" 𝙿𝚎𝚛𝚜𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚔𝚎𝚍𝚊𝚛 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚑𝚎𝚕𝚊𝚒 𝚔𝚎𝚛𝚝𝚊𝚜 𝚝𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚛𝚖𝚊𝚔𝚗𝚊, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚙𝚎𝚛𝚜𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚖𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚜𝚎𝚋𝚞𝚊𝚑 𝚒𝚔𝚊𝚝𝚊𝚗 𝚜𝚞𝚌𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚒𝚝𝚘𝚛𝚎𝚑 𝚍𝚒𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚍𝚞𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒. "
" 𝚂𝚊𝚑𝚊𝚋𝚊𝚝, 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚞𝚊𝚝𝚞 𝚙𝚊𝚗𝚐𝚐𝚒𝚕𝚊𝚗 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚝𝚎𝚖𝚊𝚗 𝚍𝚎𝚔𝚊𝚝, 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚒𝚛𝚊𝚝 𝚖𝚊𝚔𝚗𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚍𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚋𝚊𝚑𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚔 𝚜𝚊𝚗𝚐𝚐𝚞𝚙 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚍𝚒𝚞𝚌𝚊𝚙𝚔𝚊𝚗. "
"Hannah..... sini deh cepetan, gue ada sesuatu buat lo," Panggil Mily suatu sore.
"Iya sebentar, sabar dikit napa sih? kamu kan tahu aku nggak sanggup melihat," Jawab seorang gadis yang dipanggilnya Hannah dari balik pintu teras.
Hannah Nursarrah, begitulah nama gadis tadi, walaupun lahir bersama dengan keterbatasan fisik, dia tidak pernah mengeluh, ya lahir bersama dengan kondisi buta membuat nya sedikit susah melakukan sesuatu, tapi walaupun matanya buta tidak membuat nya berkecil hati, secara fisik matanya memang tidak bisa melihat betah indahnya dunia tapi matahatinya sanggup melihat kebaikan oranglain.Mempunyai hobi bernyanyi, Hannah selalu mengasah bakatnya, setiap harinya ia melatih suaranya agar menjadi terbiasa mengeluarkan suara yang merdu nan indah, duduk dibangku kelas 10 SMA di sebuah sekolah luar biasa, Hannah selalu mencapai peringkat lima besar dikelasnya.
Sejak usia 10 tahun, Hannah sudah bersahabat dengan anak tetangga nya yang bernama Emily Syaifah, Mily begitulah ia dipanggil semua orang, Mily anak seorang pengusaha sukses di kota mereka. Mily cantik, pintar, putih, berbadan tinggi dan secara fisik Mily tampak sempurna.
Setiap harinya mereka bermain bersama, seperti hari ini Hannah dan Mily datang taman dengan Hannah yang dituntun Mily untuk berjalan, disanalah Hannah sering melatih vokalnya.
𝓐𝓪𝓪𝓪..... 𝓘𝓲𝓲𝓲𝓲𝓲...... 𝓤𝓾𝓾𝓾𝓾𝓾...... 𝓔𝓮𝓮𝓮𝓮..... 𝓞𝓸𝓸𝓸𝓸........ "Terdengar suara jelas Hannah yang sedang latihan. "
" Han, kamu cuma a.. i.. u.. e.. o.. aja merdu ya, kalo aku eehhh pasti semua orang kabur denger suara ku" Kata Mily sambil cengingisan"
"Hahahhahahaha wkwkwk suara kamu merdu kok Mil " sambung Hannah"
"Yang benar Han..... "
Ya merdu.... merusak dunia.....
Hahahahhahahahahha hhaa "Suara kedua anak gadis itu yang cekikikan"
"Mil seandainya aku bisa melihat, aku ingin melihat wajah orangtuaku dan wajah mu mil.... " Kata Hannah dengan wajah suram.
"Han asti suatu hari nanti kamu dapet donor kornea mata, ntar kamu bisa lihat wajah ku yang cantik ini deh hehehehhehe"
Sambung Mily
Aamiin Mil, semoga ntar dapet donor kornea ya........ "sambung lagi dari Hannah.
"Ya udah yuk pulang udah sore ini Han" ujar Mily.... "Ya udah ayuk" sambung si Hanna.
Tiba-tiba ditengah perjalanan ada segerombolan laki-laki seumur mereka datang menghampiri.
"Ehh cewek buta aja sok-sok'an main ditaman mau liat apa lo... " Ucap seseorang dari segerombolan itu dengan lantangnya.
