"Mas kamu yakin mau membiarkan adik kamu seperti itu"Tanya Sifa pada suami nya.
"Mas itu udah ngomong beberapa kali sama anak itu"jelas Perdo suaminya Sifa.
"Aku malu mas sama orang sekitar"Tutur Sifa.
"Mas ngerti Sifa kelakuan adik Mas sangat buruk Mas minta maaf"Mohon Perdo.
"Pokonya aku gak mau tau Tedy harus berhenti gangguin rumah tangga orang"Tegas Sifa."Tedy itu adikmu Mas kalau dia buruk nasib nama baik mu juga akan terhimbas buruk Mas"Sambung Sifa.
Sifa dan Perdo adalah sepasang suami istri.Sifa adalah tunggal.Sedangkan Perdo memiliki adik laki laki bernama Tedy yang sekarang sedang menjadi tema pembicaraan mereka.
"Tedy itu masih 19thun kok bisa bisanya dia tertarik terhadap wanita wanita paruh baya yang sudah punya keluarga bahkan anaknya pun seusia dia Mas"Tukas Sifa.
Saat itu suaminya hanya diam mematung tak dapat menjawab semua keluhan sang istri.Bagaimana pun juga itu adalah kesalahan dari adiknya sendiri.
Tiba tiba Tedy keluar dari kamar miliknya.Dia sudah rapih mengenakan kemeja pendek dan celana jins panjang warna cream.Sepertinya dia akan pergi menemui para wanita yang masih bersatu.
"Tedy mau kemana kamu"Teriak Perdo pada adiknya yang sudah emosi.
"Apasih Mas.Mas mau ikut campur kaya kakak ipar itu"Tunjuk Tedy pada Sifa.
"Jaga bicara kamu Tedy .Tidak tau malu kamu hah.Sadar gak kamu lagi numpang sama kakak ipar kamu"Bentakan Perdo semakin keras.
"Ya makannya Tedy mau jadi simpenan ibu ibu biar nanti punya tabungan biar bisa keluar dari rumah ini "Jelas nya dengan santai.
"Kamu mau hidup dengan menyandang status PELAKOR "Tukas Sifa.
"Yang penting bukan aku yang minta kakak ipar.Tapi mereka sendiri yang bodoh mau berbagi tubuh dan materi dengan ku"Balas Tedy yang semakin tidak tau malu.
"Mas pokonya Sifa gak mau yah adik kamu pulang kerumah aku lagi"Tegas Sifa yang sudah sangat emosi.
"Sifa tenang dulu kamu jangan emosi"pinta Perdo mencoba menenangkan istrinya.
"Gak usah mohon mohon untuk ku kak,aku bisa tidur di hotel dengan mereka"Saut Tedy menantang.
"Tedy kamu ini cepat minta maaf sama kakak ipar kamu"Perintah Perdo dengan sangat marah.
"Tidak ya kak"Jawab Tedy dengan yakin.
Dia langsung pergi meninggalkan rumah Sifa menggunakan motor miliknya.Tanpa dia sadari bahwa semua perbuatan nya itu salah.
Sifa kesal dan langsung masuk kamar meninggalkan suaminya di ruang tengah.Perdo Langsung menyusul istrinya untuk meminta maaf atas kelakuan adiknya.
"Mas minta maaf Sifa"Mohonnya sambil memeluk Sifa dari belakang.
"Sifa tau semua bukan kesalahan Mas,semoga Tuhan berikan hidayah untuk Tedy agar cepat sadar supaya tidak berlaku seperti ini lagi"Tutur Sifa dengan lembut.
Mereka saling berpelukan manis untuk melerai emosi yang baru saja terjadi di rumah ini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9malam dan Tedy juga belum ada tanda tanda akan pulang.Tapi tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah mereka.
"Sifa buka pintu nya"teriak seseorang dari luar.
Sifa buru buru lari membukakan pintu.
"Ada apa Mba?"tanya Sifa heran.
"Adiknya Perdo masuk rumah sakit di keroyok "ucap seorang tetangga rumah nya.
"Ya Tuhan mas Perdo cepat kemari "panggil Sifa dengan cemas.
"Kenapa teriak teriak Sifa"saut Perdo menghampiri.
"Ayo kita kerumah sakit mas"ajak Sifa
"Ngapain kerumah sakit"tanya Perdo.
"Adik kamu masuk rumah sakit di keroyok masa"jelas Sifa sembari mengambil kunci motor milik mereka.
Perdo pun ikut cemas dan segera menurut ambil jaket kulitnya.
