Malam ini adalah malam biasa, seperti malam-malam sebelumnya. Aku masih sama seperti semalam, mendengarkan suara nya dari radio. Dia yang ku maksud adalah mantan ku. Kami putus karena merasa bosan, lucu bukan?? Padahal kalau ditanya tentang rasa... Yaaa aku jujur masih mencintai dia...
"Yo, halo halo haloooo semua nya, balik lagi dengan saya Gandhi si Pria Galau di frekuensi radio 106,5 FM!! Apa kabar nih kalian semua nya?? Tetap semangat menjalani hidup, walau sedang diterpa banyak masalah ya!"
Hahhh, suara nya membuat hati ku berdebar cukup kencang. Mungkin ini yang dikatakan cinta ya?? Sayang sekali, aku tidak se-berdebar ini saat berpacaran dengan nya dulu.
"Okay, di malam ini aku mau bahas tentang seseorang yang aku anggap spesial sampai sekarang. Kalian pasti punya kan orang yang kalian anggap spesial??"
Ya, Gandhi. Kau... Kau adalah orang yang aku anggap spesial, walau kita sudah tidak bersama lagi.
"Ya, saya juga punya kok. Orang ini adalah seorang wanita. Rambut nya panjang, hitam dan juga lebat..."
Panjang, hitam dan juga lebat?? Itukah aku?? Yaaa, rambut ku panjang, hitam dan cukup lebat kalau digenggam.
Aku tidak ingin percaya diri terlebih dahulu, tapi mendengar ciri-ciri wanita yang Ia sebutkan sungguh membuat ku narsis!
"Bola mata nya hitam, tatapan nya juga sayu, intinya dia cantik deh."
Gila! Aku tambah berdebar dan narsis! Oh, Gandhi, kau membuat ku gila!!
"Tapi sayangnya, sekarang hubungan kami sudah berakhir. Saya sempat berpikir gini, kalau waktu bisa diulang, saya ga mau terlalu kaku sama dia. Karena setelah kami putus, saya introspeksi diri, ternyata saya yang selama ini kaku dalam pacaran."
Sial!! Ternyata benar, itu aku! Gandhi, rasanya aku ingin menangis sekarang!
"Dia berusaha mengisi hubungan kami dengan sesuatu yang seru, tapi saya malah bersikap bodoamat dan merasa... Dia itu kekanak-kanakan."
Ya, kau benar. Kau selalu saja mendiamkan apapun yang aku lakukan, fokus saja dengan ponsel mu itu! Kesal juga kalau ku pikir lagi.
"Dan saya tanpa pikir panjang langsung minta putus sama dia. Ternyata satu minggu setelah kami putus, saya pun merasakan 'kekosongan' didalam hidup saya. Tiba-tiba saya rindu suara nya, saya rindu sikap nya dan semua nya tentang dia. Rasa rindu itu sampai sekarang yah, haha."
Pengakuan tidak langsung ini sungguh membuat ku gila, sialan!
"Ini gila sih, tapi kalau kamu dengar, Beretta... Aku bener-bener rindu kamu."
Ya, Gandhi, aku juga rindu kamu.
Tiba-tiba saja Ia memutar sebuah lagu dan tidak berbicara lagi sampai lagu itu habis.
Apa yang sedang Ia lakukan sekarang? Apakah menangis?? Oh, Gandhi... Aku ingin menyampaikan perasaan ku juga...
Aaaaaaa sial, andai saja waktu itu aku tidak menjatuhkan ponsel ku sampai hancur, pasti sekarang aku bisa mengirimkan pesan untuk nya.
Huffffhh, terpaksa aku menunggu Ia berbicara lagi!
-----
Tiga lagu sudah habis diputar, kemana sih dia? Kenapa daritadi Ia tak berbicara?? Heiiii, kau digaji sebagai penyiar radio, bukan untuk menyetel musik saja!!
"Okay, maaf saya baru kembali karena tadi ada sedikit gangguan ya."
Suara nya terdengar bindeng, apa benar dia baru saja selesai menangis??
"Okay, sekarang kita masuk ke sesi curhat, untuk kamu yang mau curhat bisa langsung chat aja ke nomor wa yang saya baca ya, jangan lupa dicatat nomor nya..."
YES! Ini sesi yang aku tunggu-tunggu! Gandhi, aku akan menyampaikan perasaan ku juga!
------
Aku pun mencatat nomor yang dia ucapkan, ahhhh inilah moment yang ku tunggu!!!
Dengan cepat aku mengetik semua isi hati ku untuk nya.
'Hai, Gandhi. Ini aku Beretta, apa kabar nih kamunyaa?? Tetap semangat menjalani hidup, walau sedang diterpa banyak masalah ya! Hehehe... Aku pendengar setia radio frekuensi 106,5 loh! Baru ajaaa aku dapat pengakuan dari seorang cowok!! Sweet banget dech pengakuan nya, jadi meleleh aku XD.