"Ehh apa-apaan kamu, seenaknya ngatain sahabat aku, emang kamu sempurna hah? " Sahut Mily dengan kesalnya.
"Weh nape looo berani ama kite.... " Sahut yang lainnya.
"Gue nggak takut sama loo-loo pada ya, loo orang tuh cuma bisa ngomong tanpa bercermin ke diri sendiri" Ujar Mily dengan emosi yang menjadi-jadi.
"Mil... Mily.... udah Mil jangan berantem, sabar aja Mil, dah ayuk pulang!! " Ujar Hannah sambil menarik tangan Mily dengan kuat.
"Han.... nggak bisa dibiarin dong mereka ngata-ngatain sahabat ku, enak aja.... " sambung Mily dengan wajah yang merah menahan amarah.
"Hahahahaha udah Mil, mereka ngomong bener kok, aku kan emang buta lagian aku nggak ngambil hati omongan mereka kok, nggak mempan kata-kata kayak gitu mah ke aku, udah ya biarin aja, kita sabar aja, Tuhan aja yang balas mereka.... " Ucap Hannah dengan santainya menenangkan emosi Mily.
Sesampainya dirumah Mily menjadi terpikir dengan kata-kata Hannah,
"Hannah aku harus belajar banyak dari kamu, aku harus tahan emosi dan kalo ada yang kayak gitu lagi, inget biar Tuhan aja yang bales" Ucap Mily dalam hati.
Keesokan harinya dia gadis remaja itu duduk di teras rumah Hannah dan berbincang-bincang.
"Mil, kamu kan udah mau ulangan udah belajar belummm?" ucap Hannah
"Hahahahha lagi males belajar Han,nyantai aja dulu " sambung Mily.
"Dasar pemales" Jawab Hannah.
"Kan aku kaum +62 yang sukanya rebahan dan nyantai, hahahahahha" jawab Mily.
Sontak mereka berdua tertawa lepas sama susah berhenti.
Sedang asik-asiknya tertawa, tiba-tiba Mily mengeluh,
"aaa.... aaa aduh kepala ku
"Ngapa mil.... sakit?? ujar Hannah
" Ooh nggak kok Han, aku nggak papa kok Han, hehe cuma pusing dikit, dikit aja"ucap Mily sambil tersenyum walaupun Hannah tidak bisa melihat ukiran senyum diwajah sahabat nya itu.
Emmmm kalo gitu aku pulang dulu ya Han, mau tanya mama harus minum obat apa kalo lagi pusing begini.....
"iya Mil, istirahat ya Mil.... "sahut Hanna
Ketika ditengah jalan Mily berjalan sekuat tenaga karena dia merasa sudah tidak kuat lagi, karena sakit kepala nya benar-benar membuat nya ingin pingsan, tapi ia tidak boleh menunjukkan kelemahan nya didepan sahabat sejatinya itu.
Sesampainya dirumah, Mily langsung memeluk mama nya diruang tamu,
"Mama..... penyakit nya kumat lagi, sampai kapan aku harus menahan sakitnya, aku udah nggak kuat ma" Ucap Mily sambil menangis.
"Mily yang kuat ya nak, entar mama ambilin obatnya lagi, besok kita check-up ke dokter ya nak ya, Mily harus kuat, oke.... "
Sambung mama Mily sambil memeluk erat anak gadisnya itu.
"Mily ke kamar ya sekarang tidur ya, besok kita check-up ke dokter lagi ya" Sambung mama Mily lagi sambil membawa Mily ke kamarnya.
Setibanya dikamar, Mily pun mengunti pintunya dan duduk dipojok kanan ruangan sambil menangis sejadi-jadinya.
"Oh Tuhan, berapa lagi usiaku di dunia indah Mu ini.....? " Tanya Mily dengan sesenggukan.
"Kapan Kau mengambil penyakit ini dariku Tuhan, tubuhku bahkan sudah tak kuat lagi....
Mengapa harus aku Tuhan, mengapa leukimia ini selalu menghantuiku, apakah ini saatnya aku untuk menghadap Mu Tuhan. Jawab aku, jawab aku...... " Sambung Mily dengan air mata yang sudah penuh menghiasi wajah indahnya.
Mama dan Papa nya yang hanya berani menguping dari dinding kamar anaknya itupun ikut menagis terisak-isak karena perbincangan Mily dengan Tuhan.
