Di malam yang gelap berdiri lah seorang wanita di pinggir jalan.Dia sedang melihat ponselnya dengan sibuk.Sesekali dia celingak celinguk ke samping kiri kanan untuk melihat keadaan.
Tidak lama sebuah mobil datang berhenti di depannya.Keluar lah sosok wanita cantik yang sangat elegan.Dia keluar dengan seorang anak usia 5tahun berjenis kelamin laki laki.
Wanita yang berdiri pun langsu
ng menyambut dengan bahagia.Dan mengulurkan tangan nya untuk menggendong anak tersebut.
"Mamihh Nisa"Panggil anak laki laki itu.
"Hay Reno"Sapa Nisa .
Anak itu bernama Reno dan Bisa adalah ibu dari anak itu yang sedari tadi berdiri di pinggir jalan.
Nisa menjemput anaknya yang baru saja main ke rumah Tantenya.
"Tante makasih yah udah jagain Reno,aku gak enak banget Tan"Ucap Nisa .
"Iya sama sama.Lain kali kalau ada acara mendadak gini Tante gak bisa janji bakal setia jagain Reno"Saut Tantenya.
"Iya Tan,kantor lagi sibuk banget banyak lembur"Eluhnya.
"Ya udah cepat pulang gih,Bentar lagi jalanan bakal sepi sayang"
Nisa mengangguk pelan mendakan setuju.Mereka juga segera pergi dan berpamitan dengan Tante mereka.
"Say thank you sayang sama Tante"Ajar Nisa sama Reno.
"Thank you Tante"Ucap Reno sambil mencium pipinya
"Tan aku pulang duluan yah"pamit Nisa.
"Iya gih sana masuk,gank menuju kontrakan kamu kan lumayan sepi"jawabnya.
Tanpa basa basi mereka pun langsung pergi meninggalkan Tantenya yang masih berdiri di depan mobil untuk memperhatikan mereka yang semakin hilang dalam kegelapan malam.
Sesampainya Nisa di kontrakan dia di kejutkan oleh seorang Pria yang sudah duduk menunggu nya di depan pintu kontrakan mereka.
"Lah Ton,kamu disini"Bingung Nisa.
"Oh iya tadi aku kebetulan lewat sini jadi mampir bentar bawa makanan kesukaan Reno"jelas Toni.
"Om Toni baik banget sama Reno.Makasih ya Om?"Ucap Reno dengan mengambil bingkisan yang Toni bawa.
"Reno kamu gak sopan main ambil ajj"bentak Nisa.
Reno langsung diam menunduk takut.
"Gak papa Nis lagian juga Reno mungkin udah merasa lapar"Saut Toni sambil menggendong Reno .
Nisa diam dan langsung mengambil kunci pintu kontrakan nya dan membuka langsung.
"Ton sorry yah ini udah mau jam 10.Aku gak enak kalau di lihat tetangga"Tukas Nisa.
"Hem baik lah Aku pamit yah,Selamat malam"Ucap Toni sambil menurunkan Reno dari gendongan nya.
Reno pun langsung masuk ke dalam meninggalkan kedua orang itu di luar.
"Ton aku mohon jangan terlalu sering kesini aku gak mau sampai di lihat orang.Gak enak"Pintanya.
"Aku hanya sekedar mampir Nis.Bukan bermaksud buruk"Jelasnya.
"Aku tau,tapi kamu juga tau status ku seperti apa dan aku rasa aku tidak perlu menjelaskan nya"
"Maafkan aku Bisa"Ucap Toni merasa bersalah.
Toni pun pergi setelah mendapat perlakuan Nisa yang dingin.Dia tau saat ini Nisa masih belum menerimanya.
Nisa adalah seorang janda anak satu.Dulu dia seorang model yang sangat terkenal tapi setelah melihat suaminya selingkuh dengan teman sendiri.
Saat ini Nisa langsung meminta bercerai setelah kedapatan suaminya selingkuh beberapa kali.Padahal usia pernikahan mereka saat itu masih dini.
Nisa tidak sadar saat itu dia sedang mengandung bayi usia 1 bulan.Saat sidang ke tiga selesai dan semua sudah beres Nisa baru tau kalau dia hamil anak Suaminya dulu.
Tapi Nisa dengan tekad yang kuat dia tetap merawat kandungan nya dan melahirkan anak itu tanpa ayah.Dan sekarang anak itu berusia 5 tahun yang bernama Reno.
Nisa adalah wanita kuat yang bertahan cukup lama tanpa pendamping.Karna setelah dia tau hamil dia pun keluar dari dunia permodelan dan kembali merintis sebagai karyawan kantor.