Jujur, aku juga rindu kamu, Gandhi! Eh, apa aku harus manggil Pak Dino ya?? Soalnya kan kamu pernah cosplay jadi Dinosaurus... Lucu yah kamu waktu itu, jadi rindu...
Aku rindu semua nya, rindu kamu, rindu hubungan kita. Ketemuan yuk! Aku tunggu kamu di taman favorit kita dulu ya, malam ini!! Okey dehhh...
Selamat malam, Pak Dino! Lancar jaya siaran nya♡'
Yaaaa begitulah ketikan ku... Walau terlihat lebay, tapi yaa begitulah diriku. I love my self.
Aku memang tidak terlalu berharap dia akan membaca pesan ku, karena memang tak mudah menjadi penyiar, tidak sedikit orang yang mendengar, apalagi ini jam santai yang cocok untuk mendengar radio.
Aku pun langsung bergegas pergi ke taman yang aku bilang pada nya. Taman dengan seribu kenangan didalam nya, taman ini sebenarnya indah dan lumayan banyak wahana nya, tapi entah kenapa Gandhi selalu saja bermain ponsel.
Bukan, dia bukan sedang chatting dengan wanita lain. Orang seperti dia mana mungkin ada wanita yang minat?? Cuma aku! Waktu ditanya pun, dia bilang aku pacar pertama nya, jadi sudah tau kan bagaimana sifat Gandhi??
-----
Detik demi detik aku lewatkan sambil mendengar suara Gandhi, dia tidak membacakan pesan ku... Tetapi waktu nya selesai siaran juga sudah mau habis... Hahhhh aku tak sabar.
Tapi menunggu di taman, ternyata mengantuk juga ya... Karena angin malam selalu saja berhembus dari kanan kiri depan belakang, dingin sih...
Gandhi, Gandhi, lama banget kamu, Pak...
-------
Huffh, Gandhi sialan. Ini sudah jam setengah dua belas, jam siaran nya juga sudah habis, tapi dimana dia sekarang?? Kenapa dia belum juga datang?? Pesan yang ku kirim pun tak dibaca, lelaki sialan!
Akhirnya aku memutuskan untuk menunggu nya setengah jam lagi, jika sampai jam dua belas Ia tak datang juga... Sudahlah, aku spam saja nomor nya dengan makian!
------
23.58
Dua menit lagi, Gandhi...
23.59
"Bu Dino!"
Aku refleks mencari asal suara itu.
"PAK DINOOO!!!" Ternyata dia memakai kostum Dinosaurus!
Dengan cepat aku berlari ke arah nya berniat ingin memeluk nya, tetapi aku langsung mendapat peringatan, "Jangan!!! Nanti jatoh aku!!"
Yahhh... Tidak jadi peluk deh... :(
"Ya udah, kamu keluar dulu dari sana." Ucap ku.
Dia pun langsung keluar dari kostum nya, aku pun langsung memeluk nya.
"Gandhiiii, aku rindu!" Ucap ku.
"Aku juga rindu... Maafin aku yaa..." Gawat, aku menangis!
"Ta, Ta... Baju ku kok basah ya... Kamu ileran?"
Aku kesal dengan ucapan nya, "Ileran? Orang yang kamu puji puji cantik waktu siaran sekarang kamu bilang ileran??" Tanya ku sambil mendongakkan kepala ku.
"Bercanda, kenapa nangis?" Tanya nya sambil mengusap air mata ku.
"Kamu lama banget, aku kedinginan." Jawab ku.
"Ya maaf, tadi pulang dulu ambil kostum dino, ehhh aku sempat lupa naro dino dimana... Lama deh jadinya, maaf yaa" Ucap nya.
"Ikh, ya ga usah pake kostum dino... Langsung datang ajaa..." Kata ku sambil mencubit pipi nya.
"Nantiw gaw noltalgia downg (nanti ga nostalgia dong)"
"Hmmmphh, au akh, sekarang kok jadi nyebelin gini."
"Kan udah berubah... Berubah jadi yang lebih seru." Ujar nya sambil menarik hidung ku.
"Masih pesek," lanjut nya.
"Ngeselin nya pake banget yaa," gerutu ku.
"Hehehe, ya udah aku anterin pulang atau gimana?" Tanya nya pada ku.
"Anterin dong, ya kali aku terbang." Jawab ku.
"Siaaap, meluncur ke parkiran!!!"
"Apa sihh, kok sekarang pacar ku jadi gila, hahahaha,"
"Udah, gapapa yang penting pacar nya masih sama," Kata nya.
Aku tarik kata-kata ku tadi, malam ini sungguh malam yang indah. Indah melebihi malam-malam kemarin.
Selamat malam, semuanya ♡
-TAMAT-
вσ вαhhh
06 Januari 2022, Kamis