Tak lama pun, mama dan papa Mily mendobrak pintu kamar Mily dan menasehati nya.
"Mily harus kuat oke... " Ucap papa Mily yang sudah tak kuat menahan air matanya.
"Mil, inget kamu kan mau jadi dokter mata, buat bantu Hannah nanti, kamu kan masih punya banyak mimpi, harus semangat hidup ya Mil, kuat ya Mil" sambung mama Mily dengan suara terputus-putus.
Setelah mama dan papa Mily keluar, Mily pun menulis sedikit curhatannya diatas kertas yang sedikit basah karena air mata m
Mily.
"Tuhan terimakasih telah mengizinkan ku melihat dunia mu"
"Tuhan maafkan aku karena terlalu banyak meminta dan egois"
"Tuhan aku tak tahu harus seberapa banyak berterima kasih keada-Mu, aku sangat mensyukuri hidup ku ini Tuhan"
"Tuhan jaga orangtua ku ya, jaga sahabat ku juga" Tulis Mily dikertas itu
Lalu Mily membalikkan kertas itu dan menulis dibelakangnya.
"Untuk sahabat ku, aku harus belajar banyak dari mu, aku harus belajar sabar, bersyukur, tidak jadi pemalas dan mengasihi semua orang, aku juga akan selalu ingat bahwa Tuhan itu adil, dia tidak akan melebihkan suatu mahluk tanpa kekurangan, terimakasih Hannah untuk semuanya, terimakasih untuk jadi sahabat terbaikku dan terimakasih telah memberikan banyak inspirasi untukku"
-Salam manis Mily-
Ya benar sekali Emily adalah gadis yang telah divonis leukimia sejak 4 tahun terakhir,dan sudah 2 bulan ini dia sudah divonis stadium 4 yang kata dokter perkiraan hidupnya tinggal sebentar lagi, tapi demi kebahagiaan semua orang gadis itu meminta keluarga nya untuk merahasiakan penyakit nya dari sahabat dan orang terdekat nya.
Keesokan harinya Mily dan keluarga pun ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan Mily. Mily pun sudah masuk diruang ICU karena keadaan nya semakin memburuk sejak semalam.
-Di ruang ICU-
Mily yang sudah tergeletak diatas kasur rumah sakit dengan infus ditangannya berbicara dengan mamanya.
"Ma, panggil Hannah dan keluarga nya kesini ya, bagaimanapun aku tidak bisa terus menyembunyikan ini" ucap Mily
"Iya nak apapun yang Mily mau mama usahakan ya" jawab mama Mily
20 menit kemudian sampailah keluarga Hannah dan masuk keruangan Mily, Hannah yang menangis hanya bisa memegang tngan Mily dengan berharap Mily akan baik-baik saja.
"Mily, kamu kuat, Mily harus main sama aku besok, kuat ya Mil" ucap Hannah
"Iya Han aku kuat kok, dokter udah mutusin kalo aku bakal oprasi karena kanker leukimia nya ini udah parah, pokoknya kamu harus tungguin aku ya, entar kita main bareng lagi"
sahut Mily.
Oprasi pun berjalan selama 2,5 jam dan Mily pun sudah siuman dari tidurnya.
"Mil, berjalan lancar nak"kata mama Mily
" Mil, entar bisa main lagi"kata Hannah dengan senyuman.
Semua keluarga Mily dan keluarga kecil Hannah berkumpul diruangan Mily dan mereka menangis bahagia karena walaupun Mily tidak dinyatakan sembuh tapi dia masih kuat menjalani oprasi dan masih bisa sadar.
Ketika semua orang berkumpul Mily mengungkapkan kalimat manis menggugah hati untuk semua orang.
"Maaa.... Mily rasanya udah nggak kuat, mama juga papa harus siap hidup tanpa Mily ya" ucap Mily.
"Emmm buat Hannah, semangat kejar impian ya Han inget kamu harus jadi penyanyi profesional nanti" sambung Mily.
Semua keluarga pun pulang kecuali Hannah dan mama papa Mily juga Mama Hannah, dikarenakan Hannah mendapat kabar bahwa ia mendapat donor kornea dari seseorang yang tidak dikenal.
Diruangan ICU Mily sudah koma selama seminggu dan akhirnya dokter pun memeriksa Mily dan dokter menyatakan Mily tidak akan kuat lagi untuk beberapa hari kedepan, mendengar ucapan itu mama papa Mily hanya bisa menangis karena nasib anak sematawayang nya itu.
