafa bertanya- tanya
" Mengapa dia menjelaskan semuanya bukan kah aku bukan siapa-siapanya?, cara menjelaskannya seperti orang yang ketahuan selingkuh?..( batin shafa bertanya-tanya).
Hari - hari berikutnya berjalan dengan normal seperti biasa mereka saling bercerita saling terbuka. Sampai dimana tugas mereka di organisasi telah selesai. Dan vira dan rafa putus karena ditikung sahabatnya sendiri.
Setelah organisasi selesai sikap rafa berubah, rafa selalu menghindar dari shafa tak ada lagi sapaan, tak ada chat tak ada lagi telepon dari rafa. sejak organisasi berakhir kedekatan nereka pun berakhir.
Sebenarnya mereka merasa ada yang berbeda karena sudah tak saling memberi kabar kembali.
Tanpa mereka sadari mereka merasa nyaman dan telah tumbuh benih -benih cinta namun mereka selalu mengelak hal tersebut
" mungkin memang aku sudah jatuh cinta pada rafa, rasanya berbeda dan semuanya berubah sejak aku dan rafa tak berkomunikasi lagi. " ucap shafa dinalam hari
" Aku kangen kamu rafa, tapi aku harus kuat dan aku mau kejar cita-cita ku dulu. Belum saatnya aku memikirkan cinta" ucap shafa kembali...
#the end