Libur akhir semester telah tiba. Waktu yang cocok pergi liburan baik bareng keluarga ataupun beberapa pasangan remaja yang belum sah statusnya. Tak luput dari Ana remaja perempuan SMA kelas 3. Ana tak terlalu memikirkan ingin liburan kesana atau kesini. Ana lebih memilih bersantai dirumah membaca buku novel yang dia punya. Ana suka membaca novel bertema misteri ataupun penjelajahan. Romansa Ana juga suka tapi kurang tertarik. Sudah ada banyak buku Novel yang Ana punya. Tak jarang buku yang ia punya Ana pinjamkan ke temannya.
Suatu hari Ana sedang membaca mendapat pesan Abi teman seangkatan Ana tapi beda kelas. Ana yang mendengar suara notif mengambil hpnya dimeja kamar.
"Liburan mau kemana?". Pesan dari Abi. Ana kemudian mengetik
"Nggak tahu mau kemana. Mungkin dirumah aja. Nggak ada temen". Balas Ana masih melihat layar hpnya
"Ohh mau nggak sama aku?". Tanya Abi
"Emm boleh mau kemana memangnya. Kapan?".
"Minggu ke Mojosemi Park. Baru buka sih tempatnya juga bagus".
"Oke boleh"
"Seap".
Ana kemudian meletakkan hpnya kembali ke meja. Melanjutkan membaca novel.
🍁🍁🍁
Abi tampak tersenyum berseri-seri setelah mendapat jawaban dari Ana. Jujur saja Abi mulai ada rasa ke Ana. Abi berusaha mulai PDKT ke Ana. Tak jarang Abi sering memperhatikan gerak gerik Ana saat di sekolah. Abi sering melihat Ana membaca buku Novel saat dikelas. Dari situ Abi mengira Ana suka membaca.
Saat liburan ke Mojosemi Abi akan menembak Ana.
Setelah hari yang ditunggu tiba Abi yang sudah siap menyalakan mesin motornya. Abi kemudian tancap gas menuju ke rumah Ana. Udara pagi ini sejuk karena malam tadi hujan gerimis tipis-tipis. Suasana jalanan masih sepi sedikit pengendara berlalu lalang. Abi melajukan pelan menikmati udara dan dingin pastinya. Sebelum berangkat Abi telah mengirim pesan ke Ana kalau dia akan otw ke rumahnya.
Abi telah sampai di rumah Ana. Ana yang sudah siap duduk di teras rumahnya sambil membawa tas selempang dan helm berwarna biru ada beberapa stiker tertempel di helm Ana. Sebelum berangkat Abi lebih dulu berpamitan ke ibunya Ana.
Sejujurnya Abi belum tahu tempat tujuan mereka. Dengan berbekal Google Map Ana sebagai pemandu jalannya. Tentu saja perjalanan mereka tak selancar yang dibayangkan. Mereka hampir saja masuk ke jalanan kecil kemudian kembali ke jalan raya. Bahkan salah pilih jalan seharusnya ke kiri Ana malah menunjuk ke arah kanan. Setelah beberapa jam perjalanan mereka hampir tiba. Jalanan semakin kesini semakin menanjak dan udara semakin dingin. Karena dingin Ana memasukkan kedua tangannya ke saku jaket milik Abi. Abi sedikit terkejut karena sikap Ana. Abi tersenyum sedikit hampir tak terlihat sekaligus dia juga senang.
"Maaf ya dingin abisnya aku nggak bawa jaket". Ucap Ana tak enak hati.
"Iya nggak papa kok". Jawab Abi.
Jantung Abi sedikit deg-degag berdegup lebih cepat seperti orang sedang lari maraton. Ana pun juga merasakan hal tersebut. Ana juga ada rasa ke Abi. Namun Ana tidak tahu apakah Abi juga merasakan hal yang sama.
Ana merasa nyaman hingga lupa mengecek hpnya. Tanpa sadar mereka melewati Mojosemi Park.
"Masih lama ya?". Tanya Abi merasa belum sampai. Pasalnya Ana bilang sudah hampir sampai.
"Oh iya lupa nggak aku cek". Jawab Ana merutuki kesalahannya. Ana mengecek hpnya ternyata mereka kelewatan 1km.