2 jam dari dokter mengecek Mily, keajaiban pun terjadi Mily akhirnya sadar.
"Ma... Pa..... " Terdengar suara samar-samar Mily.
"Mily..... nak..... " Ya Tuhan terimakasih untuk ini, sahut papa Mily.
"Ma... Pa.... Mily nggak tahan rasanya tubuh Mily sakit banget, Mily mau minta permintaan terakhir ke mama papa, Mily mau mama papa dan Hannah besok baca surat ini , mama juga bacain tulisan Mily yang untuk Hannah ya dan Mily juga mau mama papa dan mama Hannah rahasiain dulu soal kornea mata Mily untuk Hannah samai kondisi Hannah setelah oprasi mata nanti bener-bener bagus.... " Ucap Mily.
"Mama papa janji bakal nurutin semuanya untuk Mily,kita akan selalu ingat sama Mily" sambung mama Mily.
Mereka bicara begitu karena sudah melihat tanda-tanda bahwa Mily sudah sangat sulit untuk mengambil napas dan kedua orangtua gadis cantik itupun sudah belajar untuk mengikhlaskan anak gadisnya itu.
"Ma... Pa.... Mily mau peluk... peluk Mily" mohon gadis itu
Mama papa nya pun memeluk tubuh gadis itu yang sudah sangat lemas dan Mily pun menghembuskan napas terakhirnya dengan senyuman......... sontak kedua orangtuanya menangis sambil memanggil dokter untuk memastikan apakah anaknya itu masih bernafas dan setelah mengetahui anaknya benar-benar sudah tiada mama papa Mily pun memberitahu keluarga dan mama Hannah.
Hannah pun bersama mamanya keruangan Mily dan mama Mily membaca surat yang telah diberi Mily yang ditulis nya ketika malam saat itu
"Tuhan terimakasih telah mengizinkan ku melihat dunia mu"
"Tuhan maafkan aku karena terlalu banyak meminta dan egois"
"Tuhan aku tak tahu harus seberapa banyak berterima kasih keada-Mu, aku sangat mensyukuri hidup ku ini Tuhan"
"Tuhan jaga orangtua ku ya, jaga sahabat ku juga"
Suara mama Mily yang sambil menangis membaca surat anak nya itu.
"Untuk sahabat ku, aku harus belajar banyak dari mu, aku harus belajar sabar, bersyukur, tidak jadi pemalas dan mengasihi semua orang, aku juga akan selalu ingat bahwa Tuhan itu adil, dia tidak akan melebihkan suatu mahluk tanpa kekurangan, terimakasih Hannah untuk semuanya, terimakasih untuk jadi sahabat terbaikku dan terimakasih telah memberikan banyak inspirasi untukku"
-Salam manis Mily-
Sambung mama Mily yang membacakan surat Mily yang untuk sahabat nya Hannah, tanpa Hannah tahu bahwa Mily sudah meninggal karena Hannah yang tidak bisa melihat dan Mily yang meminta untuk merahasiakan itu untuk sementara agar Hannah mau melakukan donor mata yang diberi Mily. Mily pun dimakamkan di pemakaman keluarga.
Minggu berikutnya Hannah sudah siap oprasi kornea mata, dan mama papa Mily pun ikut menyemangati Hannah agar Hannah berani melakukan operasi itu, setelah Hannah selesai melakukan operasi, 2 hari setelah itu perban di mata Hannah pun dibuka dan yappp Hannah dengan mata nya sudah bisa melihat dunia dan Hannah pun melihat mamanya dengan sangat senang, dia juga melihat mama papa Mily yang sudah dianggap sebagai mama papa nya sendiri, ya karena Hannah memang sudah tidak mempunyai ayah, tapi dengan bingung nya gadis polos itu bertanya
"Loh kok sahabat ku nggak ada disini, Mily mana om tante" Tanya nya ke orangtua Mily.
"Ooh Mily lagi nyiapin diri ya, dia bilang suatu hari nanti asti aku bisa ngeliat wajah dia yang cantik, Mily kan udah sembuh kan om tante"
Sambung nya lagi tanpa tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Seketika orangtua Mily dan mama Hannah mengalirkan air mata dan perlahan mama Mily menceritakan semua nya, bahwa Mily sudah tiada dan Mily yang meminta merahasiakan ini juga kornea mata Hannah adalah kornea milik Mily dulu, dan diceritakanlah semuanya.
