Dinding apa yang paling kuat selain beda tuhan?
Tasbih yang selalu aku genggam dan salib yang kau kalungkan di leher
Kiblat yang menentukan arah ku pulang
Dan Gereja yang membuatmu tenang
Entah sampai kapan kita terus seperti ini
Angka dan Ilona 2 orang yang saling mencintai tetapi mereka tau bahwa mereka tidak akan pernah bisa bersatu dan Aku percaya itu.Tapi apa salah nya mencintai seseorang?
"Assalamualaikum Ona". sapa Angka lelaki yang habis melakukan shalat jum'at lalu pergi menyapa seorang gadis yang juga habis selesai melakukan aktifitas nya di gereja depan Masjid Al-Amin.
"Shalom". Ona membalasnya dengan senyuman dan langsung menggandeng Angka
"Abis ini jalan beli permen yuk Ang"
"Boleh,kamu bosen ya?" Tanya Angka sambil melangkah kan kaki nya bersamaan dengan Ilona
"Bosen banget,seharian di rumah gak ngapa ngapain rasanya sesak" Ucap Ilona melas
"Yodah ntar aku susul kamu siap siap ya di rumah"
"Oke janji ya?" Ilona mengacungkan jari kelingking nya dan tidak lupa dengan senyuman girang dari gadis cantik itu
"Janji" Jawab Angka dengan manautkan jari kelingking nya dengan jari Ilona
"Yaudah Aku pulang,aku tunggu ya! bye ganteng" Ilona pun menepuk pelan pipi kanan Pria itu lalu pergi menuju rumah nya yang tidak jauh dari rumah Angkara
"Bertahan sama lo itu bagaikan meluk duri Na,bertahan sakit di lepas juga membekas" gumam Angka lalu pergi pulang
Sebrengsek nya aku,aku gak bisa ambil kamu dari tuhan mu
-Angkara-
Tanyakan kepada tuhan mu boleh kah aku yang bukan umat nya mencintai hamba nya
-Ilona-
Berjalan salah berhenti pun tak mudah,Kita adalah ketidak mungkinan yang selalu aku semogakan