Nisa memang sedikit tertarik dengan Toni.Mungki. Toni termasuk laki laki yang sangat sabar.Bertahan lama ketika Nisa selalu cuek terhadap nya.
Dia cukup baik bahkan sering mengajak Reno pergi jalan jalan ke taman bermain saat Nisa sibuk di kantor.
Seperti halnya tadi ketika Nisa sibuk di kantor atau lembur Nisa selalu menitipkan Reno kerumah Tante nya.Kadang Nisa tidak punya pilihan untuk meminta Toni menjemput Reno di sekolah.Karna kadang Tante Ny juga sibuk.
"Reno suka sama Om Toni?"Tanya Bisa dengan serius.
"Suka Mih,Kenapa?"Reno malah balik tanya.
"Gak Papa.Mamih cuma tanya ajj"
Nisa bingung mau bicara apa lagi dengan Reno tentang Toni.Yang jelas dia juga belum siap untuk menjalani sebuah hubungan yang serius.
"Mamih Reno tuh kemarin di suruh gambar dengan tema keluarga"Kata Reno sambil terus memakan cemilan dari Toni.
"Oh ya terus Reno bisa gak?"tanya Nisa dengan penuh antusias.
"Bisa dong Mih.Tapi Reno gak kasih gambar Papih hanya kita berdua .Nilaiku berkurang mih"Jawab Reno dengan sedih.
Nisa kaget dan langsung memeluk Reno.Matanya mulai berair tidak kuat menahan sakit.Bagaimana pun juga Reno tidak salah tapi kenapa Reno harus mengalami kehidupan yang sunyi ini.
"Maaf kan Mamih sayang"Ucapnya yang terus memeluk erat
Reno melepaskan pelukannya nya dan melihat sang Mamih sudah menangis basah di pipinya.
"Mamih bilang menangis itu tidak baik.Nanti katanya kantung mata kita jadi hitam"Tukas Reno.
"Hehehe Mamih lupa sayang,Udah Yoo makannya kita tidur sudah malam sayang"Ajak Nisa pada anak semata wayangnya.
"Ok Mamih Reno pergi minum dan gosok gigi dulu ya Nih lalu cuci kaki.Mamih boleh bantu Reno ambilkan baju tidur nanti Reno akan segera datang untuk ganti baju"Reno memang memiliki sifat yang sangat baik.
Tidak sulit untuk Nisa membingungkan nya dengan orang lain.Karna anak yang penurut seolah mengerti dengan keadaan Mamih nya sekarang.
Setelah Reno selesai Nisa pun langsung menidurkan anaknya terlebih dahulu sebelum bersiap untuk membersihkan seisi kontrakan yang sangat berantakan.
Besok Nisa libur kerja karna akan menjelang tahun baru 2022.Nisa berencana akan membawa Reno ke puncak untuk menikmati malam taun baru di sana.
Saat Nisa sedang melamun membereskan berkas berkas karja nya tiba tiba Toni telpon .
"Hallo Ton,Kenapa"
"Besok kita jalan yu"Ajak Toni di Balik telpon.
"Ton kamu ini kaya gak ada hari pagi aja sampe nelpon di jam 1 pagi ini.Bukannya istirahat malah telpon aku"Jawab Nisa dengan Cuek.
"Soanya aku kepikiran terus takut kamu sudah bikin janji sama orang lain"
"Aku memang ada rencana mau ke puncak tapi sama Reno berdua ajj"Balas Bisa.
"Ya udah besok pagi aku jemput ya"kata Reno yang langsung menutup telponnya.
"Dia memang langsung begitu"gerutu Nisa.
Di pagi hari Nisa sudah siap untuk pergi .Reno juga sudah rapih dan sangat senang karna akan pergi jalan jalan.
Tidak lama Toni datang membawa mobil Avanza putih miliknya.
Reno memang seorang pembisnis sukses jadi dia sudah punya rumah sendiri dan mobil pribadi miliknya.
berbeda dengan Nisa yang datang jauh dari kampung mengikuti jejak suaminya untuk menjadi model.Tapi sayang dia di bodohi dan di hianati.Untung nya dia masih punya Tante di Jakarta yang mau membantu nya dari nol lagi.
Reno dan Nisa segera masuk mobil di bantu Toni yang mengangkat barang barang milik mereka untuk Persiapan di sana.
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore mereka sudah sampai di puncak dan pada saat mereka sampai posisi Reno sedang tertidur.
Toni mengendong Reno masuk ke dalam vila yang sudah di pesan Toni kemaren.