"Hahhhh Mily a--a-ku mau sama kamu Mil"
Teriak Hannah sambil menangis.
Ya Hannah adalah orang yang sangat bahagia dan sangat sedih dihari yang sama, dia bisa melihat di hari itu, tapi dia juga tau kebenaran pahit saat itu dan 5 bulan setelah itu Hannah pun hanya bisa menerima kenyataan bahwa sahabat nya itu memang sudah tiada dan dia pun hanya bisa melihat wajah cantik sahabat nya itu dari foto yang diberi orangtua Mily.
TAMAT
Pesan moral dari cerpen ini :
𝓙𝓪𝓰𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓫𝓪𝓲𝓴-𝓫𝓪𝓲𝓴 𝓼𝓪𝓱𝓪𝓫𝓪𝓽, 𝓲𝓷𝓰𝓪𝓽 𝓴𝓪𝓭𝓪𝓷𝓰𝓴𝓪𝓵𝓪 𝓼𝓪𝓪𝓽 𝓴𝓲𝓽𝓪 𝓼𝓮𝓭𝓲𝓱 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓹𝓮𝓻𝓽𝓪𝓶𝓪 𝓴𝓲𝓽𝓪 𝓫𝓾𝓽𝓾𝓱𝓴𝓪𝓷 𝓪𝓭𝓪𝓵𝓪𝓱 𝓼𝓪𝓱𝓪𝓫𝓪𝓽, 𝓴𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓼𝓪𝓱𝓪𝓫𝓪𝓽 𝓴𝓪𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓵𝓮𝓫𝓲𝓱 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓶𝓮𝓷𝓰𝓮𝓻𝓽𝓲 𝓭𝓪𝓻𝓲𝓪𝓭𝓪 𝓸𝓻𝓪𝓷𝓰𝓽𝓾𝓪, 𝓼𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰𝓲 𝓼𝓪𝓱𝓪𝓫𝓪𝓽𝓶𝓾 𝓼𝓮𝓹𝓮𝓻𝓽𝓲 𝓢𝓪𝓾𝓭𝓪𝓻𝓪 𝓶𝓾 𝓼𝓮𝓷𝓭𝓲𝓻𝓲, 𝓱𝓪𝓻𝓰𝓪𝓲𝓵𝓪𝓱 𝓼𝓪𝓱𝓪𝓫𝓪𝓽𝓶𝓾, 𝓱𝓪𝓫𝓲𝓼𝓴𝓪𝓷 𝔀𝓪𝓴𝓽𝓾-𝔀𝓪𝓴𝓽𝓾 𝓫𝓮𝓻𝓱𝓪𝓻𝓰𝓪 𝓫𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓶𝓪𝓾 𝓲𝓽𝓾 𝓼𝓾𝓼𝓪𝓱 𝓪𝓽𝓪𝓾𝓹𝓾𝓷 𝓼𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰. 𝓘𝓷𝓰𝓪𝓽 𝓼𝓪𝓽𝓾 𝓼𝓪𝓱𝓪𝓫𝓪𝓽 𝓼𝓪𝓳𝓪 𝓼𝓾𝓭𝓪𝓱 𝓬𝓾𝓴𝓾𝓹 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓪𝓭𝓪 𝓼𝓮𝓹𝓾𝓵𝓾𝓱 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓱𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓾𝓽𝓾𝓱𝓴𝓪𝓷 𝓶𝓾 𝓼𝓪𝓪𝓽 𝓶𝓮𝓻𝓮𝓴𝓪 𝓹𝓮𝓻𝓵𝓾..
-𝚂𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚑𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝-
𝙷𝚒𝚔𝚖𝚊 𝙻𝚒𝚊 💞♡
Buat yang sudah membaca cerpen saya, saya sangat mengapresiasi dan sangat berterima kasih kapada kalian, terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya ini, sekali saya sangat berterima kasih 💞💞ヾ(^-^)ノ
Saya juga memohon dukungan dari kalian tolong sukai karya saya dan berikan dukungan untuk saya, untuk kesan kalian, saran dan kritik membangun silahkan tinggalkan di komentar💞💞
Jangan lupa baca novel baru saya juga dengan judul "BF♡"
saya sangat berterima kasih kepada semua nya🤗🤗🤩🙏
Untuk yang punya saran kedepannya saya buat cerita seperti apa boleh DM saya di instagram " liakhoirunnisa_
Terimakasih