"Di rumah sakit Xxx ya Sifa"info tetangga yang masih berdiri di depan pintu rumah mereka.
"Ia Bu makasih ya Bu infonya"Ucap Sifa.
Mereka langsung pergi menuju rumah sakit dan langsung pergi bertanya pada suster yang jaga malam itu.
"Sus Ruangan atas nama Tedy d mana yah"tanya Perdo cemas.
"Oh pasien yang digebukin masa ya"jawab suster dengan sinis "tuh d ruang IGD"Tunjuk nya dengan sombong.
Sifa merasa tersinggung dengan sikap suster yang tidak punya sopan santun itu.
Tapi saat ini mereka mungkin tidak sempat untuk meladeni dia.
Mereka langsung lari ke ruang IGD.Mereka sangat terkejut ketika ada pihak polisi di sana.
"Ini kenapa yah pak.Kok banyak polisi?"Tanya Perdo dengan bingung
"Hallo pak saya dari kantor polisi yang menangani kasus Nak Tedy yang baru saja menjadi korban dipukuli masa"Jawab salah satu polisi itu.
"Maksudnya Adik saya korban pak?"Perdo kembali binggung.
"Sebenarnya Nak Perdo sudah melakukan kesalahan besar dengan Tidur bersama wanita yang sudah bersuami"Jelas polisi itu.
Perdo begitu ingin marah tapi kali ini dia bukan cuma merasa marah lebih tepatnya sangat malu karna Adik satu satunya sudah mencemar nama baik keluarga.
"Pak keluarga yang bersangkutan gimana?"tanya Perdo pada mereka.
"Keluarga bersangkutan sudah pulang dan tidak membawa kasus ini ke hukum hanya saja saya harap kejadian ini tidak terulang lagi"Jelas Polisi .
"Terimakasih pak sudah membantu jalan sodara saya"Ucap Perdo sambil menyalami tangan tangan polisi itu.
Sifa ikutan menundukan kepala tanda memberi hormat kepada mereka.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan Sifa dan Perdo di depan ruang IGD .Sifa mencoba bicara dengan dokter yang menangani adik iparnya itu.
"Dok bagaimana dengan adik saya?"tanya Sifa dengan wajah yang sedih.
Bagaimana pun juga dia adalah adik dari suaminya.
"kalau sudah sadar Nak Tedy sudah boleh pulang Bu"Jawab Dokter itu.
"Terimakasih Dok"Ucap Sifa sembari melempar kan senyum manisnya.
Sementara itu ada Perdo yang sedang berdiri di samping Tedy melihat keadaan adiknya yang kacau.
"Andai kakak bisa sesukses yang kamu harapan.Mungkin kita semua tidak akan hidup susah seperti ini.Bahkan kamu juga tidak akan menjadi simpanan Tante Tante di luaran sana"Batinnya dengan mata merah yang berair.
"Mas Perdo"Panggil Sifa.
"Iya Sif"
"Tadi aku telpon Tante ku di kota XX .Dan dia bilang ada kerjaan yang cocok untuk Tedy . Bagaimana kalau kita kirim Tedy kesana agar dia sedikit menenangkan diri untuk menjadi pribadi lebih baik lagi"
"Baiklah tunggu dia sadar kita bicara ini pelan pelan"Tutur Perdo dengan lemah
Setelah keadaan Tedy baik baik saja.Mereka pulang ke rumah.Karna Maslah ini warga sekitar jadi sedikit menjauh karna takut kena masalah .Akhirnya Sifa dan Perdo tidak terlalu banyak interaksi di luar .
Begitu juga ini adalah hal yang paling buruk bagi Tedy.Dia juga sedikit malu karna masalah di keroyok itu sangat terpublikasi kan.
Memang pihak sana tidak membawa.masalah ini ke hukum.Tapi jejak digital terus berlanjut sampai dia tidak memiliki wajah lagi untuk keluar rumah.
Akhirnya kesepakatan pun di setujui Tedy untuk pergi ke kota XX .
"Kakak harap kamu berubah di sana,jangan buat kakak ipar kamu malu atau menyusahkan orang lain di sana ."Ceramah sang kakak .
"Baik kak . Tedy janji akan berubah"Janjinya dengan yakin.
Tedy pergi dengan keyakinan bahwa semua yang sudah berlalu akan hilang dengan sendiri nya.Tergantung dengan kita sendiri mau berusaha lepas atau kembali.
Dan di situ lah kita akan tau hasil dari perjuangan kita yang sebenarnya.