Kebayang kan betapa jantung berdebar sangat kencang kala itu. Aku yang diam- diam sangat mengagumi ketos baru di sekolah ku. Kebetulan setelah naik kelas dua ini aku satu kelas dengan nya. Sebut saja Adi Sanjaya dan teman-temanku sering memanggilnya dengan Adi. Namun aku suka lebih menyukai jika dia dipanggil dengan Jaya.
Diam-diam aku selalu memperhatikan Jaya ketika sudah masuk jam pelajaran. Dia duduk sebelah kanan deretan paling depan. Jaya cukup pintar di kelas. Tidak heran selain dia ketua OSIS, dia juga terbilang cerdas. Jaya selalu masuk peringkat pertama. Mungkin saja aku sudah mengagumi Jaya selain dia memang sering tampil di depan. Bagiku itu nilai lebih jika seseorang berani tampil di depan dan bisa melawan rasa takut, grogi nya. Percaya diri nomer satu kalau sudah di depan anak- anak siswa maupun guru- guru.
Suatu ketika, aku merasakan kesakitan di perut aku. Seketika badanku menjadi tidak karuan. Aku tidak bisa konsentrasi dalam mengingat pelajaran. Akhirnya aku dibawa ke UKS. Di sana aku tiduran sampai jam istirahat pertama. Setelah jam istirahat kedua pun aku masih dilanda kesakitan yang hebat, badan demam dan menggigil badanku. Akhirnya guru yang bertugas menyuruhku untuk pulang saja.
Aku setiap harinya ke sekolah berangkat dari rumah naik bus. Lalu turun tidak jauh dari depan gang sekolah berjalan kaki. Hampir setiap hari aku selalu naik bus karena memang kedua orang tuaku masih belum memberikan aku kendaraan beroda dua itu. Jarak ditempuh jika menggunakan bus sekitar setengah jam. Cukup jauh memang. Hal itu jika tidak dalam keadaan macet. Kalau jalanan macet bisa satu jam aku berada di dalam bus.
Karena di suruh pulang lebih awal. Aku mulai berpikir, siapa yang akan mengantarkan aku pulang. Namun ternyata guru piket sudah mengkondisikan siapa yang akan mengantarkan aku pulang. Aku hanya pasrah saja diantar pulang karena aku masih dilanda kesakitan baik perut sampai seluruh badanku berasa sakit semua.
Seorang laki-laki yang sudah aku kenal menghampiri aku. Lalu menarik aku supaya mengikuti nya ke arah parkiran motor di sekolah ku. Aku menatap tidak percaya, orang yang akan mengantarkan aku pulang adalah si ketos yang selalu aku curi- curi pandang padanya.
" Naiklah! Apakah kamu masih kuat jika aku bonceng? Kalau mau pingsan bilang yah!" ucapnya setelah sudah sampai di parkiran dan dia sudah di atas motornya.
Aku mulai membonceng nya tanpa bersuara karena aku masih merasakan kesakitan di bagian perut dan semua badanku tidak karuan.
" Pegangan yang kuat yah! Jangan sampai jatuh. Ini akan membuat aku semakin repot jika kamu terjatuh dari boncengan kendaraan ku." kata Jaya memberi peringatan.
Aku diam saja namun mengikuti apa katanya. Aku pegangan sangat kuat hingga aku merasakan sangat hangat di hatiku.
" Badan kamu panas banget? Apakah kamu benar-benar sakit dan kesakitan?" tanyanya lagi dengan suara keras sambil menjalankan kendaraan nya. Aku menjawab nya pelan seolah sudah tidak sanggup bersuara.
" Karena aku tidak tahu rumah kamu, kamu beri arahan kepada ku yah!" katanya sambil ikut memegang tanganku. Aku hanya diam saja merasakan aliran energinya seolah berusaha meringankan rasa sakit aku.
Selama diperjalanan akhirnya tidak ada lagi pembicaraan kecuali aku yang menunjukan jalan arah menuju ke rumahku.
*******
Sesampainya di rumahku, aku turun dan mengucapkan terimakasih pada ketos ku.
" Terima kasih banyak, yah!" kataku sambil memberikan uang sepuluh ribu kepada ketos ku itu.
" Kamu pikir aku tukang ojek? Ambil saja duit mu, aku punya duit lebih dari itu." ucap Jaya dengan sombongnya.
Aku hanya tersenyum namun sedikit memaksa supaya dia mau menerima uang dariku.
Bagi aku kalau aku sudah memberikan dia uang, aku sudah tidak berhutang budi kepadanya. Setelah ini urusan selesai dan tidak perlu lagi ada cerita.
" Sudah, cepat masuk ke dalam! Kamu harus istirahat dan minum obat." suruh Jaya kepadaku.
" Na! Cepat masuk! Atau aku harus membimbing kamu masuk ke dalam rumah kamu? Baiklah!" ucap Jaya kepadaku langsung memapah ku masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah Jaya bertemu dengan mama ku dan mengatakan semuanya kalau aku sakit dan tidak perlu mengikuti pelajaran hari ini. Jaya malah tidak cepat pulang, kelamaan berbincang dengan mama sampai siang kira- kira jam sekolah sudah mau pulang.
" Nana sakit perut tante. Apakah Nana sering mengalami sakit perut dan panas tinggi seperti itu?" tanya Jaya kepo banget.
" Tidak juga dek! Ini pertama kalinya Nana sakit perut separah ini dek." cerita mama Nana.
" Oh mungkin saja, Nana salah makan!" tuduh Jaya.
Mama hanya tersenyum dengan perhatian Jaya terhadap Nana. Setelah kepulangan Jaya, Nana malah menjadi berbunga- bunga. Nana tidak kebayang akan pulang diantar oleh Jaya si ketos itu. Baginya ini sungguh indah dan tidak akan terlupakan.
Tidak cukup itu saja. Setelah Jaya mengantarkan Nana pulang dan mengetahui rumah tinggal Nana, Jaya lebih sering bermain ke rumah Nana. Antara Nana dan Jaya semakin dekat satu dengan yang lain. Hubungan mereka semakin dekat bahkan sampai akhirnya Jaya menjemput Nana ke rumahnya jika hendak berangkat ke sekolah.
" Apakah kita ini termasuk sedang pacaran yah? Jika aku selalu bertandang ke rumah kamu dan dekat dengan kamu, Na?" tanya Jaya kepada Nana ketika di atas kendaraan.
" Menurut kamu?" tanya Nana malah bingung.
" Aku merasakan nyaman jika sedang bersama kamu, Na! Jadi rasanya pingin dekat dengan kamu terus." kata Jaya jujur.
Nana terdiam namun tersenyum. Berapa bahagia nya Nana mendengar semua perkataan dari Jaya mengenai perasaan itu.
" Kalau kamu?" tanya Jaya akhirnya.
" Aku?" sahut Nana malah bertanya kembali.
" Iya! Apa yang kamu rasakan?" tanya Jaya kembali.
" Aku senang!" jawab Nana jujur.
" Tolong diperjelas kembali. Senang nya seperti apa, Nana!" sahut Jaya tidak sabar.
" Aku juga senang jika dekat kamu. Kalau kamu tidak ke rumah aku, aku sangat risau dan kepikiran kamu." jawab Nana jujur.
" Nah, itu dia!" sahut Jaya dengan ekspresi senang.
" Kalau begitu mulai sekarang kita jadian yah! Kita resmi pacaran." kata Jaya akhirnya. Nana tersenyum lebar sambil mempererat pegangan nya di jaket Jaya yang dia kenakan nya.
( Jambi, 8 Januari 2022)
Sedikit kisah pribadi 😍😝😜
"