"Yahhhhh Bi kelewatan. Putar balik. Kayaknya tempatnya yang tadi deh. Depannya ada gambar dinosaurus". Ucap Ana
"Pelan-pelan aja nanti kebablasan lagi. Hehehehe". Imbuh Ana lagi menyengir karena kesalahannya. Abi sama sekali tak marah dia malah tersenyum dengan tingkah Ana.
Kemudian Abi putar balik setelah jalanan sepi. Karena mereka berada di jalan tikungan. Abi melajukan motornya agak pelan. Juga mengamati sekitar.
"Kayaknya itu deh tempatnya". Ucap Ana menunjuk sebelah kiri. Abi kemudian menepikan motornya. Setelah itu masuk ke area parkir motor.
Sebelum masuk mereka membeli tiket masuk. Setelah membeli tiket mereka masuk. Semakin ke dalam hal pertama yang mereka jumpai adalah ya penjual makanan. Rata-rata mereka menjual serba anget-anget. Karena sejuk.
Masuk kedalam lagi Ana dan Abi baru menemui dinosaurus yang bisa bergerak. Ana tak fokus dengan dinosaurus melainkan keadaan sekitar. Mereka dikelilingi dengan pohon tinggi. Sedangkan Abi memvideokan dinosaurus.
"Kecil ya ukurannya. Aku kira besar". Ucap Abi asal-asalan ketika melihat T-rex.
"Ukuran segini ya sudah besar dong Bi". Balas Ana memperhatikan ukuran T-rex nya. Kalau ini bisa hidup mungkin manusia sudah abis dimakan. Gumam Ana dalam hati
Mereka masih melanjutkan perjalanan mereka melihat beberapa patung dinosaurus yang bisa bergerak. Bahkan ada telur dinosaurus yang baru menetas ada juga pohon di masa purba yang tumbang. Ana meminta Abi untuk memfotokan dirinya. Dengan senang hati Abi mau.
"Bi foto aku ya. Ini hpnya". Pinta Ana menyerahkan hpnya.
Abi mengambil dua foto. Ana yang tak bisa berpose saat foto hanya melakukan pose ala kadarnya.
"Bagus-bagus. Kamu mau foto juga?". Tawar Ana setelah melihat foto dirinya.
"Boleh". Jawab Abi ikut menyerahkan hpnya ke Ana.
"Udah". Ujar Ana memperlihatkan foto Abi.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka. Tanpa sadar mereka hampir keluar area dinosaurus. Ana mendengar suara serigala seperti yang ada film-film. Penglihatan Ana tertuju sebuah ruangan dimana suara serigala tersebut berada. Ruangan tersebut hanya ditutupi kain hitam
"Mau masuk?". Tanya Abi melihat Ana sepertinya tertarik
"Eh mmm gimana ya. Boleh nggak sih lewat sini?". Tanya Ana ragu sekaligus penasaran.
"Nggak tahu". Jawab Abi
Auuuuuuuu. Suara serigala
Kaki Ana melangkah tanpa sadar. Ana mengintip di balik kain hitam. Ana melihat drama manusia bertarung melawan tiga dinosaurus. Dengan penasaran Ana membuka kain hitam tersebut dan masuk kedalam. Abi tersenyum melihat tingkah yang penasaran mau tak mau Abi ikut Ana masuk kedalam.
Ana mengambil hp berada di tas selempang membuka ikon kamera. Ana berniat ingin memvideokan drama tersebut. Lima menit drama tersebut usai. Ada sebagian orang berfoto dengan dinosaurus maupun dengan manusia berpenampilan seperti manusia purba. Ana pun buru-buru keluar dari area tersebut karena takut dengan dinosaurus dan juga manusia serigalanya.
"Kamu takut?". Tanya Abi sudah keluar bersama Ana.
" Iya takut. Padahal aku tahu itu cuma boneka". Jawab Ana
"Keluar yuk. Cari makan". Ajak Ana menarik tangan Abi. Abi merasakan jantungnya kembali berdebar.
"Kamu mau apa?". Tanya Abi melihat Ana kebingungan memilih makanan.
