Hari itu, di belahan bumi bagian timur, langit mengalami kegelapan lebih lama dari biasanya. Jika umumnya pada jam enam matahari sudah tampak, namun sampai jam tujuh pagi pun matahari tidak kunjung muncul.
Hal ini kontras dengan apa yang terjadi di belahan bumi bagian barat. Suasana disana amat cerah padahal waktu telah menunjukkan pukul sebelas malam. Padahal sekarang bukan musim panas, melainkan musim dingin. Hal ini yang menimbulkan tanda tanya tersendiri terutama dari kalangan ilmuwan yang berada di bagian barat ( negara maju ).
Para ilmuwan yang diliputi kecurigaan, langsung memeriksa setiap satelit yang beroperasi di sekeliling bumi. Dari sana, ditemukan fakta bahwa bumi ternyata telah berhenti berotasi dan berevolusi. Kini bumi dalam keadaan diam.
Mengetahui hal itu, para ilmuwan pun memberitahukannya pada pemerintah bumi belahan barat. Harapannya agar pesan itu bisa sampai ke masyarakat secara luas. Tapi apa yang diharapkan oleh para ilmuwan, nyatanya tidak terjadi demikian. Pemerintah bagian barat malah sibuk mengeruk untung dengan menata program khusus untuk membangun pusat tenaga listrik panas matahari. Rencananya, listrik itu akan dijual kepada pemerintah bagian timur yang membutuhkan listrik karena kegelapan yang dialami.
Sementara cahaya matahari memberi kentungan di barat, kegelapan di timur justru membawa bencana bagi mahluk hidup yang tinggal disana. Beberapa jenis tumbuhan hijau dengan cepat mengalami kepunahan karena tidak ada proses fotosintesis yang terjadi. Padahal masyarakat timur sangat bergantung pada pertanian dan perkebunan.
Kepunahan itu menyebabkan ekosistem hutan perlahan hilang dari permukaan bumi. Oksigen yang dihasilkan pun tiba tiba menurun drastis, menyebabkan banyak kasus kematian yang terjadi di bagian timur. Dampak buruk itulah yang akhirnya mendorong kebanyakan masyarakat timur untuk berbondong bondong ke barat demi kehidupan yang lebih baik.
Di barat sendiri, masyarakat menikmati hijaunya tanah mereka. Adaptasi pun dilakukan dengan cepat, memanfaatkan keadaan sinar matahari abadi yang ada. Kehidupan di barat pun berubah dari kegiatan industri menjadi kegiatan pertanian dan perkebunan. Hutan hutan mulai tumbuh dimana mana dan hasil bumi pun melimpah.
Negeri barat menjadi negeri makmur. Bahkan terlalu makmur bila dibanding dengan negeri timur yang terus terusan diperas oleh barat. Pemerasan itu dimulai dari listrik, oksigen, obat obatan, bahkan sumber daya makanan yang mana masyarakat timur tak bisa mendapatkannya di negeri mereka.
Setelah cukup lama mengalami kemakmuran, terjadilah bencana yang tak disangka sangka oleh negeri barat. Matahari yang setiap harinya bersinar untuk mereka berubah menjadi sebuah malapetaka. Hutan-hutan kebakaran dan gunung api mendadak meletus. Mengeluarkan lahar panas yang membuat daratan terpecah pecah menjadi beberapa pulau. Jutaan orang pun terbunuh dalam bencana gila itu.
Ilmuwan yang menyadari bahwa ini adalah ulah pemerintah barat, lalu memutuskan untuk memperingatkan masyarakat dunia dengan peringatan yang sedikit dilebihkan agar mereka semua percaya. Di setiap stasiun televisi dan media sosial, kelompok ilmuwan itu memberitahukan bahwa medan magnet bumi akan segera hilang dan seisi dunia harus menghadapi kejatuhan dari tata surya.
Informasi yang sedemikian mengerikan itu membuat banyak masyarakat yang percaya. Mereka kemudian mendorong pemerintah untuk fokus pada rencana penyelamatan manusia dengan pindah ke planet lain sebagai agenda utamanya. Pemerintah akhirnya setuju dengan rencana itu dan memutuskan untuk menggunakan dana dari penjualan sumber daya ke timur sebagai dana pengembangan.
Namun suatu kejadian tak terduga tiba tiba terjadi. Belahan bumi bagian timur akhirnya menemukan bahwa langit mereka berubah menjadi merah. Tidak lagi hitam seperti yang biasanya.Mereka bergembira, mengira bahwa kegelapan telah hilang dari belahan bumi timur.
Padahal itu adalah Mars yang menarik bumi dengan medan magnetnya. Planet merah itu tak sendirian menarik bumi, ada juga Venus yang ikut menarik bumi dengan medan magnetnya. Kini ada dua planet yang saling tarik menarik supaya mendapatkan bumi.
Peristiwa itu menimbulkan tanda tanya besar bagi kaum ilmuwan yang merasa bingung, kenapa medan magnet bumi bisa sampai berkurang. Padahal jika dipikir kembali, hal itu mustahil. Tapi setelah peristiwa ini terjadi, semua skenario menjadi sangat mungkin.
Dengan menggunakan sumber daya manusia sebanyak lima juta orang, roket yang diberi nama Safeware, pun akhirnya rampung. Roket itu memiliki kapasitas sebesar satu milyar orang dan direncanakan akan meluncur pada hari Jumat, atau dua hari lagi.
Tujuan dari roket itu masih belum jelas, namun untuk sementara mereka akan keluar dari tata surya sebab di lingkup itu tak ada planet yang cocok bagi umat manusia. Kemungkinan paling besar adalah berkelana di luar angkasa sampai menemukan planet yang layak untuk dihuni.
Namun karena kapasitas roket itu hanya satu milyar, berbanding jumlah penduduk dunia adalah sepuluh milyar, maka akan ada sembilan juta yang akan ditinggal. Rencananya setelah roket itu berhasil menemukan planet baru, maka roket akan kembali mengangkut satu milyar lagi untuk dipindahkan.
Jumat.
Suasana di belahan bumi barat terasa cukup panas. Bahkan ini menjadi hari paling panas diantara hari hari yang lain. Namun hal itu tak mengurungkan niat pemerintah untuk meluncurkan roket Safeware yang dijadwalkan akan berangkat hari ini.
Satu milyar orang penumpang yang akan berangkat, telah menginap di roket itu sejak beberapa hari yang lalu. Mereka takut jika sampai ketinggalan roket yang sudah lebih dahulu berangkat. Tentu saja ketinggalan roket tidak sama dengan ketinggalan pesawat pada umumnya, yang masih bisa memesan tiket untuk penerbangan berikutnya. Untuk penerbangan roket berikutnya dijadwalkan akan terjadi sekitar dua puluh tahun lagi.
" 1... 2.... 3... ! " Roket pun meluncur, meninggalkan landasannya untuk segera menuju ke luar angkasa. Menembus berbagai lapisan atmosfer, hingga... meledak menabrak matahari yang entah darimana, tiba tiba berada di dekat bumi.
Ternyata hampir seluruh planet tata surya saat ini memperebutkan bumi termasuk juga matahari. Akibatnya, panas matahari menjadi kegilaan dan sekarang mulai membakar setiap planet didekatnya. Bumi pun tak ketinggalan ikut terbakar oleh panas matahari yang cuma beberapa senti darinya.
Boom.... !
Riwayat bumi pun tamat oleh matahari yang membakar seluruh planet di tata surya. Setelah itu, matahari pun ikut meledak karena panas yang sudah tak tertahankan. Meninggalkan tata surya dalam kegelapan yang kosong.