"Kamu pesan vila Ton.Kan aku udah bilang cari penginapan saja biar rame"
"Sut berisik nanti Reno bangun"kataToni sambil terus berjalan masuk ke dalam vila.
Mereka pun segera masuk kedalam kamar mereka masing masing.Toni sangat menjaga kehormatan Nisa.Itu alasannya Nisa sangat percaya jika pergi jalan sama Toni.
Terlebih lagi Reno sudah lama kenal dengan Toni jadi sudah tidak canggung lagi.
Hari mulai gelap .Nisa dan Reno keluar dari kamar setelah mereka melepaskan rasa lelah.Toni sudah berada halaman sedari tadi sore
"Hello boy"Sapa Toni pada Reno.
"Hello Om Toni"Saut Reno.
"Sejak kapan kamu di sini?Kenapa gak bangunin kami?"Tanya Nisa.
"Hem Sepertinya kalian berdua sangat lelah.Aku gak berani ganggu istirahat kalian.
Mereka pun mulai heboh menyiapkan beberapa makanan untuk malam nanti menyambut malam taun baru.
Rino begitu sangat antusias lari kesana kemari dengan riang.Nisa terus mengawasi Rino dengan teliti sedangkan Toni sendiri lah yang sibuk mempersiapkan semuanya.
"Ton butuh bantuan gak?"tanya Nisa.
"Gak usah awasi saja Rino takut jatuh"
Nisa mengangguk kecil .Sambil sesekali dia memperhatikan Toni yang sedang memasak makanan untuk mereka.
"Mamih tahun barunya masih lama?"tanya Rino yang sudah kelelahan.
" Em sekarang masih jam 10 malam sayang,butuh 2 Jam lagi sayang.Rino ngantuk ?"Tanya Nisa dengan penuh perhatian.
"Iya momihh"jawab Nisa.
"Rino tidur dulu aja Nis.Nanti kalau sudah mau jam 12 kita bangunin"Saran Toni.
"Ok aku tidurin Rino dulu ya"Pamit Nisa sambil meninggalkan Toni sendri.
Setelah selesai menidurkan Rino Nisa pun keluar menghampiri Toni.Dia melihat Tono dengan jeli tanpa sepengetahuan Toni.
"Kamu baik Ton"gerutu Nisa dalam batin.
"Eh Nis udah tidur?"tanya Toni.
"Udah Ton"jawab Nisa.
Nisa pun berjalan menuju ke tempat Toni yang masih sibuk dengan masakan nya.
Nisa berdiri di samping nya tanpa membantu melainkan hanya memperhatikan nya sambil tersenyum.
"Loh Nis.Sana duduk di sini bau asap"
"Ton selamat tahun baru"ucap Nisa.
"Taun baru nya belum sayang butuh satu jam lagi"jawab Toni.
"Akan kah sayang ini benar dari hati"tanya Nisa dengan serius sampai Toni berhenti dengan kegiatannya.
Dia menatap tajam wajah Nisa dan langsung mencium bibir nya yang ranum.Nisa tidak menolaknya hari ini tapi dia membalas dengan penuh kelembutan.
Toni berhenti mencium nya dan sedikit mengambil nafas.Ketika dia hendak mencium Nisa kembali tiba tiba Nisa menahan nya.
"Aku mencintaimu Nisa"ucap Toni dengan penuh ketulusan.Matanya menunjukkan cinta yang luar biasa pada Nisa.
Kesabaran Toni selama beberapa tahun ini membuahkan hasil dimana Nisa akhirnya membalas perasaan dia.
"Aku punya Rino"Saut Nisa sambil terus menatap wajah Toni dengan lekat.
"Ada apa dengan Rino?aku menerima nya Nisa.Jika pun nanti aku menyia nyiakan dia sperti ayahnya.Aku rela kamu tinggalkan Nis"Tukas Toni
Nisa pun langsung memeluk toni.dan Toni membalas pelukan hangat dari wanita yang sangat dia cintai.
Waktu yang sangat cepat.Tahun baru pun sudah mencapai puncaknya.Bunyi petasan di mana mana
"Aku bangunkan Rino dulu yah"pamit Nisa .
"Ok"balas Toni.
Tidak lama Nisa kembali dengan Rino.Rino sangat bahagia ketika di suguhkan dengan begitu banyak makanan.Dia langsung mengambil jagung bakar dan melahap nya.
"Sayang berdoa dulu"tegur Nisa.
"Rino lupa Mamih"ngelesnya.
Mereka pun terlihat sangat bahagia .
Dan saling berpelukan bersama dengan Rino juga.
Sambil melihat gemerlap nya bintang dan petasan yang penuh dengan warna seperti perasaan mereka malam ini.