Namaku Melinda, usiaku 27 tahun. Statusku masih gadis dan belum menikah. Orang tuaku sesungguhnya sering menekanku untuk segera menikah, namun aku sering menolak dengan halus. Bahkan pernah Ibu berusaha menjodohkanku dengan seorang pria dewasa, anak teman sekolah SMA, Ibu dulu. Namun aku tetap menolak meski ku lihat pria itu lumayan tampan ditambah hidupnya yang sudah mapan sebagai pemilik beberapa mini market yang tersebar di beberapa kota.
Bukan tanpa alasan aku menolak menikah dan dijodohkan, namun aku belum siap untuk menjalin sebuah hubungan. Rasa trauma dikhianati mantan kekasihku dulu membuatku malas untuk memulai lagi sebuah hubungan baru dengan pria manapun.
Namun hamir setahun belakangan ini, aku mulai membuka hati. Setelah berkenalan dengan seorang pria tampan yang aku temui di dunia maya lewat sebuah aplikasi sosial media.
Entah kenapa, parasnya yang lumayan tampan begitu mudah meluluhkan hatiku yang memang sangat haus perhatian dan kasih sayang. Padahal aku biasanya begitu sinis pada pria pria iseng yang menggodaku di dunia maya, namun tidak pada Andre. Aku tidak keberatan saat dia mulai sering mengirim chat privasi kepadaku, seolah memberi komentar dan masukan padaku jika seusai aku membuat status tentang jodoh atau mengeluh.
Makin lama semakin dekat dan aku semakin nyaman dibuatnya. Kami sering melakukan panggilan telpon ataupun Vidio Callan. Karena tempat tinggalnya jauh di luar kota membuat kami masih belum bisa bertemu.
Namun entah kenapa, dua minggu terahir ini Andre mendadak hilang kabar. Entah kemana dia yang biasanya pagi siang sore selalu saling bertukar kabar mendadak menghilang.
Aku makin gila rasanya dibuatnya. Kutunggu selalu kabar namun nomornya tak juga aktif. Kemana dia?
Rasa cinta dan harapan yang sudah menggunung membuatku makin tersiksa. Akhirnya setelah sebulan masih tak ada kabar, aku mencoba mencari tahu tentang dia dari beberapa teman di sosial medianya. Siapa tahu bisa memberikan jawaban kenapa pria itu menghilang tanpa kabar.
Akhirnya ku lihat sebuah komentar dari seorang pria di salah satu status Andre tersebut. Sepertinya mereka saling kenal secara nyata. Makanya aku memberanikan diri menyapanya.
Setelah saling berbasa basi, akupun to the point langsung menanyakan keberadaan Andre. Kemana dia menghilang tanpa kabar. Orang itu terlihat kaget. Dengan terbata mengatakan kalau Andre telah meninggal. Runtuh rasanya bumi yang aku pijak saat ini.
"Meninggal?" gumamku perih.
"Iya, meninggal bersama istrinya dalam kecelakaan tunggal," jawabnya lagi.
Semuanya makin menyakitkan aku dengar. Berarrti dia sudah punya istri? Dan dia membohongiku?" Aku mulai terisak karena rasa sakit yang ku tahan. Rasa sakit karena kini aku kehilangan Andre untuk selamanya, ditambah rasa sakit dengan kabar kebenarannya jika Andre sudah memiliki seorang istri.
"Teganya kamu membohongiku Andre,"