Sequel dari [Tantangan-Hari3] Bertemu di sudut sepi.
..
"Ku kira hubungan kita berharga.." Ucap Maria dengan nada kecewa, matanya berkaca-kaca siap menumpahkan tangis kapan saja.
"Mari, dengarkan penjelasan ku.." Ujar Maverick panik, "Kamu salah paham.."
"Salah paham katamu?" Tanya Maria, wajahnya memerah menahan tangis dan amarah, "KAMU JELAS-KELAS MELAKUKAN HAL YANG TAK SENONOH DENGANNYA, BAHKAN DISIANG BOLONG.." Teriak Maria seraya tangannya menunjuk-nunjuk ke arah perempuan yang bersembunyi di belakang Maverick.
"Ma_maria.." Panggil Maverick masih berusaha menenangkan Maria yang tengah emosi.
Maria menatap tajam Maverick, dengan wajah sembab dan binar mata yang penuh kebencian Maria berteriak didepan wajah Maverick.
"KITA PUTUS!!" Teriak Maria lalu berjalan pergi meninggalkan Maverick bersama dengan perempuan itu.
"Aishh.." Maverick mengusap wajahnya kasar, nafasnya terlihat memburu. Bukan ini yang dia inginkan.
Sedang perempuan yang sedari tadi menunduk di belakang Maverick mulai bersuara.
"Mav lalu aku harus bagaimana?" Ucap perempuan itu.
Maverick memandang perempuan itu dalam diam, lalu menarik nafas berat. Tangannya meraih perempuan itu lalu menariknya ke dalam pelukan.
"Kamu tidak akan meninggalkan ku kan?" Tanya perempuan itu lagi.
"Tentu, aku tidak akan meninggalkan mu Nadine.." Jawab Maverick.
Nadine dan Maverick masih berpelukan, ketika seseorang diam-diam kembali dan memotret mereka tanpa sepengetahuan.
"Lihat bagaimana aku akan memberimu pelajaran, jalang menjijikan.." Gumam Maria sambil memandang layar handphonenya yang menampilkan kedua sejoli itu yang saling berpelukan.
..
"Ku pikir dia adalah gadis cantik yang baik.."
"Kau benar, jika seorang gadis cantik dan baik bisanya mereka bodoh.. tapi jika gadis itu cantik dan pintar maka seperti itulah.."
"Iya tak tau malu sekali.."
Koridor kampus pagi itu sangat berisik, Nadine berjalan dengan kaki dan canggung. Semua mata tertuju padanya, dengan berbagai macam pandangan menuju padanya.
Dia juga mendengar bisikan-bisikan mereka, jantungnya berdebar tak karuan.
"Hey lihat siapa yang datang.. seorang jalang yang merangkap jadi pelakor.." Ucap Maria dengan lantang, ketika melihat Nadine sudah datang.
Maria sengaja menunggu Nadine di sana, untuk mempermalukannya.
"Maksudmu?" Ucap Nadine tersinggung.
Semua orang yang menyaksikan di koridor itu tertawa sumbang, Nadine semakin heran.
"Lihat betapa tebal wajahnya.."
"Benar, laki-laki bodoh yang bisa terjerat wanita macam ini.."
"Dasar pelakor.."
"Pelakor.."
Nadine tertegun, bagaimana semua orang bisa mengetahuinya. Hingga seorang perempuan berambut pendek melemparinya dengan gulungan kertas, dan ..
Voila..
Itu adalah potonya, dengan Maverick. Secepat kilat Nadine memandang ke arah Maria dengan tatapan terkejut, sedang Maria tersenyum keji ke arahnya.
..
End