"Emm apa ya". Ana tampak berpikir dan melihat sekeliling para penjual makanan.
"Sosis aja deh". Sahut Ana lagi. Abi kemudian memesan sosis bakar. Ana menunggu di bangku yang tersedia.
Tak beberapa lama Abi datang membawa satu tusuk sosis. Ana keheranan. Apakah Abi nggak beli?. Batin Ana
"Kamu nggak beli Bi?". Tanya Ana tak dapat menahan pertanyaan di otaknya
"Nggak, kamu aja yang makan". Jawab Abi duduk disamping Ana
"Mau kopi nggak aku pesenin". Tawar Ana
"Boleh deh. Kopi susu". Ucap Abi
"Oke". Ana berdiri dan menuju tempat penjual kopi.
"Kopi susu mas dua". Ucap Ana kepada penjual kopi masih muda. Ditempat tersebut ada dua orang penjaga. Yang satunya meracik yang satunya mengobrol dengan Ana.
"Rombongan berapa orang mbak?". Tanya mas penjual kopi.
"Dua orang mas naik motor". Jawab Ana
"Oh sama pacar?". Tanya Mas penjual kopi. Membuat Ana tersipu malu.
"Eh iya pacar". Jawab Ana lagi
Kopi pesanan Ana datang. Saat memegang awalan terasa hangat lama kelamaan kopi tersebut semakin panas. Karena tak kuat menahan panas Ana berlari menuju bangku yang mereka duduki
"Aduh aduh panas". Keluh Ana meletakkan kopinya. Meniup jari telunjuknya sedikit perih. Kemudian mengibaskan jarinya.
Tanpa aba-aba Abi meraih tangan Ana meniupnya dengan lembut. Ana terkejut dengan sikap Abi. Ana terpaku melihat Abi sedang meniup jarinya.
"Gimana udah mendingan?". Tanya Abi melihat wajah Ana
Ana terkesiap mendapat pertanyaan dari Abi". Iya udah makasih".
Hening. Mereka menikmati kopi susu. Tiba-tiba Abi memanggil Ana
"Na". Abi menghadapkan tubuhnya ke Ana
"Ya". Ucap Ana menikmati kopinya mulai hangat
"Kamu mau nggak jadi pacar aku?".
"Abi nembak aku. Nggak salah denger nih aku". Batin Ana
"Ana kamu denger suara aku kan?".
"Kamu mau nggak jadi pacar aku". Abi mengulangi pertanyaannya
Ana menoleh." Iya, aku mau". Jawab Ana tersenyum.
Tiba-tiba hujan turun tidak tepat waktu setelah pernyataan cinta dari Abi. Buru-buru Ana dan Abi mencari tempat berteduh. Sebelum itu gelas kopi dan bungkus sosis mereka buang ke tempat sampah. Ana dan Abi berteduh. Udara yang awalnya sejuk kini bertambah dingin tercampur udara hujan. Sebenarnya Ana kedinginan tak mau memberitahu ke Abi. Tampak gigi Ana bertabrakan atas dan bawah.
Hujan reda beberapa orang yang berteduh mulai pergi satu-persatu. Ana dan Abi turun mereka memilih untuk pulang saja. Takut akan kemalaman saat sampai rumah.
Ana kini tak canggung lagi. Reflek Ana memasukkan tangannya ke saku jaket Abi. Abi hanya tersenyum dengan sikap Ana. Dijalan turunan Abi berhenti dan meminta Ana untuk turun dari motor. Ana deg-degan berpikir negatif ke Abi. "Kenapa berhenti. Mau ngapain dia. Apa aku diturunin kesini. Kalau iya tega banget. Masa baru pacaran udah main kdrt sih". Beberapa pertanyaan dari pikiran Ana muncul.
Abi membuka jok motornya. Mengambil bungkusan kresek. Menyerahkan kresek itu ke Ana.
"Buku?". Ucap Ana reflek
"Iya itu buku novel. Aku lihat kamu suka banget baca buku. Jadi aku beliin ini buat kamu. Semoga kamu suka ya?".
Ana membuka kresek tersebut melihat sampul buku itu.
"Pasti aku suka. Makasih ya Abi". Ucap Ana.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan pulang. Tamat.